Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2026

Burung Kenari Angkat Satu Kaki, Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu burung kicauan yang populer dipelihara oleh penghobi burung. Kenari adalah burung kecil yang ceria dan aktif. Namun, kadang-kadang burung ini bisa menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti mengangkat kaki secara terus-menerus. Kenari mengangkat sebelah kaki umumnya merupakan perilaku istirahat atau tidur yang normal jika burung tetap aktif dan nafsu makannya baik. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan.

Kondisi burung kenari yang mengangkat satu kakinya secara terus menerus termasuk perilaku aneh yang perlu dicurigai, apalagi jika sebelumnya burung kicau tersebut tidak pernah melakukan hal tersebut. Memahami penyebab kenari angkat kaki sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan burung tersebut.


Kaki burung kenari bubulen


Ada beberapa alasan kenapa burung kenari mengangkat kakinya. Istirahat/tidur, perilaku normal untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Cedera atau terkilir, akibat salah mendarat atau tersangkut. Infeksi/Peradangan, timbul akibat sirkulasi buruk, kemerahan, atau pembengkakan. Kuku terlalu panjang, hal ini menyebabkan posisi bertengger tidak nyaman sehingga kenari sering mengubah tumpuan berat badannya. Jamur atau tungau (kaki bersisik/kering), infeksi parasit pada kaki yang terasa gatal atau nyeri. Suhu terlalu dingin, refleks alami untuk menghangatkan tubuh dengan mendekatkan kaki ke perut.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik


1. Kaki Kenari Bengkak

Penyebab kenari angkat satu kaki bisa disebabkan karena mengalami bengkak pada kakinya. Kondisi ini bisa dikarenakan beberapa faktor, mulai dari infeksi, cidera pada kaki karena terjepit jeruji sangkar hingga gigitan serangga.


Kaki burung kenari yang mengalami infeksi


Jika kaki burung kenari terlihat bengkak, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Biasanya, antibiotik atau antiinflamasi dapat digunakan untuk mengatasi infeksi dan mengurangi peradangan.


2. Infeksi atau Penyakit Kulit

Kaki kenari yang mengalami infeksi penyakit kulit atau bubulan (bumblefoot) juga bisa menyebabkan burung kicau tersebut mengangkat satu kakinya. Hal tersebut karena rasa sakit dan ketidaknyamanan pada kakinya sehingga burung cenderung mengangkat kakinya untuk mengurangi rasa sakit.

Cara mengatasi kondisi kaki burung kenari yang tengah terserang penyakit kulit yakni dengan membersihkan kandang secara rutin termasuk tangkringannya. Gunakan salep antiseptik sesuai anjuran dokter hewan dan perhatikan kebersihan kaki burung secara rutin.

Berikan obat (salep) dan dianjurkan diberikan pada sore hari atau petang hari. Mengingat di waktu ini burung akan beristirahat sehingga obat dapat menyerap sempurna. Dengan pemberian obat di waktu yang tepat, tubuh burung akan lebih fokus beristirahat sehingga penyerapan obat berjalan maksimal. Hasilnya, proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan efektif.


Tangkringan yang tidak sesuai bisa membuat kenari mengangkat kakinya


3. Kondisi Tangkringan Tak Nyaman

Permukaan bertengger yang tidak nyaman atau kasar dapat menyebabkan iritasi pada kaki kenari, membuat burung ini sering mengangkat kakinya untuk menghindari kontak dengan permukaan tersebut

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Untuk mengatasinya, ganti tangkringan kenari dengan jenis tangkringan yang sesuai. Yakni tangkringan dengan permukaan yang jauh lebih halus dan ukurannya yang sesuai dengan ukuran kaki kenari sehingga bisa membuatnya nyaman. Kemudian pastikan sangkar dan tangkringan selalu dalam keadaan bersih agar tidak sebabkan masalah lain.


Urat darah merah pada kaki burung kenari


4. Gigitan atau Serangan Hama

Kaki kenari yang terserang hama seperti tungau atau kutu dapat mebuat kaki kenari menjadi gatal. Akibatnya burung kicau tersebut sering mengangkat satu kakinya untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Cara mengendalikan hama ini bisa dimulai dari bersihkan kandang secara rutin dan berikan obat Anti Parasit dan lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan hama tersebut tidak kembali lagi.


5. Gangguan Sirkulasi Darah

Gangguan sirkulasi darah yang dialami oleh burung kenari biasanya dapat menyebabkan kesemutan atau rasa dingin. Karena kondisi tersebut yang membuat burung kenari lebih sering terlihat mengangkat kakinya untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut.

Untuk meningkatkan sirkulasi darah, bisa meletakkan burung kenari di sangkar yang lebih besar dengan dua tangkringan di dalamnya. Tujuannya agar kenari bisa lebih aktif bergerak sehingga sirkulasi darahnya bisa lancar dan pastikan suhu lingkungan tidak terlalu dingin atau panas.

Perawatan burung kenari itu bukan hanya pada burungnya saja, tetapi juga pada kandang/sangkarnya. Sangkar harus rajin dibersihkan, selain kotoran yang dibersihkan, kandang pun harus dicuci bersih, bahkan tangkringan/tenggeran juga harus bersih dari kotoran.


Salep anti jamur


Sumber penyakit itu biasanya ada di sangkar burung. Jika lembab, biasanya gampang banget kenari kena penyakit. Tangkiringan juga harus rajin dibersihkan, karena biasanya kutu atau kuman lain ada di tangkringan itu.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya

Untuk itulah, jika burung kenari peliharaan ingin sehat dan selalu rajin berkicau, baik di rumah maupun di gantangan lomba, selain pakan dan extra fooding (EF) yang baik, tentu juga harus lebih ektra merawat kebersihan sangkar dan kesehatan burungnya.


Perawatan dan pengobatan yang tepat membuat kaki burung kenari segera pulih


Perawatan yang tepat dengan kombinasi pemberian obat yang sesuai, serta konsistensi dalam pemberiannya dapat membuat kaki kenari pulih total hanya dalam waktu beberapa hari. Burung pun kembali bertengger normal tanpa lagi mengangkat kakinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Penyebab Burung Kenari Angkat Satu Kaki dan Cara Menanganinya


Selasa, 14 Juli 2026

Manfaat Menjemur Burung Derkuku



Derkuku atau Tekukur adalah burung dari keluarga Columbidae, dengan nama ilmiah Streptopelia chinensis. Burung ini juga dikenal sebagai Spotted Dove dalam bahasa Inggris. Di Indonesia, derkuku atau tekukur sering ditemukan di pekarangan rumah, persawahan, hutan sekunder, hingga taman kota.

Salah satu daya tarik utama derkuku adalah suaranya yang khas dan menenangkan. Irama “deeeg khuuu kuuu” yang berulang sering dianggap sebagai simbol kedamaian. Di Indonesia, suara burung derkuku bahkan dijadikan perlombaan dalam ajang kontes burung. Burung dengan suara panjang, stabil, dan merdu biasanya dihargai sangat tinggi oleh penghobi.


Alunan anggung burung derkuku sering dianggap sebagai simbol kedamaian


Memelihara burung derkuku perlu keseriusan yang tinggi. Sebagus apapun burung, jika kondisinya kurang sehat, maka tidak mungkin akan bisa tampil sesuai harapan. Mengkodisikan burung agar sehat adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Dan menyehatkan burung dengan cara alami adalah sebuah pilihan utama.

Baca juga : Perawatan Burung Derkuku agar Gacor dan Rajin Berbunyi

Karena dengan melakukan metode non alami dampaknya tidak baik bagi pertumbuhan burung selanjutnya. Burung derkuku sehat ditandai dengan bulu rapi, mengilap, aktif, dan tidak mengembung. Pakan berkualitas seperti milet, ketan hitam, dan beras merah, serta kebersihan kandang yang terjaga sangat krusial.


Burung derkuku membutuhkan paparan sinar matahari setiap harinya


Berikan campuran pakan yang kaya nutrisi seperti milet, jewawut, gabah berukuran kecil, pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Berikan air minum bersih setiap hari, dan rutin memandikan burung untuk menjaga kebugaran serta mencegah stres. Lakukan penjemuran secara rutin.

Burung derkuku perlu dijemur khususnya pada pagi hari ketika matahari sudah bersinar hangat tapi masih belum terik. Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan derkuku. Menjemur derkuku di pagi hari (sebelum pukul 09.00) sangat baik untuk kesehatan.

Ada beberapa manfaat atau keuntungan melakukan penjemuran burung derkuku pada pagi hari. Burung derkuku membutuhkan paparan sinar matahari setiap hari untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuhnya dan memperkuat sistem imunitasnya.

Aktivitas penjemuran tidak hanya membantu mengeringkan tubuh setelah mandi, tetapi juga berperan penting dalam produksi vitamin D yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh. Proses ini turut memengaruhi kestabilan suhu tubuh, terutama bagi burung yang dipelihara di lingkungan dengan kelembapan tinggi.


Makanan bijian berkualitas untuk derkuku menjaga kebutuhan nutrisinya


Pemilihan waktu penjemuran berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan burung derkuku. Sinar matahari pagi antara pukul 07.00 hingga 09.00 dianggap paling ideal karena memiliki intensitas yang cukup untuk membantu pembentukan vitamin D tanpa menimbulkan panas berlebihan.

Baca juga : Cara Budidaya Burung Derkuku agar Sukses

Paparan sinar matahari pada waktu tersebut juga membantu mengaktifkan metabolisme tubuh, memperkuat tulang, dan menjaga daya tahan alami burung terhadap penyakit. Waktu yang terlalu siang dapat menimbulkan stres termal yang berisiko menyebabkan burung lemas atau kehilangan nafsu makan.


Penjemuran di pagi hari menjaga kesehatan burung tetap terjaga


Keseimbangan antara durasi dan waktu penjemuran menjadi kunci utama agar burung mendapatkan manfaat optimal dari sinar matahari. Konsistensi dalam menentukan jadwal harian membuat tubuh burung derkuku beradaptasi dengan baik terhadap rutinitas penjemuran. Burung yang dijemur pada waktu sama setiap hari cenderung memiliki kestabilan hormon dan energi yang lebih baik.

Sinar matahari pagi juga membantu mengatur ritme biologis sehingga burung lebih aktif dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Penjemuran yang dilakukan dengan disiplin akan memperkuat struktur bulu dan meningkatkan kualitas suara karena kondisi tubuh yang lebih sehat. Bulu burung juga akan terlihat mengkilap serta mengurangi pertumbuhan parasit pada bulu.

Keteraturan waktu menjadi fondasi utama bagi terbentuknya kebiasaan positif yang mendukung kesehatan jangka panjang. Burung yang dijemur secara teratur menunjukkan perilaku lebih aktif, suara lebih jernih, dan nafsu makan yang lebih baik. Penjemuran yang tidak konsisten dapat membuat tubuh burung mudah lemas dan menurunkan performa kicauan.

Durasi penjemuran yang tepat membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh tanpa menimbulkan risiko dehidrasi. Waktu yang ideal biasanya berkisar antara 30 hingga 60 menit per hari tergantung pada kondisi cuaca dan usia burung. Durasi terlalu singkat tidak cukup untuk memaksimalkan manfaat sinar matahari, sedangkan penjemuran terlalu lama dapat membuat burung kelelahan.


Burung derkuku yang akan mengikuti lomba juga perlu dijemur


Cuaca memegang peranan penting dalam menentukan efektivitas penjemuran burung derkuku. Sinar matahari yang terlalu terik dapat menyebabkan burung mengalami stres panas, sementara suhu yang terlalu rendah justru membuat manfaat penjemuran berkurang.

Baca juga : Puter Pelung, Burung Asal Afrika yang Begitu Diminati di Indonesia

Pemantauan cuaca harian perlu dilakukan agar proses penjemuran dapat disesuaikan dengan intensitas sinar matahari. Ketika angin berembus kencang atau hujan turun, penjemuran sebaiknya ditunda untuk menghindari penurunan kondisi fisik burung. Penyesuaian dengan kondisi alam menjamin kenyamanan serta menjaga kestabilan suhu tubuh selama aktivitas berlangsung.


Lomba burung derkuku tingkat Nasional


Kebiasaan positif yang dilakukan secara berulang membentuk pola biologis yang selaras dengan ritme alam. Penjemuran harian utnuk burung derkuku juga menjaga kesehatan bulu agar tidak kusam dan membantu mengurangi kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur.

Sinar matahari yang cukup membuat derkuku merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres, yang berdampak pada nafsu makan yang baik dan performa suara yang lebih stabil. Oleh sebab itu, pemahaman tentang strategi penjemuran harian yang sesuai menjadi kunci penting dalam menjaga vitalitas dan performa burung derkuku agar tetap prima setiap hari. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Manfaat dan Keuntungan Menjemur Burung Derkuku di Pagi Hari


Senin, 06 Juli 2026

Daun Mengkudu sebagai Pakan Tambahan Burung Kenari agar Sehat dan Gacor



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu burung favorit diantara penghobi burung di tanah air. Keindahan bulu serta Kicauannya yang nyaman didengar membuat popularitas burung ini tidak pernah dimakan zaman. Namun untuk menjadikan kenari menjadi gacor terkadang menjadi persoalan tersendiri.

Bagi yang berminat untuk memelihara burung kenari, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang cara perawatannya. Karena sayang sekali jika sudah terlanjur membeli burung kenari malah terawat dengan cara yang salah, yang menyebabkan burung menjadi sakit dan mati karenanya.

Asupan makanan yang baik akan menjadikan tubuh burung kenari semakin sehat dan bugar. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suara burung berkualitas tentunya memberikan pakan terbaik yang memiliki nutrisi tinggi. Pakan ini dapat dibeli di pasaran dengan mudah.


Kenari salah satu burung favorit diantara penghobi burung


Seperti manusia, burung juga membutuhkan variasi menu makanan dengan memberikan makanan tambahan (EF). Fungsinya untuk menjaga keseimbangan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung. Dengan kata lain, pakan tambahan harus mampu melengkapi nutrisi yang ada di dalam pakan utama (biji-bijian).

Baca juga : Mengkudu, Salah Satu Tanaman Obat yang Dipercaya Memiliki Banyak Khasiat

Khusus untuk pakan biji-bijian yang menjadi pakan utama, harus diberikan setiap hari. Pakan harian ini tidak boleh habis atau kurang sama sekali. Tidak hanya itu, kebersihan pakan dan tempatnya juga harus diperhatikan dengan baik. Sebab pakan yang kotor dapat berpengaruh pada kesehatan burung Kenari.


Pakan bijian untuk burung kenari


Sedangkan untuk pakan tambahan seperti buah dan sayuran bisa diberikan secara bergantian dengan pakan utama agar menu makannya lebih bervariasi. Cara ini juga efektif menjaga selera makan burung. Pakan tambahan ini bisa berupa sayuran (daun selada, daun sawi putih atau hijau, bayam, daun ginseng, dan gambas).

Kemudian buah-buahan (apel, anggur, tomat, pepaya setengah matang, wortel, ataupun paprika). Juga pakan hewani seperti telur puyuh, atau jangkrik. Makanan tambahan ini diberikan tidak setiap hari. Pakan tambahan bisa diberikan dua kali setiap minggu secara berseling.

Salah satu jenis pakan tambahan yang baik adalah daun mengkudu atau yang lebih dikenal dengan sebutan pace. Mengkudu (Morinda citrifolia), daunnya memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat untuk kenari serta beberapa jenis burung kicau lainnya seperti selenium, antioksidan, glikosida, xeronine, terpenoid, vitamin A, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium dan masih banyak lagi yang lainnya.

Daun mengkudu merupakan pakan tambahan alami yang sangat bermanfaat bagi burung kenari, terutama untuk meningkatkan kualitas suara (membuat gacor), mengatasi tenggorokan serak, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan stamina dan kesuburan indukan. Daun ini juga berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan untuk mengurangi stres.


Tanaman mengkudu


Daun mengkudu menawarkan berbagai manfaat untuk burung kenari, diantaranya dapat meningkatkan kualitas suara (gacor). Daun mengkudu telah lama dipercaya dapat membuat kenari lebih rajin berkicau dan meningkatkan volume suaranya.

Baca juga : Perawatan Burung Kenari agar Tetap Sehat dan Gacor

Daun mengkudu juga dapat melancarkan pencernaan burung kenari. Ini karena kandungan serat yang tinggi di dalam daun mengkudu dapat membantu melancarkan pencernaan kenari dan mencegah masalah pencernaan pada burung kenari.


Daun muda mengkudu sangat baik untuk burung kenari


Selain itu daun mengkudu juga dapat mengatasi serak, sifat antiinflamasi pada daun mengkudu dapat membantu mengatasi masalah tenggorokan serak pada kenari. Meningkatkan Stamina, daun mengkudu dapat membantu meningkatkan stamina dan vitalitas kenari, membuatnya lebih aktif dan lincah.

Daun mengkudu juga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan, pemberian daun mengkudu secara teratur dapat meningkatkan kesuburan indukan kenari, meningkatkan ukuran telur, dan daya tetas telur. Daun jmengkudu juga dapat untuk mengurangi stres, karena kandungan antioksidan dalam daun mengkudu membantu mengurangi stres pada kenari.

Ada dua cara utama pemberian daun mengkudu untuk pakan tambahan pada burung kenari. Pemberian daun mengkudu secara langsung, denagan cara memilih 1-2 lembar daun mengkudu yang masih muda, yang segar, dan tidak berlubang. Cuci bersih daun tersebut dan gantungkan di dalam sangkar, biarkan burung kenari mematukinya secara langsung.

Cara berikutnya yakni dengan memberikan air rebusan daun mengkudu. Caranya rebus 3-5 lembar daun mengkudu di dalam air bersih secukupnya hingga mendidih. Dinginkan air rebusan tersebut sebelum diberikan sebagai air minum untuk kenari.


Rebusan daun mengkudu bisa diberikan untuk burung kenari sebagai air minumnya


Meskipun bermanfaat, pemberian daun mengkudu perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Karena pemberian daun mengkudu yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung kenari seperti diare. Berikan daun mengkudu secara berkala, misalnya 1-2 kali seminggu.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya

Yang perlu diperhatikan adalah daun mengkudu ini bukanlah pakan utama untuk burung kenari. Daun mengkudu hanya sebagai pakan tambahan, bukan pengganti pakan utama kenari. Perhatikan kondisi burung kenari, jika burung kenari menunjukkan gejala alergi atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi daun mengkudu, segera hentikan pemberian.


Burung kenari gacor jadi idaman setiap penghobi burung berkicau


Daun mengkudu dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk makanan burung kenari. Mendukung suara yang lebih baik, pencernaan yang sehat, dan peningkatan stamina burung kenari. Namun pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Manfaat Daun Mengkudu untuk Kenari sebagai Pakan Tambahan agar Sehat dan Gacor


Rabu, 24 Juni 2026

Kuntara, Ayam Kampung Unggul Nusantara dengan Produktivitas Telur yang Fantastis



Ayam Kuntara (Kampung Unggul Nusantara) merupakan galur ayam kampung unggul hasil seleksi intensif. Pengembangannya diprakarsai oleh Edi Irawan dari Kabrokan Kulon, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Seorang breeder ayam yang telah lama berkecimpung di dunia perunggasan, khususnya dalam breeding ayam Joper.

Ayam Joper sendiri merupakan hasil persilangan ayam layer dengan ayam Bangkok, yang banyak digunakan untuk pedaging. Persilangan pertama menggunakan PS layer, kedu merah, dan astrolop. Sedangkan pada persilangan kedua menggunakan kedu merah, baret, dan bitleyhor. Persilangan dibuat dengan tujuan untuk mengatasi rendahnya produksi telur ayam kampung biasa.

Nama “Kuntara” juga diambil dari nama rekan breeder, Pak Anggoro (Kunto), yang turut berkontribusi dalam pengembangannya. Filosofi utama pengembangan ayam Kuntara adalah kemandirian breeder. Peternak tidak lagi bergantung pada pembelian indukan terus-menerus, melainkan mampu mencetak indukan sendiri sesuai kapasitas dan kebutuhan.


Ayam Kuntara mempunyai postur besar


Ayam Kuntara diluncurkan pada akhir tahun 2022, dan diberi nama Kuntara 4. Secara morfologi, ayam Kuntara memiliki postur yang mendekati ayam petelur. Ciri-cirinya antara lain berjengger jelas, bulu agak tebal, dan struktur tubuh yang mendukung produksi telur tinggi.

Baca juga : Ayam Kampung, Salah Satu Jenis Ayam Paling Populer di Masyarakat

Namun demikian, warna telur dan rasa dagingnya tetap masuk kategori ayam kampung, sehingga diterima dengan baik oleh pasar tradisional maupun konsumen ayam kampung. Inilah yang menjadikan ayam Kuntara berada di posisi unik: ayam petelur kampung, bukan ayam ras murni, tetapi juga bukan ayam kampung tradisional yang produktivitasnya rendah.


Permintaan DOC ayam Kuntara saat ini sangat tinggi


Salah satu keunggulan utama ayam Kuntara adalah produktivitas telurnya. Ayam Kuntara mulai bertelur pada umur 4,5 – 5 bulan. Berat telur yang dihasilkan mencapai 55 – 65 gram atau jauh lebih besar dari telur ayam kampung biasa. Ayam Kuntara mampu memproduksi telur setara ayam layer (ayam petelur) yang menghasilkan telur konsumsi dengan produktivitas tinggi.

Ayam Kuntara mampu menghasilkan telur sekitar 280 hingga 300 butir per tahun dengan berat telur mencapai 60 gram. Puncak produksinya mencapai 80 % – 90 % pada umur 28 minggu. Dengan rata-rata produksi telur hingga 70 sampai 80 % per tahun. Ayam ini tidak memiliki sifat mengeram, sehingga memungkinkannya untuk bertelur terus sepanjang tahun.

Dalam kondisi perawatan standar, tingkat produksi telur dapat mencapai di atas 70%, dan dengan manajemen pakan serta lingkungan yang baik, dapat meningkat hingga 80%. Dalam hitungan tahunan, seekor ayam Kuntara mampu menghasilkan sekitar 300 butir telur per tahun.

Angka ini sangat tinggi untuk ukuran ayam kampung, sehingga menjadikannya sangat potensial untuk usaha penetasan dan produksi DOC. Produktivitas telur yang stabil juga membuat arus pendapatan peternak lebih kontinyu, terutama bagi mereka yang fokus pada penjualan DOC atau telur konsumsi.


Pemeliharaan ayam Kuntara dengan sistem kandang insentif



Keunggulan lain yang sangat menonjol dari ayam Kuntara adalah ketahanan terhadap penyakit. Ayam ini dikenal tidak mudah tertular penyakit menular seperti senot atau gangguan pernapasan ringan, mencret, dan tidak mudah stres. Bahkan jika ada individu yang sakit, penularannya sangat minim.

Baca juga : Ayam KUB, Ayam Kampung Galur Baru Unggul Hasil Penelitian dan Seleksi Balitbangtan

Ayam Kuntara memiliki karakter jinak, tenang, dan tidak kanibal. Ayam Kuntara memiliki masa brooding yang relatif singkat. Jika ayam lain membutuhkan pemanas hingga 3 – 4 minggu, ayam Kuntara cukup membutuhkan pemanas selama 10 – 15 hari.


Pemeliharaan ayam Kuntara dengan sistem koloni


Setelah itu, DOC sudah cukup kuat dan hanya memerlukan kehangatan ruang. Bahkan dalam kondisi tertentu, ayam Kuntara dapat langsung diumbar setelah dua minggu karena daya tahannya terhadap dingin cukup baik. Hal ini tentu menghemat biaya listrik, gas pemanas, dan tenaga kerja.

Ayam ini memiliki ukuran tubuh lebih besar dari ayam kampung biasa, dengan bobot sekitar 2,5 hingga 3,5 kg untuk ayam dewasa. Membuatnya cocok sebagai ayam pedaging saat masa produktif telur berakhir. Ayam ini termasuk tipe dual purpose (ayam pedaging dan ayam petelur).

Fisik ayam ini mirip ayam impor (seperti Barred Rock atau Brown Horn). Dengan varian warna bulu yang beragam, meliputi hitam, kelabu (abu-abu), dan jali (lurik/bergaris). Ada juga yang memiliki warna bulu dominan merah kekuningan, dengan corak oranye dan kuning cerah yang menyala. Memiliki suara yang cukup nyaring dengan nada melengking yang khas.

Pakan ayam Kuntara (Kampung Unggul Untara) difokuskan pada nutrisi tinggi untuk pertumbuhan cepat dan produksi telur, dengan campuran utama konsentrat layer 50%, jagung 75%, dan katul 26% saat masa bertelur. Konsumsi pakan harian berkisar 110-120 gram per ekor, dengan kebutuhan pakan sekitar 2,5 kg untuk mencapai bobot 1 kg.


Produktivitas telur ayam Kuntara sangat tinggi


Manajemen pakan ayam Kuntara berdasarkan fasenya yakni fase starter (DOC – 2,5 bulan) dengan menggunakan pakan pur khusus petelur (seperti Pardok) secara ad libitum (tanpa takaran) untuk pertumbuhan optimal. Untuk fase grower (2,5 – 4,5 Bulan) pemberian pakan mulai ditakar.

Baca juga : Joper, Ayam Kampung Unggul dan Hemat Pakan dengan Masa Panen Singkat

Dengan menggunakan pakan campuran jagung, katul, dan sedikit konsentrat untuk mempersiapkan masa bertelur. Pada fase layer/petelur (4,5 bulan ke atas), diberikan campuran pakan konsentrat layer 50%, jagung 75%, dan katul 26%. Pakan bisa ditambah bahan alternatif seperti sisa roti/biskuit, tepung ikan, dan sayuran.





Ayam Kuntara kini diminati para peternak untuk dikembangkan



Kebutuhan pakan ayam Kuntara dewasa membutuhkan sekitar 110 gram per hari, sedikit lebih banyak dibanding ayam KUB karena ukuran tubuhnya yang lebih besar. Hindari overfeeding untuk mencegah obesitas yang menurunkan produksi telur. Pakan fermentasi dapat digunakan untuk meningkatkan nutrisi.

Ayam Kuntara dapat dipelihara dengan sistem kandang koloni maupun intensif. Ayam Kuntara sangat cocok untuk peternak yang mencari ayam lokal atau ayam kampung dengan produktivitas setara ras petelur namun memiliki ketahanan fisik yang kuat. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kuntara, Ayam Kampung Unggul Bertubuh Besar dengan Kemampuan sebagai Ayam Petelur


Kamis, 03 Juli 2025

Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari Melalui Fisik dan Tingkah Lakunya



Memelihara burung kenari merupakan hobi yang menyenangkan, terutama karena suara merdunya serta warna bulu yang indah. Bagi para penggemar burung kenari, memahami perbedaan antara kenari jantan dan betina sangat penting, untuk memilih dan merawat burung kenari yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan tertentu.

Misalnya, untuk keperluan kontes kicau, biasanya pemilik akan memilih kenari jantan yang memiliki suara kicauan yang indah dan variatif. Sedangkan, jika tujuannya adalah untuk beternak, maka penghobi selain memilih kenari jantan juga akan memilih kenari betina yang memiliki kemampuan bertelur yang baik.

Namun, bagi pemula atau yang baru saja menyukai burung kenari, membedakan jenis kelamin kenari jantan dan betina bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak mudah memilih kenari jantan, terutama jika tidak dibekali pengetahuan yang mencukupi.

Membedakan jenis kelamin kenari dengan pengamatan fisik lebih mudah saat umur 7 bulan atau telah mencapai umur dewasa kelamin


Bahkan kicau manai yang berpengalaman pun bisa saja salah dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari. Pada dasarnya, cara membedakan jenis kelamin burung kenari tidak sulit untuk dilakukan. Sebab, perbedaan tersebut ditandai dengan sejumlah ciri-ciri fisik maupun tingkah laku.

Baca juga : Kenari Lancashire, Kenari Bertubuh Besar yang Bangkit dari Kepunahan


Pengamatan fisik

Membedakan jenis kelamin kenari melalui pengamatan fisik lebih mudah dilakukan ketika burung sudah berumur 7 bulan atau lebih. Pada umur tersebut, kenari telah mencapai umur dewasa kelamin, di mana organ-organ reproduksinya sudah mulai berfungsi.

Cara memegang burung saat memeriksa kloaka dan perut kenari


Beberapa ciri fisik yang bisa diamati untuk menentukan jenis kelamin pada kenari antara lain, kenari jantan umumnya mempunyai tubuh lebih ramping, atletis, dan pose yang lebih tegak. Kenari betina umumnya mempunyai tubuh dan kepala yang lebih kecil dan bulat. Bulu-bulu pada kenari jantan tampak lebih tegas dan lebih cerah daripada kenari betina.

Setelah burung memasuki usia siap kawin, perbedaannya makin jelas terlihat, antara lain kenari jantan terlihat lebih sering memberi makan/meloloh kenari betina melalui paruhnya. Kenari jantan cenderung bersifat lebih agresif, sedangkan kenari betina akan menghabiskan waktunya dengan mengumpulkan bahan sarang dan menyusun sarangnya.

Kenari jantan dewasa, akan terlihat vennya menonjol


Apabila burung kenari yang telah berusia dewasa memiliki bentuk kloaka menonjol dan tegak lurus, maka dapat dipastikan berjenis kelamin jantan, sedangkan untuk kenari yang berjenis kelamin betina akan cenderung lebih datar/rata dan terlihat membengkak kemerahan, terutama jika sudah siap kawin.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya 

Berikutnya yang bisa untuk menentukan jenis kelamin pada burung kenari adalah melihat bentuk perutnya. kenari jantan perutnya terlihat lebih datar daripada betina. Sedangkan pada betina, perutnya sedikit bengkak dan terlihat lebih bulat.

Kenari betina terlihat bahwa vennya sangat datar


Hal ini disebabkan oleh adanya organ reproduksi betina, yaitu ovarium, yang dapat membesar. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan cara memegang burung secara lembut dan membuka atau meniup bulu pangkal ekor untuk melihat perbedaan pada kloaka dan perutnya.

Pada usia dewasa ini, burung kenari juga bisa diidentifikasi jenis kelaminnya dari letak mata terhadap paruhnya. Mata burung kenari jantan biasanya terletak sejajar dengan paruhnya, sedangkan mata betina tidak sejajar dengan paruhnya (sedikit di atas garis paruh).

Kenari jantan berkicau lebih kencang dan variatif


Pengamatan perilaku

Kenari betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin atau siap kawin akan menunjukkan perilaku yang cukup unik ketika mendengar suara kicauan kenari jantan. Berdasarkan pengamatan, perilaku yang muncul pada kenari betina saat mencengar kicauan kenari jantan antara lain adalah membungkukkan badan sambil mengangkat kepala dan ekor. Kemudian menggetar-getarkan kedua sayapnya (ngeleper) dan kloakanya.

Baca juga :  Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu 

Tidak seperti kenari jantan yang memiliki suara kicauan bervariasi, kenari betina umumnya hanya mengeluarkan suara panggilan (call). Suara tersebut bisa kita dengarkan sebagai suara “cuitan” saja. Meski begitu, ada juga kenari betina yang memiliki kemampuan kicauan mirip kenari jantan.

Kenari jantan akan selalu mencumbu kenari betina


Biasanya hal itu terjadi pada kenari betina yang sudah berumur cukup mapan. Namun suaranya tidak akan sepanjang dan sevariatif kenari jantan, apalagi punya suara-suara isian. Suara kenari betina cenderung ngerol, dilagukan dengan durasi cukup pendek dan sering terpatah-patah. Hal inilah yang sering mengecoh para kicau mania, terutama pemula, sehingga menganggap kenari yang diamatinya berjenis kelamin jantan padahal betina.

Pada kenari, cincin di kaki dapat menunjukkan jenis kelaminnya. Pada umumnya, cincin di kaki kenari jantan berwarna lebih gelap dan lebih lebar daripada betina. Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak selalu akurat karena ada beberapa jenis kenari yang tidak menunjukkan perbedaan cincin kaki antara jantan dan betina.

Kenari betina lebih sering berada di dalam sarangnya


Selain itu dapat membedakan jenis kelaminnya dengan mengamati prilaku saat bertelur. Kenari betina yang sedang bertelur akan mencari bahan untuk membuat sarang, sedangkan kenari jantan tidak terlalu memperdulikan hal ini. Selain itu, kenari betina juga akan lebih sering memasuki sarang dan mengeluarkan suara yang berbeda saat sedang bertelur. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari


Selasa, 18 Maret 2025

Dehidrasi Sering Dialami Burung Peliharaan karena Berbagai Hal, Segera Pahami Cara Mengatasinya



Setiap makhluk hidup membutuhkan air minum, termasuk burung. Burung yang dipelihara harus selalu disediakan air minum di kandangnya. Apabila lupa menambah atau mengganti air minum, maka burung dapat mengalami dehidrasi.

Dehidrasi pada burung peliharaan bisa disebabkan pemilik/perawat lupa mengganti atau menambah air minum. Bisa juga karena lupa mengangkat burung yang sedang dijemur. Kedua faktor lupa itulah yang secara umum menjadi penyebab burung dan unggas piaraan sangat rentan terkena dehidrasi.

Saking sibuk kegiatan sehari-harinya, tidak sedikit yang hobi memelihara burung lupa memperhatikan kondisi air minum burung peliharaannya. Begitu diperiksa, ternyata cepuk air sudah kering, serta burung dalam kondisi ngedrop dan sangat lemah.

Memelihara burung menjadi hobi paling populer di masyarakat


Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, akibatnya bisa sangat fatal. Selain itu kelembaban kandang yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan burung mengalami dehidrasi. Sebab suasana kandang/sangkar menjadi kering, sehingga burung selalu merasa kepanasan, dan air minum pun cepat habis.

Baca juga : Berak Kapur, Gejala dan Cara Pencegahan serta Penanganannya pada Burung

Jika air minum habis, dan tidak segera diberikan penambahan, maka gejala awal dehidrasi sebenarnya sudah dimulai. Jika burung mengalami dehidrasi maka kondisi fisiknya akan melemah. Untuk bertengger pun sulit, bahkan tidak bisa, sehingga cenderung berada di dasar sangkar.

Seekor burung sedang mencari air untuk diminum


Tidak jarang bulu-bulunya akan mengembang sebagaimana burung sakit, lantaran tubuhnya yang mengering. Burung yang mengalami dehidrasi bisa dilihat dari tanda daerah di sekitar mata yang tampak cekung dan/atau kusam. Kulit di sekitar mata burung juga akan terlihat keriput.

Selaput lendir di dalam mulut dan tenggorokan burung menjadi lengket atau kering. Karena itu, burung yang dehidrasi ketika diberi air minum sering kesulitan bernafas atau tersedak. Sebab lendir yang lengket terbawa air dan menutupi tenggorokan atau saluran pernafasan lainnya, sehingga burung kesulitan bernafas.

Kondisi tenggorokan yang terlalu kering juga bisa terasa menyakitkan begitu terkena air. Itu sebabnya, burung dan unggas yang terkena dehidrasi jangan langsung diberikan air minum, karena dapat menyebabkan kematian mendadak jika sampai tersedak atau saluran pernafasannya tersumbat lendir yang lengket.

Khusus untuk burung yang bertubuh besar, misalnya merpati, tanda dehidrasi juga bisa dicermati dengan cara mencubit lembut pada bagian kulit yang tidak berbulu. Cubit sekilas saja, lalu segera dilepaskan kembali, dehidrasi akan mempengaruhi elastisitas kulit.

Burung butuh mandi, selain untuk membersihkan tubuh juga untuk menurunkan suhu tubuh


Jika kulit yang dicubit tersebut butuh waktu lebih dari 1 detik untuk kembali ke tempat semula, itu pertanda burung sedang mengalami dehidrasi. Sebab elastisitas kulit yang berkurang adalah gejala umum dari burung yang mengalami dehidrasi.

Baca juga : Memahami Kasus Radang Mata pada Burung Berkicau

Untuk mengatasi burung dan unggas yang terkena dehidrasi karena lupa memberikan air minum, maka segera semprot kloaka (dubur) burung dengan air bersih (menggunakan sprayer). Cara ini dapat membuat burung lebih cepat menyerap cairan.

Burung yang mengalami dehidrasi kesulitan untuk bertengger di tangkringannya


Selanjutnya, burung diangin-anginkan selama beberapa menit. Setelah kering, barulah burung diberi air minum. Air minum sebaiknya dicampur sedikit madu, sehingga mudah meresap ke dalam mulut dan tenggorokan yang kering dan lengket. Ini bisa mengurangi risiko tersedak atau kesulitan bernafas.

Tapi perlu diperhatikan, penyemprotan sebaiknya tidak berlebihan dan dilakukan menggunakan hand sprayer dengan setelan kabut. Penyemprotan secara berlebihan, apalagi sampai membuat tubuhnya basah kuyup, akan mengagetkan burung sehingga dapat memperparah kondisinya.

Segera membuat larutan elektrolit, yaitu air putih dicampur garam dan gula. Fungsi larutan elektrolit ini untuk memberikan suplai tenaga dan mineral secara cepat. Jika kondisi burung sudah terlalu lemah, cairan elektrolit diberikan dengan cara diteteskan sedikit demi sedikit di bagian paruhnya, tanpa memegang tubuh burung.

Penetesan cairan bisa dilakukan menggunakan sedotan kecil, syringe, atau dropper/pipets. Lakukan dengan sabar sampai air yang masuk ke paruh burung sudah cukup banyak. Apabila burung sudah tidak mampu menerima tetesan air dari paruhnya, maka pemberian cairan elektrolit bisa dilakukan sambil memegang tubuhnya.

Burung yang sedang dijemur harus mendapatkan perhatian lebih


Ketika mengangkat burung sakit, lakukan secara lembut dan hati-hati. Perlakuan kasar dapat membuat burung kaget sehingga kondisinya makin kritis. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, bisa memegangi tubuhnya dengan menggunakan handuk kecil.

Baca juga : Memahami Beberapa Hal Mengapa Burung Murai Batu Mencabuti Bulunya Sendiri

Untuk burung bertubuh besar seperti merpati, bisa dengan membasahi kedua sayap bagian dalam, paha, dan kloaka dengan cara disemprot. Bisa juga menggunakan spon basah dan diusapkan ke bagian tubuh tersebut. Boleh juga merendam burung dalam wadah berisi air bersih. Setelah terapi itu, berikan air minum.

Burung yang mengalami dehidrasi harus segera mendapatkan penanganan


Bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada burung yang dijemur terlalu lama, atau karena lupa mengangkatnya dari penjemuran? Burung yang terlalu lama dijemur bukan hanya memiliki risiko mengalami dehidrasi, tetapi juga mengalami heat stress hingga heat stroke.

Kondisi kekurangan air pada burung juga bisa menyebabkan peradangan pada tenggorokan burung dan membuat burung serak. Jika peradangan belum terlalu parah, maka begitu burung banyak mengonsumsi air, serak akan segera hilang.

Burung peliharaan yang mendapatkan perawatan akan tampak sehat dan rajin berkicau


Namun jika peradangan sudah parah, biasanya burung juga akan terlihat lesu dan nyekukruk. Hal itu disebabkan karena peradangan sudah dibarengi dengan terjadinya infeksi. Kondisi akan semakin memburuk dengan melemahnya kondisi tubuh burung.

Apapun faktor penyebabnya, yang namanya burung peliharaan, maka tanggung jawab pemeliharaan berada di tangan pemeliharanya. Usahakan jangan sampai terlambat memberikan air minum yang matang dan segar, dan jangan pula terlambat mengangkat burung dari penjemuran. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Dehidrasi pada Burung Peliharaan dapat Menimbulkan Berbagai Macam Penyakit dan Kematian, Pahami Cara Mengatasinya


Kamis, 13 Maret 2025

Ikan Hias, Persiapan yang Harus Dilakukan Saat Akan Memeliharanya



Ikan hias menjadi jenis hewan yang lebih interaktif dari yang mungkin pernah terpikirkan. Hewan air ini sangat menghibur untuk ditonton saat mencari jalan di sekitar akuarium, meliuk-liuk masuk dan keluar dari batu dan tanaman. Ikan termasuk binatang peliharaan yang cukup populer karena memiliki sisik yang berwarna cerah hingga perawatannya yang cukup mudah.

Bahkan, bagi mereka yang menderita alergi hewan, ikan adalah alternatif yang paling baik. Salah satu manfaat yang ditawarkan dari memelihara ikan, terutama ikan hias, adalah mengurangi tingkat stres. Hal ini telah dibuktikan lewat penelitian yang telah dipublikasikan.

Memelihara ikan hias kelihatannya mudah, soalnya banyak yang sukses buat memelihara ikan hias di rumahnya. Walau terlihat mudah, memelihara ikan itu juga ada kesulitannya. Selain harus berdedikasi waktu dan biaya, juga harus jeli memilih apa saja yang harus disiapkan untuk memelihara ikan. Diantaranya media peliharaannya itu sendiri, yakni akuarium ataupun kolam.

Ukuran akuarium harus menyesuaikan dengan jenis ikan yang akan dipelihara

Cara paling mudah untuk memelihara ikan dalam hal ini ikan hias adalah dengan akuarium. Kolam juga bisa, namun lahan yang besar sudah pasti bukan sesuatu yang ‘ramah’ buat banyak orang. Karena tidak semua orang mempunyai lahan besar di rumahnya.

Baca juga : Aquascape, Seni Dekorassi Ekosistem Alami Dalam Akuarium

Akuarium yang disiapkan tergantung dengan jenis ikan yang akan dipelihara. Jika ingin melihara ikan yang besar, maka diperlukan akuarium yang cukup besar. Sebaliknya, jika lebih menyukai ikan hias yang berukuran kecil seperti rasbora atau tetra, akuarium ukuran 60 cm sudah sangat cukup.

Filter air mempunyai peranan yang sangat penting

Ikan hias membutuhkan lingkungan air yang nyaman dan ideal agar bisa tumbuh dengan baik dan sehat. Untuk ikan hias air tawar bisa menggunakan air PAM dan air sumur asalkan semuanya air bersih. Air PAM memang memiliki kualitas air yang bersih dibanding air sumur, tetapi kandungan klorinnya tinggi.

Maka, untuk membersihkannya air perlu melalui proses aerasi atau memancarkan air selama 12 jam terus menerus. Sementara air sumur baik untuk akuarium karena mengandung unsur-unsur mineral dan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan dan tanaman air hidup.

Air sumur juga tidak mengandung klorin, sehingga Anda tak perlu khawatir. Namun, air sumur kaya akan karbon dioksida dan sedikit kandungan oksigen, sehingga nantinya Anda perlu menambahkan alat penambah oksigen (aerator) untuk akuarium.

Berikutnya yang harus diperhatikan adalah suhu air untuk akuarium. Suhu air akuarium atau kolam yang digunakan sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan ikan hias. Suhu air yang terlalu rendah akan membuat ikan mati rasa, sedangkan suhu yang terlalu tinggi akan membuat ikan lebih agresif.

Pasir media untuk mempercantik tampilan akuarium

Selain itu, juga harus menjaga suhu air tetap stabil dan tidak mengalami peningkatan secara signifikan agar ikan tidak mengalami gangguan pada peredaran darahnya. Kebanyakan ikan menyukai suhu 21-27 derajat C. Namun, perlu dijaga suhu air akuarium pada kisaran 25,5 hingga 28 derajat C, atau 28-32 derajat C. Tidak disarankan memberikan air yang dingin dengan alasan membuat ikan merasa sejuk.

Baca juga : Jenis-Jenis Tanaman Air yang Cocok untuk Mengisi Aquascape

Air yang dingin dapat menimbulkan penyakit pada ikan hias, seperti bercak putih atau whitespot pada ikan, hingga membuat ikan cepat mati. Jika lingkungan dimana akuarium berada di wilayah yang miliki cuaca terlalu dingin yang dapat mempengaruhi suhu air, dapat digunakan heater khusus akuarium. Ini tidak hanya efektif untuk mencegah penyakit pada ikan, tetapi juga mengatasi gangguan pencernaannya.

Tanaman bisa ditambahkan sebagai ornamen penghias akuarium

Tingkat pH atau keasaman air juga diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ikan hias. Namun, tingkat pH yang dibutuhkan ikan air tawar dan air laut berbeda. Ikan air laut membutuhkan air dengan tingkat pH antara 7,6 sampai 8,4. Sementara itu, ikan air tawar membutuhkan air dengan tingkat pH yang berkisar antara 6,5 sampai 8.

Komponen penting dalam akuarium namun masih banyak orang yang menganggapnya beban adalah filtrasi. Sesungguhnya peran filtrasi itu vital banget, berguna untuk menjaga kualitas air agar ikan dipelihara tetap sehat dan tidak merasa stress.

Jika air kotor, maka yang mendapat ancaman bahaya adalah ikan-ikan penghuni akuarium tersebut. Sekalipun yang dipelihara adalah jenis ikan-ikan kuat seperti channa, sistem filtrasi tetap dibutuhkan guna menjaga kualitas air di akuarium. Jadi jika ingin memelihara ikan hias, keberadaan filtrasi adalah suatu keharusan.

Selain itu diperlukan juga hiasan di dalam akuarium. Hiasan akuarium itu sendiri ada banyak, semisal pasir, bebatuan, kayu, dan tanaman air. Itu semua termasuk hiasan di dalam akuarium. Untuk memperindah penampilan akuarium, penggunaan tanaman air hidup bisa jadi opsi.

Ada banyak jenis lampu yang bisa dipilih untuk mempercantik tampilan akuarium

Namun kalo dirasa terlalu repot untuk belajar soal tanaman, maka bisa saja memakai tanaman sintetis. Pemilihan pasir atau substrat untuk menambah penampilan akuarium. Penentuan penggunaan pasir itu juga bisa jadi hal yang seru karena bisa memilih antara pasir berwarna gelap atau terang.

Baca juga : Pencahayaan Akuarium akan Mempengaruhi Penghuninya

Lampu juga jadi komponen penting lainnya agar pemandangan di akuarium jadi lebih cantik. Lampu mempunyai banyak pilihan diantaranta lampu yang berwarna yang bisa dipilih sesuai prefensi. Mulai dari warna polos seperti putih, merah, pink, hingga biru semua bisa dipilih. Kebanyakan penghobi selalu suka dengan warna lampu yang membuat akuarium terlihat natural. Maka warna putih adalah jawabannya.

Memelihara ikan hias bisa meredakan stres

Langkah terakhir setelah segala persiapan telah dilakukan adalah mendatangkan ikan yang akan menghuni akuariumnya. Sebelum ikan dimasukkan ke dalam akuarium harus menjalankan filternya terlebih dahulu agar airnya bisa terkondisi dengan baik sehingga parameter airnya akan menjadi normal.

Ikan yang dipilih haruslah sesuai dengan ukuran akuarium dan tingkat kesulitannya. Jika susah memiliki waktu luang untuk melakukan perawatan, maka ikan channa atau cupang cocok dijadikan peliharaan karena termasuk ikan yang low maintenance. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Ikan Hias, Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berniat Memeliharanya


PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara

Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang di...