Rabu, 18 Maret 2026

Hoya, Tanaman Merambat yang Memikat Keindahannya dan Bisa Serap Polutan



Hoya merupakan salah satu tanaman hias yang populer di kalangan pecinta tanaman. Bunga ini memiliki bentuk yang unik dan indah, dengan tekstur seperti lilin dan warna yang beragam. Bunga Hoya juga memiliki aroma yang harum dan menyegarkan.

Tanaman ini dikenal sebagai epifit atau litofit, memiliki karakteristik sukulen, dan memiliki struktur yang indah. Tanaman Hoya termasuk tumbuhan tropis dari keluarga Apocynaceae yang banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Beberapa jenis kecilnya juga ditemukan di Australia dan India bagian selatan.


Hoya merupakan tanaman epifit yang tumbuh merambat



Di Indonesia, Hoya dapat ditemukan di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Tanaman ini pertama kali ditemukan oleh ahli botani asal Skotlandia, Robert Brown, yang memberi nama Hoya untuk menghormati sahabatnya, Thomas Hoy. Brown menemukan Hoya saat ekspedisi ilmiah ke benua Asia dan Australia pada 1798.

Baca juga : Philodendron, Tanaman Hias Populer dengan Daunnya yang Ornamental

Hoya tumbuh sebagai tanaman merambat atau melilit pada batang pohon yang ditumpanginya, dengan ketinggian mencapai 1 hingga 18 meter. Bunga Hoya memiliki ciri khas semiglosi dengan kemilau yang agak kabur, karena tertutupi oleh bulu halus.


Kini Hoya merupakan salah satu tanaman hias yang populer


Bunga yang berbentuk seperti bintang ini sering disebut sebagai tanaman lilin atau bunga porselen, karena tampilannya yang mirip replika bunga asli. Bunga-bunganya ini bergerombol menjadi setengah lingkaran dan menggantung dengan warna yang mencolok.

Setiap kuntum bunga memiliki ukuran sekitar 1,5 cm, dan tumbuh dalam kelompok yang berjumlah hingga 30 kuntum. Aroma bunga Hoya bervariasi, dengan beberapa jenis mengeluarkan aroma cokelat atau selai kacang. Karena bentuknya mirip dengan anggrek, Hoya carnosa ini sering disalah artikan sebagai bunga anggrek.

Bunga Hoya yang berkilau seperti bintang mungil ini mempunyai banyak nektar lengket yang disukai kupu-kupu. Tidak jarang bunganya berjatuhan di tanah karena beratnya nektar atau karena kelakuan para serangga penyerbuk tersebut.

Selain kecantikan bunganya, daun Hoya juga menarik perhatian karena kesederhanaannya yang tersusun dalam pola berlawanan, dengan bentuk yang sukulen. Tanaman ini dulunya sering digunakan sebagai tanaman hias di taman rumah bangsawan Nusantara dan bahkan dibawa ke Eropa pada masa kolonial oleh pedagang Eropa.


Hoya archboldiana


Hoya memiliki nilai penting dalam keanekaragaman hayati Indonesia. Selain nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, Hoya juga memiliki manfaat ilmiah. Sejak lama, tanaman ini telah digunakan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat Indonesia dan kawasan Polinesia.

Baca juga : Bromelia, si Nanas Hias dengan Keragaman Bentuk dan Warna Daun yang Eksotis

Keunggulan lainnya adalah kemampuannya dalam menyerap polutan di ruang tertutup. Sejumlah peternak domba di Australia juga memberikan ramuan Hoya bagi ternak mereka yang keracunan. Namun, Hoya sangat bergantung pada pohon tempatnya tumbuh, dan upaya konservasi sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidupnya.


Hoya australis


Sebagai tanaman tropis, Hoya tumbuh dengan baik di iklim hangat dan bebas embun beku. Ada 200–300 jenis Hoya tumbuh di dunia. Sekitar 25 persen atau 50–60 jenis terdapat di Indonesia, di antaranya Hoya archboldiana, H. australis, H. cinnamomifolia, H. kerrii, dan H. imbricata.

Perbanyakannya dapat dilakukan baik secara vegetatif maupun secara generatif melalui biji. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan melalui metode kultur jaringan tumbuhan dan melalui stek dan cangkok. Untuk perbanyakan secara cangkok, dilakukan dengan cara mencangkok sulur batangnya.

Untuk tanaman Hoya di dalam ruangan, disarankan ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya terang namun tidak langsung. Sedangkan untuk Hoya yang tumbuh di luar ruangan, tempat yang terlindung dari angin dan mendapat sinar matahari pagi yang lembut adalah lokasi yang ideal.

Dengan keindahan bunga dan manfaatnya yang beragam, Hoya terus menjadi salah satu tanaman yang sangat dihargai, baik dari sisi estetika, keanekaragaman hayati, maupun manfaat medisnya. Bunga Hoya mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.


Hoya cinnamomifolia


Senyawa ini dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat atau urine. Selain itu, senyawa ini juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah infeksi. Bunga Hoya memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat membantu menyembuhkan luka pada kulit.

Baca juga : Gelombang Cinta, Tanaman Hias yang Dulu Banyak Dicari Kini Tak Berarti

Bunga Hoya memiliki aroma yang harum dan menenangkan yang dapat membantu tidur lebih nyenyak, dengan meletakkan pot bunga Hoya di kamar tidur atau menghirup aromanya sebelum tidur. Bunga Hoya juga dapat mengurangi stres dan kecemasan yang dapat mengganggu kualitas tidur.


Hoya kerrii


Bunga Hoya dapat digunakan sebagai bahan alami untuk merawat kulit. Fitosterol hadir dalam tanaman Hoya, yang dapat membantu dalam menghidrasi dan memulihkan vitalitas kulit. Jadi bisa membuat masker dari bunga Hoya dengan cara menghaluskannya dan mencampurnya dengan madu atau yogurt. Masker bunga Hoya dapat membantu membersihkan, melembabkan, dan mencerahkan kulit. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Hoya, Tanaman Hias Cantik dan Berkhasiat yang Tumbuh Merambat


Minggu, 15 Maret 2026

Kadal Pensil, Kadal Eksotis Asal Papua yang Serupa Ular



Kadal Pensil (Lialis burtonis) merupakan jenis kadal tanpa kaki yang tersebar di Papua hingga Australia yang mirip ular. Dengan tubuh ramping tanpa kaki, reptil ini sering disalah artikan sebagai ular. Kadal pensil merupakan spesies kadal yang berasal dari famili Pygopodidae. Hewan yang berasal dari famili ini sering disebut kadal tanpa kaki atau kadal ular.

Hal ini disebabkan karena kadal ini merupakan spesies yang tidak memiliki kaki depan dan kaki belakangnya belum berkembang secara sempurna, sehingga kadal ini secara sekilas terlihat seperti ular. Kadal ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong kecil. Panjangnya antara 50 sampai 60 cm, dengan ekor sedikit lebih panjang daripada tubuhnya.

Susunan sisik-sisik di tubuhnya mirip seperti jenis-jenis ular. Akan tetapi, kadal ini masih bisa dibedakan karena ia memiliki lubang telinga. Selain itu, lidahnya tidak bercabang panjang seperti halnya pada ular. Kepalanya berbentuk runcing seperti ujung pensil, dan menjadi alasan penamaan “kadal-pensil” tersebut.


Kadal Pensil sering ditemukan di daerah basah di Papua


Tubuhnya berwarna dasar cokelat tanah atau cokelat kekuningan, terkadang disertai dengan garis-garis hitam yang membentang dari kepala hingga ujung ekor. Bagian bawah tubuh berwarna lebih pucat. Kadal ini tersebar luas di Australia, kecuali wilayah selatan, serta di pulau Papua bagian selatan.

Baca juga : Kadal, Kelompok Reptil Bersisik yang Hidup di Berbagai Habitat di Dunia

Hewan ini dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari gurun hingga pinggiran hutan hujan. Habitat utama kadal ini adalah padang rumput (sabana) serta di pinggiran hutan dataran rendah. Walaupun begitu, kadal ini juga sering ditemukan di daerah gurun pasir dan tepian sungai. Namun kadal ini tidak dapat ditemukan di bagian pegunungan dan bagian gurun yang beriklim ekstrem.


Kadal Pensil juga ditemukan di daerah gurun benua Australia


Kadal ini hidup di atas tanah dan seringnya berkeliaran di antara rerumputan dan serasah, serta daun-daun kering yang basah untuk mencari makanannya Kadal pensil memiliki kepala yang berbentuk segitiga dengan moncong yang memanjang. Kadal ini memiliki gigi yang runcing dan melengkung.

Bentuk kepala dan giginya dapat memudahkannya untuk mencengkram mangsa. Penglihatan kadal pensil atau yang biasa disebut Burton’s snake-lizard ini sangatlah tajam. Moncongnya yang memanjang juga dapat meningkatkan penglihatan dari kadal pensil karena memungkinkan arah serangan terhadap mangsa juga lebih akurat.

Warna dari kadal pensil cukup bervariasi, mulai dari krem, abu-abu, cokelat, hingga merah tua dengan bagian kepala yang umumnya berwarna sedikit lebih gelap. Hewan ini memiliki sepasang lubang telinga yang terlihat jelas di kedua sisi kepalanya. Lidahnya lebar, agak datar, dan berdaging.

Aktivitas kadal pensil bervariasi, tergantung suhu lingkungan. Umumnya aktif di siang hari atau bersifat diurnal. Hal ini karena sebagian besar mangsanya aktif pada siang hari. Namun sebenarnya kadal ini juga dapat aktif di malam hari tergantung kondisi. Namun sebenarnya kadal ini juga dapat aktif di malam hari.


Lidah Kadal Pensil tidak bercabang seperti halnya ular


Kadal ini aktif di malam hari untuk mengurangi risiko hipertermia pada cuaca yang panas dan mengurangi risiko dimangsa oleh predator diurnal, seperti burung pemangsa. Kadal pensil berburu mangsanya menggunakan penglihatannya yang tajam. Kadal pensil akan berlindung di tempat tersembunyi untuk menyergap mangsanya.

Baca juga : Soa Soa Layar, Kadal Purba Eksotis Endemik Indonesia Timur

Kadal ini juga terkadang menggunakan ekornya sendiri untuk umpan sebagai strategi mencari makan. Strategi ini cukup unik dan jarang terjadi pada kadal lainnya. Kadal pensil merupakan hewan karnivora atau pemakan hewan lainnya. Satwa ini hampir selalu memangsa jenis kadal lainnya sebagai mangsa utama, biasanya dari golongan skink.


Kadal Pensil sedang memangsa kadal skink


Terkadang, kadal ini juga memakan serangga, tokek, dan ular yang lebih kecil dari tubuhnya bahkan kadal tak berkaki lainnya. Walaupun begitu, kadal-pensil Burton juga merupakan makanan bagi ular-ular yang berukuran lebih besar dari tubuhnya.

Kadal pensil adalah hewan ovipar atau berkembang biak dengan cara bertelur. Individu betina dari kadal pensil ini memiliki kemampuan menyimpan sperma jantan di suatu bagian tubuhnya. Kemampuannya ini yang kemudian memungkinkan bagi kadal pensil betina untuk dapat melakukan partenogenesis, yaitu berkembang biak tanpa pembuahan.

Kadal pensil betina biasanya bertelur 1 hingga 3 butir, yang diletakkan di tempat tersembunyi, seperti di bawah kayu, bebatuan, di tanah, di bawah serasah daun, bahkan terkadang diletakkan di sarang semut gula.

Proses penetasan memakan waktu beberapa minggu. Anak yang baru menetas dari telur umumnya akan berukuran sekitar 13 cm. Anakan kadal pensil yang baru menetas, juga dikenal sebagai tukik, memiliki ciri-ciri dan perilaku khusus. Anakan kadal pensil terlihat seperti versi kecil dari kadal pensil dewasa, biasanya berukuran antara 7 hingga 10 cm dari moncong hingga ujung ekor.


Kadal Pensil terkadang memangsa kadal pensil yang lain


Kulitnya mungkin lebih kusam atau memiliki pola yang sedikit berbeda dibandingkan dengan induknya. Tukik kadal pensil sepenuhnya mandiri sejak menetas. Kadal pensil yang masih kecil tidak memerlukan perawatan orang tuanya dan harus mencari makan serta tempat berlindung sendiri segera setelah keluar dari telur.

Baca juga : Bearded Dragon, si Kadal Gurun Australia

Anakan kadal pensil cenderung sangat pemalu dan pandai bersembunyi. Dan menghabiskan sebagian besar waktunya di balik dedaunan, kulit kayu, atau celah-celah kecil untuk menghindari predator. Anakan kadal pensil ini sangat lincah dan cepat bergerak saat merasa terancam.


Telur Kadal Pensil


Makanan utamanya terdiri dari serangga kecil dan invertebrata, sama seperti kadal dewasa, hanya saja dalam ukuran yang lebih kecil. Anakan kadal pensil berbagi habitat yang sama dengan kadal dewasa, sering ditemukan di daerah dengan banyak vegetasi dan serasah daun di tanah hutan.

Kadal pensil dapat menggigit ketika merasa terancam. Namun, mekanisme pertahanan yang paling digunakan kadal ini adalah menanggalkan ekornya ketika disergap oleh predator, mirip seperti yang dilakukan cicak. Tentunya ekor kadal pensil juga dapat tumbuh kembali. Walau dapat menggigit dan bentuk fisiknya mirip seperti ular, kadal pensil ini tidak berbisa ataupun beracun. Oleh karena itu, kadal ini tidak berbahaya bagi manusia.


Kadal Pensil Burton termasuk salah satu keajaiban alam yang dimiliki Indonesia


Meskipun kadal-pensil Burton masih berstatus Least Concern menurut IUCN, ancaman seperti deforestasi dan perdagangan ilegal dapat mempengaruhi populasinya. Perlindungan habitat menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini. Kadal pensil Burton adalah salah satu keajaiban alam yang dimiliki Indonesia. Bentuknya yang menyerupai ular tetapi memiliki karakteristik kadal membuatnya unik. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kadal Pensil, Reptil Unik Tanpa Kaki yang Menyerupai Ular


Sabtu, 14 Maret 2026

Kolaborasi Pedes DMS Gelar Latberan Spesial Ramadhan, Kanjeng Mami dan Surya Madina Juara



Pengcab. PPDSI Sukoharjo memenuhi janjinya untuk selalu menggelar kegiatan lomba dengan menggandeng komunitas penggemar derkuku di Sukoharjo dan Solo. Seperti pelaksanaan kegiatan Latberan Spesial Ramadhan Kolaborasi Pedes dan DMS di hari Minggu, 8 Maret 2026 kemarin di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo.

Kegiatan ini dalam rangka membangun tali silaturahmi diantara penggemar derkuku di Sukoharjo dan Solo. Latberan ini rencananya dilaksanakan pada sore hari karena bulan puasa namun karena hampir tiap sore selalu turun hujan maka diputuskan tetap dilaksanakan pada pagi hari seperti biasanya.


Trophy yang diperebutkan


Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat persiapan panitia sedikit terganggu. Dengan sangat terpaksa pagi menjelang lomba banner dan tenda kepanitiaan baru bisa dipasang. “Monggo panitia dibantu pemasangan bannernya,” pinta Andang, salah satu panitia memberi komando.

Tidak butuh waktu lama banner dan tenda bisa terpasang dengan baik, meski ada beberapa banner yang belum sempat terpasang karena tempatnya sudah penuh. “Alhamdulillah, program suport bannernya direspons dengan baik,” ujar Jatmiko pemilik Jat BF yang membantu desain.


Juri-juri yang bertugas


Jatmiko juga tidak segan kontak satu persatu peserta untuk bersedia pasang banner bird farmnya, contohnya Amin pemilik Grace BF yang akhirnya berani suport dua banner dengan desain latar belakang mobil antik. “Mantap Pak Jat, desainnya aku suka itu,” tutur Amin memuji.

Peserta latber kali ini tetap antusias meski ada beberapa gantangan yang kosong karena ada beberapa peserta yang batal mendadak. “Gak papa itu hal yang biasa, dan kita semua bisa memakluminya karena masih bulan puasa. Target peserta dengan gantangan yang tersedia pun sudah tercapai,” jelas Andang.


Hujan menghantui pelaksanaan Latberan Spesial Ramadhan


“Kami berkumpul di sini untuk menjaga suaasana guyub rukun yang selama ini sudah terbangun diantara penggemar derkuku. Selain itu gaco-gaco kami membutuhkan latihan yang lebih intensif agar bisa bersaing di event-event besar nantinya,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua PPDSI Sukoharjo.

Pemilik Nasa BF ini berharap, dari kontestan yang turun hari itu, nantinya mampu bersaing tidak saja di ajang lokal tetapi juga nasional. ‘’Suatu saat nanti kami berharap peternak Sukoharjo dan Solo mampu berkibar di LDI,” ujar H. Nur Ali Sasongko.


Aries, Eko LMS, Hery, dan Hafid


H. Nur Ali Sasongko mengucapkan terima kasih kepada seluruh dekoe mania yang sudah berpartisipasi hadir di ajang Latberan Spesial Ramadhan ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran semua peserta. Karena tanpa dukungan dari semua yang hadir, jelas acara ini tak mungkin bisa terlaksana,” tutur H. Nur Ali Sasongko.

Mudah-mudahan acara ini bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin.” H. Nur Ali Sasongko juga meyakini bahwa dengan sekian banyaknya trah-trah bagus yang menjadi materi para peternak, ke depan Sukoharjo dan Solo bakal tidak kekurangan jago-jago untuk dilombakan di ajang lokal dan nasional.


H. Nur Ali Sasongko (kanan) mbegitu menikmati suasana lomba


Tinggal bagaimana menumbuhkan semangat untuk berani tampil di lomba. “Juara memang menjadi tujuan penghobi ke lomba, tetapi lebih dari itu membangun dunia derkuku agar semakin ramai membutuhkan sumbangsih nyata dengan minimal ikut menurunkan burung hasil rawatannya.”

Meski cuaca mendung tanpa teriknya matahari, burung-burung tetap mamapu bersaing ketat. Adu kualitas anggung merdu yang dilepas oleh masing-masing jago, betul-betul terdengar sangat jelas dan saling bersautan serta jadi tontonan yang menarik. Suasana yang sangat dinanti para penghobi.


Para juara di kelas Bebas


“Lihat saja pertarungan di kelas Pemula yang pada babak pertama hanya ada sembilan burung yang mendapat empat warna dan terus bertambah jumlahnya di babak berikutnya,” jelas Dalip selaku juri Perumus yang selalu tanggap setiap ada progres bertambahnya nilai.

Sebagai juri Perumus, Dalip aktif membantu juri-juri dalam menjalankan tugasnya. Hal ini perlu dilakukan agar proses rekapitulasi penilaian bisa segera terselesaikan dengan cepat. “Terkadang sampai harus masuk lapangan bukan untuk intervensi, tetapi untuk cek kepastian gantangan mana yang sudah/ belum masuk rekap,” ungkap Dalip.


Bambang HW gantangan 9 juara di kelas Pemula


Empat babak penjurian terselesaikan tanpa hambatan. Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Untuk kelas Bebas, juara pertama berhasil menjadi milik Kanjeng Mami amunisi Daud Toni, Solo. Derkuku ternakan Sword 65 yang menempati nomor kerekan 18. Kanjeng Mami juara setelah sukses meraih bendera lima warna dua kali dan sekali bendera tiga warna.

Tempat kedua ditempati Bimo andalan Hery Solo ring JNG 201 pada kerekan nomor 47 dengan mendapat sekali bendera lima warna di babak pertama dan empat warna tiga kali. Posisi ketiga diraih Tirtonadi milik Wawan Solo Baru, derkuku bergelang B2W 2190 yang ada di nomor kerekan 40.


Juara kelas Pemula


Di kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Surya Madina debutan Bambang HW Sukoharjo, derkuku ring PSG 644 yang dikerek pada nomor 9. Disusul kemudian Densus 62 besutan Budi Gentan Sukoharjo, ring BS62 188 yang berada pada nomor kerekan 34. Dan tempat ketiga dimenangkan Arya Jagat orbitan Aris Sukoharjo ring FM 17 yang dikerek pada nomor 33. Di akhir acara segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran serta meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)





Selasa, 03 Maret 2026

Arwana Papua, Si Cantik Asli Papua yang Eksotis



Arwana Papua atau dikenal juga sebagai Arwana Jardini (Scleropages jardinii) merupakan ikan endemik Papua (Indonesia dan PNG) dan Australia Utara. Untuk Papua sendiri, ikan arwana ini termasuk ikan asli dan endemik di perairan Papua bagian selatan seperti di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digul, Mappi, dan Asmat.

Penduduk setempat menyebutnya ikan kaloso. Masyarakat di sekitar Sungai Digul dan Sungai Maro, ikan ini sering ditangkap dengan cara dipancing atau dijaring untuk dikonsumsi. Daging ikan ini dikenal rasanya sangat enak. Ikan Arwana Papua sangat lincah dan sangat sulit ditangkap.

Bahkan ikan ini mampu meloloskan diri dari kepungan jala yakni dengan cara meloncat cepat. Ikan Arwana Papua di kawasan Merauke banyak ditemukan di wilayah bagian tengah sampai hulu sungai dengan karakteristik habitat berupa perairan rawa banjiran dengan arus tenang dan banyak terdapat tumbuhan air.


Arwana Papua hidup di perairan berarus tenang


Arwana Papua mempunyai tubuh yang panjang dan rata, dengan mata besar yang digunakan untuk melihat mangsanya secara akurat saat berburu. Tubuhnya berwarna abu-abu perak sampai kuning kehijauan dan ramping. Sisik arwana jardini berkilauan sangat indah seperti mutiara jika terkena cahaya lampu dari sudut yang tepat. Karena itu, orang juga sering menyebut ikan ini sebagai Arwana Mutiara.

Baca juga : Arwana, Ikan Hias Eksotik yang Simpan Ratusan Telurnya dalam Mulutnya

Jika dilihat secara sekilas, tampilannya memang serupa juga dengan ikan Arwana Asia (Scleropages formosus). Namun ikan Arwana Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan kerabatnya tersebut. Dengan corak sisik hijau atau merah keemasan. Memiliki 7-8 baris sisik dan ukurannya yang juga relatif lebih kecil.


Seorang pemancing mendapatkan Arwana Papua monster



Corak warna sisik Arwana Papua juga relatif lebih kusam dengan pola cincin melingkar seperti bulan sabit di tepi sisik berwarna hijau atau merah. Pada ikan yang lebih tua, tenggorokannya berwarna oranye keemasan sampai merah, dan sungut ikan punya warna biru kehijauan.

Sirip punya warna metalik yang lebih gelap dengan bercak oranye sampai merah muda. Arwana Papua punya mulut besar dan miring yang dilapisi dengan gigi kecil, yang berakar kuat di lidah ikan, faring, rahang, dan langit-langit.

Ikan ini juga punya sungut bercabang di ujung rahang bawah yang digunakannya untuk merasakan aktivitas di permukaan air yang mungkin menunjukkan adanya mangsa. Untuk ikan jantan, bisa dibedakan dengan menonjolkan rahang bawah dan dagunya, sedangkan betina biasanya bertubuh lebih tebal saat dewasa. Ikan jantan juga punya sirip belakang yang lebih panjang daripada ikan betina.

Di alam liar, Arwana Papua adalah pemangsa permukaan (surface feeder) yang memakan serangga (jangkrik, belalang), invertebrata (udang, cacing), katak kecil, kadal, cecak, dan ikan-ikan kecil lainnya. Arwana Papua aktif mencari makan di malam hari.


Arwana Papua mengerami telurnya di dalam mulut (mouthbrooding)


Dan sering muncul ke permukaan di siang hari untuk menangkap mangsa seperti serangga dari dahan pohon rendah. Memanfaatkan kebiasaannya melompat ke permukaan air untuk menerkam mangsa, menjadikannya omnivora karnivora yang oportunistik.

Baca juga : Gurami Sabah, Ikan Air Tawar Endemik Kalimantan Bukan Sembarang Gurami

Ikan Arwana Papua ini adalah karnivora agresif dan bisa tumbuh sampai sekitar 60 centimeter di penangkaran dengan berat badan sekitar 2,3 kilogram atau lebih. Di alam, arwana liar bisa tumbuh sampai satu meter panjangnya dan merupakan predator yang tangguh. Arwana Papua menghuni bagian atas sampai bagian tengah perairan tropis tempatnya tinggal.


Anakan Arwana papua yang baru saja menetas


Arwana Papua mempunyai teknik berburu yang unik. Ikan ini akan bersembunyi, menguntit, dan melompat keluar dari air untuk memangsa hewan kecil dan serangga dari tumbuhan yang menggantung atau di dekatnya, tidak heran kalau ikan ini mendapat julukan “monyet air.”

Arwana Papua cenderung hidup soliter atau berpasangan, dan pejantan akan menjaga wilayahnya. Arwana Papua berkembang biak di alam liar dengan mencari perairan tenang atau lambat seperti sungai dangkal, rawa, atau danau dengan dasar berbatu.

Arwana Papua liar mulai bertelur saat musim penghujan tiba. Terutama saat suhu air mulai menghangat (sekitar 30 °C) pada musim tertentu (September-November). Pasangan ikan jantan dan betina akan kawin. Betina melepaskan 50-100 telur yang kemudian dibuahi oleh ikan jantan.

Pejantan akan mengumpulkan telur-telur tersebut dan mengeraminya di dalam mulutnya (Mouthbrooding) selama kurang lebih 30 hari. Setelah menetas, benih Arwana Papua tetap bersama induk jantannya selama sekitar empat hingga lima minggu.


Arwana Papua termasuk jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang


Ketika anak-anak ikan ini Arwana Papua terancam, induk jantan akan segera membuka mulutnya dan membiarkan anak-anaknya untuk berlindung ke dalam mulutnya. Arwana Jardini remaja seringkali memangsa serangga di permukaan air.

Baca juga : Ikan Sumpit, si Ninja Bawah Air

Ikan arwana asli Papua ini memiliki 2 varian, yakni red pearl dan green pearl. Varian red pearl mudah dikenali dari adanya ragam corak seperti garis bercoret berwarna merah muda di sekitar mata dan penutup insang. Sedangkan pada varian green pearl warnanya lebih polos, ada sisik berbintik kehijauan dengan sirip berwarna abu-abu dan hitam. Beberapa spot putih dapat ditemukan pada bagian sirip punggung dan sirip anal.


KKP lepasliarkan ratusan Arwana Papua di Merauke


Ikan Arwana Papua salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang yaitu Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan Lampiran perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SEFJEN/KUM.1/2018 tentang TSL yang dilindungi undang-undang.

Status konservasi Arwana Papua dilindungi terbatas, berbeda dengan Arwana Asia (Super Red, Golden) yang masuk CITES Appendix I dan sangat dibatasi perdagangannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara rutin melakukan pelepasliaran (restocking) Arwana Papua di habitat aslinya di Merauke untuk menjaga keberlanjutan populasinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Arwana Papua, Ikan Endemik Perairan Papua yang Mempunyai Teknik Berburu Unik


Minggu, 01 Maret 2026

Kacang Hijau, Superfood dengan Segudang Manfaat



Kacang Hijau (Vigna radiata) merupakan tanaman polong-polongan populer di Indonesia. Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan yang telah ada sejak zaman kuno. Nama sebutannya seperti mung bean, atau green gram. Tanaman ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dalam berbagai masakan dan tradisi kuliner di berbagai belahan dunia.

Kacang hijau diperkirakan berasal dari anak benua India di mana sudah domestikasi sejak 1500 SM. Budidaya kacang hijau meluas ke Asia selatan dan timur, Afrika, Austronesia, Amerika, dan Hindia Barat. Sekarang tersebar luas di seluruh wilayah tropis dan ditemukan tumbuh di dataran rendah sekitar 500 meter diatas permukaan laut hingga ketinggian 1850 m di Himalaya.

Kacang hijau masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Cina dan Portugis. Tanaman ini kemungkinan masuk ke Indonesia pada abad ke-17. Pengembangan di Indonesia dikembangkan secara besar-besaran oleh Kementerian Pertanian RI sehingga menjadi komoditi pertanian yang besar, bahkan sudah diekspor.


Tanaman kacang hijau telah ada sejak zaman kuno


Tanaman kacang hijau berakar tunggang yang panjangnya sekitar 15-20 cm. Karena tanaman kacang hijau ada di keluarga Leguminosae (polong-polongan) maka di akarnya dapat ditemukan bintil-bintil akar (nodula) yang berfungsi mengikat nitrogen.

Baca juga : Kacang Merah, Jenis Kacang-kacangan yang Kaya Protein dan Serat

Kemampuannya mengikat nitrogen ini dapat menyuburkan tanah. Akar cabang pada tanaman kacang hijau banyak yang menyebar di dekat permukaan tanah (mesophytes) ada pula yang pertumbuhan akar cabangnya memanjang ke dalam tanah (xerophytes).


Bunga tanaman kacang hijau


Kacang hijau memiliki batang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm tergantung varietasnya. Cabangnya menyebar ke semua arah. Batang utamanya berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu dan berwarna hijau kecokelatan atau kemerahan.

Kacang hijau berdaun majemuk. Dalam setiap tangkai daun, terdapat tiga helai anak daun yang letaknya berseling-seling. Tanaman kacang hijau daunnya berbentuk oval dengan bagian ujung yang meruncing dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Buku-buku tanaman mengeluarkan satu tangkai daun. Kecuali pada daun pertama setelah perkecambahan, daunnya saling berhadapan dan merupakan daun tunggal.

Bunga tanaman ini berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya juga tergolong bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Letak bunga tanaman kacang hijau adalah di ketiak daun.

Lalu, dari setiap tandan bunga ini, terdapat 5 hingga 25 kuntum bunga. Sedangkan setiap tandan bunga panjangnya pun berbeda – beda mulai dari 2 cm hingga 20 cm. Karena bunganya sempurna, penyerbukan terjadi pada malam hari sebelum bunga mekar. Lalu, pagi harinya bunga akan mekar, namun akan layu di sore hari.


Polong kacang hijau yang telah tua


Kacang hijau merupakan buah yang berbentuk polong. Panjang dari setiap polong bervariasi mulai dari 10 – 15 cm. Dalam setiap polongnya, terdapat 6 hingga 16 butir biji. Seperti namanya, memiliki biji yang berwarna hijau dengan bobot 0,5 mg – 0,8 mg per bijinya. Kacang hijau berkerabat dekat dengan kacang merah (P. vulgaris L) dan kacang kapri (Pisum sativum L).

Baca juga : Kecipir, One Species Supermarket yang Hampir Terlupakan

Buah tanaman kacang hijau mirip seperti buncis hanya saja lebih ramping. Polongnya berwarna hijau saat muda, lama – kelamaan polong akan berangsur berubah warna menjadi kecoklatan dan kehitaman, polongnya juga memiliki bulu-bulu halus.


Seoarang petani yang tengah memanen kacang hijau


Biji kacang hijau terdiri dari tiga bagian utama yaitu kulit biji (10%), kotiledon (88%) dan lembaga (2%). Bagian kulit biji kacang hijau mengandung mineral antara lain fosfor (P), kalsium (Ca), dan besi (Fe). Pada kotiledon banyak mengandung pati dan serat, sedangkan lembaganya mengandung protein dan lemak.

Biji kacang hijau memiliki kandungan gizi yang baik. Seperti karbohidrat, lemak, selenium, magnesium dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin B1, B2, B3, C dan E. Kandungan protein nabati dalam kacang hijau juga mencapai 24% dengan kandungan asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan.

Tidak hanya baik bagi kesehatan manusia, protein nabati ini sangat potensial digunakan sebagai pakan ternak karena mampu meningkatkan fertilitas/kualitas spermatozoa jantan. Kacang hijau adalah salah satu tanaman yang kecambahnya sering disebut dengan tauge.

Selain kacang hijau, tauge juga bisa berasal dari kecambah kacang kedelai. Dalam pembuatan kecambah dibutuhkan biji-bijian atau kacang-kacangan yang sehat, tidak busuk, dan bersih dari pestisida serta lingkungan yang optimal berupa ruang gelap, lembab, dan kadar air yang cukup.


Tauge kacang hijau


Kecambah kacang hijau mengandung vitamin E tinggi yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Folat yang terkandung di dalam kacang hijau juga cukup tinggi. Tak heran jika ibu hamil sangat dianjurkan untuk minum sari kacang hijau.

Baca juga : Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Nutrisi

Karena folat sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan sel dan membantu membentuk sel darah merah normal dan mencegah anemia. Selain itu kacang hijau dapat membantu mengontrol nafsu makan sehingga dapat membantu menjaga berat badan, dan banyak lagi manfaatnya yang lain.


Bubur kacang hijau yang menyehatkan


Kacang hijau telah membuktikan nilai pentingnya sebagai tanaman pangan yang bernilai tinggi dan memiliki peran signifikan dalam berbagai budaya kuliner di seluruh dunia. Dari asal usul yang kaya akan sejarah hingga ciri-ciri unik yang membedakan tanaman ini, menyediakan beragam manfaat dan potensi dalam bidang pertanian dan konsumsi pangan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kacang Hijau, Sumber Protein Nabati dan Penyubur Tanah


Hoya, Tanaman Merambat yang Memikat Keindahannya dan Bisa Serap Polutan

Hoya merupakan salah satu tanaman hias yang populer di kalangan pecinta tanaman. Bunga ini memiliki bentuk yang unik dan indah, dengan teks...