Gelaran lomba seni suara burung derkuku bertajuk Latberan Gantangan Pedes yang dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Pebruari 2026 berlangsung meriah. Kegiatan hasil kolaborasi apik antara Pedes dan DMS yang didukung penuh oleh Pengcab PPDSI Sukoharjo, ramai dihadiri dekoe mania.
Buktinya, gantangan di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo yang jadi tempat acara, benar-benar penuh sesak dibanjiri dekoe mania dari Solo Raya, Purworejo, dan Sukoharjo sendiri. “Hari ini kami menggelar acara Latberan Gantangan Pedes,” terang Andang Pramadhika salah satu panitia.
![]() |
| Siswo dan Hafid dengan piala yang diperebutkan |
Kondisi inilah yang diharapkan oleh panitia untuk bisa memberikan jalan bagi mereka agar hobi derkuku yang sudah ditekuni, bisa tetap tersalurkan. Kegiatan ini hanya membuka dua kelas dengan kapasitas 1 blok saja, yakni kelas Bebas dan kelas Pemula.
“Kami tidak mempersoalkan jumlah kelas dan banyaknya blok, karena sarana yang ada memang masih sangat terbatas,” ungkap Andang Pramadhika salah satu panitia. “Yang penting kami bisa kumpul dan ngerek bareng sambil menjaga tali silaturahmi.”
![]() |
| Eko LMS di meja panitia |
“Setidaknya dengan kegiatan ini, diharapkan muncul pendatang baru yang akan semakin melengkapi jumlah keberadaan dekoe mania disana. “Hari ini ada peserta pendatang baru. Jumlahnya memang belum banyak. Mudah-mudahan akan terus bertambah,” harap Andang.
“Dan kondisi bisa semakin membuat hobi derkuku di Sukoharjo dan daerah di sekitarnya semakin semarak dan mencapai tujuan yang selama ini kami harapkan bersama,” harap dekoe mania Sukoharjo yang terus bersemangat menghidupkan hobi.
![]() |
| Juri-juri dipersiapkan dengan baik |
Tiket telah ludes hanya dalam dua hari sejak pendaftaran dibuka. “Animo teman-teman sangat baik,” ujar Eko LMS yang bertugas di meja pendaftaran. “Slot gantangan yang disediakan oleh panitia langsung dipesan, hanya dalam dua hari sudah penuh.”
H. Nur Ali Sasongko selaku Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program Pengcab yang akan terus terjadi. “Kami upayakan setiap bulan bersama dengan Pengcab Surakarta, akan selalu ada kegiatan,” tutur H. Nur Ali Sasongko.
![]() |
| Suasana latber hasil kolaborasi Pedes dengan DMS |
“Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan dekoe mania disini bisa menyalurkan hobinya dan hobi derkuku tetap eksis,” jelas pemilik Nasa BF ini. Sementara itu perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru dan menegangkan. Meskipun cuaca kurang bersahabat dengan kondisi yang cenderung dingin, namun peserta tetap bersemangat tampil maksimal di hadapan juri.
H. Nur Ali Sasongko juga ikut memberikan pengarahan juri-juri yang bertugas. Saya minta juri dapat bekerja dengan baik dengan mengedepankan semangat fair play. Tentunya ditunjang dengan kinerja yang sat set dalam memberikan penilaian tapi tetap sesuai tata cara dan aturan penjurian yang sudah ditetapkan,” pintanya.
![]() |
| Dekoe mania Solo Raya |
Cuaca medung dengan mentari yang seolah enggan menampakkan diri mengawal proses penjurian dari pertama sampai akhir. Beberapa dekoe mania begitu bersemangat memberikan semangat kepada gacoannya yang berlaga, hingga diingatkan oleh dekoe mania lainnya agar tidak berteriak.
Kehadiran penghobi yang untuk pertama kalinya hadir di lapangan juga mewarnai kegiatan Latberan Gantangan Pedes, seperti kehadiran Nanang. Proses penjurian menjadi pengalaman pertamanya, karena ternyata untuk ikut lomba tidak bisa hanya bermodal burung gacor saja.
![]() |
| Nanang salah satu peserta yang semangat ikut laberan meski burungnya belum masuk kejuaraan |
“Karena ini lomba seni suara sehingga yang dinilai adalah keindahan anggung burung derkuku. Jadi burung tidak hanya asal manggung, ada beberapa kriteria penilaian sehingga burung bisa mendapatkan bendera empat warna dan seterusnya,” jelas Jatmiko berusaha memberikan pemahaman penilain.
Dan burung yang hanya mendapatkan bendera tiga warna jelas kalah dengan yang mendapat empat warna. “Yah namanya burung pemula yen di rumah gacor door, saat di latberan gak begitu stabil masih kalah mental dan yang jelas burung-burung lain pada bagus bagus,” kata Nanag. “Gak papalah bisa ketemu teman-teman dah seneng.”
![]() |
| Hery menjuarai kelas Bebas |
Empat babak penjurian berlangsung sukses dan lancar, sampai akhirnya posisi kejuaraan ditentukan. Sampai akhirnya penetapan posisi juara ditentukan. Untuk podium pertama di kelas Bebas berhasil diraih oleh Oscar amunisi NSK Solo ring TKL 2597 yang dikerek pada nomor 44. Oscar juara setelah mengantongi nilai bendera lima warna sepanjang empat babak.
![]() |
| Juara di kelas Bebas |
Kemudian Idola Shore andalan Shorea BF Sleman ring B2W 3665 yang dikerek pada nomor 41 di tempat kedua setelah bersaing ketat dengan sang juara dengan nilai yang sama. Lalu ada gaco Shorea BF berikutnya, yakni Bimo Kurdo ring GTA 380 yang menempati nomor kerekan 43 berhasil merebut tempat ketiga setelah mendapatkan tiga bendera lima warna dan empat warna.
![]() |
| Sukarjo dari Jogja juara di kelas Pemula |
Untuk kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Puspo Tajem amunisi Shorea BF Sleman, ring Shorea 23 yang dikerek pada tiang nomor 21. Di tempat kedua ada Densus 88 andalan Budi Santoso Solo ring BS62 yang dikerek pada nomor 25. Posisi ketiga diraih Rumput Laut orbitan Eko LMS Solo ring D3W 040 yang menempati nomor kerekan 11.
![]() |
| Juara di kelas Pemula |
Diakhir acara, segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dekoe yang telah turut serta mensukseskan acara Pengcab Sukoharjo tersebut. Permintaan maaf juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar