Sabtu, 24 Januari 2026

Kompol Dwi Sucahyo Buka Lomba Spesial Tahun Baru 2026, Rahayu dan Grojokan Sewu Juara, Tali Jagat Jadi Bintangnya



Pengcab PPPPSI Probolinggo bekerjasama dengan P3-Pro menggelar Lomba Seni Suara Alam Burung Puter Pelung pada Minggu, 18 Januari 2026 di Gantangan Patimura BC. Mayangan – Probolinggo. Event yang merupakan agenda rutin di daerah Tapal Kuda Jawa Timur tersebut berhasil terselenggara.

Lomba awal tahun ini spesial digelar untuk menyemarakkan hobi puter pelung di Probolinggo dengan membangkitkan semangat para peternak dan penghobi di Probolinggo dan daerah Tapal Kuda. Mereka musti berani tampil membawakan hasil tetasannya atau rawatannya ke arena lomba melalui Lomba Spesial Tahun Baru 2026.


Kabag Ops. Polres Probolinggo Kota Kompol Dwi Sucahyo SH.M.M. berfoto bersama juri dan panitia


Ada tiga kelas yang dibuka yakni kelas Pemula, kelas Utama, dan kelas Bintang. Ternyata diluar dugaan, peserta membludak. Bahkan menarik para pelomba dari Jawa Tengah untuk ikut hadir meramaikan. Dari 3 kelas yang dibuka hampir seluruhnya penuh peserta.

Tidak hanya secara kuantitas peserta meluber, juga secara kualitas burung-burung yang turun rata-rata tampil ciamik. Lomba yang bisa dikategorikan even Latpres tersebut diikuti para jawara puter pelung dari beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.


Menunggu saat-saat menggantang burung gacoannya masing-masing


Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh puter pelung mania yang sudah berpartisipasi hadir di ajang perdana tahun 2026 ini. Terima kasih juga disampaikan kepada pihak sponsorship sehingga jumlah undian doorprize cukup banyak. Termasuk adanya hadiah sembako dan uang pembinaan.

Hadir dalam acara tersebut Kabag Ops. Polres Probolinggo Kota Kompol Dwi Sucahyo SH.M.M. “Saya bangga ketika melihat kegiatan ini benar-benar menjadi pilihan masyarakat pecinta burung puter pelung, yang datang bukan saja dari Probolinggo, tetapi juga dari luar kota, bahkan dari luar Jawa Timur,” jelas Kompol Dwi Sucahyo.


Kompol Dwi Sucahyo berkenan menaikkan burung ke gantangan


Lebih lanjut Kompol Dwi Sucahyo berharap, kegiatan seperti itu dapat membangun silaturahmi, membangun sinergitas bersama antara Polri dan organisasi puter pelung yakni PPPPSI di daerah Probolinggo. “Tentu momentum yang baik ini bisa kita gunakan, manfaatkan untuk saling bertemu, dan saling bersilaturahmi.”

“Dan mudah-mudahan ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus kita selenggarakan untuk membangun sinergitas seluruh stakeholder yang ada,” papar Kompol Dwi Sucahyo. Melihat hasil yang luar biasa inilah, Kompol Dwi Sucahyo juga berharap bisa mengagendakan kembali kegiatan yang sama di hari Bhayangkara nanti, tentunya dengan kemasan yang lebih bagus lagi.


Juri bersiap dengan benderanya


Even awal tahun yang digelar oleh Pengcab Probolinggo benar-benar dimanfaatkan para penghobi burung puter pelung di wilayah Tapal Kuda, juga kota-kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Bahkan penghobi dari Jawa Tengah juga hadir, yakni Purworejo, Semarang, dan Wonosobo.

Hadirnya peserta dari luar kota, selain semakin menambah ramai suasana lomba. Kehadiran jago-jago yang diusung oleh tim tamu tersebut, juga mampu menjadikan persaingan semakin ketat dan seru. Baik persingan di kelas Pemula, Utama maupun persaingan di kelas Bintang.


Even Spesial Tahun Baru 2026 berjalan meriah


Cuaca kota Probolinggo, hari itu tampaknya kurang bersahabat. Pasalnya, sejak pagi buta, lokasi di Gantangan Patimura BC yang jadi tempat persaingan jago jago puter pelung sudah dipayungi awan mendung. Udara dingin serasa menusuk tulang, betu-betul sangat dirasakan oleh semua peserta yang hadir.

Dan meskipun kondisi alam saat itu kurang mendukung, tetapi ternyata itu tidak menyurutkan nyali dan semangat peserta. Untuk tetap menggantang dan mengawal jago-jagonya, agar bisa tampil bagus dan pulang membawa tropy juara. Begitu peluit dibunyikan sebagai tanda lomba dimulai, sontak saja suasana arena lomba pun berubah menjadi ramai.


Rahayu sabet juara di kelas Utama


Suara merdu anggung jago-jago puter pelung, yang digantang terdengar silih berganti. Adu mental dan kualitas anggung benar-benar terjadi di tiga kelas yang dibuka oleh panitia. Beberapa jawara puter pelung yang biasanya tampil mempesona ternyata enggan memamerkan anggung emasnya, cuaca tampaknya memang berpengaruh.

Beberapa peserta sempat meluapkan kekesalan dan ketidakpuasannya karena merasa burungnya layak menang namun dinilai kurang maksimal dan tidak diperhatikan oleh juri. Lomba yang bisa dikategorikan Latpres seperti itu umumnya berjalan ramai dan diikuti oleh antusiasme tinggi dari para penghobi dari berbagai daerah.


Grojokan Sewu moncer di kelas Pemula


Protes atau ketidakpuasan peserta merupakan hal yang berpotensi terjadi dan harus diantisipasi oleh panitia sedari awal melalui penilaian yang lebih adil dan transparan. Peserta dari luar daerah dengan burung-burung bagus pasti akan berteriak ketika burungnya saat manggung tetapi tidak terpantau oleh juri.

Empat babak penilaian, betul-betul jadi persaingan seru dan ketat antar jago yang berlaga. Dan mendung yang terus memayungi juga tak mampu membendung kerja dari beberapa jago jago puter pelung yang memang punya mental hebat.


Tali Jagat menjadi Bintang di even Spesial Tahun Baru 2026


Buktinya di kelas Utama, Rahayu yang jadi andalan Slamet Situbondo, jago bergelang Arjuna 18 ini berhasil menembus dinginnya udara dan lolos dari hadangan pesaingnya. Dengan mendapat total nilai tertinggi, Rahayu sukses merebut podium pertama dan pulang membawa tropy juara.

Sedangkan burung puter pelung bernama Mawar milik AG BF Bangkalan bergelang AG 37 harus puas menjadi runner upnya. Dan disusul kemudian oleh Condro Wangi milik Amir 99 Pamekasan, dengan ring Jojo 111 di tempat ketiga.



Sementara di kelas Pemula yang dilombakan setelah kelas Utama, juga berlangsung seru. Di babak pertama tanpa terduga dua burung harus mengakhiri persaingan lebih awal setelah pengajuan mendapatkan bendera lima warna disetujui oleh koordinator juri sehingga harus terkena diskualifikasi.

Salah satunya burung milik Krida Tya Yudha. “Wes gak opo-opo, semoga memang waktunya naik kelas setingkat lebih tinggi,” ucap Yudha pemilik Arahiwang BF Purworejo Jawa Tengah legowo. Hingga akhirnya jago muda Grojokan Sewu orbitan 7BF Pasuruan mampu merebut podium utama.



Grojokan Sewu rebut juara setelah bersaing sangat ketat dengan Sadis burung puter milik Danu Pesona dari Situbondo yang berada di tempat kedua. Dan Ki Geter andalan Dewoko dari Bondowoso yang berhasil mengakhiri langkahnya di posisi ketiga.



Sementara di kelas Bintang berlangsung begitu meriah. Persaingan menjadi yang terbaik sangat ketat. Setelah melalui persaingan sengit selama empat babak penuh penilaian. Tali Jagat yang jadi andalan Imam Syafi’i Tuban merebut podium juara. Tempat kedua diduduki Ki Dewo milik Rojaa BF Paiton. Sedang Barada’e milik Imam Syafi’i lainnya mengunci posisi tiga besar. (Ramlee/TM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kompol Dwi Sucahyo Buka Lomba Spesial Tahun Baru 2026, Rahayu dan Grojokan Sewu Juara, Tali Jagat Jadi Bintangnya

Pengcab PPPPSI Probolinggo bekerjasama dengan P3-Pro menggelar Lomba Seni Suara Alam Burung Puter Pelung pada Minggu, 18 Januari 2026 di Gan...