Sabtu, 05 September 2026

AG Bird Farm Bangkalan Gelar Latber Rutin, Gendrayana Raih Juara



Untuk yang kesekian kalinya Gantangan AG BF Bangkalan yang berada di Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan kembali diramaikan oleh kehadiran puter pelung mania, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Mereka datang bukan sekedar bersilaturrahmi ke gantangan milik H. Alif M. Nur, namun ada acara Latihan Bersama (Latber).

“Hari ini AG Bird Farm kembali menggelar acara Latihan Bersama dengan tujuan untuk tetap memberikan wadah dan semangat bagi teman-teman agar bisa menyalurkan hobi puter pelungnya,” terang H. Alif selaku panitia. Dengan adanya acara ini diharapkan bisa tetap menumbuhkan keinginan puter pelung mania di Madura, utamanya di Bangkalan agar bisa terus eksis menekuni hobi.


Para penghobi begitu bersemangat ikuti Latber Rutin AG BF Bangkalan


Agenda ini menjadi rutinitas setiap bulan. Kegiatan untuk mengisi waktu kosong seperti ini diharapkan menjadi pilihan puter pelung mania untuk melatih dan memastikan kesiapan sang orbitan sebelum turun ke lapangan. Hanya satu kelas yang dibuka, yakni kelas Bebas yang diikuti 40 burung dari Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan sendiri selaku tuan rumah.

Meski demikian, kegiatan tersebut tidak membuat semangat puter pelung mania menurun. Bahkan antusias nampak jelas. Mulai pagi, sebelum dimulai acara pada pkl. 09.00 an para penggila lomba sudah berdatangan, sehingga tidak terjadi saling tunggu saat lomba dimulai.


H. Alif di meja pendaftaran peserta


Walau kegiatan hanya berupa Latihan Bersama rutin, namun penjurian tetap mengacu pada aturan yang ada. Dan semua yang hadir begitu bersemangat mengikuti Latber Rutin AG BF. “Kegiatan ini dimaksudkan agar teman-teman disini bisa tahu bagaimana perkembangan burung miliknya,” sambung pemilik AG BF yang sukses mengorbitkan amunisi handal.

Sehingga dengan demikian ada catatan khusus apakah bisa dan layak untuk diikutkan lomba yang lebih besar atau tidak. Disana para puter pelung mania Bangkalan bisa memantau dan mengetahui kualitas burung orbitannya. Karena ada juri yang diturunkan untuk menilai burung-burung tersebut.


Para peserta sedang menaikkan gacoannya masing-masing ke gantangan yang telah disiapkan


Artinya bahwa hasil yang diketahui dari performa burung, benar-benar obyektif dan riil karena ada ahlinya yang melakukan penilaian secara langsung. Penilaian tersebut bukan berasal dari para pemilik burung, atau rekan sesama peserta atau bahkan dari puter pelung mania senior.

“Disini kita sama-sama belajar dan saling tukar pikiran dan pengalaman seputar hobi puter pelung, apalagi ada juri yang kami datangkan sehingga kita bisa bertanya langsung tentang kualitas burung kita,” ungkap H. Alif. Pagi itu, Yoga selaku Juri dari Pengda PPPPSI Jawa Timur ikut mengawal penilaian.


Pengecekan terakhir sebelum lomba dimulai


Meski bandrol tiket yang dipasang masih berada di angka Rp 25 ribu, namun tidak sampai mengurangi greget kegiatan. Bahkan dari mereka mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena murah meriah tapi tidak murahan. Bagi para peraih juara di tiga besar, mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan sembako.

Kegiatan seperti ini memang memberikan banyak manfaat, selain untuk melatih puter pelung orbitannya, juga semakin merekatkan jalinan silaturrahmi antas sesama puter pelung mania. Mereka akan semakin akrab dan solid dalam menekuni hobinya.


Juri sedang memperhatikan dengan seksama kualitas anggung peserta latber


Pelaksanaan acara berlangsung seru dan sengit. Kondisi tersebut semakin lengkap dengan cuaca cerah sepanjang acara yang dilaksanakan selama tiga babak berdurasi 20 menit. Dari awal babak 1 sampai 3 beberapa burung mampu menampilkan suara anggung terbaiknya, sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan.

Untuk juara pertama berhasil menjadi milik Gendrayana amunisi Waris Pamekasan ring Joko Tingkir 70 yang digantang pada nomor 31. Tempat kedua diduduki Pesse Pole andalan H. Mulyadi Sampang, puter pelung ternakan Barata 745 yang menempati nomor gantangan 16. Dan tempat ketiga dimenangkan Mawar besutan Anas Bangkalan, puter pelung bergelang Anas 19 yang menempati nomor gantangan 19.


Juara tiga besar Latber Rutin AG BF Bangkalan


Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasama peserta, sehingga cara bisa berjalan sesuai harapan dan rencana. “Terima kasih atas kedatangan Mas Yoga dari Juri Pemda PPPPSI Jatim yang ikut membantu pelaksanaan penilaian,” tutur H. Alif. Permintaan maaf juga disampaikan jika selama acara berlangsung dari awal hingga akhir, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/AG)




Jumat, 04 September 2026

Latber PEDES PPDSI Sukoharjo, Diwarnai Aksi Guling-guling, Golden Star dan Cakrawala Juara



PPDSI Sukoharjo punya Latber PEDES . Menempati lokasi di Lapangan Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo, pada Minggu, 30 Agustus November 2026. Semakin lama hobi derkuku di Sukoharjo, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan PPDSI Sukoharjo yang mendapatkan animo dekoe mania.

Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan. “Hari ini kami kembali menggelar Latber PEDES sebagai bentuk kepedulian kami agar hobi derkuku bisa tetap eksis,” terang H. Nur Ali Sasangko selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan tersebut diharapkan akan terus digelar secara berkelanjutan.


Dua orang Juri Jogjakarta ikut mengawal pelaksanaan Latber PEDES


Even ini sebenarnya dipersiapkan dalam jangka waktu singkat. “Kami mempersiapkan even ini secara singkat karena beberapa dekoe mania dari Solo Raya baru selesai mengikuti Liga Derkuku Indonesia di Blitar. Di Sukoharjo antusias dekoe mania sudah semakin menggembirakan, seperti setiap saat diagendakan lomba pasti semua siap,” sambung H. Nur Ali Sasangko.

“Persiapan lomba Latber PEDES memang singkat, kurang lebih seminggu,” jelas H. Nur Ali Sasangko. Selama ini PPDSI Sukoharjo memang gencar menggelar kegiatan sehingga harus mencari waktu kosong untuk menggelar kegiatan, agar tidak berbarengan dengan event di tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh serta jadwal LDI 2026 yang sudah berjalan empat putaran.


Suasana di pinggir arena, tetap guyub dan kondusif


Meski persiapan singkat, namun tidak sampai mengganggu kinerja panitia. Gerak cepat panitia langsung terlihat dengan persiapan yang matang. Begitu juga dengan kesanggupan panitia dalam menyebarkan informasi agar bisa diketahui dekoe mania di Sukoharjo serta di Solo Raya.

Rasanya semakin lama hobi derkuku di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan yang mulai mendapatkan animo dekoe mania. Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan.


Bandi, dekoe mania senior tampak selalu hadir di pinggir lapangan


Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPDSI Sukoharjo tersebut sebagai bentuk aksi nyata dalam menyemarakkan hobi derkuku di wilayahnya. Panitia kali ini hanya membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula, meskipun kapasitas ganatangan masih cukup jika membuka satu kelas lagi. Semua kelas disesaki oleh peserta.

Dekoe mania senior dan yang baru bergabung membaur menjadi satu, menyenangkan sekali. Salah satunya kehadiran Bandi meski usianya sudah tidak muda lagi tapi tetap semangat ngikuti setiap agenda yang ada di Lapangan Sukoharjo ini. “Nenang kalah bukan masalah yang penting guyub rukun ketemu sedulur,” ucapnya.


Eko LMS juara di kelas Bebas


Cuaca cerah dan cenderung panas, mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut dari babak pertama hingga babak keempat. Angin yang datang sesekali mampu mengurangi hawa panas yang terasa. Proses penjurian pun berlangsung sukses dan lancar. Dua orang Juri Nasional dari Jogjakarta ikut membantu penjurian.

Persaingan untuk meraih nilai tertinggi disetiap babak, berlangsung cukup ketat dan seru. Karena masing-masing jago, terlihat sama-sama on fire untuk menunjukkan performa terbaiknya dihadapan tim juri yang bertugas. Saling kejar perolehan nilai berlangsung hingga akhir.


Juara kelas Senior foto bersama


Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah, sampai akhirnya menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas. Untuk kelas Bebas, ada dua burung yang mendapatkan satu bendera empat warna dan tiga bendera lima warna. Dengan demikian perebutan juara harus ditentukan di meja perumus.

Dan Golden Star amunisi Eko LMS Solo, derkuku bergelang LMS 639 yang dikerek pada nomor 37 dinyatakan menjadi juara pertama dengan keunggulan di suara tengahnya. Juara kedua diraih Oscar besutan NSK BF Solo, derkuku produk TKL 2557 yang dikerek pada nomor 59.


Dorrick terima koncer dari Priyatno juri Jogjakarta


Perseteruan di kelas Bebas kali ini terasa begitu ketat. Tidak kurang ada 9 burung yang berhasil mendapatkan penilaian bendera lima warna. Bahkan posisi ketiga diperebutkan oleh tiga burung setelah mendapatkan nilai yang sama, yakni dua bendera empat warna dan dua bendera lima warna.

Berdasarkan nilai aduan yang ada di meja juri perumus, untuk juara ketiga akhirnya direbut Arwana ring JNG 230 milik NSK BF di tiang 51. Sedangkan Posisi empat diisi oleh Bagong milik Bambang HW dan peringkat kelima diisi Mbah Cemani milik Bambang HW lainnya.


Peserta yang berhasil raih juara di kelas Pemula


Ada pemandangan unik usai penjurian selesai dilaksanakan. Kapolsek Jumantono Polres Karanganyar AKP Eko Budi Hartono, sampai harus guling-guling saling girangnya burung jagoannya mampu mendapatkan penilaian bendera lima warna. Kapolsek yang juga dikenal sebagai seorang pendakwa ini adalah seorang dekoe mania yang cukup aktif mengikuti setiap kegiatan yang digelar PPDSI Sukoharjo.


Saking gembiranya dapat bendera lima warna Pak Kapolsek guling-guling di tanah


Di kelas Pemula, Cakrawala milik Dorrick BF Solo Baru, ring PN 873 yang dikerek pada nomor 22 ditetapkan sebagai peraih podium pertama. Kemudian Victory besutan Eko LMS Solo ring LMS 618 yang ada di kerekan 16 sebagai juara runner-up dan tempat ketiga diraih Ndoro Putri orbitan Sarno Sukoharjo ternakan Sadewa 010 yang dikerek pada nomor 26. (Ramlee/JAT)




Sabtu, 29 Agustus 2026

PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara



Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan Jl. Totok Kerot, Temenggungan, Kec. Udanawu, Kab. Blitar. Panitia mampu mempersembahkan lomba dengan kemasan luar biasa.

“Gelaran Bupati Blitar Cup merupakan agenda tahunan dari PPDSI Blitar dan masuk kalender Liga Derkuku Indonesia,” jelas Dhimas Nugroho, salah satu anggota Panitia. “Pengcab Blitar mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Liga Derkuku Indonesia 2026 Putaran 4. Kali ini bertepatan dengan HUT RI ke-81 dan HUT Blitar ke-702.”


Pramono S.E. tengah memberikan sambutan


Kemeriahan gelaran Bupati Blitar Cup #4, terasa begitu luar biasa. Bukan saja karena kehadiran dekoe mania semata, namun nuansa yang tercipta beda dari biasanya. Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan, penuh sesak oleh dekoe mania Nusantara. Beberapa diantaranya mengakui jika lapangan ini adalah yang terbaik untuk gelaran LDI.

Gantangan di Pasar Wisata Desa Temenggungan ditunjang dengan fasilitas lengkap yang menambah nyaman pelomba. “PPDSI, P3SI, dan P4SI bersama Bumdes Lestari Desa Tumenggungan berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan baik fasilitas, sarana dan prasarana maupun layanan lomba yang terpadu sehingga kedepan bisa maju bersama,” jelas pemilk Gada Bird Farm ini.


Juri-juri yang bertugas


Para mania derkuku dari berbagai kota di Indonesia, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari data panitia, peserta berasal dari Jakarta, Bogor, Jogjakarta, Purworejo, Solo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Bondowoso, Situbondo, dan Bali. Panitia membuka empat blok untuk tiga kelas, yakni kelas Senior, Yunior, dan Pemula.

“Alhamdulillah, gelaran Bupati Blitar Cup #4 diikuti banyak peserta. Rekan-rekan dekoe mania yang datang dari berbagai kota yang ada di Pulau Jawa ternyata memberikan respon bagus terhadap yang kami lakukan,” terang Dhimas. Ratusan burung derkuku beradu keindahan alunan anggung masing-masing.


Suasana jalannya lomba


Dengan rincian kelas Senior ada 36 (1 blok), kelas Yunior 42 (1 blok), dan Pemula 84 (2 blok). Semua tiket yang dicetak panitia nyaris habis tak bersisa. Peserta membludak di kelas Pemula. Panitia terpaksa menolak beberapa peserta, karena keterbatasan tempat. Panitia yang ingin ikut ngerek harus mengalah ke dekoe mania luar kota.

Sepertinya semenjak aturan batasan nilai untuk kelas Pemula dan Yunior dikembalikan ke aturan yang lama, antusiasme dekoe mania kembali meningkat. “Hari ini Pengcab PPDSI Blitar kedapatan menjadi tuan rumah pelaksanaan gelaran Liga Derkuku Indonesia 2026 Putaran 4,” terang Pramono S.E, selaku Ketua Panitia.


Bambang TKL dan Anton WDN bersemangat kawal gacoannya


Kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab PPDSI Blitar saat diberikan amanah untuk menjadi pelaksana acara. “Sebuah kepercayaan besar bagi kami karena bisa dipercaya menjadi tuan rumah Liga Derkuku Indonesia Putaran 4,” sambung Pramono yang juga sebagai Kepala Desa Temenggungan.

“Dengan kerjasama dan kerja keras yang kami lakukan bersama beberapa pihak, kami bisa melaksanakan acara sesuai harapan.” Pramono mengucapkan selamat datang kepada segenap dekoe mania dan ucapan terima kasih atas dukungan sponsor dan doorprize sehingga para peserta lebih bersemangat mengikuti lomba.


H. Misbach semangat berikan support untuk burung andalannya


Dalam kesempatan yang sama Pramono mempunyai harapan tersendiri yang disampaikan dalam sambutannya sebelum lomba dimulai. “Saya berharap bukan saja tata tertib saja yang diperbaiki, tetapi juga penilaian jangan sampai menurun. Juri harus terus mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dalam menilai burung, sehingga bisa lebih profesional.”

“Juri-juri yang bertugas juga harus menjaga netralitasnya dalam memberikan penilaiannya. Tunjukkan profesionalitas sebagai juri sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan lomba tetap bisa eksis dihadiri semua pecinta dan pelomba derkuku.”


Sri Handayani serahkan uang pembinaan kepada Sigit B2W setelah Kamajaya juara di kelas Senior


Ada sedikit kejutan dari Panitia, karena juara pertama di masing-masing kelas mendapatkan uang pembinaan. Juara 1 di kelas Senior mendapatkan Rp.1,5 juta, kelas Yunior mendapatkan Rp. 1 juta, dan kelas Pemula mendapatkan Rp. 500 ribu. Tidak itu saja, puluhan doorprize menarik siap dibawa pulang bagi yang beruntung dengan hadiah utama berupa 2 unit sepeda gunung.

Uang pembinaan dan hadiah utama berasal dari donasi Sri Handayani. “Ibu Sri Handayani adalah tokoh masyarakat asli Blitar. Beliau bukan pejabat atau tokoh politik. Ibu Sri menikah dengan orang Hongkong dan menetap disana,” ujar Dhimas.


Para juara di kelas Senior


“Beliau sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Ibu Sri Handayani sebenarnya jarang pulang ke Indonesia, kebetulan saat ini beliaunya sedang pulang kampung dan berkesempatan menyaksikan dan memberikan uang pembinaan secara langsung.”

Cuaca cerah dengan angin yang berhembus pelan mengawal acara dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian juga tidak mengalami masalah. Seluruh rangkaian berjalan lancar dan aman. Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Lokasi yang jauh dari keramaian jalan membuat suara anggung burung derkuku dapat terdengar dengan jelas, dan memudahkan juri memberikan penilaiannya.


Juara di kelas Yunior


Untuk podium pertama di kelas Senior berhasil menjadi milik Kamajaya andalan B2W BF Godean, burung dengan ring B2W 3688 yang dikerek pada nomor 138. Kemenangan ini membuat Kamajaya berhak atas poin 200. Tempat kedua ditempati Dewangga ring B2W 3109 milik B2W BF, yang dikerek pada nomor 144 dengan raihan poin 180.

Dan ditempat ketiga, ada Kaisar Muda MKS 1332 orbitan Mbah Demang Kediri, dikerekan nomor 149 dengan raihan poin 160. Yang sedikit mengejutkan menepinya Bimo Kurdo dari persaingan tiga besar setelah tampil dengan kinerja yang tidak maksimal dan hanya mampu menduduki peringkat ke-6.


Barisan juara kelas Pemula


Di kelas Yunior, podium juara didapat Malioboro ring DB 20 amunisi Rudy Jogja, yang dikerek di nomor 88 dan amankan poin 150. Lalu Fir’aun ring LMS 649 besutan Mbah Demang Kediri, yang menempati nomor kerekan 90 raub poin 135 di tempat kedua. Dan posisi ketiga ada Ontoseno milik B2W BF Godean ring B2W 0446 pada kerekan nomor 112 serta raih 120 poin.

Di kelas Pemula, podium juara pertama menjadi milik Perdana ring DM 626 milik DM BF Tulungagung pada kerekan nomor 38 dan rebut poin 100. Tempat kedua direbut Bintang Semeru ring Semeru 73 milik Saiful Bahri Situbondo pada kerekan nomor 33 dengan 90 poin. Dan tempat ketiga ada Raja Panji ring Santri 110 andalan Sakur Jayadi Situbondo di tiang 24 serta amankan 80 poin di tangga klasemen.


Panitia sediakan puluhan doorprize menarik


Dengan hasil yang didapat masing-masing jawara di LDI Putaran 4 dan dengan hanya menyisakan satu putaran saja, maka Malioboro sudah memastikan menjadi yang terbaik di kelas Yunior LDI 2026. Sementara kelas Senior dan Pemula, menunggu hasil gelaran LDI Putaran 5 Piala Raja Hamengkubuwono Cup yang akan dilangsungkan pada 20 September 2026 nanti. (Ramlee/GD)




Jumat, 28 Agustus 2026

Grand Opening Gantangan Baru Pengcab PPPPSI Blitar Gelar Temenggungan Cup, Everest dan Patriot Juara



Pengcab. PPPPSI Blitar resmi memiliki gantangan baru. Grand opening gantangan baru ditandai dengan gelaran kegiatan Lomba Seni Suara Alam Burung Puter bertajuk Temenggungan Cup, pada Sabtu 22 Agustus 2026. Gantangan baru ini berada di Pasar Wisata Desa Temenggungan Jl. Totok Kerot, Temenggungan, Kec. Udanawu, Kabupaten Blitar.

Kegiatan itu juga menandai babak baru Pengcab. PPPPSI Blitar yang kini dinahkodai oleh Pramono S.E. Kepengurusan baru ini langsung begerak cepat, dengan merencanakan dan sekaligus mengeksekusi dua agenda penting, yakni segera menyiapkan gantangan dan merealisasikan kegiatan lomba di Blitar.


Penghobi puter pelung dari berbagai daerah serius menikmati gelaran lomba PPPPSI Blitar


“Ini semua bermula waktu mengikuti lomba derkuku di Jogja. Terus ada keinginan untuk segera bisa mengadakan lomba puter pelung,” tutur Pramono S.E. yang juga selaku Kepala Desa Temenggungan. Pramono aktif mempromosikan dan mengembangkan Pasar Wisata Desa Temenggungan untuk meningkatkan ekonomi warganya.

Tidak tangung-tanggung Pramono menyiapkan dua agenda lomba di tempat yang sama, yakni lomba puter pelung dan derkuku irama (LDI). Sebelumnya di sana telah berdiri ratusan tiang kerekan untuk menggelar lomba derkuku. Pramono pun membangun sarana gantangan di area Pasar Wisata Desa Temenggungan.


Semua gantangan penuh terisi oleh peserta lomba


“Kami mengadakan lomba puter pelung biar pecinta puter peluang bergairah lagi terutama di wilayah sekitar Blitar dan bisa meningkatkan harga puter pelung. Dan saya rasa ada peluang beternak burung puter pelung ini bisa menjadi usaha. Alhamdulilah kegiatan ini didukung oleh teman-teman terutama Pak Sis, Juri dari Solo,” tambah Pramono.

Dengan dibukanya lapangan tersebut, maka Blitar menjadi salah satu daerah yang siap meramaikan kembali hobi puter pelung di wilayahnya. “Saya berharap dengan adanya gantangan ini akan memudahkan bagi kita untuk sermakin semangat dalam membagun hobi puter pelung dan menjadikan Blitar daerah yang lebih maju.”


Team Gerbong Maut Bondowoso


Lebih lanjut dikatakan bahwa gantangan baru ini dipersilahkan untuk dimanfaatkan oleh puter pelung mania di Blitar sebagai pusat atau sentra kegiatan. “Saya mempersilahkan penghobi puter pelung menjadikan gantangan ini sebagai sarana dan wadah untuk mengembangkan potensi diri sehingga kita bisa bersama-sama membangun hobi lebih berkembang.”

Gantangan baru ini pun menuai pujian dari penggemar puter pelung yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jogjakarta. Lokasi tempat gantang baru ini telah menjelma menjadi kompleks terpadu pusat olahraga dan hiburan yang lengkap. Sehingga segala sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh penghobi pun telah tersedia.

Keberadaan gantangan ini sangat penting sekali. Karena yang paling terlihat di organisasi PPPPSI adalah lombanya. Dan Pengcab boleh dibilang hidup atau berkembang bila bidang lombanya aktif menggelar kegiatan, baik itu latihan dinilai maupun lomba resmi. Dengan adanya tempat yang representatif tersebut memudahkan bagi Pengcab Blitar dalam mengagendakan setiap kegiatannya.

Meski event Temenggungan Cukup dikemas sangat sederhana tapi terlihat cukup meriah dan guyub. Penghobi puter pelung dari berbagai daerah di Pulau Jawa ikut hadir memeriahkannya. Suasananya gantangan malam itu tampak begitu hidup, bahkan seperti suasana di gelaran lomba besar.


Suudi dan Agus Petir dari Nganjuk


Panitia hanya membuka dua kelas, yakni kelas Bebas dan Pemula dan luar biasanya semua slot gantangan yang disediakan habis terisi. Semua yang hadir menikmati alunan anggung puluhan burung puter pelung. Suasana malam yang dingin terasa hangat dengan keakraban para penghobi puter pelung dari beberapa daerah.

Kelas Pemula yang dinaikkan terlebih dahulu menyuguhkan persaingan yang ketat. Karena di kelas yang dibatasi penilaiannya hanya sampai bendera empat warna saja dengan nilai 43 ½ ini secara kualitas terbilang merata. Saling susul perolehan nilai terjadi begitu cepat.


Cak Hari dari Bogor dan rombongan dari Jogja turut berikan dukungan


Semua diimbangi dengan kinerja juri yang cekatan memberikan penilaian. Lokasi yang jauh dari hiruk pikuk jalan serta jalannya lomba pada malam hari membuat suara puter pelung sangat jelas terdengar, memudahkan para juri dalam memberikan penilaian terbaiknya.

Empat babak penjurian berlangsung tanpa kendala. Hingga akhirnya dihasilkan urutan kejuaraan, yang sebelumnya diwarnai kejadian diskualifikasi untuk burung yang ada di gantangan nomor 27. Di babak awal belum kelihatan kualitas anggungnya, namun semakin lama semakin terdengar anggung istimewanya.


Pramono S.E. tancapkan bendera koncer di kelas Bebas


“Sepertinya burung tersebut salah kamar (salah memilih kelas, red). Soalnya burung ini sepertinya tipe burung yang lambat panas,” jelas Sapto, salah seorang juri yang bertugas. “Burung itu, semakin lama semakin terdengar bagus dan amat stabil dibanding yang lain.”

“Apa lagi pembawaannya suara antar dan inter anggungnya terdengar mantap,” tambah Sapto. Jadi ketiga Koordinator Juri, akhirnya sepakat pada babak keempat untuk memberikan penilaian lima warna setelah sebelumnya bendera empat warnanya sudah diusulkan naik oleh juri penilai sejak di babak ketiga. Dengan mendapatkan bendera lima warna, secara tidak langsung gantangan 27 dinyatakan diskualifikasi.

Juara pertama kelas Pemula berhasil dimenangkan oleh Patriot ring BJ 098, puter pelung orbitan Buyoet Djoyo Blitar, yang digantang pada nomor 58. Kemudian Salindri ring Tape Manis 520 debutan H. Ichwanto Bondowoso yang berada di nomor gantangan 35 ada di tempat kedua. Dan posisi ketiga dimenangkan Jaksen orbitan JKM BF Blitar, produk ternak JKM 66 yang digantang pada nomor 22.

Persaingan tidak kalah seru terjadi di kelas Bebas, yang dipertandingkan setelahnya kelas Pemula usai. Babak pertama dibuka dengan tampilan apik burung yang ada di gantangan nomor 47, bendera enam warna didapatnya. Perolehan itu menjadi satu-satunya bendera enam warna yang turun malam itu.


Para juara di kelas Bebas


Persaingan merebut juara di event Temenggungan Cup, praktis hanya sampai pada babak ketiga, karena gantangan 47 kembali mendapatkan bendera enam warna. Namun tidak demikian dengan urutan juara di bawahnya, persaingan terus berlanjut hingga empat babak selesai. Hingga akhirnya dihasilkan urutan kejuaraan.

Sementara di kelas Bebas, podium juara pertama berhasil menjadi milik Everest, puter pelung amunisi B2W BF Jogjakarta. Burung bergelang B2W 516 yang digantang pada nomor 47 itu merebut podium juara pertama usai mendapatkan total nilai 88, tertinggi diantara para kontestan.


Juara-juara di kelas Pemula


Di tempat kedua ada Melodi andalan Arahiwang BF Purworejo, puter pelung bergelang Arahiwang 026 yang berada di gantangan nomor 9. Posisi ketiga diraih oleh Panji Laras milik Abah Yanto Lumajang, ternakan Lokananta 107 yang berada pada nomor gantangan 15. Penentuan juara kedua dan ketiga harus melalui meja juri perumus setelah mendapatkan total nilai yang sama.

Diakhir acara panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan peserta yang kali ini tidak saja datang dari wilayah sekitaran Blitar seperti Tulungagung, kediri, serta Nganjuk. Hadir juga petur pelung mania dari Purworejo, Jogjakarta, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.


Panitia Temenggungan Cup memanjakan peserta dengan aneka doorprize


“Semoga lomba Puter Pelung ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, hiburan, dan mempererat persaudaraan antar pecinta burung,” harap Pramono. “Semoga kegiatan ini juga mampu mendorong pelestarian dan pengembangan seni suara Puter Pelung, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan wisata, UMKM, dan pasar desa.”

“Kedepan, semoga lomba semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin, semakin besar, dan semakin berkualitas. Dan menjadi daya tarik wisata serta ikon kegiatan masyarakat yang membanggakan.” tutur Pramono di akhir acara. (Ramlee/GD)





Sabtu, 22 Agustus 2026

Jelang LDI 2026 Putaran 4 Bupati Blitar Cup #4, Klasemen Sementara Masih Berpotensi Berubah



Pengcab PPDSI Blitar, bakal punya gawe besar yaitu, gelaran Liga Derkuku Indonesia (LDI) yang memasuki putaran ke-4. Gelaran bertajuk “Bupati Blitar Cup #4” itu, akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Agustus 2026. Dengan menempati Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan Jl. Totok Kerot, Temenggungan, Kec. Udanawu, Kab. Blitar.

Pasar Wisata Desa Temenggungan kini telah menjelma menjadi kompleks terpadu pusat olahraga dan hiburan yang lengkap. Disana telah ada lapangan, joging track, aula pertemuan, pusat kuliner, dan kolam pemancingan. Kepala Desa Temenggungan Pramono S.E, pun aktif mempromosikan dan mengembangkan Pasar Wisata Desa Temenggungan untuk meningkatkan ekonomi warganya.


Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan Kab. Blitar telah siap menyambut Dekoe Mania Nusantara


Salah satunya dengan menggelar lomba seni suara alam burung derkuku di akhir pekan ini. Selain telah dibangun gantangan derkuku dan perkutut juga di bangun gantangan puter dan ocehan. Pramono S.E. sendiri juga penggemar puter pelung dan terpilih menjadi Ketua Pengcab PPPPSI Blitar. Pada hari Sabtu, malam sebelum lomba derkuku di tempat yang sama juga akan digelar lomba seni suara alam burung puter bertajuk Temenggungan Cup.

Pramono S.E. juga akan menggelar lomba burung puter pada hari Sabtunya. Gelaran lomba ini merupakan grand opening gantangan baru. Sebagian penggila lomba derkuku juga puter pelung mania dapat sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk menjajal burung puter pelung miliknya. Panitia juga telah menyiapkan Aula Pasar Wisata Temenggungan untuk tempat beristirahat tamu-tamu dari luar daerah.


Shorea BF siap antar Bimo Kurdo menjadi yang terbaik di kelas Senior


Bupati Blitar Cup #4, akan menjadi ajang perebutan podium para jawara yang selama ini selalu unjuk kehebatan di atas kerekan. Ajang pembuktian para jawara dari berbagai daerah. Derkuku yang selama ini memiliki reputasi sebagai penguasa lapangan akan unjuk kebolehan untuk mempertontonkan kualitasnya dan bisa dipantau langsung oleh seluruh peserta yang hadir di lapangan.

Liga Derkuku Indonesia 2026, saat ini sudah melewati putaran 3. Perburuan posisi kejuaraan sampai saat ini masih terus mengalami persaingan yang sangat ketat. Dari satu putaran menuju putaran lain, para peraih podium terus mengalami pergantian. Perubahan tersebut berdampak pada perolehan poin.

Raihan poin yang mengalami perubahan juga berefek pada pergeseran posisi di Klasemen Sementara. Karena yang pasti poin yang berhasil didapat peserta mayoritas berada pada posisi yang sangat riskan, dimana selisih poin sangat dekat dan tipis, sehingga setiap saat posisi yang sudah didapat bisa saja digeser peserta lain.

Bahkan ada beberapa peringkat yang memiliki poin atau nilai sama, sehingga kapanpun posisi tersebut bisa tergeser naik ataupun turun. Dengan kata lain, sampai putaran ketiga, posisi yang sudah didapat peserta, belum dirasa aman untuk mengunci podium juara di akhir putaran.


Mbah Demang kawal Soleh di peringkat pertama kelas Pemula


Kemenangan demi kemenangan, terlebih pada barisan depan adalah langkah tepat untuk mengamankan posisi. Di kelas Senior, posisi pertama di Klasemen Sementara LDI 2026 yang diraih Bimo Kurdo milik Shorea BF Sleman, derkuku bergelang GTA 380, memiliki kans cukup kuat untuk terus bertahan di barisan paling depan.

Poin sementara sebesar 400, selisih hanya 20 poin dengan urutan kedua. Kamajaya andalan B2W BF Godean, ring B2W 3688 yang memiliki poin 380 masih akan terus berusaha tampil terdepan. Sementara di posisi ketiga ada Ducati milik Bangsis Sidoarjo masih berpeluang mendekat dengan perolehan poin 280.




Di kelas Yunior, peringkat pertama dan kedua berselisih poin sangat tipis. Malioboro ring DB 20 milik Rudy Jogja yang ada di peringkat pertama masih belum bisa bernafas lega. Pasalnya perolehan nilai sementara sebesar 375, hanya berjarak 5 poin saja dari peringkat kedua.

Idola Shorea ring B2W 3665 milik Shorea BF Sleman berpeluang besar menggesernya akhir minggu ini setelah melihat prestasinya yang cukup stabil selama tiga putaran sebelumnya. Sedangkan Wiro Sableng ring DA 212 milik Cak Hari Bogor dengan poin 255 masih akan tetap berada di barisan depan.

Sementara di kelas Pemula, peluang menjadi yang terdepan masih akan terbuka lebar. Soleh andalan Agus Demang Kediri ada di peringkat pertama. Derkuku bergelang Rajawali 391 sejatinya belum pernah juara di 3 putaran sebelumnya, namun konsistensi membawanya menduduki peringkat pertama dengan 180 poin.

Peringkat kedua di huni Bintang Semeru ring Semeru 73 milik Saiful Bahri Situbondo dengan 150 poin. Raja Panji ring Santri 110 milik Sakur Jayadi Situbondo yang pernah juara pada putaran pertama di Situbondo berada di peringkat ketiga dengan total poin 130. Dengan menyisakan 2 putaran lagi, setiap jawara wajib hadir setiap putarannya.




Setelah tiga putaran berlalu, belum kelihatan yang bakal tampil terbaik di akhir putaran nanti. Dengan selisih poin yang begitu tipis di masing-masing kelas sangat memungkinkan untuk melakukan manuver menyalip. Tinggal menunggu kesiapan dari masing-masing orbitan, mana yang paling berpeluang untuk memperlebar jarak.

Apakah Bimo Kurdo bisa menambah poin lebih besar agar aman dari serangan lawan, atau Kamajaya yang akan berpeluang menggeser posisi Bimo Kurdo dengan kemenangan manis yang akan diraih pada putaran berikutnya yang akan dilaksanakan pada akhir pekan ini di Blitar.



Begitu juga di kelas Yunior. Malioboro dan Idola Shorea saat ini hanya berjarak 5 poin saja. Gaco Rudy ataupun Shorea BF masih memungkinkan untuk melakukan pergeseran posisi. Tinggal menunggu kesiapan masing-masing jawara mereka untuk memastikan tampil bagus sehingga berpeluang untuk meraih nilai terbanyak.

Di kelas Pemula, dimana masing-masing gaco mempunyai kualitas yang relatif merata akan menarik juga untuk disimak akhir minggu nanti. Posisi tiga besar berjarak maksimal hanya 30 poin sangat mungkin terjadi perubahan. Siapa diantara mereka yang bakal mampu menggeser dan merangsek naik untuk untuk menjadi yang terbaik di kelas Pemula, nantikan saja Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 Bupati Blitar Cup #4 yang akan digelar pada Minggu 23 Agustus 2026. (Ramlee)


AG Bird Farm Bangkalan Gelar Latber Rutin, Gendrayana Raih Juara

Untuk yang kesekian kalinya Gantangan AG BF Bangkalan yang berada di Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan kembali diramaikan oleh keha...