Hobi burung derkuku di Sukoharjo terlihat masih tetap eksis. Kegiatan lomba masih bisa dirasakan dan dialami oleh dekoe mania setempat karena tergelar setiap bulan. Agenda paling anyar adalah Latber Halal Bihalal DMS-PEDES yang dihelat pada Minggu, 29 Maret 2026 kemarin.
Gelaran yang menempati lokasi di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula. Puluhan ekor derkuku memenuhi dua blok tempat gantangan yang disediakan untuk menyemarakkan kegiatan tersebut.
![]() |
| Support banner menjadi dukungan nyata dekoe mania |
Informasi yang didapat bahwa kehadiran puluhan peserta tersebut hanya dalam kurun waktu yang tidak lama. “Alhamdulillah hari ini kami kembali mengadakan kegiatan sillaturahmi sekaligus kerek bareng bersama dekoe mania Solo dan Sukoharjo dalam agenda Latber Halal Bihalal,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua Pengcab Sukoharjo.
Keinginan panitia untuk bisa mengumpulkan para mania derkuku di lokasi acara, nampaknya menjadi salah satu usaha yang patut untuk diapresiasi. Betapa tidak, kesibukan mereka para peserta dan juga panitia menjadi satu diantara sekian faktor yang seringkali menghambat laju hobi.
![]() |
| H. Nur Ali Sasongko dan Agung Cahyanto pimpin briefing juri |
Belum lagi, sebagian besar dekoe mania masih merayakan lebaran bersama keluarganya. Dibutuhkan sebuah perhatian khusus agar hobi bisa terus jalan dan tidak sampai mandek di tengah jalan. Setidaknya ada upaya untuk jemput bola agar dekoe mania disana bisa dipastikan masuk list pendaftaran.
“Setiap kali akan menggelar lomba, saya aktif mengajak rekan-rekan untuk ikut, makanya kadang saya minta bantuan yang lain untuk bisa aktif membantu saya,” ujar Jatmiko pemilik Jat Bird Farm Solo. Jatmiko mengaku bahwa dibutuhkan cara untuk mengajak rekan-rekannya agar mau turun lomba.
![]() |
| Nanang (MTJG BF), Wirasmo (MJZ BF), Budi S(Petir BF), Mbah Mien, dan di belakang ada Jito dan Sarno mengamati serius gacoanya |
“Ketika akan menggelar lomba, panitia harus punya waktu ektra mengajak peserta untuk hadir. Dengan cara seperti ini, kami pun semakin dekat dan akrab dengan mereka,” ungkap Jatmiko. Berkat dukungan dan kerjasamanya yang luar biasa dari panitia dan juga beberapa pemain, akhirnya kegiatan tersebut mampu mencapai harapan.
Tiket di tiap-tiap kelas ludes terjual. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kehadirannya sehingga kegiatan Latber Halal Bihalal DMS-PEDES hari ini bisa berjalan sesuai harapan,” ujar H. Nur Ali Sasongko.
Diharapkan kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa lebih mendapatkan dukungan dan perhatian yang lebih besar lagi. Moment Latber Halal Bihalal ini dimanfaatkan sebagai ajang sillaturahmi sekaligus saling maaf memaafkan dan evaluasi diri.
“Jika ada masalah, mohon cukuplah diselesaikan di tempat saja sehingga permasalahan bisa langsung teratasi. Apalagi jika itu berkaitan dengan penjurian, karena juri juga manusia,” pinta H. Nur Ali Sasongko, kepada semua yang hadir di lapangan.
![]() |
| Wiwid Sword BF sukses mengantar hattrick Kanjeng Mami |
“Tentu ada banyak kekurangannya dan kita wajib untuk saling koreksi. Juri-juri yang kita punyai ini harus kita berikan kesempatan untuk bekerja secara profesional tanpa adanya intervensi,” tegas H. Nur Ali Sasongko. Dengan begitu hobi yang sudah menjadi pilihan bisa tetap terjaga dengan baik.
Seperti dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya, bahwasanya briefing juri menjadi rutinitas yang tidak pernah terlewatkan. Seluruh juri serta Guntur Juri Nasional mendapatkan arahan dari H. Nur Ali Sasongko dan Agung Cahyanto Ketua Pengcab Surakarta. “Briefing hari ini hanya sekedar mengingatkan kepada semua juri agar tidak lengah saat menjalankan tugas di lapangan,” harap H. Nur Ali Sasongko.
![]() |
| Barisan juara kelas Bebas |
“Koordinasi penting dilakukan antara tim dan jangan sampai burung yang bunyi terlewatkan, terutama di awal-awal penjurian,” tegas H. Nur Ali Sasongko. Lebih lanjut disampaikan bahwa jangan sampai karena kegiatan ini hanya berupa Latberan, lantas menurunkan intensitas kinerja juri sehingga tidak maksimal, tetap fokus dan konsentrasi harus menjadi pegangan.
Cuaca cerah dan cenderung panas mengawal dari babak pertama sampai selesai. Penjurian berlangsung tanpa halangan, acara penjurian berlangsung seru dan lancar. Peserta begitu menikmati suasana. Tidak nampak dan terdengar teriakan yang dilakukan oleh peserta.
![]() |
| Lilik Purworejo juara di kelas Pemula |
Benar-benar kondisi yang membuat gelaran begitu tenang dan damai. Meski ada suara dari peserta, namun itu tidak sampai berlebihan. Penerapan pembatasan nilai di kelas Pemula hanya sampai empat warna pun diterapkan. Jika ada burung yang mendapatkan penilaian lima warna akan dinaikkan ke kelas diatasnya, yakni kelas Bebas.
Hal ini terjadi pada burung yang ada di gantangan nomor 16, yang mendapatkan dua kali bendera lima warna. Yang semula berada di kelas Pemula harus berpindah ke kelas Bebas. Saat ada pertanyaan dari peserta kenapa burung tersebut sebelumnya tidak didaftarkan saja langsung di kelas Bebas?
Jatmiko, pemilik burung menjelaskan bahwa dirinya belum tahu secara pasti kualitas anggung burung miliknya itu layak ditempatkan di kelas apa. Karena burung tersebut terkadang kurang stabil performanya saat di lapangan, apalagi saat di rumah, makanya dipertahan di kelas Pemula.
Namun keberhasilannya mendapatkan penilaian bendera lima warna hingga dua kali, maka untuk selanjutnya akan didaftarkan di kelas Bebas atau tidak akan diikutsertakan lagi di kelas Pemula. Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah, sampai akhirnya penetapan posisi kejuaraan dilakukan.
![]() |
| Barisan juara kelas Pemula |
Untuk podium pertama di kelas Bebas, berhasil diraih Kanjeng Mami amunisi Wiwid Sword BF Solo, derkuku ring Sword 68 yang menempati nomor gantangan 19. Kemudian Riyanto andalan Eko Myr Solo, dengan ring B2W yang berada di nomor gantangan 31 ada di tempat kedua. Sedang tempat ketiga berhasil menjadi milik Victory ring LMS 618 orbitan Eko LMS yang berada di nomor gantangan 37.
Penetapan juara di Bebas kali ini harus melalui meja juri perumus. Ini karena ada tiga burung yang berhasil mendapatkan bendera lima warna selama empat babak. Juri Perumus akan menentukan juara berdasarkan nilai aduannya masing-masing burung dimulai dari gaya irama, dasar suara, suara tengah, suara ujung, dan suara depan.
![]() |
| Diakhir lomba juri-juri berkumpul melakukan evaluasi |
Di Pemula, posisi pertama berhasil diraih oleh Sawunggalih milik Lilik dari Purworejo. Jago bergelang LKT 229 yang ada di gantangan 29 ini mampu menerobos barisan paling depan, setelah aksinya tak terbendung oleh lawan-lawannya. Posisi kedua, berhasil direbut oleh Glory ring LMS 584 di gantangan 5, milik Eko LMS Solo. Lalu posisi ketiga di tempati oleh Kasmaran ring LMS 411 andalan Jose Solo.
Diakhir lomba juri-juri berkumpul melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan. Hal ini tentunya hal positif yang perlu terus dilanjutkan apalagi disitu ada Guntur sebagai Juri Nasional. Di akhir acara panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kehadiran peserta dan permintaan maaf apabila selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)

















