![]() |
| Penampakan Red Devil mirip ikan Lou Han |
![]() |
| Red Devil menyukai tempat yang berbatu |
![]() |
| Red Devil warna kuning |
![]() |
| Red Devil putih |
![]() |
| Red Devil awal masuk ke Indonesia sebagai ikan hias |
![]() |
| Ledakan populasi Red Devil di danau Toba semakin meresahkan |
Blog Hobi dan Informasi
![]() |
| Penampakan Red Devil mirip ikan Lou Han |
![]() |
| Red Devil menyukai tempat yang berbatu |
![]() |
| Red Devil warna kuning |
![]() |
| Red Devil putih |
![]() |
| Red Devil awal masuk ke Indonesia sebagai ikan hias |
![]() |
| Ledakan populasi Red Devil di danau Toba semakin meresahkan |
Burung Merak merupakan salah satu burung paling memukau di dunia yang dikenal karena bulu ekornya yang besar, berwarna-warni, dan indah seperti kipas. Berdasarkan klasifikasinya, burung merak termasuk dalam genus Pavo dan Afropavo yang merupakan bagian dari famili Phasianidae.
Burung merak seperti karya seni yang hidup, berjalan anggun dengan bulu ekor yang bisa mengembang lebar seperti kipas kerajaan. Burung merak sebenarnya masih satu keluarga dengan ayam hutan dan burung pegar, yaitu keluarga Phasianidae. Mungkin agak sulit dibayangkan, mengingat penampilan burung merak jauh lebih glamor dibanding sepupunya yang sering terlihat di halaman belakang rumah.
Burung merak sering dianggap sebagai salah satu spesies burung paling indah di dunia. Burung ini bukan burung lokal khas satu negara saja. Burung merak tersebar di beberapa bagian Asia dan bahkan Afrika. Secara umum, ada tiga spesies utama burung merak di dunia.
![]() |
| Merak Biru (Pavo cristatus) |
Pertama adalah Merak Biru atau Pavo cristatus, jenis kedua adalah Merak Hijau atau Pavo muticus. Untuk spesies ketiga agak berbeda, yaitu burung Merak Kongo atau Afropavo congensis. Masing-masing jenis tentu punya pesonanya sendiri.
Baca juga : Ayam Hutan Merah, Nenek Moyang Ayam Peliharaan Ternyata sangat Pemalu
Jenis merak hijau dan biru termasuk spesies Asiatik. Merak hijau banyak dijumpai di Asia Tenggara, sedangkan merak biru banyak ditemukan di India. Sementara itu, merak Kongo adalah spesies merak yang berasal dari Cekungan Kongo. Di antara ketiganya, merak India (Pavo cristatus) adalah yang paling terkenal dan sering dijadikan simbol keindahan alam.
![]() |
| Merak Hijau (Pavo muticus) |
Salah satu hal paling menarik dari burung merak adalah penampilan yang berbeda antara jantan dan betinanya. Perbedaan ini disebut dimorfisme seksual, istilah biologi untuk menggambarkan bagaimana jantan dan betina dalam satu spesies bisa terlihat sangat berbeda.
Jadi pada burung merak, bisa langsung diketahui mana jantan dan mana betina hanya dengan sekali lihat. Perbedaan penampilan ini bukan tanpa alasan. Dalam proses evolusi, sifat-sifat seperti warna cerah dan ekor panjang pada merak jantan muncul karena seleksi alam dan seleksi seksual.
Betina biasanya memilih jantan dengan bulu paling indah dan sehat sebagai pasangan, karena itu menandakan bahwa jantan tersebut kuat dan memiliki gen yang baik. Ekor menjadi pembeda paling mencolok antara merak jantan dan betina.
Merak jantan memiliki bulu penutup ekor yang sangat panjang, bisa mencapai 180 hingga 220 sentimeter. Di setiap helainya terdapat pola berbentuk “mata” yang tampak berkilau saat terkena cahaya. Biasanya, jantan akan mengembangkan bulu ekornya ini dalam ritual kawin untuk menarik perhatian betina.
![]() |
| Merak Congo (Afropavo congensis) |
Sementara itu, merak betina punya ekor yang jauh lebih pendek dan berwarna lebih kalem. Tidak ada pola “mata” seperti pada jantan, karena fungsinya berbeda. Warna bulu yang agak kusam justru membantu betina berkamuflase di alam, terutama saat mengerami telur agar terlindung dari pemangsa.
Baca juga : Pheasant, Satwa Eksotis dari Pegunungan Tiongkok Berharga Fantastis
Warna-warni yang tampak mencolok itu sebenarnya bukan hasil pigmen, melainkan berasal dari fenomena yang disebut iridesensi. Setiap helai bulu merak punya struktur mikroskopis yang mampu membiaskan dan memantulkan cahaya, sehingga menghasilkan efek warna yang berubah-ubah tergantung dari sudut pandang dan arah cahaya.
![]() |
| Burung merak lebih sering terlihat di darat |
Merak jantan biasanya berukuran lebih besar dan berat dibandingkan betina. Berat tubuhnya bisa mencapai sekitar 5 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 2 meter lebih, termasuk bagian ekornya yang menjuntai indah. Di sisi lain, merak betina punya tubuh yang lebih kecil dan ringan, dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang sekitar 1 meter.
Penampilannya memang tidak semegah jantan, tapi justru itulah keunikannya. Di habitat aslinya, bentuk tubuh yang lebih ringan membuat merak betina bisa bersembunyi lebih mudah dari predator, sedangkan ukuran besar pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina dalam proses kawin.
Di atas kepala merak ada jambul tegak yang mirip mahkota kecil. Pada merak jantan, jambulnya terlihat lebih besar dan mencolok. Ujung-ujung bulunya berdiri tegak dengan warna yang serasi dengan bulu tubuhnya. Sementara itu, jambul pada merak betina tampak lebih kecil dan halus.
Meski tidak seindah milik jantan, bagian ini punya fungsi penting. Jambul betina ternyata berperan sebagai organ sensorik yang peka terhadap getaran. Saat merak jantan melakukan tarian kawin sambil mengibaskan ekornya, jambul betina akan menangkap getaran halus yang dihasilkan gerakan itu. Jadi, selain melihat tarian indah sang jantan, si betina juga bisa “merasakan” iramanya lewat getaran yang ditangkap jambulnya.
![]() |
| Burung Merak juga mampu terbang jauh |
Habitat burung merak sangat bervariasi tergantung jenisnya. Merak Asia bukan tipe burung yang terpaku di satu tempat saja, tapi lebih suka tinggal di lingkungan yang memberi ruang untuk bergerak bebas dan mencari makan. Biasanya, burung ini bisa ditemukan di hutan terbuka, padang rumput, atau sabana yang masih punya pepohonan rindang di sekitarnya.
Baca juga : Sempidan, Burung Pegar Hutan Pemalu Endemik Sumatera dan Kalimantan
Selain itu, merak Asia juga sering hidup di hutan tropis dataran rendah yang lembap dan hangat. Tempat seperti ini menyediakan banyak sumber makanan dan area yang aman untuk bertengger. Bahkan, di beberapa wilayah Asia, burung merak berkeliaran di sekitar kota atau taman besar. Hal ini terjadi karena cukup terbiasa dengan kehadiran manusia, asal lingkungannya masih menyediakan makanan dan tempat berteduh.
![]() |
| Seekor induk merak sedang mengerami telurnya |
Merak Kongo bisa ditemukan di hutan hujan dataran rendah yang lebat di wilayah cekungan Kongo, Afrika Tengah. Burung ini hidup di area lembap dan rindang yang jadi habitat alaminya, tempat untuk mencari makan sekaligus berlindung dari predator. Karena kehidupan tersembunyi di kedalaman hutan membuat spesies ini menjadi yang paling misterius dan paling akhir ditemukan di antara ketiga jenis merak.
Burung merak adalah hewan omnivora yang memakan berbagai jenis makanan di tanah, termasuk biji-bijian, buah-buahan, serangga, tanaman hijau, hingga reptil kecil. Saat merasa terancam, burung merak bisa lari cepat atau terbang ke pohon. Burung merak bisa terbang, dan termasuk salah satu burung terbang terbesar dan terberat di dunia. Merak lebih sering berjalan di darat, dan menggunakan kemampuan terbangnya untuk jarak pendek, seperti menghindari predator, berpindah tempat, atau bertengger di atas pohon saat malam hari.
![]() |
Induk merak bersama anak-anaknya yang baru saja menetas |
Di musim kawin, perilaku burung merak akan berubah. Merak jantan jadi lebih vokal, lebih sering membuka ekor, dan kadang bisa bertarung dengan sesama jantan untuk menarik perhatian betina. Burung merak dikenal dengan perilaku yang menarik saat musim kawin. Merak jantan akan mengembangkan bulunya dan melakukan tarian untuk menarik perhatian betina. Suara berisik yang dikeluarkan selama proses ini juga berfungsi untuk menarik pasangan.
Meskipun memiliki daya tarik yang besar, populasi merak menghadapi ancaman serius akibat kehilangan habitat, perburuan liar, dan perubahan iklim. Upaya konservasi diperlukan untuk melindungi spesies ini agar tetap lestari di alam liar. Taman nasional dan cagar alam menjadi tempat perlindungan penting bagi burung merak. (Ramlee)
Sumber : remen.id
Merak, Burung dengan Warna Bulu Paling Memukau di Dunia
Komunitas Dekoe Mania Sukoharjo yang tergabung dalam “PEDES” kembali memulai aktifitas hobi derkukunya lewat agenda Latber pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan bertema Liga PEDES 2026 Putaran I kali ini masih menempati lokasi yang sama yakni di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo.
Panitia membuka tiga kelas yang dilombakan yakni kelas Senior, Yunior, dan kelas Pemula, masing-masing satu blok. Puluhan ekor derkuku ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Artinya seluruh tiket yang dibuat panitia, nyaris tidak ada sisa dan terjual habis karena diserbu peserta.
![]() |
| Dalip dibantu teman-teman melakukan pemasangan nomor gantangan |
“Alhamdulillah dukungan peserta dalam Liga PEDES 2026 Putaran 1 ini ternyata sangat besar sehingga tiket yang kami sediakan hampir habis terjual,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo yang ikut hadir. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini adalah putaran pertama dari beberapa kegiatan yang diinginkan.
Sebenarnya sejak lama PEDES ingin menggelar liga latber, namun dikarenakan keterbatasan tiang gantangan yang ada di Lapangan Sukoharjo, maka baru saat ini acara tergelar. “PEDES sudah berani mengadakan Liga karena kecukupan gantangan sudah terpenuhi untuk melombakan kelas Pemula, Yunior, dan Senior,” jelas H. Nur Ali Sasongko.
![]() |
| Juri-juri Jogja ikut kawal gelaran Liga PEDES 2026 |
Harapan kedepan kegiatan ini bisa tergelar setiap bulan hingga akhir tahun nanti. “Liga PEDES 2026 ini akan hadir setiap bulannya, jadi kegiatan ini bisa dibuat untuk mempersiapkan gaco-gaco yang ada untuk menghadapi event yang lebih besar seperti LDI,” ungkap pemilik NASA Bird Farm Sukoharjo.
Panitia Liga PEDES 2026 Putaran I juga sengaja mendatangkan 4 Juri dari Jogjakarta. Ini terjadi dikarenakan beberapa Juri dari Solo berhalangan hadir karena ada acara kerja bakti kampung untuk acara 17-an. Karena di bulan Agustus, hampir semua tempat sibuk dengan agenda Agustusannya.
![]() |
| Wawan (baju putih) suport doorprize lima ekor piyikan derkuku trah B2W |
“Liga PEDES I bisa terlaksana karena dukungan penuh dari peserta. Meski Juri-juri Solo tidak bisa bertugas karena adanya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kita mampu mendatangkan empat sekaligus juri dari Jogja,” ucap H. Nur Ali Sasongko dengan bangganya.
Acara Liga PEDES 2026 Putaran I pun berjalan sukses berkat kekompakan antara PEDES dan DMS. Sebagai contoh peserta saling bantu pemasangan nomor gantangan baru yang didesain dan disiapkan oleh Dalip. Nomor gantangan lama yang terbuat dari kertas karton diganti material dari seng.
![]() |
| Nanang MTJG (tengah) kembali hadir di lapangan |
Dalip yang juga seorang Juri Perumus nasional itu menyiapkan sendiri nomor gantangan tersebut. Mulai motong seng sampai nulis nomor gantangan yang begitu rapih. “Nomor gantangannya sangat bagus tak pikir pakai sablon ternyata ditulis tangan langsung,” puji Jatmiko, yang ikut mengabadikan momen spesial tersebut.
Sementara itu proses penjurian berlangsung lancar tanpa ada kendala. Cuaca cerah secerah hati peserta lomba mengawal sejak peluit tanda dimulainya penjurian. Peserta yang berada dipinggir lapangan nampak tertib meski masih terdengar suara teriakan. Angin yang bertiup dengan kecepatan tidak terlalu tinggi (menyejukan), membuat persaingan berjalan ketat.
![]() |
| Wiwied Sword BF juara di kelas Senior |
Empat babak penjurian tidak mengalami kendala, semua berjalan sesuai harapan dan keinginan semua pihak, yakni panitia dan peserta. Sampai akhirnya babak keempat dinyatakan selesai, seluruh peserta menurunkan derkuku miliknya. Proses perekapan dimulai, untuk menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas.
Untuk kelas Senior, terjadi perebutan posisi juara antara nomor kerekan 57 dan 59. Kerekan 57 yakni Setiaki besutan Sunaryanto sedangkan 59 adalah Sang Gladiator salah satu amunisi andalan Daud Toni. Dua babak awal yakni pertama dan kedua, Setiaki dan Sang Gladiator sama-sama memiliki nilai imbang yakni mendapatkan bendera lima warna.
![]() |
| Juara di kelas Senior |
Pada babak kedua keduanya diimbangi oleh Cleopatra debutan Wagiman yang ada di tiang 58 dengan keberhasilannya mendapatkan bendera lima warna setelah babak pertama hanya mendapatkan bendera empat warna. Pada babak ketiga, persaingan kian seru setelah diluardugaan Setiaki hanya mendapatkan bendera empat warna sedangkan Cleopatra berhasil raih lima warna, sedangkan Sang Gladiator kian mantap dengan capaian lima warnanya.
Sang Gladiator bergelang Sword 117 tampil cukup impresif dengan kembali mendapatkan lima warna pada babak keempat sekaligus menyegel posisi juara di kelas Senior. Disusul oleh Setiaki dengan ring Arya 55 sebagai juara kedua setelah sukses raih bendera lima warnanya kembali.
![]() |
| Dorrick juara di kelas Yunior |
Untuk posisi ketiga ada Cleopatra ring GSM 1827 milik Wagiman. Cleopatra gagal mengimbangi langkah Setiaki setelah hanya mendapatkan bendera tiga warna. “Alhamdulilah, Cleopatra ternyata kualitas suaranya ndak kalah dengan yang juara 2 dan 1,” ujar Wagiman yang kali ini hadir bersama istri tercinta.
“Lagi nyoba burung remaja. Cleopatra baru berumur 8 bulan. Mau bunyi tapi belum maksimal sampai 4 babak. Kalau bisa gacor sampai 4 babak, mungkin hasilnya akan berbeda,” lanjut pemilik GSM Bird Farm ini. Kandang GSM sendiri kerap menelurkan burung-burung berkualitas.
![]() |
| Juara-juara di kelas Yunior |
Untuk kelas Yunior, juara pertama direbut Cakrawala orbitan Dorrick Sukoharjo. Derkuku ternakan PN 873 yang dikerek pada nomor 34 sukses mengunci kemenangan setelah mendapatkan nilai bendera lima warna pada babak pertama dan kedua. Sedang pada babak ketiga dan empat hanya berhasil mendapatkan bendera empat warna.
Posisi kedua diamankan Sang Timur, derkuku hasil ternakan 3GB 18 debutan Sadewa Bird Farm Solo yang ada di tiang kerekan nomor 52. Sebenarnya Sang Timur mempunyai nilai yang sama setelah mendapatkan bendera lima warna pada babak pertama dan keempat, serta bendera empat warna pada babak kedua dan ketiga.
![]() |
| Top-X juara kelas Pemula |
Posisi juara harus melalui meja juri perumus, dan Sang Timur harus mengakui kemenangan Cakrawala setelah kalah di nilai tonjolan dengan sang juara. Diurutan ketiga ada Mami Papi amunisi Daud Toni. Sukses ternakan Sword yang dikerek pada nomor 51 berkat raihan bendera lima warna pada babak pertama dan kedua dan bendera tiga warna pada babak ketiga dan keempat.
Untuk kelas Pemula, juara pertama menjadi milik Rengganis orbitan Top X Boyolali. Derkuku hasil ternak PN 852 yang digantang pada nomor 27 yang begitu menonjol di Dasar Suara dan Gaya iramanya. Posisi kedua Adinda andalan Jatmiko Solo. Derkuku bergelang Dinda 17 yang menempati nomor gantangan 29 ini mampu tampil bagus sepanjang empat babak.
![]() |
| Juara di kelas Pemula |
Urutan ketiga ada Nawa Tirta besutan Lilik Purworejo, keberhasilan burung dengan ring B2W 248 yang digantang pada nomor 22 dengan raihan empat kali bendera empat warna sama dengan juara pertama dan kedua, hanya kalah di tonjolannya saja.
Total ada lima burung yang mampu tampil prima di kelas Pemula ini. Ada Slamet ring Dorrick 32 milik Andang di tiang nomor 20 dan Tentara Langit ring Dorrick 67 milik H. Nur Ali Sasongko di tiang nomor 1. Kedua burung ini menempati peringkat keempat dan kelima.
![]() |
| Wagiman dapat suport langsung dari sang istri tercinta |
Setiap pemenang pada Liga PEDES akan mendapatkan poin yang sudah ditentukan oleh panitia untuk membuktikan siapa yang terbaik di akhir putaran nanti. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/JAT)
![]() |
| Agenda lomba Pengda P3SI Bandar Lampung dihadiri sejumlah tokoh kung mania Lampung |
![]() |
| Potong tumpeng peresmian lapangan Pengwil P3SI Lampung |
![]() |
| Salah satu Juri lomba Semarak Kemerdekaan RI 81 |
![]() |
| Para juara di kelas Dewasa Senior |
![]() |
| Juara kelas Piyik Yunior |
![]() |
| Peraih trofi kejuaraan kelas Piyik Yunior |
![]() |
| Tanaman cocor bebek di habitat alaminya |
![]() |
| Cocor bebek mempunyai bunga yang menarik |
![]() |
| Daun cocor bebek tumbuh tunas-tunas baru |
![]() |
| Cocor bebek mampu berkembang biak melalui tunas daunnya |
![]() |
| Cocor bebek mini (K. tomentosa) |
![]() |
| Cocor bebek berbunga (K. blossfeldiana) |
Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) merupakan jenis ikan hias air tawar agresif asal Amerika Tengah. Secara spesifik, ikan setan merah ad...