Menyambut Tahun Baru 2026, Pengurus Cabang PPDSI Jember gelar Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku bertajuk “Liga Tapal Kuda Jawa Timur”. Dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Januari 2025 di Lapangan Kampus 2 UNIPAR, Jalan Kaliurang – Jember. Acara berjalan cukup meriah dan berbuah sukses.
Rupanya, semakin lama hobi derkuku di wilayah Tapal Kuda ini menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Agenda lomba coba dihadirkan secara rutin, semisal Liga Tapal Kuda Jawa Timur serta kegiatan lain. Dan kegiatan demi kegiatan tersebut mulai mendapatkan animo dari dekoe mania.
Dari jumlah peserta yang terlihat, memang tidak banyak dekoe mania yang hadir, karena acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahi antar penggemar, pelestari burung anggunggan derkuku, dan juga untuk meramaikan hobi burung derkuku se Tapal Kuda. Lomba terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Bebas dan kelas Pemula.
![]() |
| Dr. Waris sedang memberikan sambutan sebelum lomba dimulai |
Kelas Bebas diikuti oleh 21 peserta dan kelas Pemula diikuti oleh 31 peserta. Peserta datang dari Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Dr. Waris, Ketua Pengcab PPDSI Jember menuturkan bahwa jumlah tersebut tergolong sudah masuk dalam target panitia. Setidaknya dukungan yang diberikan peserta tergolong dalam kategori besar.
“Terus terang kami dari panitia tidak menargetkan banyak peserta, karena ini adalah kegiatan di awal tahun, jumlah tiang kerekan juga tidak banyak,” terang Waris. Apalagi daerah-daerah di Tapal Kuda tidak bisa leluasa mengadakan kegiatan karena terbatasnya lapangan yang bisa dipakai. Praktis hanya Jember yang telah siap meskipun dengan jumlah tiang yang terbatas.
![]() |
| Dekoe Mania Tapal Kuda tampak bersemangat mengikuti gelaran PPDSI Jember |
“Kita coba membumikan hobi derkuku di daerah Tapal Kuda,” jelas Drs Heru Pujinato yang juga Ketua Pengda PPDSI Jawa Timur yang juga hadir. Heru dan Waris pula yang menggagas keberadaan Lapangan di Kampus 2 UNIPAR Jember. Dengan begitu mereka bisa mengadakan lomba derkuku kapanpun.
“Kami terus berkoordinasi dengan sesama dekoe mania dan juga dengan rekan-rekan di Tapal Kuda agar perkembangan hobi bisa semakin ramai lagi,” sambung Heru. Semangat mereka untuk terus menjadikan Tapal Kuda lebih baik dan berkualitas, menjadi mimpi yang tidak bisa ditawar dan ditunda lagi.
Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kegiatan seperti Liga Tapal Kuda Jawa Timur. “Liga ini tidak kita patok akan berjalan berapa putaran seperti daerah lain yang sudah mengadakan. Kita menunggu kesiapan daerah lain untuk mengadakannya. Untuk saat ini baru Jember yang telah siap,” ujar pemilik New RRJ BF ini.
“Untuk putaran berikutnya rencanabya Situbondo yang akan mengadakan. Juga ada Bondowoso, tetapi mereka masih kesulitan dengan lapangan yang akan digunakan. Lapangan di Kampus 2 UNIPAR Jember sebenarnya juga bisa digunakan. Kita berharap setiap bulan atau setiap dua bulan sekali ada gelaran liga,” lanjut Heru.
![]() |
| Sajian khas di Liga Tapal Kuda Jawa Timur |
Minggu pagi itu, cuaca kota Jember tidak seperti hari sebelumnya. Matahari yang biasanya bersembunyi dibalik mendung, namun kali ini kembali membagi sinarnya. Seakan ikut mendukung acara lomba di awal tahun 2026. Acara ini pun dijadikan ajang latihan bagi burung-burung calon juara untuk mengikuti event yang lebih besar lagi.
Dilokasi ini dekoe mania yang hadir saling menjalin silaturrahmi, mensolidkan diri, memantau burung ,dan belajar banyak seputar hobi derkuku. Lokasi yang menjadi sentra kegiatan telah memberikan banyak manfaat. Mereka semakin paham dan mengerti dunia derkuku, baik kualitas burung untuk lomba ataupun memaksimalkan kinerja saat berada di lapangan.
![]() |
| Cuaca cerah sepanjang penjurian |
Dekoe mania mengikuti lomba dengan semangat dan berharap burungnya akan menjadi juara. Selama lomba berjalan dengan baik, aman, dan tertib. Burung-buurng gacoan beradu kemampuan bersuara walau masih ada beberapa yang belum mau berbunyi.
Anggung suara burung derkuku dinilai oleh juri dan koordinator juri. Anggung terbaik menurut penilaian juri akan mendapatkan penghargaan berupa tropi, piagam dan sembako. Baik pada kelas Bebas maupun kelas Pemula dipilih juaranya masing-masing 10 juara.
Juara 1 sampai dengan juara 3 akan mendapatkan tropi, piagam, dan sembako. Sedangkan bagi juara 4 sampai dengan juara 10 mendapatkan tropi dan piagam. Persaingan untuk meraih nilai tertinggi di setiap babak, berlangsung cukup ketat dan seru.
Karena masing-masing jago, terlihat sama-sama on fire untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan tim juri yang bertugas. Sementara untuk memberi nilai, juri terus fokus mendengar burung yang benar-benar punya suara anggung mewah. Serta didukung kestabilan bunyi ke bunyi, tanpa ada penurunan kualitas sesuai dengan aturan PPDSI.
![]() |
| (Kika) H. Ichwanto, Dr Waris, Drs. Heru, dan Totok juri rekap |
Dan setelah melalui persaingan panjang selama empat babak penuh penilaian. Akhirnya juri bersama perumus, menetapkan 10 burung yang dinilai layak masuk nominasi kejuaraan di tiap-tiap kelasnya. Dimana urutannya sesuai dengan total nilai yang didapat oleh masing-masing burung.
Di kelas Bebas, untuk juara pertama berhasil direbut oleh Biduan yang tampil jos di tiang kerekan nomor 26 milik Junaedi dari Situbondo. Jago bergelang B2W 3635 ini sukses menjadi yang terbaik pertama setelah mendapatkan nilai terbaik dibanding dari para rivalnya.
![]() |
| Juara di kelas Bebas |
Sedangkan Casanova ring Fla 622 yang diusung oleh Jhony Susilo dari Situbondo, harus puas mengekor di belakangnya. Dan disusul kemudian oleh BB produk ternak Nada BF milik Karyono dari Pujer Bondowoso. Selanjutnya untuk kelas Pemula, persaingannya juga tidak kalah seru.
Nama Kabayan yang jadi andalan Saeful dari Situbondo, burung hasil kebun sendiri yaitu Semeru BF ini juga tampil apik di empat babak penilaian, sehingga dinobatkan menjadi yang terbaik pertama. Diikuti kemudian Peltas andalan H.Tirto dari Candi Jati Jember, yang dikerek pada nomor 71 sebagai juara kedua dan tempat ketiga dimenangkan Megatron orbitan Junaedi dari Situbondo.
![]() |
| Juara-juara di kelas Pemula |
Dekoe mania Tapal Kuda merasa senang dan puas karena telah mengetahui kemampuan dan kualitas burung-burung gacoannya. Ada juga yang ingin meningkatkan atau mengupgrade ke burung yang memiliki kemampuan tempur yang lebih baik. “Panitia berharap dengan adanya liga ini akan bermunculan burung-burung juara di tingkat nasional, amin,” harap Waris menutup acara. (Ramlee/TM)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar