Kamis, 05 Desember 2024

Latber Bangkalan Bangkit, Sarana untuk Ramaikan Kembali Hobi, Patidi Raih Posisi Tertinggi



Komunitas penghobi burung anggungan puter pelung di Bangkalan Madura, kembali menggelar acara, pada Minggu 1 Desember 2024. Bertajuk Latber Puter Pelung Bangkalan Bangkit yang dilaksanakan di Gantangan AG BF Jl. Pertahanan no.191 Bancaran – Bangkalan. Agenda kali ini masih tetap membuka satu kelas yakni kelas Pemula.

H. Alif M. Nur selaku motor penggerak mengaku bahwa kegiatan ini rencananya akan rutin digelar. “Kami upayakan untuk mengadakan acara setiap bulannya dengan tujuan buat memberikan semangat kepada masyarakat agar bisa terus menekuni hobinya,” jelas H. Alif.

Latber Bangkalan Bangkit wadah buat para mania menekuni hobinya

“Dengan kegiatan ini kami berharap hobi puter pelung utamanya di Bangkalan bangkit kembali dan bisa tetap eksis.” Lebih lanjut disampaikan bahwa even ini memang belum bisa seperti yang diharapakan. Keinginan untuk bisa menjadikan hobi anggungan puter pelung ini bisa semarak seperti dulu terasa masih belum maksimal.

“Hobi puter pelung di Madura sebenarnya masih sangat menggembirakan. Tetapi di Bangkalan sendiri belum bisa ramai. Kemungkinan karena di Bangkalan sendiri sudah sangat lama tidak ada lagi kegiatan yang rutin terselenggara,” ujar H. Alif.

Peserta dari Surabaya ikut hadir meramaikan

“Disini penghobinya mayoritas adalah pendatang baru dan kami tetap berupaya agar hobi puter pelung bisa lebih semarak,” sambung pemilik AG Bird Farm ini. Berbagai cara sudah ditempuh dan dilakukan oleh H. Alif agar hobi puter pelung benar-benar bisa lebih baik dan berkembang.

Salah satu jalan yang diambil adalah dengan rutin menggelar kegiatan Latber (Latihan Bersama). Meski target peserta yang diinginkan belum menyentuh angka yang membanggakan, namun setidaknya berbagai usaha terus dilakukan. Sebelumnya H. Alif juga mengadakan event AG BF Cup yang begitu meriah beberapa bulan lalu.

Untuk mendukung keinginannya tersebut A. Alif bahkan rela menyediakan lahan bagi komunitas agar bisa lebih ekplor dalam mendukung hobi puter pelung dengan membangun gantangan baru yang terbilang megah . “Pembangunan gantangan ini sebagai bagian untuk meramaikan hobi ini kembali.”

“Mudah-mudahan dengan adanya gantangan ini, maka semangat rekan-rekan bisa lebih baik dan bisa memenuhi harapan bersama,” harap H. Alif. “Alhamdulillah teman-teman penghobi puter pelung di Bangkalan hari ini dapat melaksanakan agenda rutin setiap bulan sekali.”

Puluhan burung puter pelung adu kualitas suara anggungnya

“Semoga, kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk saling bertemu, bersilaturahmi sesama penghobi puter pelung. Sambil ngopi bareng sekalian ngelatih gaconya. Penghobi dari Surabaya, Blega, dan Bangkalan datang memenuhi undangan panitia.” Pemula masih menjadi target yang ingin dirangkul oleh panitia sebagai wujud pembinaan pada mereka.

Biar keberadaannya bisa lebih jelas dengan adanya sarana dan wadah seperti ini. Setidaknya dengan merangkul pemula, maka akan menambah jumlah penghobi puter pelung yang ada di Bangkalan. Kegiatan ini diharapkan juga menjadi awal bagi siap saja untuk masuk dan bergabung dalam komunitas penghobi, peternak, dan pelomba burung puter pelung.

H. Alif bersama para juara

Seperti pada kegiatan sebelumnya bahwa agenda hari itu juga menemui kelancaran. Udara pagi yang masih segar dan bersih menemani kegiatan. Peluit lomba dimulai tepat jam 09.00 WIB. “Kita harus mulai berlatih disiplin waktu dengan tidak saling menunggu, walaupun ada peserta yang terlambat datangnya,” jelas H. Alif.

Proses penjurian juga berjalan sesuai harapan meski kondisi cuaca sedikit memberikan rasa kuatir kepada semua yang hadir di arena lomba. Ada sedikit mendung yang membuat peserta dan juga panitia sempat was-was akan turun hujan.

Sementara itu, dari empat babak penjurian, akhirnya dihasilkan perolehan daftar juara. Untuk podium pertama berhasil diraih Patidi, andalan Yan’s Bangkalan, puter pelung dengan ring Yan’s 145 yang berada di nomor gantangan 16. Sang juara berhasil mendapatkan penilaian bendera empat warna empat kali.

Kemudian ada Sapo’ Angin amunisi ATM BF Bangkalan ring ATM 10 yang berada di nomor gantangan 4 dengan raihan nilai yang sama dengan sang juara namun harus mengakui keunggulan dari nilai aduan. Dan urutan ketiga dimenangkan Labubu orbitan Usri Yadi Blega, produk ternak Joko Selor 040 yang digantang pada nomor 15.

H. Yusuf bangga burung ternakannya sendiri menorehkan prestasi apik

Hampir semua burung rata-rata mendapatkan bendera 3 warna. Kegembiraan dirasakan oleh H. Yusuf pemilik Sakera BF, setelah burung-burungnya masuk daftar kejuaraan. “Alhamdulillah, turun pertama kali dengan burung hasil ternak sendiri membuahkan hasil baik. Semoga semakin baik kedepannya.”

Untuk peraih posisi tiga besar ini, panitia menyediakan trophy kejuaraan dan sembako. Dengan bandrol tiket Rp 35 ribu perekor, peserta mendapatkan layanan yang memuaskan sambil bersilaturrahmi bersama puter pelung mania lainnya sambil menguji kemampuan sang orbitan bersama burung lain di atas gantangan.


Di akhir acara panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan peserta. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. Untuk agenda selanjutnya dilaksanakan awal tahun depan. “Insya’ Allah agenda latber rutin bulanan berikutnya 5 Januari 2025,” tutup H. Alif. (Ramlee)


Rabu, 04 Desember 2024

Pedes Gelar Latbernil Desember Ceria, Cuaca Mendung Peserta Tetap Semangat Berlomba, Arya Jagad dan Mbah Cemani Juara




Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana, Latbernil Pembukaan dan Peresmian Gantangan pada pertengahan September, Pengcab PPDSI Sukoharjo bersama Pedes (Paguyuban Derkuku Sukoharjo) kembali menggelar kegiatan. Latbernil Desember Ceria yang diselenggarakan pada, Minggu 1 Desember 2024.

Agenda yang dipusatkan di Lapangan Derkuku Kwarasan – Kab. Sukoharjo tersebut merupakan kegiatan kali kedua yang digelar oleh Pengcab Sukoharjo. Rudy K, selaku Ketua penyelenggara menuturkan bahwa kegiatan tersebut untuk memenuhi permintaan dekoe mania Sukoharjo yang menginginkan adanya kegiatan yang teratur.

Trophy kebanggaan siap diperebutkan


“Latbernil Desember Ceria hari ini adalah yang kedua kalinya. Yang pertama kami sukses menyelengarakan dan banyak permintaan agar kegiatan tersebut kembali digelar,” terang Rudy. “Akhirnya kami gelar lagi Latbernil Desember Ceria ini.”

Seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, panitia hanya membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula. Masing-masing kelas berkapasitas 1 blok dengan 24 tiang kerekan. “Kami hanya membuka dua kelas dengan jumlah blok masing-masing satu,” tambah Handoko, Ketua PPDSI Sukoharjo.

Breefing juri sebelum bertugas rutin dilakukan


“Hal ini menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang kami miliki saat ini.” Lebih lanjut disampaikan bahwa terbatasnya kelas yang dibuka karena memang lokasi yang tidak memungkinkan untuk membuka kelas dan blok lebih banyak.

“Lokasi yang kami pakai memang terbatas, tidak bisa banyak kelas dan juga jumlah blok,” urai Handoko. “Namun yang terpenting dalam kegiatan ini adalah silaturrahmi dan bisa memberikan wadah bagi dekoe mania untuk menampilkan dan melatih gaco-gaconya.”

Mendung tebal mewarnai pelaksanaan Latbernil Desember Ceria


Seperti kegiatan lainnya, acara hari itu untuk memberikan kesempatan bagi dekoe mania untuk dapat terus menyalurkan hobi derkukunya, utamanya bagi siapa saja yang baru turun ke lapangan. Apalagi di akhir tahun umumnya kegiatan serupa apalagi event-event besar biasanya sudah libur.

Latbernil Desember Ceria pun diperuntukkan untuk mengisi jadwal yang kosong. Salah seorang penggiat hobi derkuku di Sukoharjo berpendapat bahwa setiap waktu idealnya memang harus ada latihan ataupun kegiatan. Walaupun kalibernya hanya kecil-kecilan.

“Kegiatan sekecil apapun, yang penting hobi derkuku, utamanya di Sukoharjo ini dapat tersalurkan dengan baik,” ujarnya. Agenda seperti ini dinilai penting karena akan menjadi acuan ke depan untuk memberikan pengertian penilaian pada dekoe mania. Dan kegiatan seperti ini harus dimanfaatkan betul untuk memberikan ruang kepada dekoe mania agar lebih eksis.

Meski hanya sebatas gelaran latihan bersama dinilai, tetapi antusias dekoe mania sangat menggembirakan dan tidak kalah dengan gelaran berskala lebih besar. Yang turun rata-rata jago-jago yang memang mempunyai kualitas mumpuni. Terutama untuk kelas Bebas.

(Kika) Arya, Wawan, Ayub, dan Bandi menikmati jalannya acara


Karena bagi penggila lomba derkuku, acara ini akan dimanfaatkan betul buat melatih mental dan kualitas jagoannya. Persaingan di kelas Bebas, memang terlihat cukup ramai dan ketat. Beberapa burung jawara dari luar Sukoharjo, juga ikut nimbrung di Latbernil Desember Ceria ini.

Hal ini jelas semakin menambah seru persaingan antar jago di kelas ini. Terbukti, sejak peluit babak pertama dimulai, ada beberapa jago unggulan langsung on fire. Saling pamer anggung suara emas, agar bisa mendapatkan nilai tertinggi dari juri-juri yang bertugas.

Para juara di kelas Bebas


Seperti diperlihatkan oleh burung di kerekan nomor 28 dengan nama Kairos milik Eko LMS dan Arya Jagad gaco ARS 2772 di tiang 29. Kedua burung ini terlihat ngotot dengan sering melepas anggung suaranya. Sampai usainya babak pertama keduanya mampu mendapatkan bendera lima warna.

Namun setelah persaingan ketat selama 4 babak penuh penilain selesai. Rupanya Arya Jagad mampu lolos dari persaingan ketat tersebut, setelah berhasil mendominasi perolehan nilai dari babak ke babak. Dengan berhasil mendapat nilai 5 warna di tiga babak berturut-turut dan empat warna di babak terakhir.

Mbah Cemani persembahkan trophy juara kelas Pemula untuk Bambang HW


Hasil ini mengantarkan Arya Jagad bergelang FM 17 burung jawara milik ARS 2772 ini sukses merebut podium tertinggi sebagai juara 1. Sedangkan Kairos dengan ring LMS 782 milik Eko LMS yang mendapatkan bendera 5 warna dua kali pada babak pertama dan keempat, harus puas menempati posisi runner up.

Sementara Anugrah memakai identitas MJZ 179 milik Budi Anugrah yang sempat memberikan harapan, sayangnya bendera empat warnanya tidak juga dapat naik. Dengan mengantongi total nilai 87 berhasil merebut tempat ketiga, setelah unggul di nilai aduan atas pesaing terdekatnya.

“Suatu prestasi yang luar biasa buat Anugrah MJZ 179,” ungkap Wagiman, tokoh senior anggungan Solo Raya. “Bagaimana tidak, berangkat dari kelas Pemula lalu naik ke kelas Junior, dan kini di kelas Senior dapat nomor kecil,” imbuh Wagiman terkagum-kagum pada si empunya burung.

Budi Anugrah benar-benar tahu betul dalam merawat serta menyiapkan burung untuk setiap lomba yang diikutinya. “Burung itu punya sifat khusus yang mungkin orang lain pada gak tahu. Aku pelajari karakternya setelah ketemu ya ini bukti faktanya, selalu moncer di lapangan,” tutur Budi Anugrah saat ditanya awak media.

Juara-juara di kelas Pemula


Selanjutnya di kelas Pemula, persainganya juga tidak kalah seru. Persaingan ketat terjadi antara lima burung yang selalu saling susul perolehan nilai sejak babak pertama dinyatakan dimulai. Kelima-limanya mampu mendapatkan bendera empat warna sepanjang empat babak penilaian.

Persaingan itu akhirnya dimenangkan oleh Mbah Cemani bergelang PSG 582 yang ada di tiang kerekan nomor 7. Burung besutan Bambang HW tersebut yang memang terlihat paling rajin kerjanya juga kualitas suaranya lebih ungul. Lalu disusul oleh Kasmaran yang ada di tiang nomor 6.

Ucapan selamat kepada Budi Anugrah sang empu ring MJZ 179, penjelajah 3 kelas


Kasmaran dengan ring LMS 411 orbitan Eko LMS raih posisi runner up. Sedangkan Setiyoko ring Arya 88 debutan Sunaryanto di tiang nomor 47 mengunci posisi 3 besar. Latbernil Desember Ceria pun akhirnya ditutup, setelah panitia mengundi beberapa doorprize menarik. Juga mengundi kupon lelang untuk mendapatkan dua ekor burung derkuku trah Nasa BF. “Terima kasih untuk semua yang hadir, dan mohon ma’af jika masih banyak kekurangan,” tutup Rudy yang diamini oleh semua peserta. (Ramlee/Jat)







Tanaman Dolar, Tanaman Merambat Penghias Dinding yang Mampu Menciptakan Suasana Asri



Tanaman dolar (Ficus pumila) merupakan salah satu jenis tanaman hias merambat dalam keluarga Moraceae yang berasal dari China, Jepang, dan Vietnam. Dan telah dinaturalisasi di berbagai wilayah di seluruh dunia. Nama latin tanaman ini berasal dari kata “pumilus” yang artinya kerdil.

Nama ini mengacu pada daun tanaman ini yang sangat kecil. Di negara-negara berbahasa Ingris, dikenal dengan nama Creeping fig atau Climbing fig. Karena tanaman ini hidupnya memang merambat atau merayap . Habitat aslinya merupakan tempat beriklim tropis yang sama seperti Indonesia sehingga tidak heran kalau tanaman dolar juga populer dan mudah ditemukan di sejumlah hunian di tanah air.

Tumbuhan ini tergabung ke dalam keluarga Moraceae, sehingga masih berkerabat dengan beringin, ara, tin, dan murbei. Tanaman ini merambat pada berbagai objek seperti dinding, batu dan pohon lain untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal.

Tanaman dolar menjadi ornamen penghias dinding tembok

Tanaman dolar rambat tidak mentolerir embun beku. Meskipun tanaman ini dapat bertahan hidup sampai pada suhu 1 derajat Celsius. Karena itu, populasi tumbuhan ini biasanya lebih banyak ditemukan pada negara-negara di benua Asia.

Baca juga : Philodendron, Tanaman Hias Populer dengan Daunnya yang Ornamental

Dan di daerah beriklim sedang, tanaman ini hanya dapat ditanam sebagai tanaman hias rumahan atau tidak ditemukan di habitat terbuka. Di daerah tropis, tanaman ini dapat tumbuh liar dan menjadi tanaman invasif jika pertumbuhannya tidak dikendalikan.

Ficus pumila var. awkeotsang

Saat ini ada lima jenis Ficus pumila yang tercatat dalam jurnal ilmiah, diantaranya Ficus pumila var. awkeotsang (ukuran daunnya lebih besar), Ficus pumila var. quercifolia (daunnya seperti daun pohon ek), dan Ficus pumila ‘Curly’ (daunnya keriting dan keriput). Kemudian ada Ficus pumila ‘Variegata’ dan Ficus pumila ‘Snowflake’ yang daunnya mempunyai warna beragam.

Daun tanaman ini juga terlihat selalu hijau, sehingga mampu menciptakan suasana asri. Daunnya berbentuk hati dan lonjong dengan bagian ujungnya yang sedikit meruncing. Berbentuk hati, asimetris, dengan urat berlawanan. Mulanya bentuk daun lebih kecil dan tipis, namun semakin menebal dan besar saat tua.

Akarnya tergolong dalam akar serabut yang tersebar pada bagian batangnya dan warnanya cokelat. Batangnya yang berwarna cokelat bisa tumbuh merambat hingga sejauh 5 meter. Daun tanaman dolar ini sifatnya daun tunggal dengan posisi tumbuh yang selang-seling.

Tumbuhan ini bisa dikenali dari pertumbuhannya yang merayap atau memanjat, dengan tinggi mencapai 2,5–4 meter. Jika tidak dipangkas, tinggi flora ini bahkan bisa mencapai 9–12 meter. Perkembangbiakkannya memang tergolong cepat.

Ficus pumila var. quercifolia

Tumbuhan satu ini dilengkapi dengan jenis akar udara. Bagian itu dapat mengeras seperti tambang atau tongkat berkat lateks bening yang terkandung di dalamnya. Tanaman ini juga berbuah dengan bentuk lonjong.

Baca juga : Suplir, si Cantik Klasik yang Menyejukkan Mata

Panjang buahnya bisa mencapai 5 cm. Berwarna hijua pucat saat masih muda dan berubah kekuningan lalu ungu saat telah matang. Buah ini tidak bisa dimakan. Khusus untuk jenis Ficus pumila var. awkeotsang, buahnya memiliki banyak biji.

Ficus pumila ‘Curly’

Bentuk bijinya kecil yang mengandung zat yang ketika dihancurkan dan dicapur dengan air, berubah menjadi semacam agar-agar atau jeli. Ficus pumila membutuhkan bantuan tawon ara Blastophaga pumilae untuk penyerbukan.

Di tanah air, tanaman berordo Rosales itu dibudidayakan secara luas. Dolar rambat dimanfaatkan sebagai ornamen tembok atau pagar, serta dikenal sebagai tanaman hias minim perawatan. Tanaman ini pada umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang diletakkan di bagian luar rumah.

Beberapa orang sengaja membiarkannya tanaman ini tumbuh merambat di permukaan dinding eksterior. Selain membuat rumah terlihat lebih hijau, tanaman dolar juga mampu melindungi dinding dari sengatan sinar matahari.

Cat dinding eksterior pun akan awet dan dinding tidak mudah mengalami retak. Jikalau lingkungan mendukung, pertumbuhan daun ini dapat bersifat invasif. Akar atau sulur sekundernya bisa menyebabkan kerusakan struktural, terutama pada bangunan yang rapuh.

Ficus pumila ‘Variegata’

Tanaman dolar juga bisa dimanfaatkan menjadi obat diare dan ambeien. Bagian yang digunakan adalah batangnya. Batang tanaman dolar hanya perlu direbus dan diminum dua kali sehari. Selain itu, daun dolar juga mengandung flavonoid dan polyphenol yang mampu menangkal radikal bebas.

Baca juga : Sukulen, Tanaman Hias Cantik dan Unik yang Mudah Dirawat 

Di balik manfaatnya sebagai tanaman hias, dolar rambat nyatanya mengandung toksin yang cukup berbahaya. Ini mungkin tidak menyebabkan kematian, melainkan peradangan serius. Salah satu risiko kesehatan apabila terkena getah tumbuhan ini, ialah phytophotodermatitis. Penyakit radang kulit itu bisa menimbulkan bercak lepuh, pembengkakan dan rasa terbakar.




Ficus pumila ‘Snowflake’


Gejala phytophotodermatitis sendiri baru akan mulai terasa 24 jam setelah terpapar. Namun puncak rasa sakitnya akan terasa mulai dari 48–72 jam kemudian, tergantung kondisi tubuh. Meski begitu, pengobatan penyakit ini dapat dilakukan sendiri di rumah dengan krim steroid topikal.

Sedangkan aspirin dan ibuprofen berguna untuk mengurasi rasa sakit serta bengkak. Apabila rasa sakit belum juga mereda, maka segera konsultasikan diri ke dokter. Penyakit ini mungkin tidak terlalu berbahaya, namun dapat memicu terjadinya infeksi jika didiamkan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Tanaman Dolar, Tumbuhan Rambat yang Tahan Banting Penghias Dinding Tembok


Senin, 02 Desember 2024

Gambas, Sayuran Unik dengan Beragam Manfaat yang Masih Minim Perhatian



Gambas (Luffa acutangula) dikenal juga dengan sebutan oyong atau blustru, merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Biasanya gambas menjadi salah satu isian sop atau sayur bening. Tanaman yang berasal dari India ini telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tanaman ini anggota keluarga Cucurbitaceae yang juga mencakup mentimun dan labu.

Dalam penamaan bahasa Inggris gambas dikenal dengan nama towel gourd. Jika dilihat sekilas mungkin sebagian menganggap bahwa ini adalah pare. Meskipun terlihat mirip, gambas dan pare memiliki perbedaan. Gambas memiliki tekstur kulit yang keras sedangkan pare mempunyai tekstur kulit yang agak lunak dan tidak tajam serta berasa pahit.

Tanaman gambas memiliki akar tunggang dengan akar utama yang lebih besar dibandingkan dengan akar sekunder. Akar tunggang berfungsi sebagai sumbu utama dan penopang, sementara akar lateral adalah cabang akar yang tumbuh dari akar primer dan bergerak kesamping.

Budidaya tanaman gambas

Gambas merupakan tanaman semusim dan dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman ini juga dijumpai di semak, tepi sungai dan pantai. Tanaman ini dapat ditanam di ladang, sawah, dan tegalan.

Baca juga : Pare, Tanaman Sayur Berbuah Pahit yang Kaya Nutrisi untuk Kesehatan

Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman ini membutuhkan iklim yang kering dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim dan dalam kisaran suhu 18 – 24 °C. Tanah yang paling ideal bagi budidaya gambas adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi, dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5 – 6,8.

Bunga tanaman gambas

Gambas berbatang lunak dengan bentuk segi lima. Tanaman ini tumbuh merambat, serta mempunyai sulur yang digunakan sebagai alat untuk merambat. Gambas memiliki tangkai daun berwarna kuning kecoklatan dengan panjang 3-8 cm, teksturnya berbulu halus dan berlekuk.

Daunnya besar dan berbentuk hati. Daun gambas memiliki bentuk berlekuk (emarginatus), dengan ujung daun meruncing dan tepi daun bergerigi. Warna daun dan tulang daun dapat berbeda, tergantung pada spesies. Helaian pada daunnya bewarna hijau redup dengan panjang 10 cm – 25 cm bertekstur kasar dan bentuknya lonjong (silindris).

Gambas mempunyai bunga, dan bunganya termasuk berkelamin satu (monoecus) yaitu bunga jantan dan betina terdapat dalam satu tanaman. Bunganya berwarna kuning, dapat menyerbuk sendiri (self pollination) dan menyerbuk silang (cross pollination).

Buah gambas berbentuk bulat panjang dengan bagian pangkal kecil. Buahnya berukuran panjang 15 cm – 60 cm, lebar 5 cm – 12 cm dengan diameter 5 cm – 8 cm. Tiap buah berbiji banyak, bentuk bijinya gepeng, berwarna hitam dan rasanya pahit. Tiap biji berukuran panjang 0,6-0,8 cm dan lebar 0,5-0,6 cm dengan struktur kulit agak keras.

Buah gambas yang telah siap dipanen

Pemanfaatan tanaman ini biasanya diolah sebagai sayuran. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran adalah buah muda, pucuk daun, dan bakal bunga. Para petani biasanya akan memanen buah oyong pada saat masih muda, ditandai dengan masih segar dan berwarna hijau.

Baca juga : Labu Kuning, Tanaman Merambat dari Benua Amerika yang Kaya Nutrisi dan Manfaat

Karena apabila dipanen pada saat sudah tua, maka biasanya akan semakin mongering dan tentu tidak akan enak untuk diolah menjadi makanan. Buah yang sudah tua berwarna hijau kecoklatan hingga kuning coklat, dan kulit biji berwarna hitam dan keras.

Petani tengah panen gambas

Namun walaupun sudah tua/kering buahnya masih bisa dimanfaatkan sebagai sabut pencuci, bahan penyaring kasar. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Sabut ini sering digunakan sebagai spons alami.

Sayuran ini juga memiliki beragam zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan nutrisi pada gambas antara lain karbohidrat, karoten, lemak, protein, asam amino, alanine, arginine, sistin, asam glutamate, glisin, hidroksiprolin, serin, triptofan, asam pipekolat, flavonoid dan saponin.

Dalam buah gambas juga terdapat kandungan senyawa yang memberikan rasa pahit yakni luffein. Tanaman gambas dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bagian dari tanaman gambas yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat yaitu buah, biji, daun, akar, dan batangnya. Diantaranya diabetes, penyakit kuning, infeksi kurap, disentri, wasir, sakit kepala, dan kusta.

Berbagai sumber menyatakan buah gambas dapat digunakan mengatasi rematik, nyeri sendi, otot, dan nyeri dada. Juga dapat memperbanyak air susu ibu (ASI) serta menghilangkan jaringan kulit mati. Buah gambas secara empiris diketahui memiliki efek diuretik (meluruhkan kemih), menghilangkan bengkak dan dapat menurunkan tekanan darah.

Buah gambas yang telah tua

Di beberapa bagian di Afrika Barat, ekstrak daun gambas dimanfaatkan untuk mengobati luka yang disebabkan oleh cacing. Getah daunnya bahkan secara tradisional digunakan sebagai pencuci mata untuk mengobati radang mata. Buah dan biji gambas di daerah tertentu di Afrika dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, termasuk penyakit kelamin.

Baca juga : Okra, Sayuran Berserat Kaya Nutrisi dengan Segudang Manfaat

Gambas adalah salah satu jenis sayuran rendah kalori karena tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol serta tinggi serat. Kandungan serat dalam oyong dapat membantu mengatur pergerakan usus, mencegah sembelit, dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, oyong juga mengandung enzim yang membantu pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus.

Olahan sayur gambas yang enak dan praktis

Berbeda dengan di Indonesia yang masih menganggap gambas sebagai komoditi sayuran minor, Thailand sudah mengekspor gambas ke beberapa negara Eropa untuk komunitas warga Asia yang menetap di Eropa. Serat dari buah tua dari gambas jenis tertentu, ternyata juga menjadi komoditi ekspor yang menjanjikan.

Serat buah tua gambas dimanfaatkan sebagai penyaring minuman keras lokal seperti arak palem. Spons gambas ini di beberapa negara di Afrika, biasa dijual di pasar-pasar, bahkan di pasar swalayan. Serat dari jenis gambas tertentu ini di beberapa negara sudah menjadi bahan baku industri untuk pembuatan topi. Jepang dan Brasil, contohnya, adalah pengekspor loofah sponges untuk Amerika Serikat. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Gambas, Tanaman Sayur Unik yang Mempunyai Beragam Manfaat


Minggu, 01 Desember 2024

Pengcab Surakarta Gelar Lomba Puter Pelung, Team Jaggo Jogja Usung Produk Boss Boy Sukses Borong 11 Trophy Juara



Kembali, Lomba Puter Pelung yang dikemas rutin oleh Pengcab PPPPSI Surakarta digelar pada, Minggu 24 Nopember 2024. Menempati lokasi di Gantangan Zakita Steel Lapangan RCTI, Barat Jl. Mangesti Raya, Gentan, Kec. Baki, Kabupaten Sukoharjo, acara pun berhasil terselenggara dengan lancar dan sukses.

Gelaran lomba kali ini bertajuk November Ceria ramai dihadiri para puter pelung mania. Bukan hanya dibanjiri puter pelung mania dari Solo saja, tetapi beberapa kwok mania dari luar kota, seperti dari Boyolali, Sukoharjo, Yogyakarta, Purworejo, dan Semarang juga hadir.

Panitia melombakan kelas Pemula A dan B, kelas Madya, dan kelas Utama dalam dua sesi penyelenggaraan. Menurut informasi Jatmiko salah satu Panitia penyelenggara, pada sesi pertama akan turun berlaga kelas Pemula A dan kelas Madya.

Team Juri (April, Siswo, Agung, dan Endit) yang bertugas di Lomba Puter Pelung November Ceria

Kemudian setelah itu dilombakan kelas Pemula B dan kelas Utama. Masing-masing kelas yang dilombakan disediakan 24 slot gantangan. Menurut Eko Cahyo Santoso, selaku Ketua Panitia jika acara Lomba Puter Pelung ini merupakan kelanjutan dari program Pengcab Surakarta sebelumnya, yakni Lomba Puter Pelung malam.

“Kita sebelumnya mencoba eksistensi para penghobi puter pelung di Solo Raya dengan mengadakan lomba malam. Sudah beberapa kali gelaran lomba puter pelung yang dilaksanakan pada malam hari ternyata mampu menarik kembali perhatian kwok mania Solo Raya,” jelas Eko.

Suasana penjurian

“Mereka, para penggila lomba sekaligus penghobi puter pelung ini minta pelaksanaan lomba puter pelung diadakan pada pagi hari seperti biasanya saja. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, jadi sangat riskan kalau kita harus main malam hari.”

“Sebenarnya ada kenikmatan tersendiri jika lomba puter pelung itu dilaksanakan pada malam hari. Suara burung jauh lebih jelas terdengar, namun waktunya sangat terbatas, karena kalau telat dimulai, kegiatan bisa berakhir pada tengah malam, kasihan yang rumahnya jauh,” tambah pemilik LMS BF ini.

Wagiman (kaos hijau) terus menyala dengan jamu minyak lintahnya

Untuk memenuhi keinginan para kwok mania inilah Pengcab Surakarta segera mengagendakan kembali kegiatan lomba puter pelung, namun dilaksanakan pada pagi hari. Dan ajakan panitia untuk menghadiri Latber November Ceria pun disambut dengan antusias.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan partisipasi teman-teman puter pelung mania Solo dan daerah di sekitarnya, acara rutin lomba puter pelung ini, bisa ramai dan berjalan sesuai dengan rencana. Terima kasih kepada semua puter pelung mania yang hadir. Saya beserta tim panitia mohon ma’af, bila masih ada kekurangan,” terang Jatmiko.

Dari pantauan di lapangan, peserta dari Yogyakarta tidak tanggung-tanggung membawa serta puluhan burung gacoannya ke Solo. “Kita mendaftarkan 12 burung di Latber Solo ini di kelas Madya dan Utama,” ujar Bos Boy yang datang bersama Djoko dari Team Jaggo.

Sementara dengan hadirnya jago-jago luar kota di lomba puter pelung kali ini, selain menambah ramai suasana di arena gantangan, juga menambah seru dan ketat persaingan antar jago-jago yang turun. Dan begitu peluit babak pertama dibunyikan, atmosfir persainganpun berlangsung panas.

Siswo sedang memberikan penjelasan perihal penjurian kepada Krida Tya Yudha

Bahkan turunnya jago-jago dari luar kota tersebut , benar-benar sangat menyulitkan ambisi jago-jago tuan rumah untuk bisa meraih nilai tertinggi. Hal tersebut terbukti, pada sesi pertama yang melombakan kelas Pemula A dan kelas Madya.

Di kelas Madya, gaco-gaco milik Team Jaggo dari Yogyakarta melesat cepat mengimbangi jago tuan rumah. Saling susul perolehan nilai pun terjadi. Gideon gaco tuan rumah berusaha menaham gempuran burung-burung Team Jaggo. Menyelesaikan babak pertama ada dua burung yang terlihat saling beradu anggung merdu, untuk bisa mencuri podium tertinggi.

Djoko Team Jaggo menerima bendera koncer kelas Utama


Para juara di kelas Utama

Namun akhirnya, di kelas Madya, Gideon andalan Eko LMS Solo yang terlihat lebih ngotot dan rajin berhasil lolos untuk merebut podium tertinggi, setelah burung bergelang LMS 512 yang ada di gantangan nomor 39 sukses mendapatkan penilaian bendera lima warna empat kali.

Sedangkan Maha Dewa bergelang Boss 100 di gantangan 33 andalan Team Jaggo Yogyakarta, harus puas menempati posisi runner up dengan total nilai sama dengan sang juara hanya kalah tipis di aduan saja. Disusul dua gacoan Team Jaggo berikutnya, yakni Putra 1945 ring Boss 700 dan Tani Baru ring Boss 900, yang merebut posisi 3 dan 4 dengan raihan bendera empat warna sekali di babak pertama dan lima warna tiga kali.

Wagiman serahkan bendera koncer di kelas Madya


Juara di kelas Madya

Di kelas Pemula A, Raja Kwok yang ada di gantangan 24 bergelang PSG 307 debutan Bambang HW Sukoharjo menjadi yang terbaik. Sedangkan Terminator ring Sword gantangan 4 orbitan Daud Toni berhasil menjadi menjadi runner upnya. Dan Bintang Timur ring 7BF 1931 milik Arahiwang BF Purowrejo melengkapi tiga besar.

Saat jeda seusai sesi pertama selesai sambil menunggu kumandang adzan sholat Dhuhur, terjadi diolag menarik peserta dengan juri yang bertugas. Beberapa hal mengenai penilain dijelaskan dengan lugas. Menjawab semua keingintahuan tentang kriteria penilaian yang baru saja terjadi.

Di sesi kedua yang melombakan kelas Pemula B dan Utama secara berbarengan tersebut menyajikan pertarungan yang sangat menarik. Kelas Utama berjalan sangat ketat dan menegangkan. Bagaimana tidak, setelah empat babak penjurian berlangsung, ada enam burung yang mendapatkan bendera lima warna.

Penetapan kejuaraan harus melalui meja juri perekap. Untuk kelas Pemula B, podium pertama berhasil diraih Putra Samiaji Jr amunisi Daud Toni Solo, puter pelung ternakan Sword yang digantang pada nomor 4. Dilanjutkan kemudian Lorenzo andalan Arahiwang BF Purworejo, ternakan Arahiwang 008 yang berada di nomor gantangan 23 dan Cindil Laut orbitan ARS 2772, ternakan ARS yang berada di nomor gantangan 5.

Agung Cahyanto serahkan bendera koncer untuk Bambang HW di kelas Pemula A


Juara Pemula A

Arries Yani Herwasto yang selalu senang menuliskan namanya di daftar kejuaraan dengan ARS 2772, merupakan pemain baru di puter pelung. Meskipun masih baru, tetapi Arries langsung total dengan menghadirkan dua orang joki andalannya. Hasilnya pun mentereng juara ketiga di kelas Pemula B. “Loh, dapat trophy ya,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Sedangkan di kelas Utama, podium juara berhasil dikuasai Maha Bharata amunisi Team Jaggo Yogyakarta, puter pelung ternakan Boss 1945 yang digantang pada nomor 27 setelah mendapatkan bendera lima warna dengan usulan ke enam warna, empat kali.

Aries 2772 menyerahkan bendera kelas Pemula B kepada Daud Toni


Juara kelas Pemula B

Kemudian pada urutan kedua ada Cakraningkrat andalan Daud Toni, burung bergelang Sword yang digantang pada nomor 30. Dan tempat ketiga dimenangkan Maha Dewi milik Team Jaggo, puter pelung bergelang Boss 200 yang digantang pada nomor 31.

“Maha Bharata tadi mendapatkan bendera usulan ke enam warna sebanyak empat kali berturut-turut. Sayangnya setiap dipantau malah tidur,” tutur Djoko pemilik Team Jaggo mengomentari kemenangan gaconya. “Kondisi memang masih mabung jadi bunyinya malas-malasan.”

Rekor, Team Jaggo Jogja borong 11 trophy dalam satu kejuaraan

“Burung ini (ring Boss 1945) sebelumnya di beberapa kejuaraan selalu meraih juara 1 dengan raihan bendera 6 warna berturut-turut, bahkan pernah 1 kali dapat usulan ke 7 warna,” imbuh Bos Boy pemilik Boss Boy BF tempat burung-burung dengan ring Boss.

Secara keseluruhan burung-burung bergelang Boss sukses memborong 11 trophy kejuaraan di dua kelas yang dikutinya, yakni kelas Madya dan Utama. Sepertinya ini merupakan capaian rekor tertinggi di Indonesia bagi pelomba puter pelung dalam satu kejuaraan.

Take over fantastis antara Boss Boy dengan Djoko Team Jaggo

Pada kesempatan tersebut, sekaligus terjadi kesepakatan pelepasan gaco milik Boss Boy dengan ring Boss 1945. “Boss 1945 dibeli Pak Joko, dengan nilai 75 juta,” ungkap Boss Boy singkat. Nilai take over yang fantastis untuk saat ini, mengingat kelesuan ekonomi yang dialami oleh hampir semua komunitas. Kalau dulu pas hobi puter pelung demikian semaraknya, mungkin bisa laku diatas 100 juta.

Secara keseluruhan lomba berlangsung tertib dan lancar tanpa ada teriakan-teriakan dan semua peserta sangat puas dengan hasil gelaran lomba. Seperti yang diutarakan oleh Anto peserta dari Semarang. “Lombanya menyenangkan, selamat kepada para juara.” (Ramlee/Jat)









PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara

Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang di...