Pengcab PPDSI Blitar kembali menggelar kegiatan Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku. Kali ini agenda yang mereka usung bertajuk Mbah Demang Cup #2 yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026. Menempati lokasi di Lapangan Kelurahan Bendo, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar.
PPDSI Blitar akhirnya bisa merealisasikan rencana untuk menggelar kegiatan even Mbah Demang Cup #2. Kegiatan ini sempat mengalami penundaan. Awalnya agenda untuk membuktikan eksistensi hobi derkuku di Blitar ini akan digelar pada 21 Desember 2025.
Namun datang berita duka dari keluarga Muhammad Makrus, SE Ketua Umum PPDSI. Dalam suasana duka yang mendalam akan kepergian Alm. M. Makrus, panitia memutuskan untuk menunda semetara waktu kegiatan tersebut hingga terlaksana pada 11 Januari 2026.
![]() |
| Para Juri berpose sejenak sebelum bertugas |
“Hari ini kami mengggelar kegiatan lomba derkuku dan Alhamdulillah bisa berjalan sesuai harapan,” terang Mbah Demang Ketua Panitia. Disampaikan juga bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud untuk menyemarakkan hobi derkuku di Blitar dan sekitarnya.
Menurut Mbah Demang hanya dengan kegiatan seperti ini maka hobi derkuku akan tetap eksis dan bisa lebih berkembang lagi. “Tanpa kegiatan, maka hobi tidak akan bisa ramai,” sambung Dhimas Nugraha, Sekretaris Pengcab Blitar.
![]() |
| Pengecekan kelengkapan bendera jelang lomba dimulai |
“Kami selalu berusaha membuat kegiatan dengan harapan agar hobi derkuku bisa lebih semarak lagi. Karena dengan cara ini maka hobi bisa berkembang pesat. Apalagi Blitar menjadi salah satu daerah yang ingin menjadikan hobi derkuku lebih semarak lagi,” ungkap Dhimas.
Even ini membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula. Kegiatan ini di motori langsung oleh Mbah Demang, seorang tokoh anggungan dari Kediri. Dari data yang masuk ke bagian pendaftaran, dekoe mania yang hadir berasal dari Jombang, Nganjuk, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar sendiri.
Even Mbah Demang Cup #2 dilaksanakan sebagai suatu bentuk kepedulian dari salah satu tokoh anggungan di Kediri (Mbah Demang). “Meskipun tokoh Kediri namun beliaunya tetap berkenan untuk dilaksanakan di Blitar, mungkin salah satunya dengan pertimbangan sarana dan prasana lomba yang lengkap,” jelas pemilik Gada BF ini.
Antusias dekoe mania untuk mengikuti kegiatan ini benar-benar luar biasa. “Alhamdulillah kegiatan hari ini mendapatkan dukungan yang luar biasa dari rekan-rekan. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan,” terang Dhimas Nugraha, Sekretaris Pengcab Blitar.
![]() |
Dekoe mania Blitar bersiap mengerek gacoannya |
Lebih dari seratus ekor derkuku ikut ambil bagian. Para peserta terbagi atas kelas Bebas dengan jumlah peserta 40 ekor (1 blok) dan kelas Pemula jumlah peserta 70 an (2 blok). Respon yang diberikan dekoe mania membuat panitia bisa tersenyum, pasalnya jumlah tersebut sudah melebihi angka yang diharapkan.
Lapangan Kelurahan Bendo Kec Kepanjen kidul dipilih menjadi lokasi acara. Menurut Mbah Demang selaku Ketua Panitia, mengatakan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu pilihan lokasi dari beberapa tempat yang ada. “Lagian dulu yang Mbah Demang Cup 1 juga bertempat di Blitar,” ujar Mbah Demang.
![]() |
Cuaca mendung mewarnai pelaksanaan Mbah Demang Cup #2 |
Di Kediri sendiri, Mbah Demang kesulitan perihal lapangan yang akan digunakan, selain itu kepanitian juga belum siap. “Karena saya sebenarnya cuma sekedar membantu sponsor ke Panitia,” ungkap Mbah Demang merendah. Dan agenda ini mengawali tahun 2026 dengan semangat kebersamaan menata kembali hobi yang dipilih untuk lebih maju.
Selain peserta yang ikut meramaikan acara ini, panitia juga meramaikan acara dengan doorprize melimpah. Acara dimulai ketika langit yang sejak pagi seakan enggan menampakkan wajah sang mentari. Namun demikian kondisi tersebut, tidak sampai menyurutkan semangat dekoe mania untuk hadir.
Keinginan untuk bisa masuk lapangan, mengerek, dan menggantang menampilkan gaco-gaco terbaiknya demikian kuat. Malam sebelumnya lokasi yang akan digunakan juga turun hujan deras yang membuat beberapa dekoe mania sempat ragu untuk berangkat dan timbul pertanyaan, apakah kegiatan akan tetap berlanjut.
“Walau hujan panggah jalan,” tegas Mbah Demang menjawab keraguan para dekoe mania. Namun sayang semarak kegiatan ini akhirnya benar-benar tidak bisa tergelar secara utuh sepanjang empat babak karena hujan yang tidak diharapkan hadir, membuyarkan acara.
![]() |
| Semua menikmati jalannya acara ditemani sajian pisang dari panitia |
Mbah Demang mengatakan bahwa cuaca seperti itu memang tidak diharapkan datang, namun siapa yang mampu menolak. Mbah Demang menuturkan bahwa kondisi cuaca yang kurang bagus ini sudah hadir sebelum acara. “Alhamdulillah acara Mbah Demang Cup #2 berjalan sesuai rencana, meski tidak sampai empat babak karena memasuki babak keempat harus terhenti karena turun hujan,” ungkap Mbah Demang.
“Kondisi seperti ini memang tidak bisa kita predikasi,” tambah Mbah Demang ketika penjurian harus terhenti karena turun hujan. Semua sepakat untuk tidak meneruskan penjurian dan hasil penjurian pun sudah sah untuk dilakukan rekapitulasi hasil kejuaraan karena lebih dari dua babak seperti yang diatur di dalam AD/ART PPDSI.
![]() |
| Mbah Demang serahkan trophy juara satu kelas Bebas kepada Anton WDN |
![]() |
| Para juara di kelas Pemula |
Sampai akhirnya panitia membacakan hasil juara untuk masing-masing kelas yang dilombakan. Di kelas Bebas, juara pertama menjadi milik Adizero, amunisi Anton WDN Blitar produk ternak B2W 4001 pada kerekan 30. Kemudian Mustika, andalan Kamal Kediri, ternakan JBKRM 828 yang dikerek pada nomor 43 di tempat kedua.
Sementara EG Junior orbitan Tegar Blitar ternakan MKS 935 yang ada di kerekan 18 berhasil rebut posisi ketiga. Untuk kelas Pemula, podium pertama berhasil menjadi milik Yakuza, amunisi Aris Madu Blitar, produk ternak PN 835 yang dikerek pada nomor 109.
![]() |
Dhimas Gada serahkan doorprize sangkar kepada yang beruntung mendapatkannya |
Tempat kedua diraih Joy debutan Nuryani Blitar, produk ternak MKS pada kerekan nomor 113. Dan tempat ketiga jadi milik Donking besutan Anton WDN Blitar, produk tenak MKS 1160 yang dikerek pada nomor 75. (Ramlee/GD)







































.jpg)




