Pengcab. PPDSI Sukoharjo memenuhi janjinya untuk selalu menggelar kegiatan lomba dengan menggandeng komunitas penggemar derkuku di Sukoharjo dan Solo. Seperti pelaksanaan kegiatan Latberan Spesial Ramadhan Kolaborasi Pedes dan DMS di hari Minggu, 8 Maret 2026 kemarin di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo.
Kegiatan ini dalam rangka membangun tali silaturahmi diantara penggemar derkuku di Sukoharjo dan Solo. Latberan ini rencananya dilaksanakan pada sore hari karena bulan puasa namun karena hampir tiap sore selalu turun hujan maka diputuskan tetap dilaksanakan pada pagi hari seperti biasanya.
![]() |
| Trophy yang diperebutkan |
Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat persiapan panitia sedikit terganggu. Dengan sangat terpaksa pagi menjelang lomba banner dan tenda kepanitiaan baru bisa dipasang. “Monggo panitia dibantu pemasangan bannernya,” pinta Andang, salah satu panitia memberi komando.
Tidak butuh waktu lama banner dan tenda bisa terpasang dengan baik, meski ada beberapa banner yang belum sempat terpasang karena tempatnya sudah penuh. “Alhamdulillah, program suport bannernya direspons dengan baik,” ujar Jatmiko pemilik Jat BF yang membantu desain.
![]() |
| Juri-juri yang bertugas |
Jatmiko juga tidak segan kontak satu persatu peserta untuk bersedia pasang banner bird farmnya, contohnya Amin pemilik Grace BF yang akhirnya berani suport dua banner dengan desain latar belakang mobil antik. “Mantap Pak Jat, desainnya aku suka itu,” tutur Amin memuji.
Peserta latber kali ini tetap antusias meski ada beberapa gantangan yang kosong karena ada beberapa peserta yang batal mendadak. “Gak papa itu hal yang biasa, dan kita semua bisa memakluminya karena masih bulan puasa. Target peserta dengan gantangan yang tersedia pun sudah tercapai,” jelas Andang.
![]() |
| Hujan menghantui pelaksanaan Latberan Spesial Ramadhan |
“Kami berkumpul di sini untuk menjaga suaasana guyub rukun yang selama ini sudah terbangun diantara penggemar derkuku. Selain itu gaco-gaco kami membutuhkan latihan yang lebih intensif agar bisa bersaing di event-event besar nantinya,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua PPDSI Sukoharjo.
Pemilik Nasa BF ini berharap, dari kontestan yang turun hari itu, nantinya mampu bersaing tidak saja di ajang lokal tetapi juga nasional. ‘’Suatu saat nanti kami berharap peternak Sukoharjo dan Solo mampu berkibar di LDI,” ujar H. Nur Ali Sasongko.
![]() |
| Aries, Eko LMS, Hery, dan Hafid |
H. Nur Ali Sasongko mengucapkan terima kasih kepada seluruh dekoe mania yang sudah berpartisipasi hadir di ajang Latberan Spesial Ramadhan ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran semua peserta. Karena tanpa dukungan dari semua yang hadir, jelas acara ini tak mungkin bisa terlaksana,” tutur H. Nur Ali Sasongko.
Mudah-mudahan acara ini bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin.” H. Nur Ali Sasongko juga meyakini bahwa dengan sekian banyaknya trah-trah bagus yang menjadi materi para peternak, ke depan Sukoharjo dan Solo bakal tidak kekurangan jago-jago untuk dilombakan di ajang lokal dan nasional.
![]() |
| H. Nur Ali Sasongko (kanan) mbegitu menikmati suasana lomba |
Tinggal bagaimana menumbuhkan semangat untuk berani tampil di lomba. “Juara memang menjadi tujuan penghobi ke lomba, tetapi lebih dari itu membangun dunia derkuku agar semakin ramai membutuhkan sumbangsih nyata dengan minimal ikut menurunkan burung hasil rawatannya.”
Meski cuaca mendung tanpa teriknya matahari, burung-burung tetap mamapu bersaing ketat. Adu kualitas anggung merdu yang dilepas oleh masing-masing jago, betul-betul terdengar sangat jelas dan saling bersautan serta jadi tontonan yang menarik. Suasana yang sangat dinanti para penghobi.
![]() |
| Para juara di kelas Bebas |
“Lihat saja pertarungan di kelas Pemula yang pada babak pertama hanya ada sembilan burung yang mendapat empat warna dan terus bertambah jumlahnya di babak berikutnya,” jelas Dalip selaku juri Perumus yang selalu tanggap setiap ada progres bertambahnya nilai.
Sebagai juri Perumus, Dalip aktif membantu juri-juri dalam menjalankan tugasnya. Hal ini perlu dilakukan agar proses rekapitulasi penilaian bisa segera terselesaikan dengan cepat. “Terkadang sampai harus masuk lapangan bukan untuk intervensi, tetapi untuk cek kepastian gantangan mana yang sudah/ belum masuk rekap,” ungkap Dalip.
![]() |
| Bambang HW gantangan 9 juara di kelas Pemula |
Empat babak penjurian terselesaikan tanpa hambatan. Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Untuk kelas Bebas, juara pertama berhasil menjadi milik Kanjeng Mami amunisi Daud Toni, Solo. Derkuku ternakan Sword 65 yang menempati nomor kerekan 18. Kanjeng Mami juara setelah sukses meraih bendera lima warna dua kali dan sekali bendera tiga warna.
Tempat kedua ditempati Bimo andalan Hery Solo ring JNG 201 pada kerekan nomor 47 dengan mendapat sekali bendera lima warna di babak pertama dan empat warna tiga kali. Posisi ketiga diraih Tirtonadi milik Wawan Solo Baru, derkuku bergelang B2W 2190 yang ada di nomor kerekan 40.
![]() |
| Juara kelas Pemula |
Di kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Surya Madina debutan Bambang HW Sukoharjo, derkuku ring PSG 644 yang dikerek pada nomor 9. Disusul kemudian Densus 62 besutan Budi Gentan Sukoharjo, ring BS62 188 yang berada pada nomor kerekan 34. Dan tempat ketiga dimenangkan Arya Jagat orbitan Aris Sukoharjo ring FM 17 yang dikerek pada nomor 33. Di akhir acara segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran serta meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar