Minggu, 26 Juli 2026

Solo Anggrek Festival 2026, Hadirkan Ribuan Anggrek Hibrida dan Spesies Langka Nusantara



Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo. Acara itu berlangsung pada 18—26 Juli 2026 di Loji Gandrung (Rumah Dinas Wali Kota Surakarta) Jl. Slamet Riyadi No.261, Penumping, Kec. Laweyan, Kota Surakarta. Berbeda dengan tahun lalu yang bertempat di Graha Wisata Niaga, festival tahun ini dipindahkan ke lokasi baru yang lebih rindang dan bernilai sejarah.

Solo Anggrek Festival digagas oleh Arifin Mustain Wijaya bersama komunitas Sutasora (Suka Tanaman Soloraya) serta dukungan dari pengurus Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Solo Raya, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta. Solo Anggrek Festival mengusung tema “Merawat Keindahan Nusantara, Menumbuhkan Kolaborasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”.

Solo Anggrek Festival 2026 menjadi ajang edukasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendorong pengembangan ekonomi bisnis dan pariwisata berbasis florikultura. Gelaran ini menyajikan berbagai kegiatan menarik mulai dari menampilkan berbagai varietas anggrek langka nusantara, bursa tanaman, lokakarya budidaya, hingga pameran.


Isye dan Arifin sebagai Panitia Pelaksana


Acara berskala nasional ini dibuka secara meriah oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Wamentan memberikan dukungan penuh pemerintah terhadap hilirisasi industri ekonomi kreatif dan hortikultura nasional. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki yang turut mendampingi dalam prosesi pembukaan dan peninjauan area pameran, menegaskan, konservasi anggrek harus berjalan seiring dengan pemanfaatan yang berkelanjutan. Menurutnya, anggrek memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi jika dikelola secara bertanggung jawab.

“Kita perlu memperkuat perlindungan habitat anggrek, memperluas budidaya, memastikan ketelusuran peredarannya, meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, serta menumbuhkan generasi baru pencinta flora Indonesia,” ujarnya. Acara berskala nasional ini terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya. Menurut Arifin Mustain Wijaya (Ketua Panitia sekaligus tokoh PAI Solo Raya).


Masyarakat umum antusias mengunjungi Solo Anggrek Festival 2026


Solo Anggrek Festival bermula dari kegiatan berkumpul para anggota komunitas Sutasora yang ingin membuat pameran tanaman hias dengan konsep festival yang lebih meriah. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang hadir dalam pembukaan mengapresiasi komunitas Sutasora dan seluruh pihak yang telah menggagas penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mengembangkan potensi tanaman hias di Kota Solo.

“Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan festival ini. Kami berharap festival ini setiap tahun akan berjalan terus dan terus berdampak kepada ekonomi dan masyarakat di sekitar yang ada di Kota Surakarta,” ujar Respati.

“Pelestarian anggrek ini bukan semata hanya tugas para pencinta tanaman, melainkan tanggung jawab bersama. Industri hobi, salah satunya anggrek, benar-benar bisa mendorong ekonomi. Justru tanaman hobi menjadi nilai ekonomi di perkotaan yang bisa menjadikan penciptaan lapangan kerja,” kata Respati. “Festival ini menjadi wujud komitmen Kota Solo dalam menghadirkan ruang apresiasi bagi pencinta anggrek, sekaligus memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, dan kecintaan terhadap lingkungan.”

Solo Anggrek Festival 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti talkshow budidaya anggrek, pameran tanaman hias, lomba, workshop, hingga pertunjukan seni yang siap menghibur pengunjung setiap harinya. Hari pertama penyelenggaraan diprediksi menjadi salah satu momen paling meriah.


Berbagai jenis anggrek di tampilkan di Solo Anggrek Festival ini


Pengunjung dapat melihat langsung berbagai jenis anggrek langka, berburu tanaman favorit, memperoleh edukasi seputar budidaya anggrek dari para ahli, hingga mengabadikan momen di berbagai spot foto yang telah disiapkan panitia. Bagi masyarakat yang ingin berburu tanaman hias, ada beragam jenis anggrek dipamerkan sekaligus dijual dengan harga yang sangat beragam, mulai sekitar Rp25 ribu hingga mencapai jutaan rupiah untuk koleksi langka dan eksklusif.

Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatann, mulai dari lomba, workshop, hingga talkshow dengan pakar anggrek nasional. Seperti talkshow konservasi anggrek bersama M. Farkhan Masykur (pegiat tanaman anggrek) dan talksho workhsop bisnis anggrek untuk UMKM bersama tim Ocha Orchid.


Panitia menyiapkan sekitar 35 stan pameran


Festival yang berlangsung selama sembilan hari ini juga menjadi ajang pertemuan para pecinta anggrek, pelaku usaha tanaman hias, hingga komunitas UMKM dari berbagai daerah. Acara ini menampilkan beragam jenis anggrek asli Indonesia dari berbagai daerah dan memperlihatkan kekayaan flora Nusantara yang memukau.

Ada beragam jenis anggrek yang dipamerkan seperti Anggrek Bulan, Anggrek Bibir Berbulu, Anggrek Dendrobium, Anggrek Cattleya, Anggrek Oncidium dan masih banyak yang lainnya. Salah satunya ada Anggrek jenis Dendrobium Michiko (Anggrek Sultan Jadul), Dendrobium Trilamelatum (Anggrek Spesies dari Papua dan Australia) dan Dendrobium Roro Ireng.

Penataan anggrek di Solo Anggrek Festival dilakukan dengan menyusun sekitar 35 stan pameran dan menata ratusan hingga ribuan koleksi di pelataran serta area terbuka Loji Gandrung. Sebanyak 35 stan pedagang, pembudidaya, dan UMKM dari berbagai daerah disusun rapi untuk memudahkan pengunjung melihat ragam jenis bunga.

Tanaman anggrek ditata berdasarkan kategori seperti jenis spesies asli Nusantara, hasil persilangan (hybrid) terbaik, hingga tanaman hias langka. Penempatan pot dan papan display disesuaikan dengan lanskap asri halaman rumah dinas wali kota agar tampak alami dan indah dipandang. Berbagai stan juga menyediakan tanaman hias khas Tawangmangu, aneka jenis kaktus (seperti koleksi dari Cactus Rumah Sejuk), tanaman hias unik/langka, hingga suvenir.


Pengunjung sedang transaksi dengan anggrek pilihannya


Terdapat penilaian dan kontes anggrek dalam rangkaian acara Solo Anggrek Festival 2026. Dalam kompetisi tanaman tersebut, terdapat beberapa kategori penilaian dan penghargaan bergengsi, meliputi Best of Show (Juara Umum), Best of Species (Anggrek Spesies Terbaik), Best of Hybrid (Anggrek Hibrida Terbaik), dan Best of Section.

Best of Hybrid (Terbaik Hibrida), berhasil diraih oleh Wahyono, pemilik kebun anggrek Zilquin Orchid dari Tawangmangu, lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Wahyono memenangkan penghargaan ini lewat keberhasilannya menyilangkan tanaman anggrek bulan jenis Phalaenopsis Blush Pink. Stan miliknya juga sempat ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat pembukaan acara.


Anggrek-anggrek terbaik di pajang di teras depan Loji Gandrung


Best of Species (Terbaik Spesies), penghargaan ini diberikan untuk kategori tanaman anggrek spesies asli alam (non-silangan) yang memiliki kualitas pertumbuhan dan kemekaran paling sempurna. Sebagai informasi, penilaian untuk gelar Best of Show di festival ini didominasi oleh pesona spesies lokal, di mana bunga anggrek jenis Vanda Tricolor berhasil menyabet gelar tertinggi tersebut.

Seluruh tanaman pemenang kontes, termasuk piala Best of Show saat ini dipajang di area display khusus di teras utama Loji Gandrung. Para pengunjung dapat melihat secara langsung fisik tanaman juara tersebut hingga penutupan Solo Anggrek Festival pada tanggal 26 Juli 2026. (Ramlee/JAT)


Sabtu, 25 Juli 2026

Pengcab PPDSI Surakarta Gelar Bengawan Solo Cup 2026 LDI #3, Bimo Kurdo Abimanyu dan Oreon Rebut Juara



Liga Derkuku Indonesia 2026 putaran III bertajuk Bengawan Solo Cup sukses digelar Pengcab PPDSI Surakarta pada Minggu, 19 Juli 2026 di Lapangan Gawanan Colomadu – Karanganyar. Dari 4 blok yang dibuka masing-masing 1 blok kelas Senior, 1 blok kelas Yunior dan 2 blok kelas Pemula ramai disesaki peserta dan hanya menyisakan beberapa tiket saja.

Sebagai gelaran berskala nasional, LDI Putaran III ini pun tidak saja dihadiri deku mania dari Solo Raya saja. Dekoe Mania dari tiga blok utama (Blok Barat, Tengah, dan Timur) di Pulau Jawa menggeruduk gelaran LDI putaran ke-3 tersebut. Selain dari Solo Raya datang juga dekoe mania dari Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Boyolali, Tulungagung, Blitar, Kediri, Sidoarjo, dan banyak daerah lainnya.


Piala unik yang diperebutkan


Ketua Panitia LDI III Agung Cahyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh dekoe mania yang sudah berkenan hadir di ajang Bengawan Solo Cup. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan baik sponsorship maupun doorprize dan dukungan lainnya serta para juri yang sudah bekerja maksimal.

“Kami mewakili panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan Bengawan Solo Cup ada hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Agung Cahyanto. Even Nasional ini tentu saja ikut dihadiri para sesepuh dekoe mania dengan gaco-gaco istimewanya. Hal ini benar-benar menjadi perjuangan yang tidak mudah buat gaco Solo Raya sebagai tuan rumah untuk bisa merebut juara.


Briefing juri oleh Pengurus Pusat PPDSI dilanjut doa bersama sebelum bertugas


Cuaca cerah hari itu, seakan ikut merestui gelaran LDI ke tiga di Solo. Ajang adu mental dan kualitas anggung jago-jago derkuku terbaik se Indonesia. Suasananya betul-betul ramai dan seru di tiga kelas untuk berburu poin Liga, yaitu kelas Senior, Yunior, dan Pemula.

Sementara dari bibir arena, terdengar teriakan-terikan kecil para joki maupun pemilik untuk mensuport jagonya. Agar burung andalanya mau kerja bagus dan maksimal sehingga juri memberikan nilai tertinggi. Bahkan setiap ada yang selesai melepas suara anggung merdunya, juga langsung terdengar teriakan bersama sang joki dan pemilik.


Team Boyolali


Tapi semua teriakan itu tidak sampai mengganggu kinerja para juri yang bertugas. Karena hari itu, para pengadil di lapangan benar-benar fokus menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan main PPDSI. Fair play, memberikan nilai sesuai kerja dan kualitas anggung burung saat itu, tanpa ada kepentingan lainnya.

Pertarungan adu kualitas anggungan ketat dan seru, seperti yang terjadi di kelas Senior. Para kontestan langsung melaju kencang sejak babak pertama dimulai. Bimo Kurdo di kerekan nomor 20 milik Shorea BF, Kamajaya di kerekan nomor 22 gaco B2W, dan Golden Star di tiang 21 debutan Eko LMS langsung tampil nagen di tangkringan dan sukses menembus nilai enam warna. Ada empat gaco lainnya di akhir babak yang berhasil mendapatkan bendera lima warna.


Team Jogja yang begitu bersemangat


Pada babak kedua terjadi persaingan sengit antara Bimo Kurdo dan Kamajaya, keduanya secara bergantian saling kejar perolehan nilai hingga kembali sukses raih bendera enam warna. Sayang, Golden Star tidak dapat menampilkan performa terbaiknya dan hanya mendapatkan bendera lima warna.

Babak ketiga dilangsungkan setelah panitia memberikan waktu sejenak buat para juri, Bimo Kurdo dan Kamajaya yang tampil ciamik di awal seolah kehilangan ritme. Bimo Kurdo hanya mampu mendapatkan bendera lima warna, sedangkan Kamajaya capaiannya mentok di bendera empat warna. Golden Star kembali mendapatkan bendera lima warna.


Team Blitar


Pada babak pamungkas, ketika stamina kontestan mulai melorot, tiga gaco teratas ternyata masih sanggup tampil apik. Bahkan Bimo Kurdo mendapatkan tancapan bendera enam warna. Prestasi ini sekaligus menempatkannya di podium juara kelas Senior, setelah total nilainya tidak terkejar oleh para rival.

Di posisi kedua ada Kamajaya setelah berhasil menjaga jarak dari kejaran Golden Star yang tampil stabil. Sejatinya kedua burung mendapatkan total nilai yang sama, namun Kamajaya mendapatkan keuntungan setelah mampu mendapatkan bendera enam warna dua kali pada babak pertama dan kedua.


Sukarja sukses mengantar Bimo Kurdo juara di kelas Senior


Pertarungan di kelas Yunior juga tidak seru. Ada empat burung yang berhasil mendapatkan tancapan bendera lima warna, diantaranya Idola Shorea tiang 180, Malioboro tiang 184, Wiro Sableng tiang 187, dan Abimanyu tiang 196. Saling kejar perolehan nilai terus terjadi hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua Idola Shorea, Wiro Sableng, dan Abimanyu langsung tancap gas menembus nilai lima warna, sementara Malioboro mengendorkan tekanan dengan hanya mendapatkan bendera empat warna. Tirtonadi yang ada di tiang 210 ikut meramaikan perburuan gelar juara dengan hasil bendera lima warna.


Juara di kelas Senior


Pada babak ketiga, ada delapan gaco tampil ciamik menembus nilai lima warna. Tiga diantaranya tetap stabil dengan performa ciamiknya, yakni Idola Shorea, Wiro Sableng, dan Abimanyu. Di babak keempat, ketiganya masih tetap stabil meraih nilai lima warna.

Penentuan juara ditentukan di meja juri perumus untuk meilhat keunggulan nilai yang didapat tiga gaco teratas di kelas Yunior ini, karena masing-masing mendapatkan nilai yang sama. Dari akumulasi nilai, Abimanyu ring N3 172 milik N3 BF Tulungagung berhasil menduduki podium utama.


Abimanyu milik N3 BF Tulungagung juara di kelas Yunior


Disusul kemudian oleh Idola Shorea bergelang B2W 3665 gaco Shorea BF dari Sleman yang merebut tempat kedua. Dan Wiro Sableng dengan ring DA 212 milik Cak hari dari Bogor berhak menduduki podium ketiga di kelas Yunior Bengawan Solo Cup 2026.

Di kelas Pemula yang memuat dua blok, menghadirkan kekuatan yang berimbang antar kontestan. Di kelas yang membatasi kualitas burung hanya sampai empat warna ini paling banyak menghadirkan peserta. Gairah Liga Derkuku Indonesia sebagai gelaran prestisius penggemar derkuku irama di tanah air terasa semakin meningkat.


Juara kelas Yunior


Melalui persaingan ketat untuk berebut nilai tertinggi selama empat babak penuh, akhirnya Oreon ring Kinanti 470 milik Puji dari Sleman berhasil mengamankan poin tertinggi LDI di kelas Pemula. Selanjutnya ada Idola Shorea ring Shorea 56 milik Shorea BF Sleman di tempat kedua, dan Sekar Dadu ring Domisol 151 besutan Bangsis dari Sidoarjo.

“Hanya kebetulan,” ujar Pamungkas Puji Raharjo merendah, saat mengomentari prestasi Oreon burungnya. “Ya, saya juga ndak begitu bisa memantau hanya yakin saja jika mau bunyi dan terpantau Insya’ Allah bisa dipertimbangkan,” tambahnya. “Tapi mungkin kemarin juga banyak burung bagus yang tidak maksimal kerja, sehingga Oreon bisa juara.”


Puji Kinanti BF juara di kelas Pemula


Juara di kelas Pemula


“Sebenarnya ini peran dari istri tercinta yang support hobby saya. Karena saya tidak bisa menyiapkan sendiri, kebetulan saya kerja di luar kota dan istri yang jemurin serta kasih makan dan minum selama saya tinggal. Tapi emang burung sukanya sama wanita…hehehe,” canda Puji.

“Awalnya saya pagi kemarin sudah mau gak jadi berangkat, karena masih capek banget,” jelas Puji. “Lha kok istri malah nanya, kok gak jadi berangkat, ayo tak kancani. Jadi langsung semangat saya. Alhamdulillah burung mau kerja maksimal tanpa dikomando. Dan saya juga ndak ada pikiran juara, hanya lihat dari jauh kok bunyi dan dapat nilai maksimal.”


Ndan Irul berhasil menggondol door prize utama “Domba”


Doorprize sangkar derkuku


Sigit B2W mendapat doorprize kompor listrik


Lilik dari Purworejo dapat hadiah kipas angin


“Sekali lagi saya selaku penanggung jawab acara ini, tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut mendukung suksesnya lomba. Dan juga kepada semua kru panitia yang kerja all out, sehingga lomba ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Dan permohonan ma’af, bila masih banyak kekurangan,” tutur Agung Cahyanto diakhir acara. Gelaran LDI berikutnya direncanakan digelar pada 23 Agustus 2026 di Kab. Blitar. (Ramlee/JAT)







Minggu, 19 Juli 2026

Burung Kenari Angkat Satu Kaki, Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu burung kicauan yang populer dipelihara oleh penghobi burung. Kenari adalah burung kecil yang ceria dan aktif. Namun, kadang-kadang burung ini bisa menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti mengangkat kaki secara terus-menerus. Kenari mengangkat sebelah kaki umumnya merupakan perilaku istirahat atau tidur yang normal jika burung tetap aktif dan nafsu makannya baik. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan.

Kondisi burung kenari yang mengangkat satu kakinya secara terus menerus termasuk perilaku aneh yang perlu dicurigai, apalagi jika sebelumnya burung kicau tersebut tidak pernah melakukan hal tersebut. Memahami penyebab kenari angkat kaki sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan burung tersebut.


Kaki burung kenari bubulen


Ada beberapa alasan kenapa burung kenari mengangkat kakinya. Istirahat/tidur, perilaku normal untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Cedera atau terkilir, akibat salah mendarat atau tersangkut. Infeksi/Peradangan, timbul akibat sirkulasi buruk, kemerahan, atau pembengkakan. Kuku terlalu panjang, hal ini menyebabkan posisi bertengger tidak nyaman sehingga kenari sering mengubah tumpuan berat badannya. Jamur atau tungau (kaki bersisik/kering), infeksi parasit pada kaki yang terasa gatal atau nyeri. Suhu terlalu dingin, refleks alami untuk menghangatkan tubuh dengan mendekatkan kaki ke perut.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik


1. Kaki Kenari Bengkak

Penyebab kenari angkat satu kaki bisa disebabkan karena mengalami bengkak pada kakinya. Kondisi ini bisa dikarenakan beberapa faktor, mulai dari infeksi, cidera pada kaki karena terjepit jeruji sangkar hingga gigitan serangga.


Kaki burung kenari yang mengalami infeksi


Jika kaki burung kenari terlihat bengkak, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Biasanya, antibiotik atau antiinflamasi dapat digunakan untuk mengatasi infeksi dan mengurangi peradangan.


2. Infeksi atau Penyakit Kulit

Kaki kenari yang mengalami infeksi penyakit kulit atau bubulan (bumblefoot) juga bisa menyebabkan burung kicau tersebut mengangkat satu kakinya. Hal tersebut karena rasa sakit dan ketidaknyamanan pada kakinya sehingga burung cenderung mengangkat kakinya untuk mengurangi rasa sakit.

Cara mengatasi kondisi kaki burung kenari yang tengah terserang penyakit kulit yakni dengan membersihkan kandang secara rutin termasuk tangkringannya. Gunakan salep antiseptik sesuai anjuran dokter hewan dan perhatikan kebersihan kaki burung secara rutin.

Berikan obat (salep) dan dianjurkan diberikan pada sore hari atau petang hari. Mengingat di waktu ini burung akan beristirahat sehingga obat dapat menyerap sempurna. Dengan pemberian obat di waktu yang tepat, tubuh burung akan lebih fokus beristirahat sehingga penyerapan obat berjalan maksimal. Hasilnya, proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan efektif.


Tangkringan yang tidak sesuai bisa membuat kenari mengangkat kakinya


3. Kondisi Tangkringan Tak Nyaman

Permukaan bertengger yang tidak nyaman atau kasar dapat menyebabkan iritasi pada kaki kenari, membuat burung ini sering mengangkat kakinya untuk menghindari kontak dengan permukaan tersebut

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Untuk mengatasinya, ganti tangkringan kenari dengan jenis tangkringan yang sesuai. Yakni tangkringan dengan permukaan yang jauh lebih halus dan ukurannya yang sesuai dengan ukuran kaki kenari sehingga bisa membuatnya nyaman. Kemudian pastikan sangkar dan tangkringan selalu dalam keadaan bersih agar tidak sebabkan masalah lain.


Urat darah merah pada kaki burung kenari


4. Gigitan atau Serangan Hama

Kaki kenari yang terserang hama seperti tungau atau kutu dapat mebuat kaki kenari menjadi gatal. Akibatnya burung kicau tersebut sering mengangkat satu kakinya untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Cara mengendalikan hama ini bisa dimulai dari bersihkan kandang secara rutin dan berikan obat Anti Parasit dan lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan hama tersebut tidak kembali lagi.


5. Gangguan Sirkulasi Darah

Gangguan sirkulasi darah yang dialami oleh burung kenari biasanya dapat menyebabkan kesemutan atau rasa dingin. Karena kondisi tersebut yang membuat burung kenari lebih sering terlihat mengangkat kakinya untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut.

Untuk meningkatkan sirkulasi darah, bisa meletakkan burung kenari di sangkar yang lebih besar dengan dua tangkringan di dalamnya. Tujuannya agar kenari bisa lebih aktif bergerak sehingga sirkulasi darahnya bisa lancar dan pastikan suhu lingkungan tidak terlalu dingin atau panas.

Perawatan burung kenari itu bukan hanya pada burungnya saja, tetapi juga pada kandang/sangkarnya. Sangkar harus rajin dibersihkan, selain kotoran yang dibersihkan, kandang pun harus dicuci bersih, bahkan tangkringan/tenggeran juga harus bersih dari kotoran.


Salep anti jamur


Sumber penyakit itu biasanya ada di sangkar burung. Jika lembab, biasanya gampang banget kenari kena penyakit. Tangkiringan juga harus rajin dibersihkan, karena biasanya kutu atau kuman lain ada di tangkringan itu.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya

Untuk itulah, jika burung kenari peliharaan ingin sehat dan selalu rajin berkicau, baik di rumah maupun di gantangan lomba, selain pakan dan extra fooding (EF) yang baik, tentu juga harus lebih ektra merawat kebersihan sangkar dan kesehatan burungnya.


Perawatan dan pengobatan yang tepat membuat kaki burung kenari segera pulih


Perawatan yang tepat dengan kombinasi pemberian obat yang sesuai, serta konsistensi dalam pemberiannya dapat membuat kaki kenari pulih total hanya dalam waktu beberapa hari. Burung pun kembali bertengger normal tanpa lagi mengangkat kakinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Penyebab Burung Kenari Angkat Satu Kaki dan Cara Menanganinya


Jumat, 17 Juli 2026

Uwi, Sumber Pangan Alternatif Kaya Nutrisi yang Terlupakan



Uwi (Dioscorea alata) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang telah lama dikenal sebagai sumber pangan lokal di Indonesia. Uwi atau water yam adalah tanaman pangan umbi-umbian nomor empat dunia setelah kentang, ubikayu, dan ubi jalar sebagai umbi-umbian terpenting di dunia.

Tanaman uwi (Dioscorea alata) berasal dari kawasan Asia Tenggara dan wilayah tropis Asia, termasuk India, Cina, dan Indo-China. Persebarannya di bumi lebih luas dibanding tanaman ubi-ubian lainnya sehingga menyandang nama greater yam.

Tanaman umbi-umbian ini telah dibudidayakan secara luas di kawasan tropis dan subtropis, serta menjadi bahan pangan penting di berbagai budaya, terutama di Indonesia dan Pasifik. Tumbuhan ini menyumbang 10 persen produksi umbi di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis.


Tanaman uwi tumbuh merambat


Uwi telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan sumber karbohidrat oleh masyarakat Indonesia, terutama di daerah Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Jawa sebagai pengganti atau tambahan beras/sagu pada musim kemarau/paceklik.

Baca juga : Garut, Tanaman Umbi Sumber Pangan Bernutrisi

Namun sayangnya semakin tahun, hanya tersisa generasi tua yang masih mampu mengenali tanaman uwi dan mengkonsumsinya. Bahkan saat ini keberadaan tanaman uwi telah jarang ditemukan dan hampir dilupakan masyarakat sehingga menjadi tanaman minor (terabaikan dan kurang termanfaatkan).


Bentuk daun tanaman uwi


Keengganan petani untuk menanam uwi disebabkan nilai ekonominya yang rendah dan belum tereksplorasi manfaat dari uwi. Sebenarnya uwi jadi salah satu sumber pangan lokal yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan dan gaya hidup sehat.

Uwi juga dikenal dengan banyak nama, seperti ubi kelapa, ubi kenduduk, atau dalam bahasa Inggris sering disebut purple yam jika berdaging ungu. Nama yang beragam ini sering membuat orang salah mengira sebagai ubi jalar, padahal keduanya berbeda genus dan karakter.

Uwi termasuk tanaman perdu semusim yang tumbuh merambat dari famili Dioscoreaceae (ubi-ubian). Uwi tumbuh merambat dengan menyebar pada batang bambu atau pohon inang di sekitarnya. Batangnya berbentuk bulat atau agak bersudut, berpilin ke kanan atau kiri sesuai varietas. Permukaan batang biasanya halus dengan warna hijau hingga ungu kehijauan.

Daun bertangkai, tersusun berseling atau berhadapan, berbentuk hati (cordate) dengan ujung meruncing. Warna daun hijau tua dengan permukaan mengkilap, tulang daun tampak jelas. Tanaman uwi menghasilkan bunga kecil berwarna kehijauan kekuningan. Buah berbentuk kapsul, berisi biji bersayap tipis. Di budidaya rakyat, perbanyakan biasanya tidak mengandalkan biji, namun umbi atau bagian vegetatif.


Bunga tanaman uwi


Umbi merupakan bagian yang dikonsumsi. Bentuknya bervariasi: silindris, membulat, atau tidak beraturan. Kulit umbi kecokelatan hingga keabu-abuan, daging umbi putih, krem, ungu muda, atau ungu pekat tergantung varietas. Teksturnya lebih padat dibanding ubi jalar.

Baca juga : Gadung, Umbi Beracunnya Dapat Menjadi Sumber Pangan Alternatif yang Menyehatkan

Budidayanya paling sesuai di lingkungan iklim tropis dengan suhu 25-30 derajat Celcius, namun sudah berkembang pula di daerah subtropis. Umbi dipanen setelah umur tanaman 8-10 bulan. Tanaman uwi dapat tumbuh di berbagai jenis tanah bahkan di daerah pegunungan yang kering dan berkapur.


Uwi ungu


Tanaman uwi akan tumbuh besar jika ditambatkan pada pohon randu, lamtoro, ataupun pohon yang lainnya yang tidak memiliki akar serabut. Semakin tinggi rambatan atau panjatannya, umbi yang dihasilkan oleh uwi juga akan semakin besar. Hal ini karena akan semakin banyak cahaya matahari yang dapat diterima oleh uwi untuk melakukan proses fotosintesis.

Tanaman uwi diperbanyak dengan menggunakan tunas yang tumbuh pada kepala umbi. Penanaman dilakukan pada musim hujan dengan menanam langsung tunas pada lubang yang telah disediakan. Lubang tersebut kemudian ditutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan seresah. Pupuk yang digunakan hanya pupuk kompos karena pupuk kandang dapat menyebabkan umbi uwi menjadi busuk.

Pemanenan dilakukan ketika tanaman sudah berumur minimal satu tahun. Akan tetapi, pemanenan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali dapat membuat umbi uwi dapat mencapai berat hingga 50 kg. pada musim kemarau, tanaman akan mengalami dormansi dan akan tumbuh kembali ketika musim hujan datang atau pada saat kelembaban tanah mencukupi.

Bagian yang dimanfaatkan dari uwi adalah umbinya. Uwi dapat diolah dengan direbus, dikukus, atau dipanggang. Karena rasanya yang manis, uwi juga sering dijadikan keripik, kue, es krim, dan berbagai hidangan tradisional. Selain sebagai makanan pokok, uwi berpotensi sebagai bahan industri pangan seperti pembuatan pati karena sifat pastanya yang tahan suhu tinggi dan kondisi asam. Namun hingga saat ini, masih jarang tepung yang terbuat dari uwi.


Uwi putih


Secara tradisional uwi digunakan pula sebagai bahan obat pencahar, melawan cacing, perawatan demam, gonorea, lepra, tumor dan hemorrhoid. Belakangan, hasil-hasil penelitian ilmiah menemukan potensi uwi untuk pengendalian diabetes, penyakit-penyakit kardiovaskuler, kanker, meningkatkan jumlah koloni bakteri berguna dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam usus, dan menghambat proses oksidasi oleh lipopolisakarida. Selain itu getah umbi uwi dapat digunakan sebagai pestisida ramah lingkungan.

Baca juga : Talas, Tanaman Umbi-umbian yang Kaya Nutrisi dan Manfaat Kesehatan

Rendahnya minat masyarakat dalam membudidayakan dan mengonsumsi uwi disebabkan karena kurangnya informasi mengenai nilai nutrisi dan potensi uwi sebagai bahan pangan alternatif. Padahal di Jepang, umbi uwi memiliki nilai ekonomi tinggi dan bahkan telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mi, es krim, dan campuran pengental sup.


Uwi kukus


Uwi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan kandungan gizi yang melimpah, adaptabilitas yang tinggi, potensi pasar yang luas, uwi menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Upaya untuk menigkatkan budidaya, promosi konsumsi uwi perlu terus dilakukan agar tanaman ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.

Dukungan dari berbagai pihak tentu saja sangat diperlukan agar program diversifikasi tidak sekedar menjadi wacana saja dari tahun ke tahun. Sehingga bangsa Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang mandiri pangan dengan tidak bergantung pada komoditas beras saja, namun dapat memanfaatkan sumber plasma nutfah lainnya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Uwi, Umbi-umbian Lokal Indonesia yang Bergizi Tinggi dan Berpotensi sebagai Pangan Fungsional


Selasa, 14 Juli 2026

Manfaat Menjemur Burung Derkuku



Derkuku atau Tekukur adalah burung dari keluarga Columbidae, dengan nama ilmiah Streptopelia chinensis. Burung ini juga dikenal sebagai Spotted Dove dalam bahasa Inggris. Di Indonesia, derkuku atau tekukur sering ditemukan di pekarangan rumah, persawahan, hutan sekunder, hingga taman kota.

Salah satu daya tarik utama derkuku adalah suaranya yang khas dan menenangkan. Irama “deeeg khuuu kuuu” yang berulang sering dianggap sebagai simbol kedamaian. Di Indonesia, suara burung derkuku bahkan dijadikan perlombaan dalam ajang kontes burung. Burung dengan suara panjang, stabil, dan merdu biasanya dihargai sangat tinggi oleh penghobi.


Alunan anggung burung derkuku sering dianggap sebagai simbol kedamaian


Memelihara burung derkuku perlu keseriusan yang tinggi. Sebagus apapun burung, jika kondisinya kurang sehat, maka tidak mungkin akan bisa tampil sesuai harapan. Mengkodisikan burung agar sehat adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Dan menyehatkan burung dengan cara alami adalah sebuah pilihan utama.

Baca juga : Perawatan Burung Derkuku agar Gacor dan Rajin Berbunyi

Karena dengan melakukan metode non alami dampaknya tidak baik bagi pertumbuhan burung selanjutnya. Burung derkuku sehat ditandai dengan bulu rapi, mengilap, aktif, dan tidak mengembung. Pakan berkualitas seperti milet, ketan hitam, dan beras merah, serta kebersihan kandang yang terjaga sangat krusial.


Burung derkuku membutuhkan paparan sinar matahari setiap harinya


Berikan campuran pakan yang kaya nutrisi seperti milet, jewawut, gabah berukuran kecil, pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Berikan air minum bersih setiap hari, dan rutin memandikan burung untuk menjaga kebugaran serta mencegah stres. Lakukan penjemuran secara rutin.

Burung derkuku perlu dijemur khususnya pada pagi hari ketika matahari sudah bersinar hangat tapi masih belum terik. Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan derkuku. Menjemur derkuku di pagi hari (sebelum pukul 09.00) sangat baik untuk kesehatan.

Ada beberapa manfaat atau keuntungan melakukan penjemuran burung derkuku pada pagi hari. Burung derkuku membutuhkan paparan sinar matahari setiap hari untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuhnya dan memperkuat sistem imunitasnya.

Aktivitas penjemuran tidak hanya membantu mengeringkan tubuh setelah mandi, tetapi juga berperan penting dalam produksi vitamin D yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh. Proses ini turut memengaruhi kestabilan suhu tubuh, terutama bagi burung yang dipelihara di lingkungan dengan kelembapan tinggi.


Makanan bijian berkualitas untuk derkuku menjaga kebutuhan nutrisinya


Pemilihan waktu penjemuran berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan burung derkuku. Sinar matahari pagi antara pukul 07.00 hingga 09.00 dianggap paling ideal karena memiliki intensitas yang cukup untuk membantu pembentukan vitamin D tanpa menimbulkan panas berlebihan.

Baca juga : Cara Budidaya Burung Derkuku agar Sukses

Paparan sinar matahari pada waktu tersebut juga membantu mengaktifkan metabolisme tubuh, memperkuat tulang, dan menjaga daya tahan alami burung terhadap penyakit. Waktu yang terlalu siang dapat menimbulkan stres termal yang berisiko menyebabkan burung lemas atau kehilangan nafsu makan.


Penjemuran di pagi hari menjaga kesehatan burung tetap terjaga


Keseimbangan antara durasi dan waktu penjemuran menjadi kunci utama agar burung mendapatkan manfaat optimal dari sinar matahari. Konsistensi dalam menentukan jadwal harian membuat tubuh burung derkuku beradaptasi dengan baik terhadap rutinitas penjemuran. Burung yang dijemur pada waktu sama setiap hari cenderung memiliki kestabilan hormon dan energi yang lebih baik.

Sinar matahari pagi juga membantu mengatur ritme biologis sehingga burung lebih aktif dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Penjemuran yang dilakukan dengan disiplin akan memperkuat struktur bulu dan meningkatkan kualitas suara karena kondisi tubuh yang lebih sehat. Bulu burung juga akan terlihat mengkilap serta mengurangi pertumbuhan parasit pada bulu.

Keteraturan waktu menjadi fondasi utama bagi terbentuknya kebiasaan positif yang mendukung kesehatan jangka panjang. Burung yang dijemur secara teratur menunjukkan perilaku lebih aktif, suara lebih jernih, dan nafsu makan yang lebih baik. Penjemuran yang tidak konsisten dapat membuat tubuh burung mudah lemas dan menurunkan performa kicauan.

Durasi penjemuran yang tepat membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh tanpa menimbulkan risiko dehidrasi. Waktu yang ideal biasanya berkisar antara 30 hingga 60 menit per hari tergantung pada kondisi cuaca dan usia burung. Durasi terlalu singkat tidak cukup untuk memaksimalkan manfaat sinar matahari, sedangkan penjemuran terlalu lama dapat membuat burung kelelahan.


Burung derkuku yang akan mengikuti lomba juga perlu dijemur


Cuaca memegang peranan penting dalam menentukan efektivitas penjemuran burung derkuku. Sinar matahari yang terlalu terik dapat menyebabkan burung mengalami stres panas, sementara suhu yang terlalu rendah justru membuat manfaat penjemuran berkurang.

Baca juga : Puter Pelung, Burung Asal Afrika yang Begitu Diminati di Indonesia

Pemantauan cuaca harian perlu dilakukan agar proses penjemuran dapat disesuaikan dengan intensitas sinar matahari. Ketika angin berembus kencang atau hujan turun, penjemuran sebaiknya ditunda untuk menghindari penurunan kondisi fisik burung. Penyesuaian dengan kondisi alam menjamin kenyamanan serta menjaga kestabilan suhu tubuh selama aktivitas berlangsung.


Lomba burung derkuku tingkat Nasional


Kebiasaan positif yang dilakukan secara berulang membentuk pola biologis yang selaras dengan ritme alam. Penjemuran harian utnuk burung derkuku juga menjaga kesehatan bulu agar tidak kusam dan membantu mengurangi kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur.

Sinar matahari yang cukup membuat derkuku merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres, yang berdampak pada nafsu makan yang baik dan performa suara yang lebih stabil. Oleh sebab itu, pemahaman tentang strategi penjemuran harian yang sesuai menjadi kunci penting dalam menjaga vitalitas dan performa burung derkuku agar tetap prima setiap hari. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Manfaat dan Keuntungan Menjemur Burung Derkuku di Pagi Hari


Solo Anggrek Festival 2026, Hadirkan Ribuan Anggrek Hibrida dan Spesies Langka Nusantara

Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo. Acara itu berlangsung pada 18—26 Juli 2026 di Loji Gandrung (Rumah ...