Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2025

Nyilet, Kondisi Kesehatan Burung yang Berisiko Kematian



Nyilet pada burung merupakan kondisi serius di mana tubuh burung mengalami dehidrasi parah dan kekurangan gizi, sehingga otot dadanya menipis dan tulangnya menonjol tajam seperti silet. Kondisi ini membuat otot dada burung semakin menipis sehingga tulang dada burung terlihat menonjol tajam seperti pisau silet yang tajam dan seakan-akan merobek dada burung.

Karena itulah penyakit ini disebut penyakit Kurus Dada Nyilet atau penyakit Kurus Nyilet. Apa itu penyakit nyilet pada burung? Banyak pencinta burung yang mempertanyakan mengenai penyakit nyilet ini. Hal tersebut karena burung peliharaan dapat mengalami penyakit yang membahayakan kesehatannya, bahkan mengancam kehidupannya.

Penyakit burung Kurus Dada Nyilet atau Kurus Nyilet bukanlah penyakit baru. Penyakit yang sangat mematikan ini sudah ada sejak lama dan sering menyerang semua jenis burung. Dari fakta di lapangan, penyakit ini lebih sering ditemui burung-burung pemakan bijian seperti burung Lovebird, Kenari, Blackthroat, Herda Sanger, Parkit, dan masih banyak lagi burung pemakan biji lainnya yang juga berpotensi mengalami penyakit nyilet.


Burung pemakan biji-bijian


Burung pemakan buah dan burung pemakan serangga seperti Murai Batu, Kacer, Cendet, Cucak Ijo, Cucak Rawa, Pleci, Anis Merah, Anis Kembang dan burung lainnya juga sering terserang penyakit Kurus Nyilet. Tapi persentasenya lebih kecil dibandingkan pada burung pemakan bijian.

Baca juga : Memahami Kasus Radang Mata pada Burung Berkicau

Penyakit nyilet ini dikenal sebagai penyakit yang relatif sulit untuk disembuhkan. Terlebih jika penanganannya terlambat dan tidak dilakukan dengan langkah yang tepat, maka burung yang terkena penyakit nyilet akan memiliki risiko kematian yang cukup tinggi dalam waktu yang relatif singkat.


Burung yang mengalami kurus nyilet, tulang dadanya terasa tajam


Burung yang terkena penyakit nyilet biasanya ditandai dengan beberapa ciri. Contohnya seperti tubuh burung yang terlihat lebih lemas dan cenderung tidak aktif bergerak, bahkan ketika bergerak burung terlihat tidak stabil dan tidak seimbang.

Warna bulu yang terlihat lebih kusam, kaki yang terlihat lebih pucat, hingga nafsu makan burung yang relatif menurun secara signifikan juga menjadi tanda bahwa burung mengalami penyakit nyilet. Selain itu, burung yang nyilet umumnya akan lebih banyak minum. Hal terjadi karena tubuh burung mengalami dehidrasi yang cukup parah.

“Mas, burung peliharaanku ku kok tiba-tiba saja mati. Padahal tidak pernah telat kasih makan, apa karena air minumnya keruh ya?” Demikan chat pribadi masuk melalui salah satu platform sosial media yang paling banyak digunakan saat ini. Banyak sebenarnya keluhan sejenis yang sering dilontarkan oleh para penggemar burung.

Sebagian besar burung memang memiliki perilaku unik, yaitu seringkali memperlihatkan dirinya dalam kondisi sehat. Meski sebenarnya dalam keadaan sakit. Sebagaimana terungkap dalam berbagai hasil penelitian di dalam dan luar negeri.


Burung yang tidak dalam kondisi sehat, bulunya terlihat kusam dan mengembang


Hal ini dimaksudkan untuk mengelabuhi burung lain, baik sejenis maupun berbeda jenis, agar tidak diganggu, diserang, atau dimangsa. Karena itu, kita sering terlena melihat burung yang sepertinya sehat, dan menganggapnya sehat, sehingga tahu-tahu sudah parah, bahkan malah mati.

Baca juga : Tetelo, Penyakit yang Menyerang Hewan Jenis Unggas saat Pancaroba

Namun, dalam batas-batas tertentu, ketika kondisinya makin memburuk, burung tidak sanggup lagi menyembunyikan penyakitnya. Pada titik ini, burung sudah dalam kondisi parah kesehatannya, bahkan ditemui dalam kondisi mati di dasar sangkar. Padahal sebelumnya terlihat baik-baik saja.


Burung dalam kondisi sakit terlihat enggan makan


Sebenarnya sebagian besar penyebab kematian burung, langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh malnutrisi (kekuranglengkapan asupan gizi) dan stres. Banyak pemelihara memberi makan burungnya cukup banyak kadang malah berlebihan, tetapi mutunya rendah dan monoton sehingga dapat terjadi defisiensi (kekurangan sesuatu zat nutrisi).

Stres pada burung dapat disebabkan oleh buruknya higiene, perubahan-perubahan suhu yang cepat, atau trauma baik fisik maupun psikis. Baik penyakit karena defisiensi zat nutrisi ataupun karena stres berjalan lama dan menyebabkan burung merana. Pada suatu saat sampai kepada ambang batas kemampuan daya tahan tubuh, yang menurut kita ditemukan “sekonyong-konyong mati” atau “mati mendadak”!

Pada saat musim peralihan dari musim panas ke musim hujan serta pada puncak musim hujan yang biasanya jatuh pada bulan Januari sampai Pebruari. Pada saat-saat seperti itu harus lebih mewasdai kondisi burung peliharaan.

Perubahan cuaca panas siang dan dingin pada malam hari, kondisi sangkar yang kurang sehat (kotor dan lembab), pemberian menu makanan yang kurang baik, semuanya dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan pada burung.


Ciri burung yang mengalami kurus nyilet


Itu sebabnya, sangat penting bagi pemilik dan penangkar untuk selalu memantau kesehatan burung, minimal dua kali sehari, agar bisa melihat kemungkinan adanya tanda-tanda sakit pada burung peliharaan. Maka yang sering tampak pada burung adalah kondisi baik-baik saja, tetapi saat dipegang ternyata sangat kurus sekali. Ada yang menyebut kondisi seperti ini dengan nyilet.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Ciri-ciri burung yang terserang penyakit kurus nyilet diantaranya adalah tubuh burung lemas dan lemah, kaki berwarna pucat, sayap turun, warna bulu kusam, bulu burung mengembang. Nafsu makan burung menurun drastis, makan sering milih-milih.


Burung yang mengalami kurus nyilet 80% tidak akan tertolong


Burung yang mengalami kurus nyilet lebih banyak minum karena tubuhnya mengalami dehidrasi. Bulu di sekitar kloaka sering basah dan banyak kotoran menempel. Kotoran burung encer berwarna putih atau hijau berbau menyengat. Tubuh burung kurus, tulang dada menonjol, dan gerak gerik burung tidak lincah, koordinasi tubuh burung terganggu, burung bergerak sempoyongan.

Berdasarkan data penelitian selama ini, penyakit burung kurus nyilet disebabkan oleh kualitas nutrisi pakan harian yang buruk. Adanya cacing yang bersarang di sistem pencernaan. Infeksi bakteri di sistem pencernaan. Infeksi jamur di sistem pencernaan, dan infeksi kompleks dari bakteri, jamur dan gizi buruk. Penanganannya disesuaikan dengan penyebab kurus nyilet itu sendiri. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Burung Nyilet, Kondisi Kesehatan Burung yang Memiliki Risiko Kematian Cukup Tinggi



Minggu, 26 Januari 2025

Berak Kapur, Gejala dan Cara Pencegahan serta Penanganannya pada Burung



Pada musim penghujan banyak penghobi burung yang mengeluhkan hewan peliharaannya sakit dan bingung bagaimana pengobatannya. Burung memang termasuk binatang yang rentan terhadap penyakir karena masalah perawatan yang tidak bagus dan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat.

Perubahan cuaca panas dingin pada siang dan malam hari, kondisi sangkar yang kurang sehat, pemberian menu makanan yang kurang baik, semuanya dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan pada burung. Burung yang sudah terserang penyakit umumnya sangat sulit untuk disembuhkan.

Kalaupun dapat disembuhkan, burung tersebut tetap harus mendapatkan perhatian khusus dalam waktu yang relatif lama. Jika mengetahui ada burung yang terserang suatu penyakit sebaiknya segera dipisahkan dari burung yang lain yang sehat agar tidak menular.

Peternakan burung secara koloni

Salah satu penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit berak kapur. Penyakit ini banyak menyerang beberapa jenis unggas. Penyakit ini dikenal juga dengan nama penyakit Salmonellosis atau Pullorum. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernakan.

Baca juga : Memahami Beberapa Hal Mengapa Burung Murai Batu Mencabuti Bulunya Sendiri

Berak kapur sering dianggap “penyakit sepele” namun dalam heberapa hari jika tak tertangani akan mengakibatkan burung sekarat. Penyakit berak kapur bersifat menular. Tanda-tanda atau gejala serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur.

Penyakit burung bisa dilihat dari kotorannya

Serangan penyakit ini akan mengakibatkan nafsu makan menurun. Pada stadium tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran. Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus. Tanda lain pada burung yang terserang berak kapur adalah muka pucat dan bulu tidak teratur.

Sayap menggantung dan burung terlihat tidak bergairah. Biasanya penyakit ini muncul ketika terjadi pergantian musim, baik itu dari hujan ke panas atau sebaliknya. Apalagi saat ini, musim hujan dan panas tidak menentu. Terkadang siang panas menyengat, malan hari turun hujan.

Meskipun berak kapur pada burung mungkin dikarenakan oleh beberapa sebab. Tetapi penyakit salmonellosis mempunyai gejala khas, yaitu tinja atau kotoran burung berwarna putih dan sisanya banyak menempel di sekitar kloaka burung. Untuk burung-burung yang dipelihara secara koloni, gejala penyakit ini yang dapat diamati dengan jelas.

Yakni ketika burung suka bergerombol di tempat yang hangat, tidak mau makan, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kelihatan mengantuk, dan beraknya berwarna putih seperti kapur. Sementara untuk burung yang berada dalam sangkar sendirian, juga menunjukkan tanda-tanda serupa. Yakni buruug berusaha mencari tempat di pojok tidak mau makan, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kelihatan mengantuk dan beraknya berwarna putih seperti kapur.

Berak kapur ditandai dengan kotoran yang berwarna putih dan menempel di kloaka burung

Salmonellosis yang disebabkan oleh bakteri dapat menyerang burung atau satwa lainnya dengan angka kematian cukup tinggi dan merupakan penyakit zoonosis (menular kepada manusia). Burung yang telah dewasa lebih dapat bertahan, tetapi dapat menjadi pembawa (life carrier) salmonellosis tersebut.

Baca juga : Memahami Kasus Radang Mata pada Burung Berkicau

Pada burung di penangkaran dapat menyebabkan penurunan produksi telur. Selama ini dikenal ada dua spesies salmonellosis yang utama, yaitu Salmonella pullorum dan Salmonella gallinarum. Kedua spesies ini mirip sekali, bahkan beberapa ahli menganggapnya sama. Salmonellosis adalah penyakit menular baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sistem pencernaan burung

Induk burung penderita atau pembawa salmonellosis menghasilkan telur yang mengandung kuman salmonella. Apabila telur tersebut menetas anaknya pun akan membawa salmonella. Itulah sebabnya penangkaran burung perlu selalu melakukan tes salmonella.

Apabila hasil tes positif, penangkat dilarang menyebarkan atau menjual anak burung hasil produksinya. Dalam kasus ayam, telur yang dicurigai berasal dari induk carrier salmonellosis tidak diperbolehkan untuk dimakan setengah matang, apalagi mentah, melainkan harus dimasak dahulu sampai benar-benar matang (hard boiled eggs)

Proses persebaran atau penularan berak berwarna putih dapat melalui berbagai media terutama dari udara dan kontak secara langsung dengan hewan yang terinfeksi. Penggunaan wadah pakan dan minum secara bergantian juga dapat meningkatkan resiko penularan.

Penyakit berak kapur bisa dibilang kelainan khusus yang hanya menyerang organ pencernaan pada unggas. Biasanya jenis burung berikut sangat mudah terinfeksi antara lain kacer, cendet, kenari, trucukan dan murai batu. Sebelum mengetahui cara mengobati kotoran berwarna putih ada baiknya mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu.

Bakteri Salmonella pullorum

Jika menemukan gejala ini, sebaiknya untuk hentikan penjemuran terlebih dahulu, kemudian burung segera diberikan multivitamin atau nutrisi tambahan. Jika gejala semakin parah, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Untuk pencegahannya, dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap hari sangkar dibersihkan dari segala kotoran, termasuk kotoran burung itu sendiri. Gunakan desinfektan atau antiseptik untuk mencuci sangkar. Setiap dua hari sekali, tempat makan dan minum dibersihkan.

Seekor burung murai batu yang tengah sakit

Sisa-sisa makanan dibersihkan, dibuang agar tidak berjamur dan setiap hari air diganti dengan air baru yang sudah direbus atau matang, bersih, dan sehat. Jika burung sudah terinfeksi berak kapur, maka burung tersebut harus segera dipisahkan dari burung lainnya agar tidak menular.

Burung yang sudah terinfeksi diberi obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika tidak tahu secàra passi justru berakibat fatal. Antibiotik apa yang tepat? Ada beberapa jenis antibiotik di pasaran yang disebutkan bisa mengobati berak kapur.

Obat untuk mengatasi penyakit berak kapur

Hanya saja kadang kandungannya adalah antibiotik spektrum luas. Antibiotik seperti ini sering disubutkan sebagai “mengobati segala macam penyakit”. Padahal kalau jelas itu adalah berak kapur, bisa diberikan antibiotik khusus untuk saluran pencernaan. Pada saat yang sama, harus pula diberikan asupan vitamin dan mineral yang cukup karena diperlukan untuk peningakatan daya tahan tubuh burung.

Usahakan pula kandang karantina burung diletakkan di tempat yang hangat dan pastikan tidak terkena terpaan angin. Jika memungkinkan, pada sangkar karantina diberi lampu penghangat. Agar burung terhindar dari silau cahaya lampu, bisa menutup lampu penghangat dengan kardus atau bahan lain tetapi usahakan bukan barang yang mudah terbakar. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Berak Kapur, Penyakit yang Sangat Menular dan Berbahaya pada Burung


Selasa, 03 September 2024

Memahami Kasus Radang Mata pada Burung Berkicau



Salah satu hewan peliharaan yang populer di Indonesia adalah burung. Memelihara burung menjadi salah satu hobi yang banyak diminati masyarakat. Beberapa jenis burung yang memiliki kicau yang sangat merdu, jenis ini banyak dicari untuk dinikmati kicaunya. Sehingga tidak heran jika perkembangan dunia hobi burung berkicau begitu pesat.

Burung, bagi sebagian besar kicaumania (sebutan untuk penggemar burung berkicau), sudah dianggap sebagai momongan sendiri. Setiap hari dirawat dengan sebaik-baiknya, dengan harapan agar burung rawatannya selalu dalam kondisi sehat dan prima.

Burung menjadi peliharaan paling populer di masyarakat

Namun banyak penggemar burung yang tidak tahu bagaimana seharusnya memperlakukan burung – burung tersebut. Tidak heran banyak burung yang dipelihara seringkali dalam hitungan blan atau minggu sudah mati. Ini disebabkan karena beberapa faktor, burung bisa saja sakit dengan jenis penyakit yang sebagian diantaranya dapat dijumpai pada manusia.

Baca juga : Memahami Beberapa Hal Mengapa Burung Murai Batu Mencabuti Bulunya Sendiri

Radang mata, misalnya, bisa dialami burung ketika faktor pemicunya muncul. Radang mata merupakan salah satu gangguan kesehatan yang membuat penampilan burung menjadi kurang sedap dipandang mata. Bagian matanya membengkak, yang membuat burung tersebut sulit bergerak, tidak bergairah, bahkan pasif saat didekati manusia.

Pemandangan sehari-hari di pasar burung

Penyakit ini terkadang dibarengi dengan keluarnya air dari sudut mata, di mana air ini bersifat agak lengket sehingga membuat mata burung kian sulit terbuka. Dengan kondisi fisik yang demikian, burung tidak bisa lagi diharapkan kicauannya.

Yang harus dilakukan adalah mengamati kondisi lingkungan di sekitar sangkar/kandang, siapa tahu ada faktor pemicu yang membuat burung mengalami peradagangan pada bagian matanya. Seperti asap dapur atau pembakaran sampah yang berembus menembus ke dalam sangkar/kandang, dan mengenai mata burung.

Lomba burung berkicau menjadikan burung jenis ini selalu digemari

Atau pemilik atau perawat burung sering merokok di dekat sangkar/kandang. Kebersihan di dekat sangkar/kandang kurang terjaga, sehingga debu, pasir, serbuk, dan benda halus sejenisnya mudah diterbangkan angin hingga masuk ke sangkar/kandang.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Mungkin juga terdapat benda-benda yang memiliki efek memantulkan cahaya dan kebetulan sering menerpa mata burung. Jika ada, maka harus dicek apakah ada pantulan cahaya dari kaca atau seng di sekitar sangkar/kandang.

Sangkar burung dan lingkungannya musti bersih agar burung peliharaan juga sehat

Jika benar faktor pemicunya adalah lingkungan, maka perlu memindahkan sangkar burung ke lokasi yang lebih bersih dan sehat. Pada kondisi tertentu, sangkar perlu dikerodong. Juga perlu mencermati agar hembusan angin di lokasi baru ini tidak terlalu kencang (terutama mencegah masuknya debu dan material halus yang mudah diterbangkan angin).

Untuk sementara waktu, sebelum sembuh, usahakan sinar matahari tidak terlalu sering menembus ke dalam sangkar. Singkirkan benda-benda yang memiliki efek pantul seperti kaca dan seng, setidaknya efek pantulannya tidak mengenai sangkar, karena akan menyilaukan mata burung.

Kerodong sangkar burung

Kemudian, hal-hal yang harus diperhatikan juga adalah apakah ada gangguan kesehatan lain yang kemungkinan menjadi pemicu radang mata pada burung. Salah satu penyakit yang berdampak langsung terhadap radang mata adalah snot. Penyakit snot biasanya dipicu oleh kondisi kandang yang tidak bersih, sirkulasi udara yang buruk, dan penggunaan obat antibiotika yang tidak tepat.

Maka sebelum penyakit dating, harus selalu membersihkan kandang secara rutin dan berkala. Semprot kandang dan semua ornamen kandang dengan disinfektan. Perkuat daya tahan tubuh burung (imum) dengan pemberian multivitamin dan multimineral yang bermutu baik. Dan untuk burung yang sakit, segera obati dengan obat antibiotika yang tepat sesuai penyakitnya.

Bunga kitolot untuk pengobatan alami sakit mata

Penyakit snot pada burung kicauan harus segera diatasi, sebab dikhawatirkan bisa menular pada burung lainnya yang masih sehat. Karena itu, ketika menjumpai seekor burung mengalami gejala snot, segera dikarantina dalam kandang tersendiri.

Baca juga : Tetelo, Penyakit yang Menyerang Hewan Jenis Unggas saat Pancaroba

Pengobatan snot bisa secara alami dengan menggunakan kembang telang. Sebelumnya, beberapa kuntum kembang telang direndam dalam segelas air, sampai airnya berubah warna menjadi biru. Air itulah yang nantinya diteteskan pada bagian mata dan area sekitar mata yang terdampak snot, maupun gangguan mata lainnya.

Obat sakit mata banyak tersedia di kios-kios burung

Atau bisa menggunakan kitolot. Bunga kitolot sudah dikenal masyarakat mampu mengobati beragam masalah pada mata, seperti infeksi, snot, dan sebagainya. Kitolot mengandung senyawa aktif seperti politerol, alkaloid, flavonoid, dan samponi yang bisa membantu mengatasi masalah pada mata.

Namun kitolot harus diberikan secara tepat. Sebab, jika tidak, justru akan semakin memperparah kondisi penderita, baik pada manusia maupun burung. Jadi kitolot bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit snot pada burung. Bisa juga memberikan obat anti snot yang tersedia di kios-kios burung. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mencegah dan Menangani Terjadinya Radang Mata pada Burung Berkicau


Rabu, 29 Mei 2024

Lempuyang, Obat Ajaib dari Alam dengan Bunga yang Cantik



Lempuyang (Zingiber zerumbet) adalah tanaman rempah yang berasal dari genus atau kelompok yang sama dengan laos, jahe, juga kencur. Uniknya, tumbuhan ini memiliki bunga merah cerah yang cantik. Inilah kenapa lempuyang lebih sering dijadikan tanaman hias, alih-alih tanaman herbal oleh banyak orang.

Lempuyang merupakan tanaman herbal yang telah banyak dikenal karena manfaat kesehatannya. Ditemukan di berbagai wilayah tropis, lempuyang telah digunakan secara tradisional dalam pengobatan dan ramuan obat-obatan.

Tumbuhan ini diduga berasal dari Sri Lanka kemudian menyebar ke India, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan daerah lain di Asia Tenggara. Habitat asli tumbuhan ini adalah hutan jati, tetapi sekarang sudah banyak yang mengembangkannya di pekarangan sebagai tanaman obat keluarga.

Tanaman lempuyang masih satu keluarga dengan jahe, kencur, dan lengkuas


Tanaman lempuyang dikenal dengan berbagai nama lokal di seluruh dunia. Misalnya di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama lempuyang gajah, bengle, lempuyang kerbau, dan lempuyang paek. Tetapi di negara lain, tanaman ini dikenal dengan nama wild ginger (Inggris), bunglei (Malaysia), dan shampoo ginger (Amerika).

Baca juga : Jahe, Rimpangnya Digunakan Sebagai Rempah Sejak Zaman Kuno di India dan China

Lempuyang adalah tumbuhan berbatang basah dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Tanaman lempuyang ini juga sering dijumpai tumbuh liar di hutan dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.


 



Tanaman lempuyang mempunyai bunga yang cantik


Lempuyang termasuk tanaman semak berumur tahunan. Rimpangnya tebal, berwarna kuning kecokelatan, dan beraroma harum khas. Jika rimpang atau umbi akarnya disuling akan menghasilkan minyak atsiri yang berwarna kuning dan berbau menyengat.

Akarnya berdaging serupa cacing. Diperlukan tempat yang lembap agar lempuyang dapat tumbuh atau pada bekas batang pohon yang basah. Selain memiliki bentuk daun lonjong dan tipis, permukaan epidermis bawahnya (abaksial) berbulu.

Daunnya berwarna hijau keunguan dengan permukaan adaksial (epidermis atas) yang juga hijau. Bunganya berbentuk tandan, muncul dari batang bawah tanah. Bunga lempuyang berwarna hijau, putih sampai kuning pucat seperti belerang.

Kelopak bunga berwarna hijau, tapi setelah berbuah warnanya menjadi merah. Buah dari tanaman yang dibuat jamu ini berbentuk bulat telur lonjong. Ukurannya sepanjang lima sentimeter, berbiji banyak, panjang biji berukuran empat milimeter, dan bentuknya lonjong berwarna hitam.

Rimpang lempuyang
 

Tumbuhan ini memiliki rimpang besar dengan bagian luar pucat dan bagian dalam kuning muda. Rimpangnya mempunyai rasa yang cukup pahit dan memiliki bau yang unik. Lempuyang memiliki ciri khas rasa agak pedas, tajam, dan hangat. Terdapat beberapa jenis tanaman lempuyang yang umum dikenal.

Baca juga : Kencur, Tanaman Ajaib dengan Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan

Diantaranya, lempuyang wangi (Zingiber zerumbet) ini jenis yang paling umum, memiliki aroma harum dan rasa pedas yang khas. Lempuyang gajah (Zingiber officinale var. aromaticum), memiliki rimpang yang besar dan lebih pedas dibandingkan lempuyang wangi. Lempuyang putih (Zingiber zerumbet var. pseudozerumbet): Memiliki rimpang berwarna putih dan rasa yang lebih pahit.

Batang lempuyang yang masih muda dimanfaatkan untuk sajian kuliner
 

Rimpang tanaman lempuyang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, seperti Zerumbone yakni senyawa antioksidan kuat yang memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, dan antikanker. Shogaol, senyawa antiinflamasi yang membantu meredakan nyeri dan peradangan.

Zingerone, senyawa yang membantu meningkatkan pencernaan dan melancarkan aliran darah. Minyak atsiri, yang memberikan aroma khas dan membantu meredakan mual dan muntah. Menurut sejumlah riset, tanaman herbal ini juga kaya akan berbagai zat dan nutrisi, seperti antioksidan polifenol dan flavonoid, karbohidrat, protein, serat, kalium, magnesium, kalsium, dan vitamin C.

Tanaman lempuyang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya. Akar lempuyang sering digunakan untuk meredakan nyeri otot dan sendi, mengurangi peradangan, serta memperlancar sistem pencernaan. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi lempuyang dalam meredakan gejala masuk angin dan mual.

Adanya berbagai senyawa penting dalam lempuyang, membuat tanaman ini memiliki berbagai manfaat. Lempuyang juga telah dikenal dalam industri kosmetik dan aromaterapi. Minyak atsiri yang diekstraksi dari akar lempuyang sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk-produk perawatan kulit dan aroma terapi. Aroma segar dan hangatnya membantu dalam mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi.

Bubuk rimpang lempuyang
 

Selain itu, tanaman lempuyang juga dapat dijadikan sampo. Cairan berwarna bening dengan tekstur licin bisa digunakan untuk sampo atau kondisioner. Hal ini disebabkan oleh kandungan antioksidan pada lempuyang bermanfaat untuk anti ketombe dan merawat kulit kepala. Cairan ini akan terisi kembali keesokan harinya jika tidak diperas terlalu keras.

Baca juga : Bunga Lawang, Rempah Eksotis Penyedap Masakan juga Bermanfaat untuk Pengobatan

Sebagian besar famili Zingiberaceae mengandung senyawa kurkuminoid yang mempunyai banyak manfaat seperti anti kanker. Biji lempuyang gajah dapat dimanfaatkan untuk mengobati nyeri perut, borok disentri, batu ginjal, sesak napas, cacingan (cacing gelang dan kremi), lemah usus atau lambung, dan ambeien.

Minuman olahan lempuyang
 

Lempuyang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara. Seperti direbus, air rebusan lempuyang dapat diminum untuk meredakan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Dikukus, lempuyang kukus dapat dimakan langsung atau dicampur dengan makanan lain.

Rimpang lempuyang juga biasa dijadikan bubuk. Bubuk lempuyang dapat ditambahkan ke dalam smoothie, jus, atau dicampur dengan air hangat untuk diminum. Dioleskan, minyak esensial lempuyang dapat dioleskan pada kulit untuk meredakan nyeri sendi dan otot. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Lempuyang, Tanaman Rempah Berbunga Cantik yang Kaya Manfaat

Jumat, 24 Mei 2024

Kencur, Tanaman Ajaib dengan Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan



Kencur (Kaempferia galangal L.) adalah tanaman herbal lebih sering dimanfaatkan bagian rimpangnya. Bagi masyarakat Indonesia, kencur sudah biasa tersedia di dapur sebagai bumbu masakan. Di dalam dunia kuliner, kencur banyak digunakan untuk memperkaya cita rasa berbagai masakan.

Karena kencur mempunyai cita rasa yang segar dan aromanya yang khas. Kencur sering digunakan sebagai campuran bumbu berbagai masakan seperti sambal oncom, urap, rempeyek, bumbu pecel, seblak, serta aneka sayuran berkuah. Bahkan daun kencur yang masih muda juga bisa dijadikan lalapan dan disukai oleh banyak orang.

Kencur banyak ditemukan di wilayah Asia seperti Cina, Myanmar, Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kencur memiliki penamaan lokal yang beragam, antara lain ceuku (Aceh), cakue (Minangkabau), cokur (lampung), cikur (Sunda), kencor (Madura), batako (Manado), watan (Minahasa), cakuru (Makasar), cekuh (Bali), assuli (Ambon), dan ukap (Irian).

Tanaman kencur mudah tumbuh dimanapun


Tanaman kencur kemungkinan berasal dari India, yang kemudian tersebar luas ke beberapa daerah di Asia. Tanaman ini dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara dan Cina selatan. Dan kemungkinan telah pula diintroduksi ke Australia utara.

Tanaman kencur mempunyai akar batang yang tertanam di dalam tanah. Rimpangnya biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat. Tanaman kencur ini masuk ke dalam keluarga suku jahe-jahean (Zingiberaceae).

Baca juga : Jahe, Rimpangnya Digunakan Sebagai Rempah Sejak Zaman Kuno di India dan China

Spesies Zingiberaceae tidak hanya berisikan tanaman kencur saja, tapi juga meliputi jahe, kunyit, dan lengkuas. Dengan kata lain, kencur sebenarnya masih satu keluarga dekat dengan jahe, lengkus, maupun kunyit. Itulah salah satu alasan mengapa bahan dasar masakan tersebut memiliki bentuk yang hampir serupa, hingga kadang sulit dibedakan.

Bunga tanaman kencur


Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Tanaman kencur tumbuh di iklim yang lembab dan hangat, dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1.500 mdpl. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada musim penghujan.

Susunan tubuh tanaman kencur terdiri dari akar, rimpang, batang, daun, bunga dan buah. Akar tanaman kencur termasuk kedalam jenis akar tunggal yang mempunyai cabang halus dan menempel pada umbi akar (rimpang). Rimpangnya bercabang-cabang banyak sekali, sebagian terletak di atas tanah.

Rimpang kencur umumnya berbentuk bulat, warnanya putih kekuningan, bagian tengahnya berwarna putih, dan bagian pinggirnya berwarna cokelat. Rimpang kencur berbau harum. Rimpang tanaman kencur memiliki kandungan pati, mineral, dan gom (boraks gliserin).

Batang tanaman kencur berupa batang semu yang sangat pendek dan terbentuk dari pelepah yang saling menutupi. Secara morfologi Kencur memiliki daun berbentuk bulat lebar, tumbuh mendatar diatas permukaan tanah dengan jumlah daun tiga sampai empat helai. Permukaan daun sebelah atas berwarna hijau sedangkan sebelah bawah berwarna hijau pucat.

Rimpang kencur


Daun kencur mempunyai panjang 10 – 12 cm dengan lebar 8 – 10 cm. Mempunyai sirip daun yang tipis dari pangkal daun tanpa tulang tulang induk daun yang nyata. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar (jarang 5) dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah.

Baca juga : Lengkuas, Tanaman Obat Populer di Asia Tenggara dan India

Bunga tanaman kencur tergolong bunga sempurna atau bunga lengkap. Bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah 4 sampai 12 buah. Bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan berbau harum terdiri dari empat helai daun mahkota.

Budidaya tanaman kencur
 

Tangkai bunga berdaun kecil sepanjang 2 – 3 cm, tidak bercabang, dapat tumbuh lebih dari satu tangkai, panjang tangkai 5 – 7 cm berbentuk bulat dan beruas ruas. Putik menonjol keatas berukuran 1 – 1,5 cm, tangkai sari berbentuk corong pendek.

Kencur tumbuh subur di tanah-tanah yang hitam dan berpasir berjenis latosol, andosol atau regosol. Ketinggian daerah ideal tanam kencur adalah 50 – 600 mdpl dengan curah hujan 2500 – 4000 mm/tahun dan bulan basah 5 – 9 bulan/tahun, bersuhu udara harian 26 – 30 derajat Celcius.

Penanamannya dilakukan dengan menggunakan potongan rimpang-rimpangnya. Potongan rimpang itu ditimbun begitu saja dengan tanah. Pada musim kemarau daun-daunnya layu kemudian hilang sehingga seolah-olah tanaman itu sudah mati, namun sebenarnya rimpangnya masih tumbuh subur di dalam tanah. Tanaman ini dapat dipanen setelah berusia sekitar 8-12 bulan. Cara memanennya dengan membongkar semua bagian tanaman.

Manfaat kencur yang begitu beragam ternyata tidak lepas dari berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Beberapa di antaranya adalah serat, protein, fosfor, kalium, magnesium, selenium, zat besi, dan zinc. Tidak hanya itu, kencur juga mengandung vitamin K, folat, vitamin B, dan C, serta senyawa yang memiliki sifat antiradang, antinyeri, antibakteri, dan antioksidan.

Olahan kuliner menggunakan daun muda tanaman kencur
 

Rimpang kencur juga mengandung beberapa senyawa aromatik dan alifatik dengan potensi cukup besar untuk dikembangkan menjadi bahan dasar industri kimia dan farmasi. Rimpang kencur biasanya digunakan untuk menjadi bahan obat-obatan tradisional yang sudah banyak di produksi oleh pabrik-pabrik jamu maupun dibuat sendiri.

Baca juga : Temulawak, Tanaman Rimpang yang Berkhasiat Bagi Manusia

Khasiat rimpang kencur dapat menyembuhkan batuk dan keluarnya dahak, mengeluarkan angin dari dalam perut. Sebagai minuman, kencur sudah diproduksi di pabrik-pabrik dalam bentuk berupa minuman ‘beras Kencur’.

Jamu beras kencur
 

Selain dimanfaatkan sebagai tanaman obat, kandungan etil pmetoksisinamat (EPMS) terdapat pada rimpang kencur juga memiliki manfaat sebagai bahan pemutih dan anti eging atau penuaan jaringan kulit yang dimanfaatkan industri kosmetik.

Kencur juga banyak dimanfaatkan oleh industri rumah tangga, dengan memproduksi penyedap makanan dan minuman, serta industri rokok kretek. Rimpang kencur pun mampu melindungi pakaian dari serangga perusak. Caranya sangat sederhana, rimpang Kencur yang kering disimpan diantara lipatan-lipatan kain. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Kencur, Tanaman Rempah Khas Tropis Bermanfaat untuk Kesehatan dan Kecantikan

Jumat, 03 November 2023

Sambiloto, Tanaman Obat Herbal untuk Berbagai Macam Penyakit




Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tanaman obat yang berasal dari Asia. Tanaman ini sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk berbagai macam penyakit, seperti demam, batuk, flu, radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, dan gangguan pencernaan.

Sambiloto adalah satu contoh dari ribuan herba yang tumbuh di Indonesia. Sambiloto dapat dijadikan sebagai alternatif dalam memelihara kesehatan dan daya tahan tubuh. Sebagai imunomodulator, sambiloto membantu meningkatkan respon imun tubuh terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Tumbuhan ini telah dikenal sejak abad ke 18 untuk mengobati berbagai penyakit. Keampuhan tanaman herbal tidak terlepas dari kandungan bahan aktif didalamnya. Dalam pengobatan Cina, sambiloto dikenal sebagai tanaman cold property yang dapat menurunkan panas dan membersihkan racun dalam tubuh.

Bentuk daun sambiloto
 

Sambiloto sebenarnya bukan tanaman asli dari Indonesia. Menurut para ahli, tanaman ini diduga berasal dari India kemudian menyebar ke daerah tropis Asia Tenggara hingga Indonesia. Data spesimen dari Herbarium Bogoriense menunjukkan, tanaman ini telah ada di Indonesia sejak tahun 1983 dan kini telah tersebar ke seluruh nusantara.

Sambiloto memiliki julukan King of Bitter atau Raja Pahit, karena memiliki rasa yang benar-benar pahit. Di daerah Jawa Barat, tanaman ini dikenal dengan nama Ki Oray atau Ki Peurat, di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan nama Bidara, dan di Sumatera dikenal dengan nama Pepaitan.

Baca juga : Kelor si Tanaman Superfood dengan Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

Tanaman obat sambiloto mampu hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian rata-rata 1.500 mdpl secara alami. Tanaman herbal ini dapat tumbuh di semua jenis tanah yang mengandung humus serta pengairan yang baik. Saat ini, habitat alami sambiloto di ladang, tebing, pinggir jalan, saluran air atau sungai, semak, dan dibawah tegakan pohon lain, seperti jati atau bambu.

Habitat ideal untuk syarat tumbuhnya sambiloto ditanam di tanah latosol dan andosol di dataran rendah mulai dari 700 mdpl hingga 1.500 mdpl. Curah hujan yang baik berada di sekitar 2.000 – 3.000 mm per tahun dengan suhu 25 hingga 32 derajat celcius. Kelembaban yang diperlukan untuk tanaman ini termasuk sedang, yaitu sekitar 70% hingga 90%.

Tanaman sambiloto mempunyai bunga yang cantik
 

Selama masa pertumbuhan, sambiloto memerlukan cukup sinar matahari. Akan tetapi akan optimal pada kondisi ternaungi sekitar 30%. Namun jika tanaman naungan lebih dari angka tersebut, mutu simplisia sambiloto kemungkinan menurun.

Tanaman sambiloto dapat tumbuh tegak setinggi 30 cm hingga 110 cm dan memiliki percabangan yang unik. Batangnya tumbuh dengan cabang yang terletak berlawanan, berbentuk segi empat dan tidak berambut. Batangnya memiliki ciri yang berbeda tergantung umur tanamannya.

Baca juga : Daun Meniran Ampuh Redakan Asam Urat

Batang muda memiliki ciri bersiku empat, sedangkan batang tua justru berkayu dengan empat pangkal yang membulat, dan percabangan monopodial (bercabang banyak) berwarna hijau. Daun sambiloto berjumlah tunggal, berbentuk bulat, bersilangan dan berhadapan dengan ujung dan pangkal daun yang runcing.

Helai daun sambiloto bertepi rata dan menyirip, panjangnya mencapai 3-5 cm dengan lebar 0.5-1.5 cm, daunnya berwarna hijau tua di bagian atas dan hijau pucat di bagian bawah. Daun sambiloto ada yang berbentuk daun lanset, ujung dan pangkalnya tajam walaupun tepi daunnya rata.

Buah sambiloto

 

Bentuk daun lanset berciri melebar ke arah pangkal daun dan ujung daun yang runcing, serta panjang helai daun lebih panjang dari lebar daun. Ukuran daun dan pangkal daun sambiloto bervariasi. Panjang daun bisa mencapai 3-12 cm dengan lebar 1-3 cm, sedangkan tangkai daun berukuran 5-25 mm. Daun bagian atas berbentuk seperti payung atau daun pelindung.

Sambiloto memiliki bunga majemuk, berukuran kecil, berwarna putih dengan garis ungu, dan hanya ada satu bunga yang tumbuh di di ketiak dan di ujung rangka. Kelopak bunga berbentuk lanset (memanjang), terbagi lima, dan pangkal daunnya terletak berdekatan. Setiap satu bunga, terdapat dua bulir benang sari berbentuk bulat panjang dan kepala putik berwarna ungu kecokelatan.

Baca juga : Manfaat Menakjubkan untuk Kesehatan dari Daun Jambu Biji

Buahnya berbentuk kotak, tegak, mirip dengan bentuk silinder, dan bulat panjang. Bagian ujung buahnya runcing dan bagian tengahnya beralur. Buah sambiloto berwarna hijau jika belum matang dan akan berubah hitam setelah matang.

Terdapat 3-4 biji di dalam buah yang matang, biji buah yang jatuh ke tanah bisa tumbuh menjadi tanaman baru. Sambiloto termasuk dalam tumbuhan berkelompok karena dapat bereproduksi dengan biji yang jatuh ke tanah, dekat tumbuhan induknya.

Racikan obat herbal sambiloto
 

Semua bagian tanaman Sambiloto bisa dimanfaatkan sebagai obat. Akar, batang, daun, dan bunganya bisa diolah dan memiliki rasa yang pahit. Obat yang dibuat dari sambiloto dibuat dengan cara dimakan langsung atau direbus untuk diminum. Karena rasanya pahit, kita bisa mencampurkannya dengan bahan yang lain seperti madu.

Pada awalnya, rasa pahit yang dimiliki sambiloto berasal dari kandungan senyawa andrographolide yang banyak terkandung pada bagian daun dan batangnya. Setelah diteliti lebih lanjut, sambiloto juga mengandung senyawa kalmegin yang memberikan rasa pahit pada tanaman ini.

Karena termasuk tanaman yang mudah tumbuh di mana saja, sambiloto bisa ditemukan di pinggir jalan, sungai atau saluran air, semak belukar, bahkan dapat tumbuh di bawah pohon besar seperti pohon jati dan bambu. Tanaman ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah dengan kandungan humus yang tinggi.

Sambiloto bisa dimanfaatkan sebagai obat luar dan obat dalam. Sambiloto sebagai obat luar dibuat dengan cara menumbuk/mengunyah daunnya. Daun yang sudah hancur dapat langsung ditempelkan pada bagian yang sakit. Manfaat Sambiloto lainnya juga bisa diolah sebagai minuman pengganti teh dengan cara merebus dan menyeduh daunnya.

Jamu sambiloto
 

Rebusan air sambiloto dapat mengobati malaria, disentri, mencret, dan kencing manis. Pengolahan sambiloto harus disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Karena kepopulerannya, sambiloto menarik banyak peneliti untuk mencari tahu khasiat lain tanaman ini.

Ternyata kandungan andrografolida dalam sambiloto berperan sebagai imunomodulator yang dapat meningkatkan kerja sistem imun. Dapat dikatakan bahwa sambiloto membantu sistem pertahanan tubuh bekerja dan berfungsi secara optimal.

 

Ekstrak sambiloto

Kandungan andrografolid dapat meningkatkan kinerja sel darah putih untuk menyerang bakteri dan antigen lain yang masuk dalam tubuh. Menariknya lagi, obat yang dibuat dari sambiloto tidak menimbulkan efek samping yang serius dan aman digunakan sebagai obat tradisional (Priyani, 2020). Manfaat sambiloto biasa didapat dengan cara meminum air rebusan atau mengonsumsi ekstraknya dalam bentuk suplemen. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Sambiloto, si Pahit yang Menyehatkan

Minggu, 06 Agustus 2023

Daun Meniran Ampuh Redakan Asam Urat

 



Meniran (Phyllanthus urinariae) berkhasiat untuk mengobati asam urat secara herbal. Herba yang tumbuh liar ini rasanya agak pahit, manis, bersifat sejuk, dan astringen. Meniran mudah dijumpai dimana saja ini ternyata juga mempunyai manfaat untuk pengobatan asam urat. Penyakit asam urat merupakan kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian.

Semua sendi di tubuh beresiko terkena asam urat, tetapi sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.Umumnya, penyakit asam urat dapat lebih mudah menyerang pria, khususnya mereka yang berusia di atas 30 tahun.

Pada wanita, penyakit asam urat ini dapat muncul setelah terkena menopause. Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari, dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama.

Asam urat lebih sering menyerang pria
 

Sering kali orang salah kaprah dan menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal, rematik adalah istilah yang menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Baca juga : Kucai, Menambah Cita Rasa Makanan Juga Berguna untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Secara alamiah, asam urat merupakan senyawa yang diproduksi oleh tubuh untuk mengurai purin. Purin merupakan zat alami yang memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh. Mulai dari mengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Nantinya, ketika sudah selesai digunakan tubuh, asam urat akan dibuang melalui urine.

Asam urat membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya

 

Namun, terkadang tubuh dapat menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan sehingga mengeluarkan terlalu sedikit asam urat. Ketika ini terjadi, asam urat dapat menumpuk, membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.

Kadar asam urat akan meningkat setelah banyak mengonsumsi daging atau makanan lainnya yang mengandung purin tinggi. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kadarnya bertambah, mulai dari produksi purin yang meningkat hingga pembuangan yang berkurang.

Meniran dapat dengan mudah dijumpai dimana saja

 

Umumnya, penderita asam urat mengonsumsi obat dari dokter untuk mengobati penyakitnya. Tetapi bagi yang lebih suka dengan cara alami maka banyak bahan di alam yang bisa digunakan untuk mengatasi asam urat. Salah satu tanaman herbal yang bisa menurunkan asam urat tinggi adalah meniran.

Baca juga : Manfaat Menakjubkan untuk Kesehatan dari Daun Jambu Biji

Dikutip Kontan.co.id dari dari buku berjudul Tanaman Ajaib Basmi Penyakit dengan TOGA, meniran mengandung flavonoid yang bisa menurunkan asam urat tinggi. Ion natrium dan kalium dalam meniran akan membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air.

Daun meniran segar
 

Dengan begitu kristal asam urat dalam darah dan ginjal dapat keluar dari tubuh melalui urine. Melansir dari buku berjudul 1001 Resep Herbal, membuat ramuan herbal air rebusan meniran untuk menurunkan asam urat tinggi cukup mudah.

Untuk mengobati rematik gout dan batu ginjal yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat darah, dapat menggunakan meniran, dengan cara menyiapkan 30–60 gram meniran segar atau 15–30 gram meniran kering. Selanjutnya, cuci bersih meniran lalu rebus dengan 3 gelas air bersih hingga air rebusannya tersisa 1 gelas.

Seduhan daun meniran untuk mengatasi asam urat
 

Diamkan air rebusan meniran tadi hingga dingin, kemudian saring dan minum ramuan sekaligus. Ramuan tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati radang ginjal, sukar kencing karena infeksi dan batu saluran kencing, dan protein dalam urine akibat radang ginjal.

Baca juga : Mangkokan, Tanaman Hias Daun yang Mempunyai Manfaat Kesehatan

Dengan cara yang sama dapat juga untuk mengatasi sembab (edema), busung perut (asites), hipertensi, kencing manis. Dapat juga menambah nafsu makan pada anak yang kekurangan berat badan, peradangan pada usus, radang mata merah, hepatitis, sariawan, sakit kuning (jaundice) akibat lembap panas, diare, disentri, digigit ular, anjing gila, dan rabun senja.

Produk kesehatan herbal dari daun meniran
 

Namun, penggunaan meniran ini harus menggunakan ramuan dalam dosis yang tepat. Sebab, walau bisa mengatasi asam urat, meniran memiliki efek samping yakni memicu gangguan disfungsi ereksi alias impotensi. (Ramlee)




Sumber : remen.id


Daun Meniran Bisa Dimanfaatkan untuk Pengobatan Asam Urat

PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara

Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang di...