Senin, 05 Oktober 2026

Kadal Basilisk, Kadal Eksotis yang Mampu Berlari di Atas Air



Kadal Basilisk (Basiliscus sp.) merupakan salah satu jenis kadal yang unik dan sangat eksotis. Tidak hanya mempunyai warna yang mencolok dan layar di atas tubuhnya, kadal ini juga punya kemampuan untuk berlari di atas air layaknya ninja. Kadal ini berasal dari genus Basiliscus. Nama Basiliscus diambil dari bahasa Yunani, basilĂ­skos yang artinya raja kecil. Nama ini mencerminkan daya tarik dan keanggunan yang melekat pada reptil ini, menciptakan gambaran simbolis tentang kekuatan dan keunikannya di dunia satwa liar.

Kadal Basilisk hanya dapat ditemukan di Benua Amerika, tepatnya di beberapa daerah di Amerika Tengah seperti Meksiko, Ekuador, dan Venezuela. Kadal ini hidup di hutan hujan tropis. Biasanya berdiam di vegetasi yang menggantung tepat di atas sungai atau aliran air. Kadal ini dapat ditemukan di dekat sungai sekaligus tempat berburunya untuk mencari makan. Spesies kadal ini adalah semi-akuatik dan semi-arboreal, hidup di ketinggian hingga 775 meter.

Reptil ini memiliki kemampuan unik yakni berjalan di atas air, kadal Basilisk memanfaatkan kaki belakangnya yang panjang dan berselaput untuk berlari di permukaan tanpa tenggelam. Julukan “Jesus Christ Lizard” melekat padanya karena kemampuannya yang mirip dengan cerita Yesus berjalan di atas air.


Kadal Basilisk biasa (Basiliscus basiliscus)


Hal ini dimungkinkan karena kaki belakang kadal Basilisk yang besar memiliki kulit berselaput khusus. Saat berlari, kaki tersebut menghentak air dengan cepat untuk menciptakan kantung udara sebelum kaki itu ditarik kembali sebelum tenggelam. Kadal Basilisk dapat berlari melintasi air dengan kecepatan mencapai 11 km/jam sejauh beberapa meter. Setelah mencapai jarak maskimal, setengah tubuhnya tenggelam dan melanjutkan perjalanan dengan berenang.

Baca juga : Kadal, Kelompok Reptil Bersisik yang Hidup di Berbagai Habitat di Dunia

Kemampuan ini sangat berguna ketika menghadapi predator. Saat merasa terancam, lari cepat ke arah air memungkinkan kadal Basilisk untuk tetap berada di permukaan dan melarikan diri dari bahaya. Adaptasi luar biasa ini menjadi kunci penting bagi kelangsungan hidupnya di habitat yang penuh risiko.


Kadal Basilisk berkepala merah (Basiliscus galeritus)


Tidak hanya ahli berjalan di atas air, kadal Basilisk juga merupakan perenang ulung. Kadal ini bisa menyelam dan bertahan di bawah air hingga 30 menit. Dengan kemampuan menyelam yang baik, kadal Basilisk bisa menangkap ikan kecil atau serangga yang ada di dekat permukaan.

Kadal Basilisk termasuk dalam keluarga iguana, kadal ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar 60 cm (termasuk ekornya yang panjang seperti cambuk). Pejantan memiliki jambul khas yang tinggi di kepala, punggung, dan ekornya. Kadal Basilisk terlihat seperti dinosaurus dengan layar yang hadir di bagian atas tubuhnya.

Kadal ini selain mampu berlari dengan gesit di atas air dengan dua kaki belakangnya yang kuat, juga punya beberapa keunikan, seperti mampu merubah warna, suka memakan tumbuhan, dan hidup di pepohonan. Dengan gerakannya yang cepat, tubuhnya yang berwarna hijau dan cokelat, serta ukurannya yang besar kadal basilisk jadi salah satu kadal yang sangat sulit ditangkap oleh predator.

Kemampuan kamuflase yang mengesankan menjadi salah satu kelebihan dari kadal Basilisk. Warna tubuh yang hijau atau cokelat menyerupai lingkungan sekitarnya, memungkinkan mereka bersembunyi dengan efektif dari predator di hutan hujan tropis juga berperan penting saat berburu.


Kadal Basilisk berbulu (Basiliscus plumifrons)


Kemampuan lain yang tidak kalah menarik adalah kemampuannya memanjat pohon yang tingginya bisa mencapai 20 meter. Dengan cakar yang kuat dan tubuh yang ringan, kadal Basilisk dapat dengan mudah naik ke atas pohon untuk mencari makanan atau menghindari bahaya. Memanjat pohon membantunya menemukan tempat yang aman untuk beristirahat.

Baca juga : Kadal Duri Mata Merah, Reptil Eksotis Mirip Buaya dari Papua

Di seluruh dunia, keberagaman kadal Basilisk tercermin dalam keberadaan empat spesies yang berbeda. Pertama, kadal Basilisk biasa (Basiliscus basiliscus). Kadal ini dikenal karena penampilannya yang khas dan kecenderungannya untuk hidup di dekat air. Kadal ini kerap terlihat di pepohonan, pinggir sungai, atau bebatuan.


Kadal Basilisk belang (Basiliscus vittatus)


Selanjutnya, kadal Basilisk berkepala merah (Basiliscus galeritus). Kadal ini dapat dikenali dari kepala merah mencoloknya yang menambah daya tarik visual. Selain itu individu jantan juga punya perbedaan dari individu betina di mana yang jantan mempunyai layar besar berbentuk lingkaran di atas kepalanya. Kepalanya yang bisa berubah menjadi warna merah dan layarnya yang besar digunakan kadal jantan untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.

Kadal Basilisk berbulu (Basiliscus plumifrons). Juga dikenal sebagai kadal basilisk hijau, menampilkan keindahan warna hijau terang yang dihiasi bercak putih, hitam, dan kebiruan dan tingkat adaptasi yang luar biasa. Spesies satu ini juga mudah dibedakan dari basilisk lain karena punya layar di kepala, punggung, dan ekornya. Spesies basilisk lain biasanya hanya punya layar di atas kepalanya. Basilisk hijau dapat hidup hingga umur 10 tahun.

Terakhir, namun tidak kalah menarik, adalah kadal Basilisk belang (Basiliscus vittatus), yang memperlihatkan pola belang yang mencolok di tubuhnya. Mempunyai panjang tubuh 60 cm ini juga mempunyai garis di tubuhnya. Garis tersebut berwarna kuning dan terlihat di samping tubuh. Warna dasarnya sendiri cukup gelap, yaitu cokelat, abu-abu, atau kehitaman.

Warna yang gelap tersebut memudahkan basilisk bergaris untuk berkamuflase di pepohonan, kayu, dan bebatuan. Jika kamuflasenya tidak berhasil hewan ini juga punya pertahanan lain, yaitu mengunakan ekornya untuk mencambuk predator atau pengganggu. Kehidupan makanan kadal Basilisk menunjukkan variasi yang signifikan dari satu spesies ke spesies lainnya.


Kadal Basilisk mempunyai kecenderungan untuk hidup di dekat air


Tetapi secara umum, kadal ini dapat dikategorikan sebagai makhluk omnivora. Kadal Basilisk menunjukkan kecenderungan untuk memilih serangga bersayap sebagai hidangan favorit, termasuk laba-laba, mamalia kecil, siput, dan kadal kecil di sekitar habitat air tempatnya tinggal. Meskipun demikian, sekitar 20% hingga 30% dari pola makannya terdiri dari tumbuhan.

Baca juga : Kadal Pensil, Kadal Eksotis Asal Papua yang Serupa Ular

Proses perkawinan kadal Basilisk membawa nuansa unik dalam dinamika reproduksinya. Meskipun sang betina hanya berpasangan dengan satu jantan selama musim kawin, Basilisk jantan memiliki kecenderungan untuk membentuk pasangan dengan banyak betina. Betina sendiri memiliki kebiasaan untuk bertelur di parit sepanjang tahun, dengan setiap sarang menghasilkan sekitar 20 butir telur. Ukuran dari sarangnya tergantung pada usia, ukuran, dan kesehatan Basilisk betina.


Kadal Basilisk pun jago memanjat pohon


Proses ini berlangsung tanpa peran aktif dari betina dalam merawat telur, karena setelah meletakkannya, betina meninggalkan telurnya untuk menetas sendiri. Bayi kadal Basilisk, menetas dalam waktu 8-10 minggu setelah telur diletakkan, namun bayi-bayi ini memerlukan waktu tambahan sekitar 2 hari untuk sepenuhnya keluar dari cangkang selama siklus hidup awalnya.

Bayi kadal Basilisk langsung mempunyai kemampuan yang mengagumkan. Karena dapat berlari ke darat dan air segera setelah lahir, serta memiliki kemampuan berenang dan memanjat. Tanpa mendapatkan perawatan langsung dari induknya, bayi kadal Basilisk tumbuh dengan cepat dan mencapai kematangan seksual pada usia 10 bulan.


Bayi kadal Basilisk, menetas dalam waktu 8-10 minggu


Meskipun lebih kecil dibandingkan dengan ukuran dewasa, Basilisk betina seringkali mencapai kematangan seksual lebih cepat daripada yang jantan. Siklus hidup kadal basilisk sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Di alam liar, umur kadal Basilisk relatif lebih pendek karena banyaknya predator, namun kadal Basilisk dapat hidup hingga 15 tahun dalam perawatan penangkaran yang tepat.

Saat ini, kadal Basilisk diklasifikasikan sebagai Least Concern dan ancaman utamanya ialah kehilangan habitat serta keberadaan manusia. Keberadaan keempat spesies ini menggambarkan keajaiban adaptasi dan evolusi yang telah membuat kadal Basilisk menjadi salah satu reptil yang menarik perhatian di seluruh dunia. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kadal Basilisk, Kadal Unik dan Eksotis dari Amerika Tengah yang Mampu Berlari di Atas Air


Kamis, 01 Oktober 2026

Budidaya Burung Emprit Jepang Peluang Bisnis yang Menjanjikan, Mudah dan Modal Terjangkau



Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Burung ini secara Internasional disebut dengan Society finch. Cara beternak burung emprit jepang dikenal lebih mudah karena burung ini memiliki mental yang sangat baik, khususnya jika ada gangguan yang datang pada saat mengerami telur maupun merawat anak-anaknya.

Burung emprit jepang tidak gampang stres dan relative mudah untuk dipelihara ataupun dirawat. Oleh sebab itu permintaan akan burung tersebut mengalami banyak peningkatan dengan harga jual yang relatif stabil. Terutama bagi para penghobi burung yang masih pemula. Umumnya burung ini dipelihara untuk menghuni mini aviary, yang membuat rumah terasa semakin asri.


Beternak Emprit Jepang sangat mudah dan menguntungkan


Ada beberapa langkah sebelum beternak emprit jepang. Langkah pertama adalah memilih calon indukan, berikutnya menyiapkan kandang penangkaran, pemberian pakan, dan proses penangkaranya. Keberhasilan penangkaran sangat bergantung pada kualitas indukan emprit jepang yang akan ditangkarkan.

Baca juga : Emprit Jepang, Salah Satu Jenis Finch Hasil Domestikasi yang Populer di Kalangan Penghobi


1. Memilih Calon Indukan

Dalam memilih indukan emprit jepang, diusahakan bibit untuk indukan berasal dari indukan yang berkualitas, dengan tujuan agar menghasilkan keturunan atau anakan yang berkualitas juga. Sebelumnya harus juga dipahami untuk membedakan calon indukan jantan dan betinanya.


Sepasang Emprit Jepang tidur bersama di dalam sarangnya


Karena keduanya mempunyai bentuk tubuh serta warna bulu yang hampir sama. Untuk membedakannya bisa diperhatikan dari tingkah lakunya. Biasanya burung emprit jepang jantan lebih aktif bergerak dan berkicau, serta suara kicauannya lebih bervariasi. Sedangkan burung emprit jepang betina lebih pasif dan jarang berkicau, dan seandainya berkicau pun suaranya terdengar monoton.

Kriteria indukan burung emprit jepang yang bagus agar kualitas yang dihasilkan juga bagus yaitu usia calon induk tidak kurang dari 6 bulan, agar organ reproduksinya matang, kedua calon induk harus sehat atau tidak sedang sakit, keadaan fisik normal atau tidak cacat (bulunya mengkilap dan rapi, mata cerah dan bersih), dan calon indukan lebih agresif atau aktif bergerak.


Induk Emprit Jepang akan mengerami telurnya secara bergantian


2. Menyiapkan Kandang

Kandang budidaya emprit jepang bisa menggunakan kandang model soliter yang berukuran 60×40 cm dan tinggi 40 cm (kandang kotak untuk ternak love bird). Atau bisa juga diternak secara koloni yaitu menggunakan kandang model aviary yang lebih besar.

Baca juga : Zebra Finch, Burung Aussie yang Cantik dan Mudah Perawatannya

Tempatkan kandang budidaya di lokasi yang teduh, hindari terpaan air hujan dan angin secara langsung. Yang juga harus diperhatikan dalam budidaya adalah menjaga kebersihan kandang secara rutin. Sediakan alas kandang yang mudah dibersihkan dan pastikan ventilasi udara baik.


Telur Emprit Jepang akan menetas setelah dierami induknya selama 14-16 hari


Namun kebiasaan burung emprit jepang apabila dibudidaya secara koloni biasanya induk betina akan meletakkan telurnya pada sarang induk lain, hal tersebut disebabkan sifat sosial burung emprit jepang yang sangat tinggi. Maka sangat dianjurkan untuk mengisi satu pasang indukan saja dalam satu kandang.

Juga haarus sedaiakan pula tempat untuk bersarang, bisa menggunakan batok kelapa atau sejenisnya (di kios-kios burung sudah banyak tersedia dengan berbagai model dan ukuran). Sediakan pula bahan-bahan untuk membuat sarangnya seperti serat nanas, rumput kering/rumput ruyung, daun cemara atau yang lainnya.


Anakan Emprit Jepang usia 14 hari


3. Pemberian Pakan

Pakan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam beternak burung emprit jepang, karena pakan juga memiliki pengaruh yang besar untuk keberhasilan penangkaran. Pemberian pakan ini ada dua jenis yakni pakan utama yang berupa biji-bijian, sepertimilet putih sebagai pakan pokok, milet merah sebagai variasi, serta jewawut, canary seed, atau gabah.

Baca juga : Gould Amadin, Burung Pipit Warna-Warni Asal Benua Australia

Selain itu perlu juga diberikan pakan tambahan berupa telur rebus untuk protein tambahan dan sayuran hijau (kangkung, sawi). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam pembentukan telur, bisa disediakan tulang sotong di dalam kandang. Semua kebutuhan ini sudah tersedia di kios-kios burung.


Setelah umur sebulan anakan emprit Jepang siap meninggalkan sarangnya


4. Proses Penangkaran

Apabila kedua calon indukan emprit jepang ini burung sudah berjodoh, biasanya akan segera membangun sarang. Keduanya akan tidur di dalam sarangnya saat malam. Setelah proses ini sudah berjalan tinggal menunggu saat emprit jepang bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan biasanya sekitar 4-6 butir. Telur-telur ini akan dierami oleh kedua induknya secara bergantian selama sekitar 16 hari.

Jika semua telur sudah menetas, maka anda harus disediakan pakan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti gambas atau jagung, yang gunanya sebagai sumber vitamin dan energy untuk induk serta anaknya. Ketika anakan burung emprit jepang sudah berumur sekitar 3-4 minggu, biasanya sudah mulai keluar dari sarang untuk belajar terbang dan makan sendiri.


Seorang pemuda di Tuban – Jawa Timur sukses menangkarkan Emprit Jepang


Jika anakan emprit jepang sudah keluar sarang, maka anakan emprit jepang tersebut sudah bisa dipisahkan dari induknya dan merawatnya sendiri. Hal ini harus dilakukan dengan tujuan agar indukan emprit jepang segera berproduksi kembali.

Burung imut ini, bisa menjadi pilihan utama sebagai salah satu jenis burung yang direkomendasikan untuk dipelihara. Emprit jepang alternatif terbaik untuk penghobi yang tidak punya lahan banyak. Tidak perlu modal besar, tapi bisa menghasilkan. Cocok untuk pemula, karena burung ini bandel banget, jarang kena penyakit. Paling kendala ternaknya itu, kadang burung ini suka dibuang saja anaknya, karena induk tidak mau loloin. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan


Rabu, 30 September 2026

Flame of Irian, Tanaman Hias Merambat Tropis dari Bumi Papua yang Memukau



Flame of Irian (Mucuna bennettii) merupakan nama dari tanaman hias merambat eksotis asal Papua yang terkenal dengan bunga berwarna merah-oranye menyala menjuntai-juntai seperti kobaran api. Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman peneduh (pergola) karena sifatnya yang merambat. Tanaman ini cocok untuk menutupi atau melindungi apapun di bawahnya dari terik panas matahari.

Meski nama tanaman ini adalah ‘Flame of Irian’ yang merupakan kosa kata bahasa Inggris, namun ternyata di luar negeri tanaman ini tidak disebut demikian. Di dunia Internasional flame of irian disebut Scarlet Jade Vine, Red Jade Vine (disebut demikian karena persis sama dengan Jade Vine bentuknya namun Flame of Irian ini berwarna merah), atau New Guineacreeper.


Jade Vine dari Philipina


Tanaman Jade vine (Strongylodon macrobotrys) adalah tanaman merambat tropis langka asal Filipina yang terkenal dengan bunganya yang menakjubkan berwarna giok (hijau-biru/pirus) yang menjuntai hingga 3 meter. anaman eksotis ini berbentuk liana berkayu, membutuhkan rambatan kuat.

Baca juga :  Tanaman Dolar, Tanaman Merambat Penghias Dinding yang Mampu Menciptakan Suasana Asri 

Habitat aslinya Flame of Irian berasal dari hutan dataran rendah Papua Nugini dan Papua Barat. Flame of Irian bisa ditemukan di kawasan cagar alam Pegunungan Arfak, Manokwari, Provinsi Papua Barat. Tanaman ini tumbuh optimal pada hutan dataran rendah dengan tipe tanah yang lembap dan banyak mengandung humus.


Flame of Irian di habitat alaminya di Pegunungan Arfak


Flame of Irian lebih menyukai udara yang panas dengan suhu berkisar 30-35 °C. Dapat tumbuh dibawah matahari langsung atau ternaungi sebagian. Spesies ini ditemukan di alam liar di tanah liat berbatu, batu kapur, granit, vulkanik dan tanah sedimen.

Batang tanaman Flame of Irian sangat keras dan dapat tumbuh memanjang sampai dengan 30 meter. Batang berwarna coklat dengan kulit tebal yang sulit dikelupas dan semakin tua, kulit akan semakin menebal dan mirip kulit pohon berkayu.


Tanaman Flame of Irian butuh paparan sinar matahari secara langsung


Ukuran cabang Flame of Irian bisa mencapai 20 cm di batang utama dan di percabangan sekunder, tertiary atau tersier dan sampai ujung bervariasi dari yang kecil saat baru tumbuh dan menjalar sekitar 0.5 cm hingga 15 cm atau bahkan lebih.

Baca juga : Hoya, Tanaman Merambat yang Memikat Keindahannya dan Bisa Serap Polutan

Daun Flame of Irian berwarna hijau mengkilap, trifoliate, helaian daun berbentuk bulat telur, daun tersusun berselang-seling di sepanjang batang, tulang daun menyirip. Daunnya yang lebat berbentuk majemuk terbagi dalam 2-5 helai dalam satu tangkai.


Bunga Flame of Irian berwarna merah menyala berbentuk seperti kuku macan


Bunga tanaman ini seperti kacang polong tapi lebih besar, dengan kelopak melengkung seperti kuku. Makanya, kebanyakan orang menyebutnya dengan “Kuku Macan”. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cara merambat. Setiap bunga memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 inci.

Ukuran bunganya berukuran cukup besar mencapai diameter 7-10 cm. Flame of Irian ini memiliki aroma harum yang khas, menjadikannya daya tarik tersendiri. Para pecinta tanaman hias pasti memburu spesis yang satu ini karena warna dan bentuknya yang menarik.


Biji tanaman Flame of Irian


Kuntum-kuntum bunga tersusun agak rapat menyerupai tandan. Satu tandan bisa terdapat lebih dari 50 kuntum. Tanaman ini berbunga 2 kali dalam satu tahun yaitu sekitar bulan Februari – April. Sayangnya saat mekar, bunga Flame Of Irian hanya mampu bertahan selama sekitar 20 hari saja.

Baca juga : Sirih Gading, Tanaman Hias Penghilang Polutan dan Penyedia Pasokan Oksigen

Flame Of Irian menghasilkan buah berbentuk polong dengan kulit berbulu. Di dalam polong ini terdapat biji berbentuk bulat oval berwarna coklat gelap saat matang. Biji Flame of Irian berbentuk unik, menyerupai tiga lapis mata mamalia besar, dan mampu mengapung.


Flame of Irian dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh


Tanaman ini mudah diperbanyak, baik dengan stek batang maupun dengan biji. Selain sebagai tanaman hias yang dapat dapat mempercantik tampilan rumah dan juga membuat teduh rumah, tanaman ini juga dapat di manfaatkan sebagi obat. Pengunaan tanaman ini sebagai obat, diantaranya adalah sebagai penurun demam,penyembuh bisul,membantu terapi pada penyakit parkinson dan mengobati penyakit cacingan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Flame of Irian, Tanaman Bunga Merambat yang Indah dan Eksotis dari Bumi Papua


Penyakit Sariawan atau Goham pada Kenari, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung peliharaan yang sangat populer yang dikenal karena kicauan merdunya dan warna-warni bulu indahnya, seperti kuning, oranye, dan putih. Sebagai burung yang sangat populer, kesehatan kenari harus selalu dijaga agar tetap aktif dan memiliki suara kicauan yang merdu.

Namun, berbagai masalah kesehatan dapat mengganggu kenyamanan burung ini, salah satunya adalah sariawan atau goham yang dapat memengaruhi kondisi mulut dan sistem pencernaannya. Ciri burung kenari yang terkena penyakit sariawan menjadi hal penting yang perlu dikenali oleh para pecinta burung agar kesehatan kenari selalu terjaga.

Mengenal ciri-ciri sariawan dan penyebabnya dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat serta mencegah penyakit ini semakin parah. Sebab jika tidak segera ditangani akibat tidak mengetahui ciri dan masalahnya tak hanya berakibat pada penurunan performa tetapi juga bisa berakibat fatal.


Burung kenari yang sehat akan rajin berkicau


Kenari yang mengalami sariwan akan bertingkah aneh seperti sering gigit-gigit jeruji, jilat-jilatin sangkar atau lidahnya melet-melet. Namun sebenarnya kenari menggesek-gesekkan paruhnya ke tangkringan atau jeruji itu bukan paruhnya yang bermasalah tapi lidahnya yang terkena sariawan.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Burung kenari yang sariawan (biasanya ditandai dengan mulut berwarna putih kekuningan, luka di rongga mulut, susah makan, sering membuka paruh, dan terlihat lesu) perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan turun nafsu makan dan kematian jika dibiarkan.


Gejala kenari terkena sariawan atau goham


Tanda paling jelas adalah adanya bercak putih kekuningan atau luka di sekitar mulut, lidah, dan tenggorokan. Luka ini menyebabkan kenari merasa sakit saat makan atau minum, sehingga burung cenderung menghindari aktivitas tersebut. Karena rasa sakit di mulut, kenari akan malas makan dan minum. Akibatnya, kondisi tubuh melemah dan berat badan menurun drastis jika tidak segera diatasi.

Sariawan pada kenari, umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans (kandidiasis) atau infeksi sekunder bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus sp. Kondisi ini memicu radang (stomatitis) yang membuat kenari lesu dan nafsu makan menurun.

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum, yang berkembang biak cepat saat kekebalan tubuh kenari menurun. Studi menemukan bahwa bakteri Staphylococcus epidermidis (dominan 70%) dan Streptococcus sp pada rongga mulut burung yang terinfeksi.

Selain itu pemberian pakan yang tidak sesuai atau terkontaminasi. Memberikan pakan yang basi, keras, atau kurang bergizi dapat melukai mulut kenari dan membuka peluang terjadinya infeksi. Stres dan kondisi lingkungan yang buruk akibat perubahan lingkungan, suhu ekstrem, atau kebisingan juga dapat memicu munculnya sariawan.


Kerodong sangkar burung kenari pada malam hari untuk menghindari terpaan angin malam


Selain itu faktor kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12, asam folat, atau zat besi bisa menjadi penyebab burung terkena sariawan. Juga terjadinya cedera atau luka di mulut akibat pakan yang dimakan oleh burung kenari terlalu keras atau adanya infeksi sekunder.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya

Kondisi kenari sariawan yang ringan masih bisa diatasi dengan memberikannya asinan dan air Larutan Cap Kaki Tiga. Namun jika kondisi sariawan pada kenari parah seperti pinggir lidah sudah berwarna kuning, maka cara pengobatannya berbeda dan butuh penanganan ekstra.


Salah satu jenis pakan pabrikan untuk burung kenari


Berikut cara mengatasinya secara aman dan efektif jika burung kenari kesayangan terkena penyakit sariawan. Langsung lakukan karantina pada burung kenari yang sakit agar tidak menular ke burung lain. Gunakan sangkar yang bersih dan kering, hindari tempat lembap. Bersihkan dan obati bagian mulut pada kenari yang terkena sariawan. Gunakan perawatan luar untuk mengobati luka sariawan. Ambil cotton bud kecil, lalu celupkan ke air rebusan daun sirih (antiseptik alami) kondisi hangat kuku.

Atau bisa juga betadine cair (povidone iodine 1–2 tetes dicampur air matang sedikit). Lalu oleskan pelan-pelan ke bagian dalam paruh/mulut yang luka. Lakukan 1–2 kali sehari sampai sembuh. Jangan oles terlalu dalam, cukup di permukaan luka atau bercak putih.

Penanganannya dapat menggunakan obat khusus seperti Degirol (rasa lemon), Super N untuk infeksi mulut/serak. Jika tidak ada, 1 tetes air perasan jeruk nipis + 1 tetes madu bisa diberikan 1 kali sehari untuk membantu penyembuhan alami.


Obat sariawan


Agar kasus sariawan tidak terjadi lagi pada burung kenari kesayangan, maka segera perbaiki pola pemberian pakan dan perawatan. Berikan pakan bersih dan segar, jika perlu pakan bijian dicuci dan dijemur dulu. Tambahkan buah dan sayur lembut seperti daun mengkudu muda, sawi hijau, atau apel parut (dalam jumlah kecil).

Baca juga : Telur Burung tidak Menetas, Penangkar Harus Paham Penyebabnya

Berikan vitamin burung (banyak merka yang tersedia di pasaran) dalam air minum 2–3 kali seminggu. Pastikan air minum selalu bersih dan diganti tiap hari. Kebersihan kandang, juga bersihkan tempat makan/minum setiap hari.


Penyakit sariawan dapat hilang dalam beberapa hari setelah masa pengobatan


Untuk menghindari kandang menjadi tempat bakteri berbahaya, semprot kandang dengan disinfektan ringan (seperti larutan EM4 + air) seminggu sekali. Hindari penempatan burung kenari pada daerah dengan suhu lembap dan hindari burung kenari terkena terpaan angin malam.

Sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan ini bisa berlangsung lebih cepat apabila didukung dengan perawatan yang tepat. Tanda Burung kenari akan sembuh, yakni area luka mulai mengecil, dan jaringan mulut kembali ke warna serta tekstur normal. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Terkena Penyakit Sariawan atau Goham, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya


Senin, 14 September 2026

Klasemen Sementara LDI 2026, Para Jawara Wajib Hadir di Piala Raja Hamengkubuwono Cup untuk Tentukan Mahkota Juara



Tidak terasa, perburuan poin Liga Derkuku Indonesia (LDI) 2026 sudah berjalan empat seri dari lima seri yang direncanakan. Dekoe mania Indonesia sudah harus fokus menyiapkan gaconya pada even Piala Raja Hamengkubuwono Cup yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Minggu, 20 September 2026 di Lapangan Sendang Bagusan Senuko, Godean, Sleman.

Dimana ajang tersebut bakal jadi “kunci”, untuk menambah pundi-pundi poin. Khususnya bagi jawara-jawara derkuku nasional yang masuk mandatory fight (wajib hadir) di tiga kelas utama. Yaitu kelas Senior, kelas Yunior, dan kelas Pemula agar bisa menjadi yang terbaik di akhir liga nanti.


Sigit B2W antar Kamajaya juara di Blitar sekaligus pimpin Klasemen LDI 2026 di kelas Senior


Tentu untuk bisa menambah pundi-pundi poin yang sudah didapat tidaklah mudah, karena masing-masing pemilik bakal mempersiapkan jago-jagonya semaksimal mungkin. Dan jago-jago milik siapa saja yang bakal fight di Jogja nanti ? Menarik untuk disimak sepak terjang para jawara derkuku Nusantara yang sebentar lagi akan kembali bertarung.

Di kelas senior, masih akan menjadi pertarungan yang menarik. Belum ada yang benar-benar akan tampil menjadi yang terbaik di LDI 2026 ini. Kamajaya yang jadi andalan B2W BF dari Godean, Jogja, sepertinya punya peluang paling besar untuk bisa mengunci kemenangan, jika mampu tampil maksimal. Meskipun perjuangannya tidak akan mudah, karena masih ada Bimo Kurdo milik Shorea BF Sleman dan Ducati milik Bangsis Sidoarjo yang sewaktu-waktu bisa tampil mengejutkan.


Shorea BF harus kawal ketat Bimo Kurdo agar bisa juara di putaran akhir nanti


Dengan keunggulan hanya 80 poin dari Bimo Kurdo yang terpaksa tergusur singgasananya pasca putaran keempat di Blitar, masih jauh dari kata aman dari kejaran pesaing terdekatnya. Memang Bimo Kurdo tampil kurang meyakinkan pada Piala Bupati Blitar kemarin, namun dengan dua kali menjadi juara di putaran pertama dan ketiga, kansnya untuk menjadi yang terbaik masih terbuka lebar.

Bimo Kurdo harus bisa juara dan Kamajaya terlempar dari posisi empat besar di putaran kelima nanti. Tetapi dengan bertarung di kandang sendiri tampaknya sulit, jika berharap Kamajaya tidak on fire di kandang sendiri. Apalagi melihat catatan performanya selama mengikuti LDI 2026 ini, hanya di putaran pertama saja Kamajaya tidak mendapatkan poin.


Rudy sukses antar Malioboro rebut gelar juara Liga Derkuku Indonesia 2026


Sementara untuk Ducati, kesempatan untuk menjadi yang terbaik di LDI 2026, praktis terkubur karena poinnya saat ini masih 360 tidak akan bisa mengejar perolehan poin yang sudah didapat oleh Kamajaya. Tetapi menjadi runner up masih sangat terbuka, jika mampu menjadi pemenang di putaran akhir dan berharap Bimo Kurdo hanya menempati posisi ke-7.

Sedangkan di kelas Yunior, persaingan untuk berburu poin liga juga bakal tidak kalah seru. Meskipun gelar terbaik di kelas ini sudah dikunci oleh Malioboro andalan Rudy dari Jogja dengan perolehan 525 poin. Dengan tambahan poin tersisa maksimal 150 poin tidak akan mampu menggusur Malioboro dari pucuk pimpinan Klasemen LDI saat ini. Tetapi Maliobro harus bisa membuktikan kualitasnya di akhir putaran, apalagi main di kandang sendiri.


Saiful Bahri bersama Bintang Semeru pimpin Klasemen LDI 2026 kelas Pemula


Tidak demikian dengan posisi kedua dan ketiga yang saat ini mempunyai poin sama yakni 360. Idola Shorea milik Shorea BF Sleman dan Wiro Sableng milik Cak Hari dari Bogor akan berlari mengejar posisi runner up LDI 2026. Pembuktiannya di Piala Raja Hamengkubuwono Cup tentunya. Meskipun bukan menjadi yang terbaik tetapi posisi kedua di akhir Liga Derkuku Indonesia jelas bukan pencapaian yang mudah. Konsistensi keikutsertaan dan prestasi di setiap putaran yang diikuti menjadi faktor penentu.

Persaingan perebutan gelar LDI 2026 di kelas Pemula masih sangat seru dan ketat. Saat ini secara tidak terduga Bintang Semeru andalan Saiful Bahri Situbondo menduduki tangga teratas dengan 240 poin. Posisinya belum aman, karena persis di bawahnya ada Soleh milik Mbah Demang Kediri dengan raihan 230 poin dan Raja Panji milik Sakur Jayadi Situbondo dengan 210 poin.



Bintang Semeru hanya memiliki keunggulan 10 dan 30 poin saja, masih sangat riskan untuk dilewati oleh peringkat di bawahnya. Tentunya di putaran terakhir penghuni tiga besar Klasemen Sementara LDI 2026 di kelas Pemula ini wajib hadir dan mendapatkan poin maksimal. Kejutan bisa saja terjadi.

Raja Panji, satu-satunya yang sudah pernah merasakan juara di kelas Pemula ini harus bisa jadi juara di Piala Raja Hamengkubuwono Cup nanti untuk membuka peluangnya menjadi yang terbaik di LDI 2026 dan tentunya jika para pesaingnya terlempar dari empat besar di gelaran terakhir.



Semakin jelas bahwa perebutan podium juara akan semakin menarik untuk disimak, terlebih lagi para pendatang baru yang sudah teruji, akan terus memberikan tekanan pada para seniornya. Kita nantikan saja, pembuktian para jawara di Liga Derkukut Indonesia 2026. Apakah para senior akan mampu mempertahankan gelar atau akan tergusur dengan pendatang baru.



Liga Derkuku Indonesia 2026 masih ada opsi berakhir hingga putaran keenam. Pengurus PPDSI Pusat berharap di bulan Oktober atau November masih ada daerah yang berkenan menggelar seri terakhir LDI 2026. Jika itu yang terjadi akan semakin seru nantinya melihat siapa saja yang berhak mendapatkan gelar Juara Liga Derkuku Indonesia 2026. (Ramlee)


Kadal Basilisk, Kadal Eksotis yang Mampu Berlari di Atas Air

Kadal Basilisk (Basiliscus sp.) merupakan salah satu jenis kadal yang unik dan sangat eksotis. Tidak hanya mempunyai warna yang mencolok da...