Selasa, 03 Maret 2026

Arwana Papua, Si Cantik Asli Papua yang Eksotis



Arwana Papua atau dikenal juga sebagai Arwana Jardini (Scleropages jardinii) merupakan ikan endemik Papua (Indonesia dan PNG) dan Australia Utara. Untuk Papua sendiri, ikan arwana ini termasuk ikan asli dan endemik di perairan Papua bagian selatan seperti di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digul, Mappi, dan Asmat.

Penduduk setempat menyebutnya ikan kaloso. Masyarakat di sekitar Sungai Digul dan Sungai Maro, ikan ini sering ditangkap dengan cara dipancing atau dijaring untuk dikonsumsi. Daging ikan ini dikenal rasanya sangat enak. Ikan Arwana Papua sangat lincah dan sangat sulit ditangkap.

Bahkan ikan ini mampu meloloskan diri dari kepungan jala yakni dengan cara meloncat cepat. Ikan Arwana Papua di kawasan Merauke banyak ditemukan di wilayah bagian tengah sampai hulu sungai dengan karakteristik habitat berupa perairan rawa banjiran dengan arus tenang dan banyak terdapat tumbuhan air.


Arwana Papua hidup di perairan berarus tenang


Arwana Papua mempunyai tubuh yang panjang dan rata, dengan mata besar yang digunakan untuk melihat mangsanya secara akurat saat berburu. Tubuhnya berwarna abu-abu perak sampai kuning kehijauan dan ramping. Sisik arwana jardini berkilauan sangat indah seperti mutiara jika terkena cahaya lampu dari sudut yang tepat. Karena itu, orang juga sering menyebut ikan ini sebagai Arwana Mutiara.

Baca juga : Arwana, Ikan Hias Eksotik yang Simpan Ratusan Telurnya dalam Mulutnya

Jika dilihat secara sekilas, tampilannya memang serupa juga dengan ikan Arwana Asia (Scleropages formosus). Namun ikan Arwana Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan kerabatnya tersebut. Dengan corak sisik hijau atau merah keemasan. Memiliki 7-8 baris sisik dan ukurannya yang juga relatif lebih kecil.


Seorang pemancing mendapatkan Arwana Papua monster



Corak warna sisik Arwana Papua juga relatif lebih kusam dengan pola cincin melingkar seperti bulan sabit di tepi sisik berwarna hijau atau merah. Pada ikan yang lebih tua, tenggorokannya berwarna oranye keemasan sampai merah, dan sungut ikan punya warna biru kehijauan.

Sirip punya warna metalik yang lebih gelap dengan bercak oranye sampai merah muda. Arwana Papua punya mulut besar dan miring yang dilapisi dengan gigi kecil, yang berakar kuat di lidah ikan, faring, rahang, dan langit-langit.

Ikan ini juga punya sungut bercabang di ujung rahang bawah yang digunakannya untuk merasakan aktivitas di permukaan air yang mungkin menunjukkan adanya mangsa. Untuk ikan jantan, bisa dibedakan dengan menonjolkan rahang bawah dan dagunya, sedangkan betina biasanya bertubuh lebih tebal saat dewasa. Ikan jantan juga punya sirip belakang yang lebih panjang daripada ikan betina.

Di alam liar, Arwana Papua adalah pemangsa permukaan (surface feeder) yang memakan serangga (jangkrik, belalang), invertebrata (udang, cacing), katak kecil, kadal, cecak, dan ikan-ikan kecil lainnya. Arwana Papua aktif mencari makan di malam hari.


Arwana Papua mengerami telurnya di dalam mulut (mouthbrooding)


Dan sering muncul ke permukaan di siang hari untuk menangkap mangsa seperti serangga dari dahan pohon rendah. Memanfaatkan kebiasaannya melompat ke permukaan air untuk menerkam mangsa, menjadikannya omnivora karnivora yang oportunistik.

Baca juga : Gurami Sabah, Ikan Air Tawar Endemik Kalimantan Bukan Sembarang Gurami

Ikan Arwana Papua ini adalah karnivora agresif dan bisa tumbuh sampai sekitar 60 centimeter di penangkaran dengan berat badan sekitar 2,3 kilogram atau lebih. Di alam, arwana liar bisa tumbuh sampai satu meter panjangnya dan merupakan predator yang tangguh. Arwana Papua menghuni bagian atas sampai bagian tengah perairan tropis tempatnya tinggal.


Anakan Arwana papua yang baru saja menetas


Arwana Papua mempunyai teknik berburu yang unik. Ikan ini akan bersembunyi, menguntit, dan melompat keluar dari air untuk memangsa hewan kecil dan serangga dari tumbuhan yang menggantung atau di dekatnya, tidak heran kalau ikan ini mendapat julukan “monyet air.”

Arwana Papua cenderung hidup soliter atau berpasangan, dan pejantan akan menjaga wilayahnya. Arwana Papua berkembang biak di alam liar dengan mencari perairan tenang atau lambat seperti sungai dangkal, rawa, atau danau dengan dasar berbatu.

Arwana Papua liar mulai bertelur saat musim penghujan tiba. Terutama saat suhu air mulai menghangat (sekitar 30 °C) pada musim tertentu (September-November). Pasangan ikan jantan dan betina akan kawin. Betina melepaskan 50-100 telur yang kemudian dibuahi oleh ikan jantan.

Pejantan akan mengumpulkan telur-telur tersebut dan mengeraminya di dalam mulutnya (Mouthbrooding) selama kurang lebih 30 hari. Setelah menetas, benih Arwana Papua tetap bersama induk jantannya selama sekitar empat hingga lima minggu.


Arwana Papua termasuk jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang


Ketika anak-anak ikan ini Arwana Papua terancam, induk jantan akan segera membuka mulutnya dan membiarkan anak-anaknya untuk berlindung ke dalam mulutnya. Arwana Jardini remaja seringkali memangsa serangga di permukaan air.

Baca juga : Ikan Sumpit, si Ninja Bawah Air

Ikan arwana asli Papua ini memiliki 2 varian, yakni red pearl dan green pearl. Varian red pearl mudah dikenali dari adanya ragam corak seperti garis bercoret berwarna merah muda di sekitar mata dan penutup insang. Sedangkan pada varian green pearl warnanya lebih polos, ada sisik berbintik kehijauan dengan sirip berwarna abu-abu dan hitam. Beberapa spot putih dapat ditemukan pada bagian sirip punggung dan sirip anal.


KKP lepasliarkan ratusan Arwana Papua di Merauke


Ikan Arwana Papua salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang yaitu Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan Lampiran perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106/MENLHK/SEFJEN/KUM.1/2018 tentang TSL yang dilindungi undang-undang.

Status konservasi Arwana Papua dilindungi terbatas, berbeda dengan Arwana Asia (Super Red, Golden) yang masuk CITES Appendix I dan sangat dibatasi perdagangannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara rutin melakukan pelepasliaran (restocking) Arwana Papua di habitat aslinya di Merauke untuk menjaga keberlanjutan populasinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Arwana Papua, Ikan Endemik Perairan Papua yang Mempunyai Teknik Berburu Unik


Minggu, 01 Maret 2026

Kacang Hijau, Superfood dengan Segudang Manfaat



Kacang Hijau (Vigna radiata) merupakan tanaman polong-polongan populer di Indonesia. Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan yang telah ada sejak zaman kuno. Nama sebutannya seperti mung bean, atau green gram. Tanaman ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dalam berbagai masakan dan tradisi kuliner di berbagai belahan dunia.

Kacang hijau diperkirakan berasal dari anak benua India di mana sudah domestikasi sejak 1500 SM. Budidaya kacang hijau meluas ke Asia selatan dan timur, Afrika, Austronesia, Amerika, dan Hindia Barat. Sekarang tersebar luas di seluruh wilayah tropis dan ditemukan tumbuh di dataran rendah sekitar 500 meter diatas permukaan laut hingga ketinggian 1850 m di Himalaya.

Kacang hijau masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Cina dan Portugis. Tanaman ini kemungkinan masuk ke Indonesia pada abad ke-17. Pengembangan di Indonesia dikembangkan secara besar-besaran oleh Kementerian Pertanian RI sehingga menjadi komoditi pertanian yang besar, bahkan sudah diekspor.


Tanaman kacang hijau telah ada sejak zaman kuno


Tanaman kacang hijau berakar tunggang yang panjangnya sekitar 15-20 cm. Karena tanaman kacang hijau ada di keluarga Leguminosae (polong-polongan) maka di akarnya dapat ditemukan bintil-bintil akar (nodula) yang berfungsi mengikat nitrogen.

Baca juga : Kacang Merah, Jenis Kacang-kacangan yang Kaya Protein dan Serat

Kemampuannya mengikat nitrogen ini dapat menyuburkan tanah. Akar cabang pada tanaman kacang hijau banyak yang menyebar di dekat permukaan tanah (mesophytes) ada pula yang pertumbuhan akar cabangnya memanjang ke dalam tanah (xerophytes).


Bunga tanaman kacang hijau


Kacang hijau memiliki batang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm tergantung varietasnya. Cabangnya menyebar ke semua arah. Batang utamanya berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu dan berwarna hijau kecokelatan atau kemerahan.

Kacang hijau berdaun majemuk. Dalam setiap tangkai daun, terdapat tiga helai anak daun yang letaknya berseling-seling. Tanaman kacang hijau daunnya berbentuk oval dengan bagian ujung yang meruncing dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Buku-buku tanaman mengeluarkan satu tangkai daun. Kecuali pada daun pertama setelah perkecambahan, daunnya saling berhadapan dan merupakan daun tunggal.

Bunga tanaman ini berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya juga tergolong bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Letak bunga tanaman kacang hijau adalah di ketiak daun.

Lalu, dari setiap tandan bunga ini, terdapat 5 hingga 25 kuntum bunga. Sedangkan setiap tandan bunga panjangnya pun berbeda – beda mulai dari 2 cm hingga 20 cm. Karena bunganya sempurna, penyerbukan terjadi pada malam hari sebelum bunga mekar. Lalu, pagi harinya bunga akan mekar, namun akan layu di sore hari.


Polong kacang hijau yang telah tua


Kacang hijau merupakan buah yang berbentuk polong. Panjang dari setiap polong bervariasi mulai dari 10 – 15 cm. Dalam setiap polongnya, terdapat 6 hingga 16 butir biji. Seperti namanya, memiliki biji yang berwarna hijau dengan bobot 0,5 mg – 0,8 mg per bijinya. Kacang hijau berkerabat dekat dengan kacang merah (P. vulgaris L) dan kacang kapri (Pisum sativum L).

Baca juga : Kecipir, One Species Supermarket yang Hampir Terlupakan

Buah tanaman kacang hijau mirip seperti buncis hanya saja lebih ramping. Polongnya berwarna hijau saat muda, lama – kelamaan polong akan berangsur berubah warna menjadi kecoklatan dan kehitaman, polongnya juga memiliki bulu-bulu halus.


Seoarang petani yang tengah memanen kacang hijau


Biji kacang hijau terdiri dari tiga bagian utama yaitu kulit biji (10%), kotiledon (88%) dan lembaga (2%). Bagian kulit biji kacang hijau mengandung mineral antara lain fosfor (P), kalsium (Ca), dan besi (Fe). Pada kotiledon banyak mengandung pati dan serat, sedangkan lembaganya mengandung protein dan lemak.

Biji kacang hijau memiliki kandungan gizi yang baik. Seperti karbohidrat, lemak, selenium, magnesium dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin B1, B2, B3, C dan E. Kandungan protein nabati dalam kacang hijau juga mencapai 24% dengan kandungan asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan.

Tidak hanya baik bagi kesehatan manusia, protein nabati ini sangat potensial digunakan sebagai pakan ternak karena mampu meningkatkan fertilitas/kualitas spermatozoa jantan. Kacang hijau adalah salah satu tanaman yang kecambahnya sering disebut dengan tauge.

Selain kacang hijau, tauge juga bisa berasal dari kecambah kacang kedelai. Dalam pembuatan kecambah dibutuhkan biji-bijian atau kacang-kacangan yang sehat, tidak busuk, dan bersih dari pestisida serta lingkungan yang optimal berupa ruang gelap, lembab, dan kadar air yang cukup.


Tauge kacang hijau


Kecambah kacang hijau mengandung vitamin E tinggi yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Folat yang terkandung di dalam kacang hijau juga cukup tinggi. Tak heran jika ibu hamil sangat dianjurkan untuk minum sari kacang hijau.

Baca juga : Edamame, Kedelai Jepang yang Kaya Nutrisi

Karena folat sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan sel dan membantu membentuk sel darah merah normal dan mencegah anemia. Selain itu kacang hijau dapat membantu mengontrol nafsu makan sehingga dapat membantu menjaga berat badan, dan banyak lagi manfaatnya yang lain.


Bubur kacang hijau yang menyehatkan


Kacang hijau telah membuktikan nilai pentingnya sebagai tanaman pangan yang bernilai tinggi dan memiliki peran signifikan dalam berbagai budaya kuliner di seluruh dunia. Dari asal usul yang kaya akan sejarah hingga ciri-ciri unik yang membedakan tanaman ini, menyediakan beragam manfaat dan potensi dalam bidang pertanian dan konsumsi pangan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kacang Hijau, Sumber Protein Nabati dan Penyubur Tanah


Arwana Papua, Si Cantik Asli Papua yang Eksotis

Arwana Papua atau dikenal juga sebagai Arwana Jardini (Scleropages jardinii) merupakan ikan endemik Papua (Indonesia dan PNG) dan Australia...