Selasa, 03 Maret 2026

Arwana Papua, Si Cantik Asli Papua yang Eksotis



Arwana Papua atau dikenal juga sebagai Arwana Jardini (Scleropages jardinii) merupakan ikan endemik Papua (Indonesia dan PNG) dan Australia Utara. Untuk Papua sendiri, ikan arwana ini termasuk ikan asli dan endemik di perairan Papua bagian selatan seperti di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digul, Mappi, dan Asmat.

Penduduk setempat menyebutnya ikan kaloso. Masyarakat di sekitar Sungai Digul dan Sungai Maro, ikan ini sering ditangkap dengan cara dipancing atau dijaring untuk dikonsumsi. Daging ikan ini dikenal rasanya sangat enak. Ikan Arwana Papua sangat lincah dan sangat sulit ditangkap.

Bahkan ikan ini mampu meloloskan diri dari kepungan jala yakni dengan cara meloncat cepat. Ikan Arwana Papua di kawasan Merauke banyak ditemukan di wilayah bagian tengah sampai hulu sungai dengan karakteristik habitat berupa perairan rawa banjiran dengan arus tenang dan banyak terdapat tumbuhan air.


Arwana Papua hidup di perairan berarus tenang


Arwana Papua mempunyai tubuh yang panjang dan rata, dengan mata besar yang digunakan untuk melihat mangsanya secara akurat saat berburu. Tubuhnya berwarna abu-abu perak sampai kuning kehijauan dan ramping. Sisik arwana jardini berkilauan sangat indah seperti mutiara jika terkena cahaya lampu dari sudut yang tepat. Karena itu, orang juga sering menyebut ikan ini sebagai Arwana Mutiara.

Baca juga : Arwana, Ikan Hias Eksotik yang Simpan Ratusan Telurnya dalam Mulutnya

Jika dilihat secara sekilas, tampilannya memang serupa juga dengan ikan Arwana Asia (Scleropages formosus). Namun ikan Arwana Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan kerabatnya tersebut. Dengan corak sisik hijau atau merah keemasan. Memiliki 7-8 baris sisik dan ukurannya yang juga relatif lebih kecil.


Seorang pemancing mendapatkan Arwana Papua monster



Corak warna sisik Arwana Papua juga relatif lebih kusam dengan pola cincin melingkar seperti bulan sabit di tepi sisik berwarna hijau atau merah. Pada ikan yang lebih tua, tenggorokannya berwarna oranye keemasan sampai merah, dan sungut ikan punya warna biru kehijauan.

Sirip punya warna metalik yang lebih gelap dengan bercak oranye sampai merah muda. Arwana Papua punya mulut besar dan miring yang dilapisi dengan gigi kecil, yang berakar kuat di lidah ikan, faring, rahang, dan langit-langit.

Ikan ini juga punya sungut bercabang di ujung rahang bawah yang digunakannya untuk merasakan aktivitas di permukaan air yang mungkin menunjukkan adanya mangsa. Untuk ikan jantan, bisa dibedakan dengan menonjolkan rahang bawah dan dagunya, sedangkan betina biasanya bertubuh lebih tebal saat dewasa. Ikan jantan juga punya sirip belakang yang lebih panjang daripada ikan betina.

Di alam liar, Arwana Papua adalah pemangsa permukaan (surface feeder) yang memakan serangga (jangkrik, belalang), invertebrata (udang, cacing), katak kecil, kadal, cecak, dan ikan-ikan kecil lainnya. Arwana Papua aktif mencari makan di malam hari.


Arwana Papua mengerami telurnya di dalam mulut (mouthbrooding)


Dan sering muncul ke permukaan di siang hari untuk menangkap mangsa seperti serangga dari dahan pohon rendah. Memanfaatkan kebiasaannya melompat ke permukaan air untuk menerkam mangsa, menjadikannya omnivora karnivora yang oportunistik.

Baca juga : Gurami Sabah, Ikan Air Tawar Endemik Kalimantan Bukan Sembarang Gurami

Ikan Arwana Papua ini adalah karnivora agresif dan bisa tumbuh sampai sekitar 60 centimeter di penangkaran dengan berat badan sekitar 2,3 kilogram atau lebih. Di alam, arwana liar bisa tumbuh sampai satu meter panjangnya dan merupakan predator yang tangguh. Arwana Papua menghuni bagian atas sampai bagian tengah perairan tropis tempatnya tinggal.


Anakan Arwana papua yang baru saja menetas


Arwana Papua mempunyai teknik berburu yang unik. Ikan ini akan bersembunyi, menguntit, dan melompat keluar dari air untuk memangsa hewan kecil dan serangga dari tumbuhan yang menggantung atau di dekatnya, tidak heran kalau ikan ini mendapat julukan “monyet air.”

Arwana Papua cenderung hidup soliter atau berpasangan, dan pejantan akan menjaga wilayahnya. Arwana Papua berkembang biak di alam liar dengan mencari perairan tenang atau lambat seperti sungai dangkal, rawa, atau danau dengan dasar berbatu.

Arwana Papua liar mulai bertelur saat musim penghujan tiba. Terutama saat suhu air mulai menghangat (sekitar 30 °C) pada musim tertentu (September-November). Pasangan ikan jantan dan betina akan kawin. Betina melepaskan 50-100 telur yang kemudian dibuahi oleh ikan jantan.

Pejantan akan mengumpulkan telur-telur tersebut dan mengeraminya di dalam mulutnya (Mouthbrooding) selama kurang lebih 30 hari. Setelah menetas, benih Arwana Papua tetap bersama induk jantannya selama sekitar empat hingga lima minggu.


Arwana Papua termasuk jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang


Ketika anak-anak ikan ini Arwana Papua terancam, induk jantan akan segera membuka mulutnya dan membiarkan anak-anaknya untuk berlindung ke dalam mulutnya. Arwana Jardini remaja seringkali memangsa serangga di permukaan air.

Baca juga : Ikan Sumpit, si Ninja Bawah Air

Ikan arwana asli Papua ini memiliki 2 varian, yakni red pearl dan green pearl. Varian red pearl mudah dikenali dari adanya ragam corak seperti garis bercoret berwarna merah muda di sekitar mata dan penutup insang. Sedangkan pada varian green pearl warnanya lebih polos, ada sisik berbintik kehijauan dengan sirip berwarna abu-abu dan hitam. Beberapa spot putih dapat ditemukan pada bagian sirip punggung dan sirip anal.


KKP lepasliarkan ratusan Arwana Papua di Merauke


Ikan Arwana Papua salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang yaitu Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan Lampiran perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SEFJEN/KUM.1/2018 tentang TSL yang dilindungi undang-undang.

Status konservasi Arwana Papua dilindungi terbatas, berbeda dengan Arwana Asia (Super Red, Golden) yang masuk CITES Appendix I dan sangat dibatasi perdagangannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara rutin melakukan pelepasliaran (restocking) Arwana Papua di habitat aslinya di Merauke untuk menjaga keberlanjutan populasinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Arwana Papua, Ikan Endemik Perairan Papua yang Mempunyai Teknik Berburu Unik


Minggu, 01 Maret 2026

Kacang Hijau, Superfood dengan Segudang Manfaat



Kacang Hijau (Vigna radiata) merupakan tanaman polong-polongan populer di Indonesia. Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan yang telah ada sejak zaman kuno. Nama sebutannya seperti mung bean, atau green gram. Tanaman ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dalam berbagai masakan dan tradisi kuliner di berbagai belahan dunia.

Kacang hijau diperkirakan berasal dari anak benua India di mana sudah domestikasi sejak 1500 SM. Budidaya kacang hijau meluas ke Asia selatan dan timur, Afrika, Austronesia, Amerika, dan Hindia Barat. Sekarang tersebar luas di seluruh wilayah tropis dan ditemukan tumbuh di dataran rendah sekitar 500 meter diatas permukaan laut hingga ketinggian 1850 m di Himalaya.

Kacang hijau masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Cina dan Portugis. Tanaman ini kemungkinan masuk ke Indonesia pada abad ke-17. Pengembangan di Indonesia dikembangkan secara besar-besaran oleh Kementerian Pertanian RI sehingga menjadi komoditi pertanian yang besar, bahkan sudah diekspor.


Tanaman kacang hijau telah ada sejak zaman kuno


Tanaman kacang hijau berakar tunggang yang panjangnya sekitar 15-20 cm. Karena tanaman kacang hijau ada di keluarga Leguminosae (polong-polongan) maka di akarnya dapat ditemukan bintil-bintil akar (nodula) yang berfungsi mengikat nitrogen.

Baca juga : Kacang Merah, Jenis Kacang-kacangan yang Kaya Protein dan Serat

Kemampuannya mengikat nitrogen ini dapat menyuburkan tanah. Akar cabang pada tanaman kacang hijau banyak yang menyebar di dekat permukaan tanah (mesophytes) ada pula yang pertumbuhan akar cabangnya memanjang ke dalam tanah (xerophytes).


Bunga tanaman kacang hijau


Kacang hijau memiliki batang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm tergantung varietasnya. Cabangnya menyebar ke semua arah. Batang utamanya berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu dan berwarna hijau kecokelatan atau kemerahan.

Kacang hijau berdaun majemuk. Dalam setiap tangkai daun, terdapat tiga helai anak daun yang letaknya berseling-seling. Tanaman kacang hijau daunnya berbentuk oval dengan bagian ujung yang meruncing dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Buku-buku tanaman mengeluarkan satu tangkai daun. Kecuali pada daun pertama setelah perkecambahan, daunnya saling berhadapan dan merupakan daun tunggal.

Bunga tanaman ini berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya juga tergolong bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Letak bunga tanaman kacang hijau adalah di ketiak daun.

Lalu, dari setiap tandan bunga ini, terdapat 5 hingga 25 kuntum bunga. Sedangkan setiap tandan bunga panjangnya pun berbeda – beda mulai dari 2 cm hingga 20 cm. Karena bunganya sempurna, penyerbukan terjadi pada malam hari sebelum bunga mekar. Lalu, pagi harinya bunga akan mekar, namun akan layu di sore hari.


Polong kacang hijau yang telah tua


Kacang hijau merupakan buah yang berbentuk polong. Panjang dari setiap polong bervariasi mulai dari 10 – 15 cm. Dalam setiap polongnya, terdapat 6 hingga 16 butir biji. Seperti namanya, memiliki biji yang berwarna hijau dengan bobot 0,5 mg – 0,8 mg per bijinya. Kacang hijau berkerabat dekat dengan kacang merah (P. vulgaris L) dan kacang kapri (Pisum sativum L).

Baca juga : Kecipir, One Species Supermarket yang Hampir Terlupakan

Buah tanaman kacang hijau mirip seperti buncis hanya saja lebih ramping. Polongnya berwarna hijau saat muda, lama – kelamaan polong akan berangsur berubah warna menjadi kecoklatan dan kehitaman, polongnya juga memiliki bulu-bulu halus.


Seoarang petani yang tengah memanen kacang hijau


Biji kacang hijau terdiri dari tiga bagian utama yaitu kulit biji (10%), kotiledon (88%) dan lembaga (2%). Bagian kulit biji kacang hijau mengandung mineral antara lain fosfor (P), kalsium (Ca), dan besi (Fe). Pada kotiledon banyak mengandung pati dan serat, sedangkan lembaganya mengandung protein dan lemak.

Biji kacang hijau memiliki kandungan gizi yang baik. Seperti karbohidrat, lemak, selenium, magnesium dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin B1, B2, B3, C dan E. Kandungan protein nabati dalam kacang hijau juga mencapai 24% dengan kandungan asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan.

Tidak hanya baik bagi kesehatan manusia, protein nabati ini sangat potensial digunakan sebagai pakan ternak karena mampu meningkatkan fertilitas/kualitas spermatozoa jantan. Kacang hijau adalah salah satu tanaman yang kecambahnya sering disebut dengan tauge.

Selain kacang hijau, tauge juga bisa berasal dari kecambah kacang kedelai. Dalam pembuatan kecambah dibutuhkan biji-bijian atau kacang-kacangan yang sehat, tidak busuk, dan bersih dari pestisida serta lingkungan yang optimal berupa ruang gelap, lembab, dan kadar air yang cukup.


Tauge kacang hijau


Kecambah kacang hijau mengandung vitamin E tinggi yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Folat yang terkandung di dalam kacang hijau juga cukup tinggi. Tak heran jika ibu hamil sangat dianjurkan untuk minum sari kacang hijau.

Baca juga : Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Nutrisi

Karena folat sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan sel dan membantu membentuk sel darah merah normal dan mencegah anemia. Selain itu kacang hijau dapat membantu mengontrol nafsu makan sehingga dapat membantu menjaga berat badan, dan banyak lagi manfaatnya yang lain.


Bubur kacang hijau yang menyehatkan


Kacang hijau telah membuktikan nilai pentingnya sebagai tanaman pangan yang bernilai tinggi dan memiliki peran signifikan dalam berbagai budaya kuliner di seluruh dunia. Dari asal usul yang kaya akan sejarah hingga ciri-ciri unik yang membedakan tanaman ini, menyediakan beragam manfaat dan potensi dalam bidang pertanian dan konsumsi pangan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kacang Hijau, Sumber Protein Nabati dan Penyubur Tanah


Kamis, 26 Februari 2026

Kura-kura Matahari, Spesies Kura-kura Air Tawar Endemik Indonesia yang Tak Dilindungi



Kura-kura Matahari (Heosemys spinosa) atau dikenal juga sebagai Kura-kura Duri merupakan spesies kura-kura semi-akuatik asli Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Asia Tenggara. Kura-kura Matahari sangat unik, bisa juga disebut hewan tidak biasa.

Hal ini karena bentuk tempurungnya yang terbilang berbeda dari kura-kura pada umumnya. Karapas pada bagian tepi yang dimiliki Kura-kura Matahari berbentuk bergerigi atau meruncing menyerupai duri. Sehingga kura-kura spesies ini disebut juga dengan Kura-kura Duri.

Spesies kura-kura ini dikenal juga dengan nama Spiny Turtle karena bentuk karapas atau tempurungnya yang khas. Karapas kura-kura dewasa berwarna cokelat dengan garis pucat pada bagian tengahnya. Kepalanya didominasi warna cokelat kehitaman dan terdapat garis berwarna merah yang tampak samar di tepi kepalanya.


Kura-kura Matahari mempunyai bentuk karapas yang unik


Tungkainya bersisik tebal berwarna kemerahan. Kura-kura Matahari juga memiliki keping tepi karapas (keping marginal) yang meruncing atau bergerigi seperti duri. Duri-duri ini akan semakin menghilang seiring Kura-kura Matahari tumbuh dewasa.

Baca juga : Kura-kura, Reptil yang dapat Dipeliharaan Hidup Hingga Ratusan Tahun

Duri-duri ini juga berfungsi sebagai pelindung dari serangan predator. Karakteristik lain dari Kura-kura Matahari adalah adanya keel (lunas) yang cukup tajam di tengah karapas atau bagian keping vertebral, lunas ini juga terkadang tumbuh di antara keping vertebral dan keping marginal.


Kura-kura Matahari yang telah dewasa


Di Indonesia terdapat 45 spesies kura-kura matahari yang termasuk dalam 7 famili. Habitat aslinya adalah di hutan Kalimantan dan Sumatera. Kura-kura ini biasanya tinggal di sekitar sungai yang dikelilingi hutan dan sering menghabiskan waktunya di daratan untuk mencari makanan.

Sebagai kura-kura air tawar, Kura-kura Matahari gemar berada di sungai-sungai dangkal. Meski demikian, sebagai satwa semi-akuatik, spesies ini juga sering naik ke daratan, khususnya lantai hutan yang lembab dan kadang juga bersembunyi di antara tumpukan daun, rerumputan atau semak-semak.

Di hutan Sumatera, Kura-kura Matahari juga kerap ditemukan berada di dalam cekungan tanah bekas pijakan kaki gajah. Kura-kura Matahari memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar. Karapas kura-kura dewasa dapat berukuran sekitar 21 cm hingga 24 cm dengan bobot tubuh sekitar 1.5 hingga 2 kg.

Kura-kura Matahari merupakan spesies herbivora. Kura-kura Matahari banyak memakan buah-buahan yang jatuh dari pepohonan serta berbagai jenis vegetasi hutan lainnya. Makanan utamanya adalah buah ara. Meskipun begitu, terkadang ia memakan beberapa jenis invertebrata.


Kura-kura Matahari sedang makan buah


Kehidupan kura-kura matahari cenderung soliter dan tidak bersifat territorial, sehingga mereka tetap berada di area yang sama. Kura-kura ini hanya aktif pada waktu tertentu, seperti saat senja, untuk mencari makanan, sementara sebagian besar waktu dihabiskan untuk bersembunyi.

Baca juga : Kura-kura Hutan Sulawesi, Kura-kura Paruh Betet yang Kian Langka

Kura-kura Matahari berkembang biak secara ovipar (bertelur), biasanya setelah musim hujan. Perkawinan dipicu oleh air hujan. Jantan akan mengejar betina untuk kawin. Jika betina bersedia, akan menyerah dan membiarkan jantan naik ke punggungnya untuk kawin.


Sebagai satwa akuatik, Kura-kura Matahari juga naik ke darat


Setelah betina akan mencari lokasi bersarang yang aman. Kura-kura betina akan menggali sarang di tanah pada malam atau dini hari untuk bertelur, biasanya 1-3 butir per musim. Dan Kura-kura Matahari betina bisa bertelur hingga 3 kali setahun.

Telur akan ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur membutuhkan waktu 106–145 hari untuk menetas. Jenis kelamin tukik (anak kura-kura) dipengaruhi suhu media untuk menimbun telur-telur tersebut.

Suhu lebih tinggi cenderung menghasilkan betina, suhu lebih rendah cenderung menghasilkan jantan. Setelah menetas, tukik akan memecahkan cangkang dan keluar sendiri. Anak Kura-kuar Matahari memiliki karapas yang lebih berduri.

Selain itu Kura-kura Matahari yang masih muda juga memiliki karapas yang cenderung lebih datar. Seiring bertambahnya usia, bentuk cangkang berduri kura-kura ini akan menghilang sedikit demi sedikit. Duri tersebut sebenarnya berfungsi untuk melindungi diri dari predator yang ingin memangsa Kura-kura Matahari yang masih muda ini.


Kura-kura Matahari juga pandai berkamuflase untuk menghindari ancaman


Ketika merasa terancam, Kura-kura Matahari akan mengeluarkan kotorannya (defekasi) sebagai bentuk pertahanan diri. Mekanisme pertahanan paling umum bagi semua jenis kura-kura adalah cangkangnya yang keras, yang terdiri dari karapas (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).

Baca juga : Baning Sulawesi, Sejenis Kura-kura Darat Endemik Sulawesi yang Terancam Punah

Saat merasa terancam, Kura-kura Matahari akan memasukkan kepala, kaki, dan ekornya sepenuhnya ke dalam cangkangnya untuk perlindungan fisik yang maksimal. Kura-kura Matahari memiliki fitur unik berupa duri-duri di bagian tepi cangkangnya, terutama terlihat pada spesimen muda.


Kura-kura Matahari kian langka tapi ironinya belum dilindungi


Duri-duri ini berfungsi sebagai penghalang fisik tambahan, membuat predator lebih sulit untuk memegang atau memakan kura-kura tersebut. Meskipun mekanisme pertahanan ini efektif melawan predator alami, sayangnya duri dan cangkangnya tidak cukup untuk melindungi diri dari ancaman terbesar yang dibawa oleh manusia, seperti perburuan ilegal dan hilangnya habitat alaminya akibat deforestasi.

Akibatnya, populasi Kura-kura Matahari ini terancam dan menjadi langka, sehingga saat ini semakin sulit ditemui di alam liar. Ironinya, meski dianggap sebagai spesies langka, kura-kura matahari belum terdaftar sebagai hewan yang dilindungi di Indonesia. Daftar merah IUCN (International Union for Conservation for Nature) memasukkan Kura-kura Matahari sebagai satwa dengan status konservasi Terancam (Endangered/EN). (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kura-kura Matahari, Spesies Langka yang Belum Dilindungi


Sabtu, 21 Februari 2026

Komunitas Pedes dan DMS Gelar Latberan Gantangan Pedes Sukoharjo, Oscar dan Puspo Tajem Rebut Juara



Gelaran lomba seni suara burung derkuku bertajuk Latberan Gantangan Pedes yang dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Pebruari 2026 berlangsung meriah. Kegiatan hasil kolaborasi apik antara Pedes dan DMS yang didukung penuh oleh Pengcab PPDSI Sukoharjo, ramai dihadiri dekoe mania.

Buktinya, gantangan di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo yang jadi tempat acara, benar-benar penuh sesak dibanjiri dekoe mania dari Solo Raya, Purworejo, dan Sukoharjo sendiri. “Hari ini kami menggelar acara Latberan Gantangan Pedes,” terang Andang Pramadhika salah satu panitia.


Siswo dan Hafid dengan piala yang diperebutkan


Kondisi inilah yang diharapkan oleh panitia untuk bisa memberikan jalan bagi mereka agar hobi derkuku yang sudah ditekuni, bisa tetap tersalurkan. Kegiatan ini hanya membuka dua kelas dengan kapasitas 1 blok saja, yakni kelas Bebas dan kelas Pemula.

“Kami tidak mempersoalkan jumlah kelas dan banyaknya blok, karena sarana yang ada memang masih sangat terbatas,” ungkap Andang Pramadhika salah satu panitia. “Yang penting kami bisa kumpul dan ngerek bareng sambil menjaga tali silaturahmi.”


Eko LMS di meja panitia


“Setidaknya dengan kegiatan ini, diharapkan muncul pendatang baru yang akan semakin melengkapi jumlah keberadaan dekoe mania disana. “Hari ini ada peserta pendatang baru. Jumlahnya memang belum banyak. Mudah-mudahan akan terus bertambah,” harap Andang.

“Dan kondisi bisa semakin membuat hobi derkuku di Sukoharjo dan daerah di sekitarnya semakin semarak dan mencapai tujuan yang selama ini kami harapkan bersama,” harap dekoe mania Sukoharjo yang terus bersemangat menghidupkan hobi.


Juri-juri dipersiapkan dengan baik


Tiket telah ludes hanya dalam dua hari sejak pendaftaran dibuka. “Animo teman-teman sangat baik,” ujar Eko LMS yang bertugas di meja pendaftaran. “Slot gantangan yang disediakan oleh panitia langsung dipesan, hanya dalam dua hari sudah penuh.”

H. Nur Ali Sasongko selaku Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program Pengcab yang akan terus terjadi. “Kami upayakan setiap bulan bersama dengan Pengcab Surakarta, akan selalu ada kegiatan,” tutur H. Nur Ali Sasongko.


Suasana latber hasil kolaborasi Pedes dengan DMS


“Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan dekoe mania disini bisa menyalurkan hobinya dan hobi derkuku tetap eksis,” jelas pemilik Nasa BF ini. Sementara itu perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru dan menegangkan. Meskipun cuaca kurang bersahabat dengan kondisi yang cenderung dingin, namun peserta tetap bersemangat tampil maksimal di hadapan juri.

H. Nur Ali Sasongko juga ikut memberikan pengarahan juri-juri yang bertugas. Saya minta juri dapat bekerja dengan baik dengan mengedepankan semangat fair play. Tentunya ditunjang dengan kinerja yang sat set dalam memberikan penilaian tapi tetap sesuai tata cara dan aturan penjurian yang sudah ditetapkan,” pintanya.


Dekoe mania Solo Raya


Cuaca medung dengan mentari yang seolah enggan menampakkan diri mengawal proses penjurian dari pertama sampai akhir. Beberapa dekoe mania begitu bersemangat memberikan semangat kepada gacoannya yang berlaga, hingga diingatkan oleh dekoe mania lainnya agar tidak berteriak.

Kehadiran penghobi yang untuk pertama kalinya hadir di lapangan juga mewarnai kegiatan Latberan Gantangan Pedes, seperti kehadiran Nanang. Proses penjurian menjadi pengalaman pertamanya, karena ternyata untuk ikut lomba tidak bisa hanya bermodal burung gacor saja.


Nanang salah satu peserta yang semangat ikut laberan meski burungnya belum masuk kejuaraan


“Karena ini lomba seni suara sehingga yang dinilai adalah keindahan anggung burung derkuku. Jadi burung tidak hanya asal manggung, ada beberapa kriteria penilaian sehingga burung bisa mendapatkan bendera empat warna dan seterusnya,” jelas Jatmiko berusaha memberikan pemahaman penilain.

Dan burung yang hanya mendapatkan bendera tiga warna jelas kalah dengan yang mendapat empat warna. “Yah namanya burung pemula yen di rumah gacor door, saat di latberan gak begitu stabil masih kalah mental dan yang jelas burung-burung lain pada bagus bagus,” kata Nanag. “Gak papalah bisa ketemu teman-teman dah seneng.”


Hery menjuarai kelas Bebas


Empat babak penjurian berlangsung sukses dan lancar, sampai akhirnya posisi kejuaraan ditentukan. Sampai akhirnya penetapan posisi juara ditentukan. Untuk podium pertama di kelas Bebas berhasil diraih oleh Oscar amunisi NSK Solo ring TKL 2597 yang dikerek pada nomor 44. Oscar juara setelah mengantongi nilai bendera lima warna sepanjang empat babak.


Juara di kelas Bebas


Kemudian Idola Shore andalan Shorea BF Sleman ring B2W 3665 yang dikerek pada nomor 41 di tempat kedua setelah bersaing ketat dengan sang juara dengan nilai yang sama. Lalu ada gaco Shorea BF berikutnya, yakni Bimo Kurdo ring GTA 380 yang menempati nomor kerekan 43 berhasil merebut tempat ketiga setelah mendapatkan tiga bendera lima warna dan empat warna.


Sukarjo dari Jogja juara di kelas Pemula


Untuk kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Puspo Tajem amunisi Shorea BF Sleman, ring Shorea 23 yang dikerek pada tiang nomor 21. Di tempat kedua ada Densus 88 andalan Budi Santoso Solo ring BS62 yang dikerek pada nomor 25. Posisi ketiga diraih Rumput Laut orbitan Eko LMS Solo ring D3W 040 yang menempati nomor kerekan 11.


Juara di kelas Pemula


Diakhir acara, segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dekoe yang telah turut serta mensukseskan acara Pengcab Sukoharjo tersebut. Permintaan maaf juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)





Minggu, 15 Februari 2026

Latber AG Bird Farm Bangkalan, Gelaran Masih Tetap Semarak, Mawar Raih Kemenangan



Dalam rangka meningkatkan kualitas peternak puter pelung dan wadah silaturahmi bagi penghobi puter pelung di Bangkalan dan sekitarnya, AG Bird Farm Bangkalan kembali menggelar Latihan Bersama (Latber) Puter Pelung AG Bird Farm. Bertempat di Gantangan AG BF Bangkalan Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan. Yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026.

AG Bird Farm Bangkalan secara rutin menggelar latihan bersama untuk membangkitkan semangat puter pelung mania di Bangkalan dan sekitarnya. H. Alif M. Nur selaku pemilik AG Bird Farm ini berharap dengan latber yang digelar secara rutin akan semakin menambah pengalaman para penghobi.


Udara yang terasa dingin tidak menghalangi penghobi untuk ikuti Latber AG BF


Juga kemampuan di dalam beternak, merawat, dan memilih burung-burung yang berkualitas lomba. Ia yakin jika tidak menggelar latber atau lomba maka dipastikan hobi puter pelung juga akan mati suri. Peternakan puter pelung akan mengalami kemunduran karena hasil dari tetasannya tidak akan bisa dipamerkan di media yang tepat.

“Oleh karena itu, mari dimanfaatkan media lomba ini untuk meningkatkan kemampuan dalam beternak, merawat, dan memilih burung-burung yang berkualitas lomba,” ujar H. Alif M. Nur yang akrab disapa Abah Alif ini. “Dan tentunya sekaligus membangun silaturahmi yang semakin baik.”


Persiapan akhir jelang lomba dimulai


Latber AG Bird Farm membuka satu kelas yakni kelas Bebas. Latber kali ini dilaksanakan menggunakan 3 babak berdurasi 20 menit setiap babaknya. “Kita gunakan sistem 3 babak saja karena mengingat sikon yang musim hujan dan angin yang dingin,” jelas Abah Alif.

Abah Alif, mewakili panitia lomba menyampaikan terima kasih kepada seluruh puter pelung mania yang sudah berkenan hadir meramaikan latihan bersama ini sehingga tetap berlangsung ramai. Meskipun masih ada beberapa gantangan yang kosong, tetapi itu tidak mengurangi semangat dan antusias peserta.


Sangkar mulai dinaikkan ke gantangan yang telah tersedia


Dengan uang pendaftaran yang cukup kekeluargaan dan tersedianya piala, piagam, dan sembako membuat para penggila lomba tetap bersemangat untuk mengawal jago puter pelungnya bersaing dengan jago-jago puter pelung lainnya.

Buktinya, begitu peluit dibunyikan sebagai tanda lomba dimulai. Suasanapun berubah menjadi ramai, baik oleh suara anggung merdu dari masing-masing jago yang digantang juga teriakan dari para joki dan pemilik dari bibir lapangan agar jagoannya dapat menampilkan kemampuan terbaiknya.


Suasana penjurian Latber AG BF


Namun teriakan itu masih dalam batas wajar, karena tidak sampai mengganggu kerja juri yang bertugas. Walaupun berskala latber, lomba berjalan penuh persaingan. Dari awal babak pertama sampai ketiga, burung di gantangan nomor 13, 21, dan 26 mampu menampilkan suara terbaiknya disusul kemudian oleh gantangan 01 dan 04.

Burung-burung yang ada di gantangan nomor 13, 21, dan 26 sempurna mendapatkan bendera 4 warna 3 kali dan disusul gantangan 01. Akhirnya panitia mengumumkan pemenang Latber AG Bird Farm kali setelah melalui pesaingan ketat antar jago selama tiga babak penilaian.


Udara dingin yang berhembus sedikit menyulitkan para jago


Dan juga setelah juri perumus selesai merekap hasil nilai dari babak pertama sampai babak ketiga, Mawar milik Anas moncer di posisi pertama. Burung puter pelung bergelang Anas 13 yang berada di gantangan nomor 13 berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dibanding yang lain.

Disusul Perahu Layar andalan H. Yusuf produk ternak Sakera 25 yang digantang pada nomor 21 rebut posisi kedua. Sementara Sangkelat orbitan Wewi Bangkalan, burung puter pelung dengan ring ATM 25 yang menempati nomor gantangan 26 harus puas berada di tempat ketiga.


Abah Alif beserta para pemenang Latber AG BF


Abah Alif, atas nama panitia menyampaikan permohonan maaf apabila ada yang kurang berkenan dalam gelaran lomba Latber Puter Pelung AG Bird Farm. “Mari kita saling dukung hobi puter pelung bersama, agar lebih ramai dan kompak kedepannya. Kita ketemu lagi selepas Lebaran,” ajak Abah Alif di akhir acara. (Ramlee/AG)





Arwana Papua, Si Cantik Asli Papua yang Eksotis

Arwana Papua atau dikenal juga sebagai Arwana Jardini (Scleropages jardinii) merupakan ikan endemik Papua (Indonesia dan PNG) dan Australia...