Minggu, 03 Mei 2026

Team Gerbong Maut Gelar Latber Tapal Kuda, Juara Direbut Rahayu Kopral dan Adidas



Komunitas puter pelung mania Gerbong Maut Bondowoso, kembali menghadirkan gelaran. Acara ini diperuntukkan buat rekan-rekan yang selalu merindukan acara kumpul bareng, pantau bersama puter pelung orbitannya dan menjalin silaturahmi sesama penggemar, penghobi, dan peternak puter pelung di Tapal Kuda.

Acara yang masuk agenda Pengcab PPPPSI Bondowoso itu digelar pada Minggu, 26 April 2026 dengan lokasi di Gantangan Gerbong Maut Pemkab Bondowoso di Pasar Hewan Terpadu Selolembu, Kec Curahdami-Bondowoso. Seperti pada gelaran sebelumnya, acara tetap sama, yakni membuka partai kelas Utama, Madya, dan Pemula.


Tim Gerbang Maut Bondowoso


Menurut Ketua Pelaksana, H. Ichwanto , tujuan dari acara ini. adalah menjalin tali silaturahmi penghobi puter pelung di wilayah Tapal Kuda. H. Ichwanto terus melakukan aksi nyata dan positif, menjadikan organisasi hobi puter pelung sebagai wadah menyalurkan hobi dan menyambung rasa memiliki antar komunitas yang ada.

“Hari ini kami kembali mengadakan kegiatan Lomba Puter Pelung Tapal Kuda,” jelas H. Ichwanto Ketua Pengcab PPPPSI Bondowoso. Kegiatan ini sebagai wujud eksistensi dunia hobi puter pelung di Bondowoso dan daerah Tapal Kuda, dengan harapan agar bisa memberikan efek positif pada daerah sekitar.


Anggota keluarga juga dilibatkan dalam kepanitiaan


“Kami berusaha untuk terus menggelorakan hobi puter pelung dengan harapan dan tujuan agar bisa lebih memasyarakat dan bisa ikut terlibat dalam setiap kegiatan,” papar H. Ichwanto. Dengan adanya kegiatan rutin, maka ada harapan untuk bisa mengajak masyarakat agar mau bergabung dalam komunitas penghobi, peternak, dan pelomba puter pelung.

Kegiatan ini murni untuk memberikan wadah agar puter pelung mania bisa tetap eksis menyalurkan hobinya. Seperti pada gelaran-gelran sebelum, acara tetap mendapatkan respon positif dari peserta. Terbukti dari banyaknya burung yang berada di atas gantangan.


Acara dipandu oleh Ibatha yang begitu atraktif


Tiket yang disediakan menjadi serbuan peserta. Memang belum seperti yang diharapkan, tetapi animo para penghobi untuk menghadiri kegiatan lomba masih tetap baik. “Kami mengajak puter pelung mania Tapal Kuda untuk melombakan burung gacoannya di Latber Tapal Kuda yang membuka kelas Utama, Madya, dan Pemula,” jelas H. Ichwanto

Peserta datang dari berbagai kota yang ada di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Nampaknya gelaran lomba burung puter pelung inilah yang jadi magnit bagi puter pelung mania untuk datang. Antusias puter pelung mania Tapal Kuda untuk mengikuti acara tersebut terbilang masih cukup besar.


Suasana penjurian Latber Tapal Kuda


“Alhamdulillah keinginan rekan-rekan untuk mengikuti kegiatan ini masih cukup besar,” jelas H. Ichwanto. Ketua Pengcab PPPPSI Bondowoso ini memang getol mengajak daerah-daerah di Tapal Kuda untuk secara rutin membuat kegiatan lomba secara bergantian. Dengan demikian hobi puter pelung tetap bisa berjalan.

Suasana gayeng antar penghobi menjadi pemandangan yang selama ini selalu dirindukan ketika hadir di gantangan. Tidak nampak teriakan berlebihan yang membuat suasana semakin panas. Peserta yang duduk lesehan menikmati benar suara puter pelung di atas gantangan. Suasana yang penuh kedamaian, asyik, dan membuat rasa kekeluargaan semakin kuat.


Penghobi di Tapal Kuda antusias memenuhi undangan Pengcab Bondowoso untuk turun berlomba


Diakhir penjurian, penentuan kejuaraan dilakukan. Untuk podium pertama di kelas Utama berhasil menjadi milik Rahayu andalan Slamet Situbondo, puter pelung ring Arjuna 18 yang berada di gantangan nomor 8. Lalu di tempat kedua ada Raja Tega gaco Danu Situbondo ring W2P yang berada di nomor gantangan 15 dan tempat ketiga diraih Ki Dewo orbitan Rojaa BF Probolinggo ring Neon 171 yang menempati nomor gantangan 7.

Di kelas Madya, podium pertama berhasil di raih Kopral amunisi Abah Yanto Lumajang, puter pelung ring Lokananta 111 yang digantang pada nomor 37. Adidas milik Ibatha Bondowoso ring Ibata 09 yang berada di gantangan nomor 40 raih juara kedua. Tempat ketiga direbut Sengkuni ring Aorora 224 milik Aorora Lumajang di gantangan 38.


Juara tiga besar di kelas Utama


Untuk podium pertama di Pemula berhasil diraih oleh Adidas milik Ibatha Bondowoso yang digantang pada nomor 11. Ki Gettar milik P. Woko Bondowoso yang digantang pada nomor 20 jadi juara kedua. Dan Bintang Sembilan besutan Zakaria Bondowoso menempati nomor gantangan 25 berhasil melengkapi posisi tiga besar.

Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, kerjasama dan kehadiran peserta sehingga pelaksanaan bisa berlangsung meriah dan penuh dengan semangat. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. “Target ke depan Team Gerbong Maut berencana mengadakan Latpres Puter Pelung,” jelas H. Icwanto. “Diperkirakan pada bulan Juni atau Juli, mohon doanya.” (Ramlee/TM)





Jumat, 01 Mei 2026

Tumenggungan Cup PPDSI Blitar, Bangkitkan Gairah Dekoe Mania, Kaisar Muda dan Den Bagos Rebut Juara



Lomba burung derkuku yang digelar oleh Pengcab PPDSI Blitar bertajuk “Temenggungan Cup”, pada hari Minggu 26 April 2026 di Lapangan Desa Temenggungan Kec Udanawu Kab Blitar, berjalan semarak. Agenda ini, betul-betul berlangsung ramai dibanjiri dekoe mania dari berbagai kota selain dari Blitar sendiri tentunya.

Cuaca cerah pagi itu, mampu membakar semangat para dekoe mania yang hadir, untuk mengawal jago andalannya, agar bisa duduk di podium juara. Pramono, S.E. selaku Kepala Desa Temenggungan, nampak sangat antusias saat membuka acara lomba ini. Pramono yang juga selaku Ketua Panitia mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada semua dekoe mania yang hadir.


Pramono SE. Kades Temenggungan, Ketua Penyelenggara



Pramono ikut menikmati gelaran lomba derkuku di wilayahnya tersebut dan berharap gelaran lomba bisa sukses dan lancar tanpa ada kendala apapun. Adanya acara lomba seperti itu secara tidak langsung juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Selain itu, Pramono juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru panitia yang sudah bekerja keras. “Pada pagi ini semua siap untuk melaksanakan lomba derkuku. Dan lomba ini bukan satu-satunya tujuan kita untuk menggapai juara. Tapi ada hal yang lebih penting lagi, yaitu terjalinnya silataturahmi antar penghobi semuanya.”


Temenggungan Cup tak menyisakan satu pun tiang


“Dan mudah-mudahan kita bisa terus melaksanakan dan berkumpul di tempat ini untuk kebersamaan kita semua,” harap Pramono. Acara semacam ini diharapkan dapat kembali membangkitkan gairah dekoe mania yang saat ini dirasa sedikit menurun.

Salah seorang penghobi burung derkuku pun menyampaikan pada media bahwa setiap waktu harus ada kegiatan lomba walaupun kalibernya kecil. Yang penting hobi derkuku di Blitar dan daerah sekitarnya tetap dapat tersalurkan dengan baik.


Panitia Pelaksana


Karena acara-acara seperti ini dapat memberikan wadah bagi dekoe mania pemula atau baru, untuk bersama-sama tampil dan eksis menekuni hobi derkuku demi semaraknya hobi. Kehadiran para peserta dari berbagai penjuru kota, membuat gelaran ini terasa begitu luar biasa.

Terbukti dua kelas yang dibuka oleh panitia penuh sesak. Kelas Pemula disediakan 72 gantangan dan kelas Bebas sebanyak 36 tiang penuh tak tersisa. Peserta datang dari Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Sidoarjo, Surabaya, dan Blitar sendiri selaku tuan rumah.


Acara didukung penuh oleh penghobi derkuku, salah satunya dari Ngunut-Tulungagung



Membludaknya peserta sudah terlihat sejak info pendaftaran dibuka. Jelang pelaksanaan, panitia sampai bingung menerima pendaftaran peserta yang terus berdatangan. Bahkan beberapa harus menerima burung yang didaftarkan harus masuk di kelas Bebas, padahal semestinya masuk di kelas Pemula. Itupun masih ada beberapa pendaftar yang harus mengurungkan niatnya mengerek jagoannya, karena telah penuh.

Rupanya Temenggungan Cup juga jadi ajang uji mental dan kualitas anggung bagi jago-jago derkuku muda. Sekaligus sebagai persiapan dan pemanasan sebelum menuju Lomba Besar Piala KGPAA. Paku Alam X (LDI 2026 putaran ke-2) di Yogyakarta pada 10 Mei 2026 nanti.


Joko PN BF dan Bambang TKL TKL BF, sesepuh derkuku Tulungagung


Pagi itu, cuaca Desa Temenggungan betul-betul sangat mendukung, matahari bersinar terang. Kondisi cuaca seperti inilah yang memang diharapkan oleh dekoe mania peserta lomba, agar jagoannya bisa tampil top form. Dan begitu peluit dibunyikan sebagai tanda babak pertama Temenggungan Cup dimulai sontak saja, suasana lapangan pun berubah menjadi lebih ramai.

Selain ramai oleh suara anggung merdu dari jago-jago derkuku, suara teriakan-teriakan kecil dari sang joki maupun pemilik, memanggil nomor gantangan dan nama jago derkuku yang berlaga. Namun suara teriakan itu tidak sampai mengganggu jalannya lomba, mereka sekedar memberitahu juri yang bertugas jika burung andalannya berbunyi.


Mbah Demang terima bendera koncer kelas Bebas dari Pramono SE


Persaingan adu kualitas anggung antar jago derkuku, betul-betul terasa sangat seru dan ketat. Karena masing-masing jago, nampak sama-sama ngotot untuk memamerkan anggung suara emasnya di hadapan tim juri yang bertugas agar mendapat nilai tertinggi.

Sementara tim juri, terlihat fokus untuk memperhatikan dan mendengar kualitas anggung dari masing-masing jago yang melepas suaranya. Mana burung yang memang punya kualitas anggung merdu dan yang masih kurang dinilai sesuai dengan aturan penilaian, tidak sekedar gacor saja.


Para juara di kelas Bebas


Setelah melalui persaingan ketat selama empat babak penuh penilaian, akhirnya juri perumus, menetapkan 10 nominasi kejuaraan untuk kelas Bebas. Serta 20 nominasi kejuaraan untuk kelas Pemula sesuai dengan jumlah/peringkat nilai dari masing-masing burung (jago) yang didapat.

Di kelas Bebas, podium pertama berhasil direbut oleh Kaisar Muda. Derkuku bergelang MKS 1302 yang jadi andalan Mbah Demang Kediri yang ada di tiang nomor 19 ini sukses juara setelah berhasil meredam ambisi lawan-lawannya dengan raihan bendera enam warna di tiga babak.


Imam harus menerima guyuran air setelah Den Bagos juara di kelas Pemula


Sharukan ring JBKRM andalan Karim Kediri yang dikerek pada nomor 5 rebut juara kedua dengan raihan bendera enam warna selama dua babak. Di tempat ketiga dimenangkan Garudo orbitan N3 BF Tulungagung ternakan N3 yang dikerek pada nomor 14 degan raihan bendera 6 warna sekali. Total ada empat burung yang berhasil mendapatkan enam warna, satunya adalah Billal milik Karim yang ada di posisi 4.

Di kelas Pemula, juara pertama jadi milik Den Bagos besutan Imam dari Blitar di tiang 96. Jago bergelang Aditya ini mampu menerobos barisan paling depan, setelah aksinya sepanjang empat babak tak mampu dibendung oleh lawan-lawannya. Diposisi kedua, berhasil direbut oleh Joko Bores ring PM 780, milik Aris Madu Blitar yang ada tiang 51. Lalu posisi ketiga di tempati oleh Garong orbitan Tegar Blitar.


Para juara di kelas Pemula


Rencananya kegiatan ini akan diusahakan rutin digelar secara bergiliran dari satu lokasi ke lokasi lain. “Direncanakan nantinya setiap 2 bulan sekali akan diadakan gelaran latber, latbernil, atau lomba besar biar semakin ramai,” ujar Mbah Demang yang giat menghidupkan lomba bersama panitia pelaksana, dengan harapan akan semakin ramai hobi ini. “Terbukti tadi banyak peserta baru yang hadir dari kota Blitar dan sekitar,” tutur Mbah Demang di akhir acara. (Ramlee/MD)











Team Gerbong Maut Gelar Latber Tapal Kuda, Juara Direbut Rahayu Kopral dan Adidas

Komunitas puter pelung mania Gerbong Maut Bondowoso, kembali menghadirkan gelaran. Acara ini diperuntukkan buat rekan-rekan yang selalu meri...