Sabtu, 15 Agustus 2026

PPDSI Sukoharjo Gelar Liga PEDES 2026, Panitia Datangkan Empat Juri Jogja, Sang Gladiator Cakrawala dan Rengganis Juara



Komunitas Dekoe Mania Sukoharjo yang tergabung dalam “PEDES” kembali memulai aktifitas hobi derkukunya lewat agenda Latber pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan bertema Liga PEDES 2026 Putaran I kali ini masih menempati lokasi yang sama yakni di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo.

Panitia membuka tiga kelas yang dilombakan yakni kelas Senior, Yunior, dan kelas Pemula, masing-masing satu blok. Puluhan ekor derkuku ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Artinya seluruh tiket yang dibuat panitia, nyaris tidak ada sisa dan terjual habis karena diserbu peserta.


Dalip dibantu teman-teman melakukan pemasangan nomor gantangan


“Alhamdulillah dukungan peserta dalam Liga PEDES 2026 Putaran 1 ini ternyata sangat besar sehingga tiket yang kami sediakan hampir habis terjual,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo yang ikut hadir. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini adalah putaran pertama dari beberapa kegiatan yang diinginkan.

Sebenarnya sejak lama PEDES ingin menggelar liga latber, namun dikarenakan keterbatasan tiang gantangan yang ada di Lapangan Sukoharjo, maka baru saat ini acara tergelar. “PEDES sudah berani mengadakan Liga karena kecukupan gantangan sudah terpenuhi untuk melombakan kelas Pemula, Yunior, dan Senior,” jelas H. Nur Ali Sasongko.


Juri-juri Jogja ikut kawal gelaran Liga PEDES 2026


Harapan kedepan kegiatan ini bisa tergelar setiap bulan hingga akhir tahun nanti. “Liga PEDES 2026 ini akan hadir setiap bulannya, jadi kegiatan ini bisa dibuat untuk mempersiapkan gaco-gaco yang ada untuk menghadapi event yang lebih besar seperti LDI,” ungkap pemilik NASA Bird Farm Sukoharjo.

Panitia Liga PEDES 2026 Putaran I juga sengaja mendatangkan 4 Juri dari Jogjakarta. Ini terjadi dikarenakan beberapa Juri dari Solo berhalangan hadir karena ada acara kerja bakti kampung untuk acara 17-an. Karena di bulan Agustus, hampir semua tempat sibuk dengan agenda Agustusannya.


Wawan (baju putih) suport doorprize lima ekor piyikan derkuku trah B2W


“Liga PEDES I bisa terlaksana karena dukungan penuh dari peserta. Meski Juri-juri Solo tidak bisa bertugas karena adanya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kita mampu mendatangkan empat sekaligus juri dari Jogja,” ucap H. Nur Ali Sasongko dengan bangganya.

Acara Liga PEDES 2026 Putaran I pun berjalan sukses berkat kekompakan antara PEDES dan DMS. Sebagai contoh peserta saling bantu pemasangan nomor gantangan baru yang didesain dan disiapkan oleh Dalip. Nomor gantangan lama yang terbuat dari kertas karton diganti material dari seng.


Nanang MTJG (tengah) kembali hadir di lapangan


Dalip yang juga seorang Juri Perumus nasional itu menyiapkan sendiri nomor gantangan tersebut. Mulai motong seng sampai nulis nomor gantangan yang begitu rapih. “Nomor gantangannya sangat bagus tak pikir pakai sablon ternyata ditulis tangan langsung,” puji Jatmiko, yang ikut mengabadikan momen spesial tersebut.

Sementara itu proses penjurian berlangsung lancar tanpa ada kendala. Cuaca cerah secerah hati peserta lomba mengawal sejak peluit tanda dimulainya penjurian. Peserta yang berada dipinggir lapangan nampak tertib meski masih terdengar suara teriakan. Angin yang bertiup dengan kecepatan tidak terlalu tinggi (menyejukan), membuat persaingan berjalan ketat.


Wiwied Sword BF juara di kelas Senior


Empat babak penjurian tidak mengalami kendala, semua berjalan sesuai harapan dan keinginan semua pihak, yakni panitia dan peserta. Sampai akhirnya babak keempat dinyatakan selesai, seluruh peserta menurunkan derkuku miliknya. Proses perekapan dimulai, untuk menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas.

Untuk kelas Senior, terjadi perebutan posisi juara antara nomor kerekan 57 dan 59. Kerekan 57 yakni Setiaki besutan Sunaryanto sedangkan 59 adalah Sang Gladiator salah satu amunisi andalan Daud Toni. Dua babak awal yakni pertama dan kedua, Setiaki dan Sang Gladiator sama-sama memiliki nilai imbang yakni mendapatkan bendera lima warna.


Juara di kelas Senior


Pada babak kedua keduanya diimbangi oleh Cleopatra debutan Wagiman yang ada di tiang 58 dengan keberhasilannya mendapatkan bendera lima warna setelah babak pertama hanya mendapatkan bendera empat warna. Pada babak ketiga, persaingan kian seru setelah diluardugaan Setiaki hanya mendapatkan bendera empat warna sedangkan Cleopatra berhasil raih lima warna, sedangkan Sang Gladiator kian mantap dengan capaian lima warnanya.

Sang Gladiator bergelang Sword 117 tampil cukup impresif dengan kembali mendapatkan lima warna pada babak keempat sekaligus menyegel posisi juara di kelas Senior. Disusul oleh Setiaki dengan ring Arya 55 sebagai juara kedua setelah sukses raih bendera lima warnanya kembali.


Dorrick juara di kelas Yunior


Untuk posisi ketiga ada Cleopatra ring GSM 1827 milik Wagiman. Cleopatra gagal mengimbangi langkah Setiaki setelah hanya mendapatkan bendera tiga warna. “Alhamdulilah, Cleopatra ternyata kualitas suaranya ndak kalah dengan yang juara 2 dan 1,” ujar Wagiman yang kali ini hadir bersama istri tercinta.

“Lagi nyoba burung remaja. Cleopatra baru berumur 8 bulan. Mau bunyi tapi belum maksimal sampai 4 babak. Kalau bisa gacor sampai 4 babak, mungkin hasilnya akan berbeda,” lanjut pemilik GSM Bird Farm ini. Kandang GSM sendiri kerap menelurkan burung-burung berkualitas.


Juara-juara di kelas Yunior


Untuk kelas Yunior, juara pertama direbut Cakrawala orbitan Dorrick Sukoharjo. Derkuku ternakan PN 873 yang dikerek pada nomor 34 sukses mengunci kemenangan setelah mendapatkan nilai bendera lima warna pada babak pertama dan kedua. Sedang pada babak ketiga dan empat hanya berhasil mendapatkan bendera empat warna.

Posisi kedua diamankan Sang Timur, derkuku hasil ternakan 3GB 18 debutan Sadewa Bird Farm Solo yang ada di tiang kerekan nomor 52. Sebenarnya Sang Timur mempunyai nilai yang sama setelah mendapatkan bendera lima warna pada babak pertama dan keempat, serta bendera empat warna pada babak kedua dan ketiga.


Top-X juara kelas Pemula


Posisi juara harus melalui meja juri perumus, dan Sang Timur harus mengakui kemenangan Cakrawala setelah kalah di nilai tonjolan dengan sang juara. Diurutan ketiga ada Mami Papi amunisi Daud Toni. Sukses ternakan Sword yang dikerek pada nomor 51 berkat raihan bendera lima warna pada babak pertama dan kedua dan bendera tiga warna pada babak ketiga dan keempat.

Untuk kelas Pemula, juara pertama menjadi milik Rengganis orbitan Top X Boyolali. Derkuku hasil ternak PN 852 yang digantang pada nomor 27 yang begitu menonjol di Dasar Suara dan Gaya iramanya. Posisi kedua Adinda andalan Jatmiko Solo. Derkuku bergelang Dinda 17 yang menempati nomor gantangan 29 ini mampu tampil bagus sepanjang empat babak.


Juara di kelas Pemula


Urutan ketiga ada Nawa Tirta besutan Lilik Purworejo, keberhasilan burung dengan ring B2W 248 yang digantang pada nomor 22 dengan raihan empat kali bendera empat warna sama dengan juara pertama dan kedua, hanya kalah di tonjolannya saja.

Total ada lima burung yang mampu tampil prima di kelas Pemula ini. Ada Slamet ring Dorrick 32 milik Andang di tiang nomor 20 dan Tentara Langit ring Dorrick 67 milik H. Nur Ali Sasongko di tiang nomor 1. Kedua burung ini menempati peringkat keempat dan kelima.


Wagiman dapat suport langsung dari sang istri tercinta


Setiap pemenang pada Liga PEDES akan mendapatkan poin yang sudah ditentukan oleh panitia untuk membuktikan siapa yang terbaik di akhir putaran nanti. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/JAT)





Sabtu, 08 Agustus 2026

Pengda P3SI Bandar Lampung Gelar Semarak Kemerdekaan RI 81 di Lapangan Baru, Mawar Merah dan Jahanam Juara




Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pengda P3SI Bandar Lampung menggelar lomba perkutut pada Minggu, 2 Agustus 2026. Bertempat di Lapangan P3SI Pengwil Lampung, Ds. Margorejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Acara berlangsung sukses dan meriah.

Ajang bergengsi ini sukses terlaksana berkat kerja sama yang solid dari para tokoh Kung Mania Lampung Bersatu. Kegiatan bertajuk “Semarak Kemerdekaan RI 81”, sarat akan nuansa nasionalisme dan sportivitas ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar peternak (breeder) dan pencinta perkutut di wilayah Lampung.

Isnandar selaku Ketua Pelaksana Kegiatan, menyatakan bahwa selain untuk memperingati bulan kemerdekaan, agenda ini juga menjadi wadah strategis untuk menguji hasil penangkaran para peternak lokal Lampung. “Kami ingin semangat kemerdekaan ini menular ke para penghobi dan pelestari perkutut di Lampung agar terus produktif menghasilkan burung berkulitas,” ujarnya pemilik RB Bird Farm.


Agenda lomba Pengda P3SI Bandar Lampung dihadiri sejumlah tokoh kung mania Lampung


Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras tim panitia yang diisi oleh para tokoh perkutut tangguh, di antaranya Acenk (Toto Kromo BF), Yudo (Embun BF), Frans (Rock BF), Eko (Monata BF), dan Dapit (Kaktus BF). Juga dukungan sponsor dari PB Bird Farm dan Jordan Bird Farm.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan RI 81 kali ini bertempat di lapangan baru milik Pengwil P3SI Lampung. Dengan kapasitas kerekan sebanyak 4 blok dimana setiap blok ada 36 tiang kerekan. Dan akan terus diperbanyak hingga berkapasitas 6 sampai 8 blok dan 2 blok hanging. Dengan kapasitas sebanyak itu memungkinkan lokasi ini digunakan menggelar kegiatan lebih besar. Beberapa agenda lomba besar di tahun 2027 sedang dipersiapkan.


Potong tumpeng peresmian lapangan Pengwil P3SI Lampung


Launching penggunaan lapangan baru ditandai lewat acara syukuran potong tumpeng bersama beberapa pengurus Pengda, Pengwil, tokoh perkutut, dan kung mania setempat. Lokasi arena lomba ini berada di Desa Margorejo Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dekat dengan akses exit Tol Itera Kotabaru.

Letaknya yang strategis ini mudah sekali dijangkau dengan kondisi jalan yang lebar, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin menuju lokasi tersebut. Akses masuk kesana sangatlah mudah, begitu juga yang berasal dari luar kota, tinggal pilih jalan mana yang akan dilalui. Letaknya yang berada persis dipinggir jalan, memudahkan untuk menemukannya.

Kehadiran lokasi ini diharapkan bisa menjadi awal kembalinya aktifitas kung mania dalam menyalurkan hobi perkututnya. “Alhamdulillah Pengda Lampung kini sudah memiliki lapangan baru, mudah-mudahan bisa menjadi awal bagi kami untuk kembali menjalankan agenda kegiatan demi menyemarakkan hobi perkutut,” terang Dapit salah satu panitia.

“Alhamdulillah, seremoni pemotongan tumpeng menandai peresmian lapangan gantangan baru milik Pengwil P3SI Lampung sekaligus dibukanya perlombaan grand opening. Acara berjalan dengan lancar, mari berlomba dengan khidmat menikmati anggungan irama perkutut bangkok,” tambah Dapit.


Salah satu Juri lomba Semarak Kemerdekaan RI 81


Lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi ini memang berdiri di lokasi strategis dan akses jalan menuju kesana sangatlah mudah. Darmo Halim pemilik Jordan BF juga selaku Ketua Pengwil P3SI Lampung, mengajak kung mania Lampung untuk memajukan hobi. “Mari bersama-sama kita majukan hobi. Salam satu hobi kung mania Lampung Bersatu ke kancah nasional,” ucap Darmo Halim bersemangat.

Sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran lapangan baru ini, Ketua Pengda beserta beberapa pengurus dan juga kung mania Lampung, langsung menjajal lapangan ini. Ternyata burung yang berhasil dikerek lumayan banyak. Padahal kabar adanya pembukaan lapangan baru untuk lomba tidak terpublikasi luas.


Para juara di kelas Dewasa Senior


“Dengan adanya lomba ini, semoga dapat menjalin erat tali silaturahmi sesama penghobi Kung Mania Lampung Bersatu,” harap Koh Jutek (Putra Bodas BF) selaku Penasehat. Dalam perlombaan kali ini, panitia membuka dua kelas yang menjadi pusat perhatian para peserta, yakni kelas Dewasa Senior dan kelas Piyik Yunior. Antusias kung mania dalam memberikan dukungan begitu luar biasa, dua kelas yang dibuka langsung diserbu peserta.

“Alhamdulillah kelas yang kami buka, dipenuhi oleh peserta. Tiap kelas berisi 1 blok sebanyak 42 tiang kerekan. Respon positif diberikan oleh kung mania pada gelaran kali ini,” jelas Dapit. Karena sifat kegiatan yang dipersiapkan secara mendadak sehingga panitia tidak membuka banyak kelas.

Dukungan yang besar inilah yang menjadikan kegiatan milik Pengda P3SI Bandar Lampung ini semakin semarak. Penuh sesaknya peserta di masing-masing kelas yang dibuka, menjadi sinyal kuat bahwa hobi perkutut di Lampung mengalami peningkatan yang luat biasa. Agenda rutin yang mereka gelar, menjadi salah satu faktor.

Cuaca cerah hari itu, seakan ikut mendukung aksi jago-jago perkutut untuk bersaing, menguji mental maupun kualitas anggung merdunya, meskipun angin ikut menyapa sepanjang babak. Sementara tim Juri yang bertugas, siap menilai burung sesuai dengan kualitas dan aturan main P3SI yang sudah disepakati.


Juara kelas Piyik Yunior


Persaingan antar jago untuk mendapat nilai tertinggi, terjadi sejak babak pertama dimulai. Bahkan memasuki babak-babak berikutnya, persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin seru dan ketat. Karena hampir semua jago, sama-sama ngotot menunjukkan kualitas anggung merdunya dihadapan tim Juri yang bertugas.

Setelah melalui persaingan sengit selama empat babak penuh penilaian. Akhirnya tim Juri dan perumus, menetapkan beberapa jago perkutut yang dinilai layak untuk masuk daftar kejuaraan sesuai dengan kualitas anggungnya di masing-masing kelas yang dilombakan. Ada 10 jago yang ditetapkan masuk daftar kejuaraan.


Peraih trofi kejuaraan kelas Piyik Yunior



Untuk kelas Dewasa Senior, posisi pertama berhasil direbut oleh Mawar Merah yang jadi andalan Heri dari Pringsewu. Sedangkan posisi kedua, berhasil diaget oleh Raja jago Mbah Kumis dari Pringsewu. Tempat ketiga direbut Kalimosodo milik Ko Ahok dari Metro.

Sedangkan untuk kelas Piyik Yunior, juara pertama di tempati Jahanam milik Rock BF Bandar Lampung. Posisi kedua berhasil diraih Ratu debutan Mbah Kumis Pringsewu. Dan posisi ketiga mampu dicuri oleh Sangkakala orbitan Rock BF Bandar Lampung. Frans pemilik Rock BF bangga dengan prestasi gacoannya. “Kemenangan hari ini adalah buah manis dari hari-hari panjang yang diisi dengan latihan keras.”





Beberapa kung mania yang hadir cukup puas dengan gelaran lomba dari Pengda P3SI Bandar Lampung. “Kekalahan hari ini hanyalah sebuah peta yang menunjukkan bagian mana yang harus kita perbaiki esok hari,” ucap Berto Julian, Kepala Desa Margorejo. Diakhir acara, panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang mendukung kegiatan sehingga berjalan dengan lancar, tertib dan penuh dengan keakraban. (Ramlee)

Sabtu, 01 Agustus 2026

Cocor Bebek, Tanaman Hias Sukulen Asal Madagaskar yang Bermanfaat untuk Obat Alternatif





Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) merupakan tanaman hias sukulen (mengandung air) yang berasal dari zona kering di Madagaskar. Tanaman ini telah diperkenalkan di banyak daerah sebagai tanaman hias dan terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif).

Cocor bebek telah tersebar luas tumbuh di habitat kering dan semi kering di Meksiko, Florida, Hindia Barat, Venezuela, Spanyol, Portugal, Italia, Australia, Afrika Selatan, dan di beberapa pulau di Pasifik. Species ini dikenal sebagai tanaman invasif di Puerto Rico, Kuba, Venezuela, Spanyol, Australia, Hawaii, dan Kaledonia Baru.

Tanaman cocor bebek banyak ditemukan tumbuh di lingkungan kering (xeric), semi kering, dan gersang. Di wilayah termasuk gurun, hutan kering, padang rumput, semak kaktus, semak berduri, hutan berduri, hutan terganggu, dan pinggir jalan.



Tanaman cocor bebek di habitat alaminya



Species ini mampu bertahan hidup dalam periode kekeringan yang berkepanjangan dengan sedikit atau tanpa air. Namun tidak mentolerir embun beku dan biasanya mati jika mengalami suhu di bawah titik beku. Pertumbuhannya menyukai posisi di bawah matahari penuh atau naungan sebagian.


Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu. Tanaman ini memiliki daun yang besar dan lebar dengan warna hijau tua yang menawan. Cocor bebek dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 60-90 cm dan lebar sekitar 30-60 cm.



Cocor bebek mempunyai bunga yang menarik



Daun cocor bebek adalah daun tunggal, seling berhadapan, bilah daun berbentuk segitiga (triangular) hingga lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi daun bergerigi dan terdapat tunas kecil (planlet) dalam jumlah banyak, pertulangan menyirip, tebal, permukaan daun berlilin (glaucous), berwarna hijau muda, bilah berbintik cokelat keungunan di permukaan bagian bawah.

Bunga majemuk dan terjumbai. Mahkota berwarna merah muda atau lavender, lobus obovate, puncak membulat. Kelopak berbentuk tabung, berwarna hijau atau keunguan, lobus segitiga, panjangnya sama atau lebih panjang dari tabung, puncak lancip. Diameter bunga biasanya berkisar antara 5 hingga 8 cm, tetapi ada juga varietas yang memiliki bunga yang lebih besar.

Cocor bebek menghasilkan buah kotak (capsule) berbentuk tabung berwarna ungu dengan noktah putih, yang merupakan bagian dari struktur generatifnya. Namun, tanaman ini lebih dikenal berkembang biak secara vegetatif melalui tunas adventif yang tumbuh di tepi daunnya. Buahnya menghasilkan biji kecil berwarna putih berbentuk bulat-lonjong dengan garis memanjang.

Batang cocor bebek biasanya berbentuk tunggal, lunak, lurus, bulat, licin, dan tinggi. Bekas melekatnya daun nampak jelas. Kulit batangnya halus dan berwarna hijau, abu-abu hingga cokelat tua. Pada batang yang lebih tua, sering terdapat cincin-cincin yang mengingatkan pada batang pohon kayu.



Daun cocor bebek tumbuh tunas-tunas baru



Cocor bebek berakar tunggang berwarna cokelat yang tumbuh dari batang atau daun, sering kali muncul dari pangkal daun yang jatuh ke tanah untuk berkembang biak. Akar ini rentan terhadap pembusukan jika terlalu banyak air (suka media kering/poros) dan berperan dalam mengambil nutrisi untuk tanaman sukulen ini.


Akar akan tumbuh dalam 2-4 minggu dari pangkal daun yang diletakkan di atas media lembap. Akar ini membutuhkan tanah berporos dan kering. Penyiraman yang moderat sangat penting untuk mencegah akar cocor bebek jadi membusuk karena kelebihan air.



Cocor bebek mampu berkembang biak melalui tunas daunnya



Perbanyakan cocror bebek dilakukan secara generatif (biji) dan secara vegetatif (plantlet, stek batang dan daun). Perbanyakan cocor bebek sangat mudah dilakukan, terutama menggunakan metode vegetatif alami melalui tunas adventif pada daun atau stek daun.

Cukup letakkan daun tua di atas media tanam lembap, atau tancapkan batangnya; tunas baru akan muncul dari tepi daun dalam 2-4 minggu. Setiap tanaman mampu menghasilkan ribuan biji kecil (lebih dari 1000 biji per buah) yang disebarkan oleh angin.

Ada beberapa jenis cocor bebek yang populer di kalangan penghobi tanaman hias, yakni cocor bebek mini (K. tomentosa) berbulu halus, cocor bebek besar (K. daigremontiana) dengan tunas di pinggir daun, dan cocor bebek berbunga (K. blossfeldiana atau K. calandiva) yang berwarna-warni.

Daun cocor bebek kaya akan senyawa bioaktif yang berkhasiat bagi kesehatan, terutama flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Tanaman ini juga mengandung senyawa antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi seperti bryophyllin A, asam askorbat, quercetin, serta senyawa fenolik.



Cocor bebek mini (K. tomentosa)



Tanaman cocor bebek banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Di dalam pengobatan herbal China, tanaman ini telah digunakan untuk meringankan muntah dan batuk, menurunkan panas, mengobati asma, batu ginjal, maag, mempercepat penyembuhan luka, bisul, meringankan gangguan psikis agitasi, kegelisahan dan kecemasan.


Cocor bebek juga memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antijamur, antiinflamasi, analgesik, antihipertensi, antioksidan, antidiabetes, hemostatik. Namun, khasiat bagi kesehatan manusia dari kandungan daun cocor bebek perlu penelitian lebih lanjut dengan cara studi klinis.



Cocor bebek berbunga (K. blossfeldiana)



Penggunaan daun cocor bebek sebagai pengobatan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama untuk studi klinis khasiatnya. Efek samping dari mengonsumsi daun cocor bebek sendiri belum diketahui sehingga tetap perlu berhati-hati apa bila mengonsumsi daun cocor bebek sebagai pengobatan alternatif.

Dan perlu diwaspadai terlebih jika mengonsumsi obat lainnya agar tidak terjadi reaksi akibat interaksi zat yang ada. Untuk itu apabila mengalami masalah kesehatan ada baiknya tetap memeriksakan diri terlebih dahulu pada dokter agar diberikan penanganan yang tepat. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Minggu, 26 Juli 2026

Solo Anggrek Festival 2026, Hadirkan Ribuan Anggrek Hibrida dan Spesies Langka Nusantara



Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo. Acara itu berlangsung pada 18—26 Juli 2026 di Loji Gandrung (Rumah Dinas Wali Kota Surakarta) Jl. Slamet Riyadi No.261, Penumping, Kec. Laweyan, Kota Surakarta. Berbeda dengan tahun lalu yang bertempat di Graha Wisata Niaga, festival tahun ini dipindahkan ke lokasi baru yang lebih rindang dan bernilai sejarah.

Solo Anggrek Festival digagas oleh Arifin Mustain Wijaya bersama komunitas Sutasora (Suka Tanaman Soloraya) serta dukungan dari pengurus Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Solo Raya, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta. Solo Anggrek Festival mengusung tema “Merawat Keindahan Nusantara, Menumbuhkan Kolaborasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”.

Solo Anggrek Festival 2026 menjadi ajang edukasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendorong pengembangan ekonomi bisnis dan pariwisata berbasis florikultura. Gelaran ini menyajikan berbagai kegiatan menarik mulai dari menampilkan berbagai varietas anggrek langka nusantara, bursa tanaman, lokakarya budidaya, hingga pameran.


Isye dan Arifin sebagai Panitia Pelaksana


Acara berskala nasional ini dibuka secara meriah oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Wamentan memberikan dukungan penuh pemerintah terhadap hilirisasi industri ekonomi kreatif dan hortikultura nasional. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki yang turut mendampingi dalam prosesi pembukaan dan peninjauan area pameran, menegaskan, konservasi anggrek harus berjalan seiring dengan pemanfaatan yang berkelanjutan. Menurutnya, anggrek memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi jika dikelola secara bertanggung jawab.

“Kita perlu memperkuat perlindungan habitat anggrek, memperluas budidaya, memastikan ketelusuran peredarannya, meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, serta menumbuhkan generasi baru pencinta flora Indonesia,” ujarnya. Acara berskala nasional ini terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya. Menurut Arifin Mustain Wijaya (Ketua Panitia sekaligus tokoh PAI Solo Raya).


Masyarakat umum antusias mengunjungi Solo Anggrek Festival 2026


Solo Anggrek Festival bermula dari kegiatan berkumpul para anggota komunitas Sutasora yang ingin membuat pameran tanaman hias dengan konsep festival yang lebih meriah. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang hadir dalam pembukaan mengapresiasi komunitas Sutasora dan seluruh pihak yang telah menggagas penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mengembangkan potensi tanaman hias di Kota Solo.

“Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan festival ini. Kami berharap festival ini setiap tahun akan berjalan terus dan terus berdampak kepada ekonomi dan masyarakat di sekitar yang ada di Kota Surakarta,” ujar Respati.

“Pelestarian anggrek ini bukan semata hanya tugas para pencinta tanaman, melainkan tanggung jawab bersama. Industri hobi, salah satunya anggrek, benar-benar bisa mendorong ekonomi. Justru tanaman hobi menjadi nilai ekonomi di perkotaan yang bisa menjadikan penciptaan lapangan kerja,” kata Respati. “Festival ini menjadi wujud komitmen Kota Solo dalam menghadirkan ruang apresiasi bagi pencinta anggrek, sekaligus memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, dan kecintaan terhadap lingkungan.”

Solo Anggrek Festival 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti talkshow budidaya anggrek, pameran tanaman hias, lomba, workshop, hingga pertunjukan seni yang siap menghibur pengunjung setiap harinya. Hari pertama penyelenggaraan diprediksi menjadi salah satu momen paling meriah.


Berbagai jenis anggrek di tampilkan di Solo Anggrek Festival ini


Pengunjung dapat melihat langsung berbagai jenis anggrek langka, berburu tanaman favorit, memperoleh edukasi seputar budidaya anggrek dari para ahli, hingga mengabadikan momen di berbagai spot foto yang telah disiapkan panitia. Bagi masyarakat yang ingin berburu tanaman hias, ada beragam jenis anggrek dipamerkan sekaligus dijual dengan harga yang sangat beragam, mulai sekitar Rp25 ribu hingga mencapai jutaan rupiah untuk koleksi langka dan eksklusif.

Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatann, mulai dari lomba, workshop, hingga talkshow dengan pakar anggrek nasional. Seperti talkshow konservasi anggrek bersama M. Farkhan Masykur (pegiat tanaman anggrek) dan talksho workhsop bisnis anggrek untuk UMKM bersama tim Ocha Orchid.


Panitia menyiapkan sekitar 35 stan pameran


Festival yang berlangsung selama sembilan hari ini juga menjadi ajang pertemuan para pecinta anggrek, pelaku usaha tanaman hias, hingga komunitas UMKM dari berbagai daerah. Acara ini menampilkan beragam jenis anggrek asli Indonesia dari berbagai daerah dan memperlihatkan kekayaan flora Nusantara yang memukau.

Ada beragam jenis anggrek yang dipamerkan seperti Anggrek Bulan, Anggrek Bibir Berbulu, Anggrek Dendrobium, Anggrek Cattleya, Anggrek Oncidium dan masih banyak yang lainnya. Salah satunya ada Anggrek jenis Dendrobium Michiko (Anggrek Sultan Jadul), Dendrobium Trilamelatum (Anggrek Spesies dari Papua dan Australia) dan Dendrobium Roro Ireng.

Penataan anggrek di Solo Anggrek Festival dilakukan dengan menyusun sekitar 35 stan pameran dan menata ratusan hingga ribuan koleksi di pelataran serta area terbuka Loji Gandrung. Sebanyak 35 stan pedagang, pembudidaya, dan UMKM dari berbagai daerah disusun rapi untuk memudahkan pengunjung melihat ragam jenis bunga.

Tanaman anggrek ditata berdasarkan kategori seperti jenis spesies asli Nusantara, hasil persilangan (hybrid) terbaik, hingga tanaman hias langka. Penempatan pot dan papan display disesuaikan dengan lanskap asri halaman rumah dinas wali kota agar tampak alami dan indah dipandang. Berbagai stan juga menyediakan tanaman hias khas Tawangmangu, aneka jenis kaktus (seperti koleksi dari Cactus Rumah Sejuk), tanaman hias unik/langka, hingga suvenir.


Pengunjung sedang transaksi dengan anggrek pilihannya


Terdapat penilaian dan kontes anggrek dalam rangkaian acara Solo Anggrek Festival 2026. Dalam kompetisi tanaman tersebut, terdapat beberapa kategori penilaian dan penghargaan bergengsi, meliputi Best of Show (Juara Umum), Best of Species (Anggrek Spesies Terbaik), Best of Hybrid (Anggrek Hibrida Terbaik), dan Best of Section.

Best of Hybrid (Terbaik Hibrida), berhasil diraih oleh Wahyono, pemilik kebun anggrek Zilquin Orchid dari Tawangmangu, lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Wahyono memenangkan penghargaan ini lewat keberhasilannya menyilangkan tanaman anggrek bulan jenis Phalaenopsis Blush Pink. Stan miliknya juga sempat ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat pembukaan acara.


Anggrek-anggrek terbaik di pajang di teras depan Loji Gandrung


Best of Species (Terbaik Spesies), penghargaan ini diberikan untuk kategori tanaman anggrek spesies asli alam (non-silangan) yang memiliki kualitas pertumbuhan dan kemekaran paling sempurna. Sebagai informasi, penilaian untuk gelar Best of Show di festival ini didominasi oleh pesona spesies lokal, di mana bunga anggrek jenis Vanda Tricolor berhasil menyabet gelar tertinggi tersebut.

Seluruh tanaman pemenang kontes, termasuk piala Best of Show saat ini dipajang di area display khusus di teras utama Loji Gandrung. Para pengunjung dapat melihat secara langsung fisik tanaman juara tersebut hingga penutupan Solo Anggrek Festival pada tanggal 26 Juli 2026. (Ramlee/JAT)


Sabtu, 25 Juli 2026

Pengcab PPDSI Surakarta Gelar Bengawan Solo Cup 2026 LDI #3, Bimo Kurdo Abimanyu dan Oreon Rebut Juara



Liga Derkuku Indonesia 2026 putaran III bertajuk Bengawan Solo Cup sukses digelar Pengcab PPDSI Surakarta pada Minggu, 19 Juli 2026 di Lapangan Gawanan Colomadu – Karanganyar. Dari 4 blok yang dibuka masing-masing 1 blok kelas Senior, 1 blok kelas Yunior dan 2 blok kelas Pemula ramai disesaki peserta dan hanya menyisakan beberapa tiket saja.

Sebagai gelaran berskala nasional, LDI Putaran III ini pun tidak saja dihadiri deku mania dari Solo Raya saja. Dekoe Mania dari tiga blok utama (Blok Barat, Tengah, dan Timur) di Pulau Jawa menggeruduk gelaran LDI putaran ke-3 tersebut. Selain dari Solo Raya datang juga dekoe mania dari Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Boyolali, Tulungagung, Blitar, Kediri, Sidoarjo, dan banyak daerah lainnya.


Piala unik yang diperebutkan


Ketua Panitia LDI III Agung Cahyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh dekoe mania yang sudah berkenan hadir di ajang Bengawan Solo Cup. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan baik sponsorship maupun doorprize dan dukungan lainnya serta para juri yang sudah bekerja maksimal.

“Kami mewakili panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan Bengawan Solo Cup ada hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Agung Cahyanto. Even Nasional ini tentu saja ikut dihadiri para sesepuh dekoe mania dengan gaco-gaco istimewanya. Hal ini benar-benar menjadi perjuangan yang tidak mudah buat gaco Solo Raya sebagai tuan rumah untuk bisa merebut juara.


Briefing juri oleh Pengurus Pusat PPDSI dilanjut doa bersama sebelum bertugas


Cuaca cerah hari itu, seakan ikut merestui gelaran LDI ke tiga di Solo. Ajang adu mental dan kualitas anggung jago-jago derkuku terbaik se Indonesia. Suasananya betul-betul ramai dan seru di tiga kelas untuk berburu poin Liga, yaitu kelas Senior, Yunior, dan Pemula.

Sementara dari bibir arena, terdengar teriakan-terikan kecil para joki maupun pemilik untuk mensuport jagonya. Agar burung andalanya mau kerja bagus dan maksimal sehingga juri memberikan nilai tertinggi. Bahkan setiap ada yang selesai melepas suara anggung merdunya, juga langsung terdengar teriakan bersama sang joki dan pemilik.


Team Boyolali


Tapi semua teriakan itu tidak sampai mengganggu kinerja para juri yang bertugas. Karena hari itu, para pengadil di lapangan benar-benar fokus menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan main PPDSI. Fair play, memberikan nilai sesuai kerja dan kualitas anggung burung saat itu, tanpa ada kepentingan lainnya.

Pertarungan adu kualitas anggungan ketat dan seru, seperti yang terjadi di kelas Senior. Para kontestan langsung melaju kencang sejak babak pertama dimulai. Bimo Kurdo di kerekan nomor 20 milik Shorea BF, Kamajaya di kerekan nomor 22 gaco B2W, dan Golden Star di tiang 21 debutan Eko LMS langsung tampil nagen di tangkringan dan sukses menembus nilai enam warna. Ada empat gaco lainnya di akhir babak yang berhasil mendapatkan bendera lima warna.


Team Jogja yang begitu bersemangat


Pada babak kedua terjadi persaingan sengit antara Bimo Kurdo dan Kamajaya, keduanya secara bergantian saling kejar perolehan nilai hingga kembali sukses raih bendera enam warna. Sayang, Golden Star tidak dapat menampilkan performa terbaiknya dan hanya mendapatkan bendera lima warna.

Babak ketiga dilangsungkan setelah panitia memberikan waktu sejenak buat para juri, Bimo Kurdo dan Kamajaya yang tampil ciamik di awal seolah kehilangan ritme. Bimo Kurdo hanya mampu mendapatkan bendera lima warna, sedangkan Kamajaya capaiannya mentok di bendera empat warna. Golden Star kembali mendapatkan bendera lima warna.


Team Blitar


Pada babak pamungkas, ketika stamina kontestan mulai melorot, tiga gaco teratas ternyata masih sanggup tampil apik. Bahkan Bimo Kurdo mendapatkan tancapan bendera enam warna. Prestasi ini sekaligus menempatkannya di podium juara kelas Senior, setelah total nilainya tidak terkejar oleh para rival.

Di posisi kedua ada Kamajaya setelah berhasil menjaga jarak dari kejaran Golden Star yang tampil stabil. Sejatinya kedua burung mendapatkan total nilai yang sama, namun Kamajaya mendapatkan keuntungan setelah mampu mendapatkan bendera enam warna dua kali pada babak pertama dan kedua.


Sukarja sukses mengantar Bimo Kurdo juara di kelas Senior


Pertarungan di kelas Yunior juga tidak seru. Ada empat burung yang berhasil mendapatkan tancapan bendera lima warna, diantaranya Idola Shorea tiang 180, Malioboro tiang 184, Wiro Sableng tiang 187, dan Abimanyu tiang 196. Saling kejar perolehan nilai terus terjadi hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua Idola Shorea, Wiro Sableng, dan Abimanyu langsung tancap gas menembus nilai lima warna, sementara Malioboro mengendorkan tekanan dengan hanya mendapatkan bendera empat warna. Tirtonadi yang ada di tiang 210 ikut meramaikan perburuan gelar juara dengan hasil bendera lima warna.


Juara di kelas Senior


Pada babak ketiga, ada delapan gaco tampil ciamik menembus nilai lima warna. Tiga diantaranya tetap stabil dengan performa ciamiknya, yakni Idola Shorea, Wiro Sableng, dan Abimanyu. Di babak keempat, ketiganya masih tetap stabil meraih nilai lima warna.

Penentuan juara ditentukan di meja juri perumus untuk meilhat keunggulan nilai yang didapat tiga gaco teratas di kelas Yunior ini, karena masing-masing mendapatkan nilai yang sama. Dari akumulasi nilai, Abimanyu ring N3 172 milik N3 BF Tulungagung berhasil menduduki podium utama.


Abimanyu milik N3 BF Tulungagung juara di kelas Yunior


Disusul kemudian oleh Idola Shorea bergelang B2W 3665 gaco Shorea BF dari Sleman yang merebut tempat kedua. Dan Wiro Sableng dengan ring DA 212 milik Cak hari dari Bogor berhak menduduki podium ketiga di kelas Yunior Bengawan Solo Cup 2026.

Di kelas Pemula yang memuat dua blok, menghadirkan kekuatan yang berimbang antar kontestan. Di kelas yang membatasi kualitas burung hanya sampai empat warna ini paling banyak menghadirkan peserta. Gairah Liga Derkuku Indonesia sebagai gelaran prestisius penggemar derkuku irama di tanah air terasa semakin meningkat.


Juara kelas Yunior


Melalui persaingan ketat untuk berebut nilai tertinggi selama empat babak penuh, akhirnya Oreon ring Kinanti 470 milik Puji dari Sleman berhasil mengamankan poin tertinggi LDI di kelas Pemula. Selanjutnya ada Idola Shorea ring Shorea 56 milik Shorea BF Sleman di tempat kedua, dan Sekar Dadu ring Domisol 151 besutan Bangsis dari Sidoarjo.

“Hanya kebetulan,” ujar Pamungkas Puji Raharjo merendah, saat mengomentari prestasi Oreon burungnya. “Ya, saya juga ndak begitu bisa memantau hanya yakin saja jika mau bunyi dan terpantau Insya’ Allah bisa dipertimbangkan,” tambahnya. “Tapi mungkin kemarin juga banyak burung bagus yang tidak maksimal kerja, sehingga Oreon bisa juara.”


Puji Kinanti BF juara di kelas Pemula


Juara di kelas Pemula


“Sebenarnya ini peran dari istri tercinta yang support hobby saya. Karena saya tidak bisa menyiapkan sendiri, kebetulan saya kerja di luar kota dan istri yang jemurin serta kasih makan dan minum selama saya tinggal. Tapi emang burung sukanya sama wanita…hehehe,” canda Puji.

“Awalnya saya pagi kemarin sudah mau gak jadi berangkat, karena masih capek banget,” jelas Puji. “Lha kok istri malah nanya, kok gak jadi berangkat, ayo tak kancani. Jadi langsung semangat saya. Alhamdulillah burung mau kerja maksimal tanpa dikomando. Dan saya juga ndak ada pikiran juara, hanya lihat dari jauh kok bunyi dan dapat nilai maksimal.”


Ndan Irul berhasil menggondol door prize utama “Domba”


Doorprize sangkar derkuku


Sigit B2W mendapat doorprize kompor listrik


Lilik dari Purworejo dapat hadiah kipas angin


“Sekali lagi saya selaku penanggung jawab acara ini, tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung suksesnya lomba. Dan juga kepada semua kru panitia yang kerja all out, sehingga lomba ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Dan permohonan ma’af, bila masih banyak kekurangan,” tutur Agung Cahyanto diakhir acara. Gelaran LDI berikutnya direncanakan digelar pada 23 Agustus 2026 di Kab. Blitar. (Ramlee/JAT)







PPDSI Sukoharjo Gelar Liga PEDES 2026, Panitia Datangkan Empat Juri Jogja, Sang Gladiator Cakrawala dan Rengganis Juara

Komunitas Dekoe Mania Sukoharjo yang tergabung dalam “PEDES” kembali memulai aktifitas hobi derkukunya lewat agenda Latber pada Minggu, 9 Ag...