Sabtu, 23 Mei 2026

Mentimun, Buah dengan Kandungan Air Tinggi yang Kerap Dijadikan Sayuran atau Penyegar



Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang juga mencakup melon, semangka, dan labu. Tanaman ini menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya.

Mentimun berasal dari wilayah Asia Selatan, tepatnya di lereng Pegunungan Himalaya, India. Bahkan termasuk Tiongkok. Tanaman ini telah dibudidayakan selama ribuan tahun, tercatat sejak 3.000 tahun yang lalu, dan menyebar ke daratan Eropa seperti Yunani dan Italia.

Lalu menyebar ke seluruh dunia terutama di daerah tropis dan subtropis. Ada catatan yang mengatakan bahwa timun sudah mulai muncul di Prancis pada abad-9 dan kemudian Inggris pada abad-14. Dengan demikian, jelaslah bahwa memang keberadaan timun sudah ada sejak lama.


Tanaman mentimun telah ribuan tahun dibudidayakan manusia


Mentimun atau timun adalah salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada dalam berbagai hidangan khas Indonesia. Mentimun juga dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia. Rasa segarnya dan tekstur renyahnya menjadikannya salah satu favorit banyak orang.

Baca juga : Timun Suri, Buah Segar Kaya Gizi yang Kerap Jadi Buah Primadona di Bulan Puasa

Mentimun termasuk jenis tanaman sayuran buah semusim yang berumur pendek seperti terong, labu, tomat, dan pare. Persebaran timun di berbagai wilayah di Indonesia menyebabkannya memiliki julukan yang berbeda-beda di beberapa daerah, misalnya, timun (Indonesia), bonteng (Priangan atau Sunda), timun krai (Jawa), timun (Pulau Aru), timon (Aceh), hantimun (Lampung), dan ketimun (Kalimantan).


Buah timun yang telah siap panen


Mentimun umum digunakan dalam lalapan, campuran acar, salad, dan bahkan sebagai pelengkap dalam berbagai hidangan berkuah atau gorengan. Rasanya yang tidak manis membuatnya lebih cocok disandingkan dengan makanan yang asin atau pedas. Mentimun jarang dijadikan makanan penutup, sehingga secara praktis banyak orang menyebutnya sayur.

Tanaman tropis dan subtropis ini mempunyai daya adaptasi yang cukup luas terhadap lingkungannya tumbuh. Di Indonesia, mentimun dapat ditanam di dataran rendah dan tinggi, yaitu sampai ketinggian ±100 meter di atas permukaan laut. Setelah berbunga dan berbuah tanaman ini akan mati.

Tanaman ini memiliki batang yang berwarna hijau dan berbulu dengan panjang yang dapat mencapai 1,5 meter. Umumnya batang mentimun mengandung air dan lunak. Mentimun memiliki daun tunggal, terletak berseling, bertangkai panjang, dan berwarna hijau. Daunnya beraroma kurang sedap, langu, dan berbulu, tetapi tidak tajam.

Bentuknya bulat lebar dengan bagian ujung meruncing seperti jantung. Permukaan daun terasa kasar karena memiliki bulu halus dan teksturnya berkerut. Daun ini tumbuh berselang-seling keluar dari buku-buku (ruas) batang yang menjalar atau memanjat dengan bantuan sulur.



Mentimun yang telah tua


Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga hermafrodit apabila pertumbuhannya baik.

Baca juga : Semangka, Buah dari Daerah Setengah Gurun di Afrika Selatan yang Kaya Nutrisi

Bunga mentimun berwarna kuning, berbentuk terompet, dan berumah satu yang artinya bunga jantan dan betina terpisah, tetapi masih dalam satu pohon. Bunga betina mempunyai bakal buah berbentuk lonjong yang membengkak, sedangkan bunga jantan tidak. Letak bakal buah tersebut di bawah mahkota bunga.


Biji mentimun


Buah mentimun muda berwarna antara hijau, hijau gelap, hijau muda, hijau keputihan sampai putih, tergantung kultivar atau varietas yang dibudidayakan. Sementara buah mentimun yang sudah tua dan digunakan untuk produksi benih, berwarna cokelat, cokelat tua bersisik, kuning tua, dan putih bersisik.

Panjang dan diameter buah ini antara 12-25 cm dengan diameter 2-5 cm atau tergantung kultivar yang diusahakan. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.

Buah mentimun berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan dan permukaannya licin. Timun yang masih segar memiliki tekstur yang keras, sementara timun yang sudah tidak segar cenderung memiliki tekstur yang lembek dan empuk. Umumnya dikonsumsi mentah sebagai lalapan, jus, atau acar.

Namun kulit buah berubah warna menjadi kuning saat sudah tua. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.


Petani di Sukabumi tengah memanen buah mentimun


Timun mengandung sekitar 95% air, sehingga konsumsinya membantu meningkatkan hidrasi tubuh. Hidrasi yang baik untuk menjaga fungsi organ tubuh dan mendukung berbagai proses fisiologis. Kandungan air yang tinggi dalam timun membuatnya menjadi camilan yang baik untuk mencegah dehidrasi.

Baca juga : Blewah, Buah Populer Saat Ramadhan yang Menyegarkan dan Kaya Betakaroten

Mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi, vitamin A, B, dan C. Mentimun juga mengandung mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika. Menireal ini membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit.


Acar mentimun


Masker wajah yang mengandung sari mentimun juga digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

Tiongkok menjadi negara dengan penghasil buah timun terbesar di dunia, yaitu sekitar 70.3 juta ton produksi per tahunnya. Angka ini bahkan berhasil membuat Tiongkok mendominasi 80 persen dari total produksi timun dunia. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mentimun, Buah dengan Kandungan Air Tinggi yang Kaya Manfaat


Pertemuan Dekoe Mania Karesidenan Kediri Semarakkan Hobi Derkuku, Siap Gelar Liga Jatim





Dekoe mania Karesidenan Kediri adakan pertemuan pada Jum’at, 15 Mei 2026 di Joglo Sambidoplang di Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Joglo Sambidoplang ini sering dijadikan pusat kegiatan warga dan kini menjadi lokasi yang dipilih untuk acara pertemuan dekoe mania di wilayah Karesidenan Kediri.

Acara ini dihadiri beberapa tokoh dekoe mania dari Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Hadir juga beberapa Jurnas Senior. Salah satu agenda besar yang menjadi bahasan adalah kegiatan lomba di tahun 2026 yang dirasa semakin jarang ada, jauh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Hari ini kita berkumpul disini untuk membicarakan rencana mengadakan kembali liga di wilayah Karesidenan Kediri (Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri, Nganjuk). Mari kita rembuk bersama apa saja yang perlu kita persiapkan dan rencanakan,” ucap Ebin Sunarya, Ketua Pengda PPDSI Jawa Timur.



Dekoe Mania Karesidenan Kediri



Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah manfaat untuk bersama. “Hobi ini harus terus didukung oleh kegiatan lomba agar hobi tetap bisa eksis,” tambah pemilik N3 BF Tulungagung.

Disampaikan juga bahwa ada beberapa poin penting yang menjadi dasar pemikiran untuk mengadakan kegiatan lomba. Kegiatan lomba tersebut diharapkan bisa menjadi wadah silaturrahmi bagi dekoe mania dan mengakomodir para pemula agar bisa menyalurkan keinginannya untuk berlomba di tingkat regional.



Ebin Sunarya membuka acara



Sekaligus menjalankan aturan lomba dan sistem penilaian sesuai AD/ART yang telah ditetapkan dalam Munas PPDSI beberapa waktu lalu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi menjadikan sebuah gelaran yang berkualitas dan sesuai harapan bersama.

Selain itu menciptakan lomba yang fairplay dan transparan. Fair play dan transparansi menjadi syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar lomba derkuku tetap ramai. Serta menciptakan suasana lomba yang kondusif dan bisa dinikmati sebagai seni.

Lomba bukan semata-mata sebagai ajang meraih juara, namun juga menikmati sebuah gelaran yang bernuansa seni. Lomba juga harus bisa sebagai wadah evaluasi perkembangan kualitas hasil ternak para dekoe mania. Semua yang hadir menyambut gembira rencana diadakannya lomba secara rutin.

Pada kesempatan tersebut, akhirnya disepakati untuk menggelar kembali kegiatan liga sekelas Latihan Prestasi (LatPres) dan diputuskan pula bahwa lomba dilaksanakan setiap bulan. Dengan pertimbangan tidak berbenturan dengan jadwal Liga Derkuku Indonesia yang sudah bergulir sebanyak dua putaran.



Pada pertemuan tersebut diputuskan lomba akan diadakan secara rutin kembali



Serta waktu penetapan lombanya ini sudah di pertengahan tahun 2026. Maka pada 31 Mei nanti akan digelar event PPDSI Cup yang merupakan putaran pertama dan dilaksanakan oleh Pengcab PPDSI Tulungagung di Gantangan TGR Ds. Samir, Kec. Ngunut. Kab. Tulungagung.

Nantinya akan ada pemberian poin bagi para juara di setiap event yang akan menjadi dasar nominasi pemberian gelar Terbaik di kelas Senior, Yunior, dan Pemula yang dilombakan. Poin tersebut akan diakumulasikan pada putaran akhir nanti.



Joko PN sedang membahas tehnik breeding



Selain itu, mengakomodasi aspirasi dari dekoe mania perihal agar harga tiket untuk meningkatkan minat dekoe mania berlomba dengan harga tiket yang terjangkau. Diputuskan harga tiket kelas Senior sebesar Rp 75.000, kelas Yunior Rp 60.000, dan kelas Pemula Rp 50.000. Harga tersebut sudah termasuk beberapa fasilitas yang akan diberikan oleh panitia.

“Kami memahami kondisi dekoe mania, karena itu aspirasi yang berharap dengan harga tiket yang terjangkau akan semakin menggairahkan semangat dekoe mania untuk berlomba dan bisa membawa burung lebih banyak lagi,” jelas Mbah Demang, dekoe mania Kediri yang ikut hadir malam itu. Keputusan harga tiket diambil secara musyawarah.

Beberapa pertanyaan soal penjurian dan kriteria penjurian berdasarkan pakem dari PPDSI, jadi bahasan menarik. Karena ternyata banyak yang tidak paham soal penjurian pada lomba derkuku. Edukasi penjurian dipandu langsung oleh Jurnas derkuku Kamto dan Totok Arisandi.

Burung yang mendapatkan penilaian tidak asal berkualitas baik suara anggungnya atau ungkapan mumpung mau bunyi. Hal ini perlu dijelaskan terutama kepada peserta pemula agar tidak ada lagi anggapan keberpihakan juri-juri yang bertugas terhadap salah satu burung peserta.



Putaran pertama Liga Jawa Timur 2026



Tidak kalah menarik pembahasan cara breeding yang benar oleh Joko pemilik PN BF Tulungagung sekaligus penggagas pertemuan. Joko PN, banyak memberi penjelasan tentang breeding sistem inbreed yang telah terbukti sukses menelurkan jawara-jawara derkuku di tingkat regional maupun nasional.

Rencana bergulirnya liga ini ternyata memantik animo yang luar biasa dari dekoe mania di Jawa Timur, bahkan dekoe mania Situbondo telah menyatakan siap hadir. Semangat untuk lebih meramaikan hobi derkuku di Jawa Timur memutuskan event lomba menjadi Liga Jawa Timur.



Pemberian poin bagi juara Liga Jawa Timur



Semua yang hadir berharap lomba akan berjalan sukses nanti. Dan semua itu butuh dukungan, semangat serta kerjasama semua dekoe mania, untuk bisa mensukseskan kembali, agenda lomba ini. “Mudah-mudahan bisa lebih semarak lagi,” tutup Joko PN. (Ramlee/MD)

Kamis, 14 Mei 2026

Serak Jawa, Pemburu Malam Hama Tikus Sahabat Petani





Serak Jawa (Tyto alba) merupakan salah satu burung predator atau burung pemangsa yang dapat memangsa kelompok burung dan mamalia kecil. Burung Serak Jawa lebih dikenal masyarakat sebagai burung hantu atau barn owl. Salah satu spesies burung pemangsa malam yang paling mudah dikenali.

Perilaku burung ini yang aktif pada malam hari (nokturnal) dan terkadang mengeluarkan suara yang tidak biasa saat terbang inilah yang menyebabkan nama burung hantu disematkan oleh khalayak umum kepada. Tyto alba yang memiliki wilayah persebaran di hampir semua benua, kecuali Antartika. Di Indonesia, burung hantu ada beberapa jenis.

Tercatat ada 54 jenis burung hantu dengan rincian 8 jenis dari famili Tytonidae dan 27 jenis dari Strigidae yang tersebar di wilayah Indonesia. Burung hantu merupakan burung menetap, burung yang setia dengan rumah dan lingkungannya. Burung hantu juga tidak akan berpindah selama dirasa aman dan selama makanan di wilayah tersebut masih tersedia.



Penampilannya yang menyeramkan di malam hari membuatnya dijuluki burung hantu



Salah satu hewan yang umum dijadikan mangsa oleh Serak Jawa adalah Tikus (Rattus spp.). Apabila sulit mendapatkan tikus, burung ini akan bermigrasi atau pindah mencari makan ke daerah yang masih ada tikus namun sifatnya hanya sementara dan akan kembali ke tempatnya semula.


Burung Serak Jawa pertama kali dideskripsikan oleh Giovani Scopoli pada tahun 1769. Nama penunjuk spesies alba mengacu pada warna bulunya yang putih dan cokelat keemasan dengan bintik-bintik halus di bagian atas tubuh. Permukaan bulu Serak Jawa bagian bawah tubuhnya didominasi warna putih. Bulu Serak Jawa mempunyai tekstur lembut dengan corak tersamar.



Serak Jawa mampu terbang tanpa suara



Bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar. Pada Serak Jawa muda maupun betina, bercak tersebut biasanya lebih rapat. Ciri lain burung ini yaitu ada tanda mengkilat pada sayap dan punggung, kaki berwarna putih kekuningan sampai kecokelatan, dan memiliki bulu-bulu yang jarang. Semua bulunya mengandung zat lilin yang berfungsi untuk menjaga elastisitas dan membuat bulu lebih tahan air.

Serak Jawa jantan dan betina memiliki ukuran dan warna hampir sama, dengan ukuran tubuh sedang hingga besar sekitar 34 cm. Namun, serak jawa betina kadang-kadang berukuran sedikit lebih besar. Serak Jawa memiliki kepala besar, kekar dan membulat. Mukanya berbentuk jantung dengan tepi cokelat dan memiliki iris berwana hitam.

Tidak seperti jenis-jenis burung lain, mata burung ini menghadap kedepan. Sementara paruhnya yang tajam dan berwarna keputihan menghadap ke bawah. Kepala membulat dengan iris mata hitam. Meskipun matanya tidak bisa bergerak bebas seperti manusia namun Serak Jawa memiliki leher yang sangat fleksibel, yang mampu berputar ke segala arah.

Wajahnya berbentuk hati yang membantu memusatkan suara ke telinganya. Mempunyai kaki jenjang dengan cakar kuat, serta paruh berwarna putih kekuningan yang membengkok ke bawah. Keberhasilan burung Serak Jawa dalam berburu ditunjang oleh kemampuannya terbang tanpa suara.



Burung Serak Jawa bersarang di dalam lubang batang pohon



Ketika terbang, suara yang timbul akibat pergerakan sayap diredam oleh semacam lapisan seperti beludru pada permukaan bulu-bulu sayap bagian bawahnya. Selain itu, tepi bulu sayap burung hantu memiliki gerigi sangat halus menyerupai sisir yang berfungsi meredam suara kepakan sayap.


Cara terbang tanpa suara ini mempertajam pendengaran burung ini sekaligus menyebabkan pergerakannya tidak terdeteksi oleh mangsa. Pendengaran Serak Jawa juga sangat tajam, didukung oleh letak lubang telinga yang tidak simetris (berbeda tinggi di sisi kiri dan kanan) dan ditutupi bulu-bulu pendek sebagai pemantul suara.



Serak Jawa sedang mengerami telurnya



Wajah berbentuk cakram/parabola memusatkan suara langsung ke telinga, memudahkan deteksi mangsa dalam kegelapan. Sebagai burung malam, mata burung Serak Jawa memiliki kemampuan 3–4 kali lebih baik dari manusia untuk melihat dalam kegelapan sekitar. Bola matanya tidak dapat digerakkan.

Namun kepalanya dapat diputar 270 derajat dalam empat arah kiri, kanan, atas, dan bawah. Mata burung hantu juga menghadap ke depan sehingga menunjang penglihatan yang stereoskopik. Artinya, burung hantu dapat menentukan jarak dari objek yang dilihat.

Satwa ini dapat ditemukan mulai dari kawasan hutan, tepi hutan, hingga taman kota, dan padang rumput. Di Indonesia, Serak Jawa banyak ditemukan di dataran rendah, sawah, serta daerah perkotaan yang memiliki pepohonan tinggi. Dalam hal kehidupan sosial, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Serak Jawa dapat bersifat poligami.

Seekor Serak Jawa jantan bisa memiliki lebih dari satu pasangan dalam jarak yang berdekatan, dengan sarang yang biasanya berada di lubang pohon setinggi 5 hingga 20 meter. Pada masa kawin, pejantan akan terbang mengelilingi sarang sambil mengeluarkan suara berderit untuk menarik perhatian betina.



Serak Jawa mampu berburu hingga 5 ekor tikur perhari



Serak Jawa sudah siap bertelur saat berumur 9 bulan dan dalam setahun burung ini dapat bertelur 2—3 kali. Kisaran jumlah telur yang dihasilkan tiap musim berbiak berkisar 4—19 butir tergantung kesediaan pakan. Karena itu, populasi pengendali tikus ini bisa diperbanyak dalam waktu relatif singkat.


Tiap burung Serak Jawa dewasa dapat memangsa 2—5 tikus per hari atau sekitar 1.300 tikus per tahun. Serak Jawa mulai dapat berburu tikus pada umur 5 bulan. Diperkirakan, sepasang Serak Jawa dapat melindungi hingga 10 hektar sawah. Namun, petani biasanya menempatkan satu pagupon (semacam rumah kecil yang khusus disediakan untuk burung) di tiap 3 hektar sawah.


Kini banyak petani yang sudah memanfaatkan Serak Jawa sebagai pembasmi hama tikus



Secara global, Serak Jawa termasuk dalam kategori “Least Concern” (Risiko Rendah) menurut IUCN. Hal ini karena persebarannya yang luas dan populasinya yang relatif stabil. Namun, di beberapa daerah tertentu, tekanan terhadap habitat alami seperti penebangan pohon tua dan penggunaan pestisida yang berlebihan bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup satwa ini.

Di Indonesia, Serak Jawa belum dilindungi secara khusus, tetapi keberadaannya sering dimanfaatkan sebagai pengendali tikus secara alami oleh petani. Serak Jawa adalah contoh nyata bagaimana satwa liar bisa hidup berdampingan dengan manusia dan memberikan manfaat ekologis yang besar. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Selasa, 12 Mei 2026

Ubi Jalar, Umbi Manis Warna-Warni Kaya Manfaat



Ubi Jalar (Ipomoea batatas) merupakan sejenis tanaman budidaya yang tumbuh merambat. Tanaman ini juga disebut ubi rambat, ubi manis, ubi jawa, ubi jenderal, petatas atau yang juga dikenal dengan sebutan sweet potato dalam bahasa Inggris, telah menjadi sumber energi penting pengganti beras.

Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Tanaman ini telah tersebar luas di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Di Afrika, umbi dari ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting.

Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Ubi jalar menyimpan berbagai manfaat kesehatan di balik rasanya yang manis hingga mendapat sebutan superfood. Setiap orang yang mengonsumsi ubi ini tidak hanya akan merasa kenyang, tapi juga dapat menjadi lebih sehat, tergantung bagaimana mengolahnya.


Budidaya ubi jalar terutama dilakukan di daerah dataran tinggi


Ubi jalar atau ketela rambat diduga berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah.

Baca juga : Singkong, Tanaman Umbi Akar yang Berpotensi sebagai Sumber Pangan Lokal

Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia. Tanaman ini secara taksonomi termasuk dalam famili Convolvulaceae dan genus Ipomoea.


Daun muda ubi jalar dimanfaatkan sebagai sayuran


Karakteristik ubi jalar di setiap tempat pasti berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti curah hujan, temperatur, ketinggian, jenis tanah, dan Ph tanah pada daerah tumbuh tanaman tersebut. Tanaman ini tumbuh dengan umbi yang berada di bawah tanah dan memiliki beragam varietas dengan warna kulit dan daging yang bervariasi, seperti oranye, ungu, dan putih.

Pada tanaman yang berasal dari stek batang, akarnya akan muncul dari setiap nodus yang tertanam di tanah. Akar ini terbagi menjadi dua, yakni akar serabut yang tumbuh memanjang dan akar yang berkembang menjadi umbi untuk menyimpan cadangan makanan.

Batang ubi jalar memiliki tipe herbaceous (basah/lunak), berbentuk bulat, licin, dan tumbuh merambat di permukaan tanah. Batang ini memiliki percabangan tipe geragih atau stolon yang dapat membentuk individu baru dari buku-bukunya.

Daun dari ubi jalar termasuk daun tunggal dengan tata letak pada batang folia sparsa 2/5. Daun ubi jalar memiliki bangun bulat atau bundar (orbicularis) dengan ciri-ciri perbandingan panjang dan lebarnya 1:1. Tepi daun ini memiliki goresan yang menjari dan terbagi menjadi beberapa bagian.


Umbi dari tanaman ubi jalar yang banyak dimanfaatkan


Seperti jari-jari pada telapak tangan (palmati lobus) dengan susunan tulang daun berjumlah gasal. Dimana yang ditengah paling panjang dan besar sedangkan semakin kesamping semakin pendek serta tulang daunnya menjari. Selain itu, daun ubi jalar memiliki pangkal yang datar atau rata, sementara ujung daunnya meruncing.

Baca juga : Ganyong, Tanaman Umbi-umbian Tropis Kaya Karbohidrat dan Gizi Alternatif Pengganti Beras

Bunga pada ubi jalar termasuk bunga majemuk berbatas, yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan cabang-cabang tadi seperti ibu tangkainya juga yang akan menghasilkan suatu bunga pada ujungnya.


Ubi jalar Cilembu


Terdiri dari 3-5 bunga, bunga berbentuk terompet, daun kelopak berjumlah 5 dengan susunan imbricata quincuncialis. Daun mahkota berjumlah 5 gamosepalus, imbricata terpunir kekanan. Memiliki androecium sebanyak 5 dengan posisi benang sari pada bunga yang berhadapan dengan daun-daun kelopak (episepalus). Posisi bakal buah ubi jalar superus terdiri dari 4 karpelum sinkarp.

Warna daging umbi ubi jalar bervariasi dari putih, kuning, orange, hingga ungu. Varietas ungu secara spesifik mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai pewarna alami dan sangat dipengaruhi oleh pH lingkungan.

Terdapat beberapa jenis ubi jalar yang memiliki kandungan nutrisi bervariasi, antara lain ubi jalar oranye, termasuk ubi Cilembu yang terkenal manis dan mengandung banyak beta-karotennya. Lalu ada ubi jalar ungu yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan Ubi jalar putih yang memiliki tekstur halus dan rasa yang lebih lembut.

Umbi dari ubi jalar memiliki daging lembut dengan rasa manis alami yang bisa dijumpai di berbagai daerah. Ubi jalar bisa menjadi makanan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi dan kaya akan serat. Kandungan vitamin dan mineralnya yang berlimpah juga sangat penting bagi kesehatan tubuh.


Ubi jalar ungu yang kaya anti oksidan


Ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks, serat, kalsium, serta vitamin A dan C. Khusus varietas ungu, kandungan antosianinnya memiliki manfaat kesehatan yang besar, termasuk sebagai antioksidan, antibakteri, antikanker, serta pelindung terhadap penyakit jantung dan stroke.

Baca juga : Garut, Tanaman Umbi Sumber Pangan Bernutrisi

Vitamin A yang dihasilkan dari kandungan beta-karoten dalam ubi jalar penting untuk menjaga kesehatan mata dan merawat kemampuan penglihatan. Sedang kandungan vitamin C dalam ubi jalar berperan menggenjot produksi sel kekebalan seperti limfosit bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus ataupun bakteri.


Sayur daun ubi jalar yang nikmat


Kalium yang terdapat dalam ubi jalar terkenal bisa membantu menekan risiko penyakit jantung yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Mineral elektrolit ini dapat menjaga cairan dalam tubuh tetap seimbang dan mengendalikan tekanan darah sehingga dapat pula mencegah penyakit kardiovaskular lain seperti stroke.

Meski menyandang gelar “superfood”, bukan berarti ubi jalar aman dari risiko kesehatan. Konsumsi yang berlebihan dan pengolahan ubi jalar yang tidak tepat justru bisa mendatangkan masalah kesehatan, antara lain peningkatan kadar gula darah, gangguan hormonal, kerusakan saraf, hingga kanker karena adanya residu pestisida, terutama dari ubi jalar non-organik. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Ubi Jalar, Sumber Pangan Alternatif yang Kaya Nutrisi


Minggu, 03 Mei 2026

Team Gerbong Maut Gelar Latber Tapal Kuda, Juara Direbut Rahayu Kopral dan Adidas



Komunitas puter pelung mania Gerbong Maut Bondowoso, kembali menghadirkan gelaran. Acara ini diperuntukkan buat rekan-rekan yang selalu merindukan acara kumpul bareng, pantau bersama puter pelung orbitannya dan menjalin silaturahmi sesama penggemar, penghobi, dan peternak puter pelung di Tapal Kuda.

Acara yang masuk agenda Pengcab PPPPSI Bondowoso itu digelar pada Minggu, 26 April 2026 dengan lokasi di Gantangan Gerbong Maut Pemkab Bondowoso di Pasar Hewan Terpadu Selolembu, Kec Curahdami-Bondowoso. Seperti pada gelaran sebelumnya, acara tetap sama, yakni membuka partai kelas Utama, Madya, dan Pemula.


Tim Gerbang Maut Bondowoso


Menurut Ketua Pelaksana, H. Ichwanto , tujuan dari acara ini. adalah menjalin tali silaturahmi penghobi puter pelung di wilayah Tapal Kuda. H. Ichwanto terus melakukan aksi nyata dan positif, menjadikan organisasi hobi puter pelung sebagai wadah menyalurkan hobi dan menyambung rasa memiliki antar komunitas yang ada.

“Hari ini kami kembali mengadakan kegiatan Lomba Puter Pelung Tapal Kuda,” jelas H. Ichwanto Ketua Pengcab PPPPSI Bondowoso. Kegiatan ini sebagai wujud eksistensi dunia hobi puter pelung di Bondowoso dan daerah Tapal Kuda, dengan harapan agar bisa memberikan efek positif pada daerah sekitar.


Anggota keluarga juga dilibatkan dalam kepanitiaan


“Kami berusaha untuk terus menggelorakan hobi puter pelung dengan harapan dan tujuan agar bisa lebih memasyarakat dan bisa ikut terlibat dalam setiap kegiatan,” papar H. Ichwanto. Dengan adanya kegiatan rutin, maka ada harapan untuk bisa mengajak masyarakat agar mau bergabung dalam komunitas penghobi, peternak, dan pelomba puter pelung.

Kegiatan ini murni untuk memberikan wadah agar puter pelung mania bisa tetap eksis menyalurkan hobinya. Seperti pada gelaran-gelran sebelum, acara tetap mendapatkan respon positif dari peserta. Terbukti dari banyaknya burung yang berada di atas gantangan.


Acara dipandu oleh Ibatha yang begitu atraktif


Tiket yang disediakan menjadi serbuan peserta. Memang belum seperti yang diharapkan, tetapi animo para penghobi untuk menghadiri kegiatan lomba masih tetap baik. “Kami mengajak puter pelung mania Tapal Kuda untuk melombakan burung gacoannya di Latber Tapal Kuda yang membuka kelas Utama, Madya, dan Pemula,” jelas H. Ichwanto

Peserta datang dari berbagai kota yang ada di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Nampaknya gelaran lomba burung puter pelung inilah yang jadi magnit bagi puter pelung mania untuk datang. Antusias puter pelung mania Tapal Kuda untuk mengikuti acara tersebut terbilang masih cukup besar.


Suasana penjurian Latber Tapal Kuda


“Alhamdulillah keinginan rekan-rekan untuk mengikuti kegiatan ini masih cukup besar,” jelas H. Ichwanto. Ketua Pengcab PPPPSI Bondowoso ini memang getol mengajak daerah-daerah di Tapal Kuda untuk secara rutin membuat kegiatan lomba secara bergantian. Dengan demikian hobi puter pelung tetap bisa berjalan.

Suasana gayeng antar penghobi menjadi pemandangan yang selama ini selalu dirindukan ketika hadir di gantangan. Tidak nampak teriakan berlebihan yang membuat suasana semakin panas. Peserta yang duduk lesehan menikmati benar suara puter pelung di atas gantangan. Suasana yang penuh kedamaian, asyik, dan membuat rasa kekeluargaan semakin kuat.


Penghobi di Tapal Kuda antusias memenuhi undangan Pengcab Bondowoso untuk turun berlomba


Diakhir penjurian, penentuan kejuaraan dilakukan. Untuk podium pertama di kelas Utama berhasil menjadi milik Rahayu andalan Slamet Situbondo, puter pelung ring Arjuna 18 yang berada di gantangan nomor 8. Lalu di tempat kedua ada Raja Tega gaco Danu Situbondo ring W2P yang berada di nomor gantangan 15 dan tempat ketiga diraih Ki Dewo orbitan Rojaa BF Probolinggo ring Neon 171 yang menempati nomor gantangan 7.

Di kelas Madya, podium pertama berhasil di raih Kopral amunisi Abah Yanto Lumajang, puter pelung ring Lokananta 111 yang digantang pada nomor 37. Adidas milik Ibatha Bondowoso ring Ibata 09 yang berada di gantangan nomor 40 raih juara kedua. Tempat ketiga direbut Sengkuni ring Aorora 224 milik Aorora Lumajang di gantangan 38.


Juara tiga besar di kelas Utama


Untuk podium pertama di Pemula berhasil diraih oleh Adidas milik Ibatha Bondowoso yang digantang pada nomor 11. Ki Gettar milik P. Woko Bondowoso yang digantang pada nomor 20 jadi juara kedua. Dan Bintang Sembilan besutan Zakaria Bondowoso menempati nomor gantangan 25 berhasil melengkapi posisi tiga besar.

Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, kerjasama dan kehadiran peserta sehingga pelaksanaan bisa berlangsung meriah dan penuh dengan semangat. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. “Target ke depan Team Gerbong Maut berencana mengadakan Latpres Puter Pelung,” jelas H. Icwanto. “Diperkirakan pada bulan Juni atau Juli, mohon doanya.” (Ramlee/TM)





Mentimun, Buah dengan Kandungan Air Tinggi yang Kerap Dijadikan Sayuran atau Penyegar

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang juga mencakup melon, semangka, dan labu...