Rabu, 30 September 2026

Flame of Irian, Tanaman Hias Merambat Tropis dari Bumi Papua yang Memukau



Flame of Irian (Mucuna bennettii) merupakan nama dari tanaman hias merambat eksotis asal Papua yang terkenal dengan bunga berwarna merah-oranye menyala menjuntai-juntai seperti kobaran api. Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman peneduh (pergola) karena sifatnya yang merambat. Tanaman ini cocok untuk menutupi atau melindungi apapun di bawahnya dari terik panas matahari.

Meski nama tanaman ini adalah ‘Flame of Irian’ yang merupakan kosa kata bahasa Inggris, namun ternyata di luar negeri tanaman ini tidak disebut demikian. Di dunia Internasional flame of irian disebut Scarlet Jade Vine, Red Jade Vine (disebut demikian karena persis sama dengan Jade Vine bentuknya namun Flame of Irian ini berwarna merah), atau New Guineacreeper.


Jade Vine dari Philipina


Tanaman Jade vine (Strongylodon macrobotrys) adalah tanaman merambat tropis langka asal Filipina yang terkenal dengan bunganya yang menakjubkan berwarna giok (hijau-biru/pirus) yang menjuntai hingga 3 meter. anaman eksotis ini berbentuk liana berkayu, membutuhkan rambatan kuat.

Baca juga :  Tanaman Dolar, Tanaman Merambat Penghias Dinding yang Mampu Menciptakan Suasana Asri 

Habitat aslinya Flame of Irian berasal dari hutan dataran rendah Papua Nugini dan Papua Barat. Flame of Irian bisa ditemukan di kawasan cagar alam Pegunungan Arfak, Manokwari, Provinsi Papua Barat. Tanaman ini tumbuh optimal pada hutan dataran rendah dengan tipe tanah yang lembap dan banyak mengandung humus.


Flame of Irian di habitat alaminya di Pegunungan Arfak


Flame of Irian lebih menyukai udara yang panas dengan suhu berkisar 30-35 °C. Dapat tumbuh dibawah matahari langsung atau ternaungi sebagian. Spesies ini ditemukan di alam liar di tanah liat berbatu, batu kapur, granit, vulkanik dan tanah sedimen.

Batang tanaman Flame of Irian sangat keras dan dapat tumbuh memanjang sampai dengan 30 meter. Batang berwarna coklat dengan kulit tebal yang sulit dikelupas dan semakin tua, kulit akan semakin menebal dan mirip kulit pohon berkayu.


Tanaman Flame of Irian butuh paparan sinar matahari secara langsung


Ukuran cabang Flame of Irian bisa mencapai 20 cm di batang utama dan di percabangan sekunder, tertiary atau tersier dan sampai ujung bervariasi dari yang kecil saat baru tumbuh dan menjalar sekitar 0.5 cm hingga 15 cm atau bahkan lebih.

Baca juga : Hoya, Tanaman Merambat yang Memikat Keindahannya dan Bisa Serap Polutan

Daun Flame of Irian berwarna hijau mengkilap, trifoliate, helaian daun berbentuk bulat telur, daun tersusun berselang-seling di sepanjang batang, tulang daun menyirip. Daunnya yang lebat berbentuk majemuk terbagi dalam 2-5 helai dalam satu tangkai.


Bunga Flame of Irian berwarna merah menyala berbentuk seperti kuku macan


Bunga tanaman ini seperti kacang polong tapi lebih besar, dengan kelopak melengkung seperti kuku. Makanya, kebanyakan orang menyebutnya dengan “Kuku Macan”. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cara merambat. Setiap bunga memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 inci.

Ukuran bunganya berukuran cukup besar mencapai diameter 7-10 cm. Flame of Irian ini memiliki aroma harum yang khas, menjadikannya daya tarik tersendiri. Para pecinta tanaman hias pasti memburu spesis yang satu ini karena warna dan bentuknya yang menarik.


Biji tanaman Flame of Irian


Kuntum-kuntum bunga tersusun agak rapat menyerupai tandan. Satu tandan bisa terdapat lebih dari 50 kuntum. Tanaman ini berbunga 2 kali dalam satu tahun yaitu sekitar bulan Februari – April. Sayangnya saat mekar, bunga Flame Of Irian hanya mampu bertahan selama sekitar 20 hari saja.

Baca juga : Sirih Gading, Tanaman Hias Penghilang Polutan dan Penyedia Pasokan Oksigen

Flame Of Irian menghasilkan buah berbentuk polong dengan kulit berbulu. Di dalam polong ini terdapat biji berbentuk bulat oval berwarna coklat gelap saat matang. Biji Flame of Irian berbentuk unik, menyerupai tiga lapis mata mamalia besar, dan mampu mengapung.


Flame of Irian dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh


Tanaman ini mudah diperbanyak, baik dengan stek batang maupun dengan biji. Selain sebagai tanaman hias yang dapat dapat mempercantik tampilan rumah dan juga membuat teduh rumah, tanaman ini juga dapat di manfaatkan sebagi obat. Pengunaan tanaman ini sebagai obat, diantaranya adalah sebagai penurun demam,penyembuh bisul,membantu terapi pada penyakit parkinson dan mengobati penyakit cacingan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Flame of Irian, Tanaman Bunga Merambat yang Indah dan Eksotis dari Bumi Papua


Penyakit Sariawan atau Goham pada Kenari, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung peliharaan yang sangat populer yang dikenal karena kicauan merdunya dan warna-warni bulu indahnya, seperti kuning, oranye, dan putih. Sebagai burung yang sangat populer, kesehatan kenari harus selalu dijaga agar tetap aktif dan memiliki suara kicauan yang merdu.

Namun, berbagai masalah kesehatan dapat mengganggu kenyamanan burung ini, salah satunya adalah sariawan atau goham yang dapat memengaruhi kondisi mulut dan sistem pencernaannya. Ciri burung kenari yang terkena penyakit sariawan menjadi hal penting yang perlu dikenali oleh para pecinta burung agar kesehatan kenari selalu terjaga.

Mengenal ciri-ciri sariawan dan penyebabnya dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat serta mencegah penyakit ini semakin parah. Sebab jika tidak segera ditangani akibat tidak mengetahui ciri dan masalahnya tak hanya berakibat pada penurunan performa tetapi juga bisa berakibat fatal.


Burung kenari yang sehat akan rajin berkicau


Kenari yang mengalami sariwan akan bertingkah aneh seperti sering gigit-gigit jeruji, jilat-jilatin sangkar atau lidahnya melet-melet. Namun sebenarnya kenari menggesek-gesekkan paruhnya ke tangkringan atau jeruji itu bukan paruhnya yang bermasalah tapi lidahnya yang terkena sariawan.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu

Burung kenari yang sariawan (biasanya ditandai dengan mulut berwarna putih kekuningan, luka di rongga mulut, susah makan, sering membuka paruh, dan terlihat lesu) perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan turun nafsu makan dan kematian jika dibiarkan.


Gejala kenari terkena sariawan atau goham


Tanda paling jelas adalah adanya bercak putih kekuningan atau luka di sekitar mulut, lidah, dan tenggorokan. Luka ini menyebabkan kenari merasa sakit saat makan atau minum, sehingga burung cenderung menghindari aktivitas tersebut. Karena rasa sakit di mulut, kenari akan malas makan dan minum. Akibatnya, kondisi tubuh melemah dan berat badan menurun drastis jika tidak segera diatasi.

Sariawan pada kenari, umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans (kandidiasis) atau infeksi sekunder bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus sp. Kondisi ini memicu radang (stomatitis) yang membuat kenari lesu dan nafsu makan menurun.

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum, yang berkembang biak cepat saat kekebalan tubuh kenari menurun. Studi menemukan bahwa bakteri Staphylococcus epidermidis (dominan 70%) dan Streptococcus sp pada rongga mulut burung yang terinfeksi.

Selain itu pemberian pakan yang tidak sesuai atau terkontaminasi. Memberikan pakan yang basi, keras, atau kurang bergizi dapat melukai mulut kenari dan membuka peluang terjadinya infeksi. Stres dan kondisi lingkungan yang buruk akibat perubahan lingkungan, suhu ekstrem, atau kebisingan juga dapat memicu munculnya sariawan.


Kerodong sangkar burung kenari pada malam hari untuk menghindari terpaan angin malam


Selain itu faktor kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12, asam folat, atau zat besi bisa menjadi penyebab burung terkena sariawan. Juga terjadinya cedera atau luka di mulut akibat pakan yang dimakan oleh burung kenari terlalu keras atau adanya infeksi sekunder.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya

Kondisi kenari sariawan yang ringan masih bisa diatasi dengan memberikannya asinan dan air Larutan Cap Kaki Tiga. Namun jika kondisi sariawan pada kenari parah seperti pinggir lidah sudah berwarna kuning, maka cara pengobatannya berbeda dan butuh penanganan ekstra.


Salah satu jenis pakan pabrikan untuk burung kenari


Berikut cara mengatasinya secara aman dan efektif jika burung kenari kesayangan terkena penyakit sariawan. Langsung lakukan karantina pada burung kenari yang sakit agar tidak menular ke burung lain. Gunakan sangkar yang bersih dan kering, hindari tempat lembap. Bersihkan dan obati bagian mulut pada kenari yang terkena sariawan. Gunakan perawatan luar untuk mengobati luka sariawan. Ambil cotton bud kecil, lalu celupkan ke air rebusan daun sirih (antiseptik alami) kondisi hangat kuku.

Atau bisa juga betadine cair (povidone iodine 1–2 tetes dicampur air matang sedikit). Lalu oleskan pelan-pelan ke bagian dalam paruh/mulut yang luka. Lakukan 1–2 kali sehari sampai sembuh. Jangan oles terlalu dalam, cukup di permukaan luka atau bercak putih.

Penanganannya dapat menggunakan obat khusus seperti Degirol (rasa lemon), Super N untuk infeksi mulut/serak. Jika tidak ada, 1 tetes air perasan jeruk nipis + 1 tetes madu bisa diberikan 1 kali sehari untuk membantu penyembuhan alami.


Obat sariawan


Agar kasus sariawan tidak terjadi lagi pada burung kenari kesayangan, maka segera perbaiki pola pemberian pakan dan perawatan. Berikan pakan bersih dan segar, jika perlu pakan bijian dicuci dan dijemur dulu. Tambahkan buah dan sayur lembut seperti daun mengkudu muda, sawi hijau, atau apel parut (dalam jumlah kecil).

Baca juga : Telur Burung tidak Menetas, Penangkar Harus Paham Penyebabnya

Berikan vitamin burung (banyak merka yang tersedia di pasaran) dalam air minum 2–3 kali seminggu. Pastikan air minum selalu bersih dan diganti tiap hari. Kebersihan kandang, juga bersihkan tempat makan/minum setiap hari.


Penyakit sariawan dapat hilang dalam beberapa hari setelah masa pengobatan


Untuk menghindari kandang menjadi tempat bakteri berbahaya, semprot kandang dengan disinfektan ringan (seperti larutan EM4 + air) seminggu sekali. Hindari penempatan burung kenari pada daerah dengan suhu lembap dan hindari burung kenari terkena terpaan angin malam.

Sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan ini bisa berlangsung lebih cepat apabila didukung dengan perawatan yang tepat. Tanda Burung kenari akan sembuh, yakni area luka mulai mengecil, dan jaringan mulut kembali ke warna serta tekstur normal. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Terkena Penyakit Sariawan atau Goham, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya


Senin, 14 September 2026

Klasemen Sementara LDI 2026, Para Jawara Wajib Hadir di Piala Raja Hamengkubuwono Cup untuk Tentukan Mahkota Juara



Tidak terasa, perburuan poin Liga Derkuku Indonesia (LDI) 2026 sudah berjalan empat seri dari lima seri yang direncanakan. Dekoe mania Indonesia sudah harus fokus menyiapkan gaconya pada even Piala Raja Hamengkubuwono Cup yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Minggu, 20 September 2026 di Lapangan Sendang Bagusan Senuko, Godean, Sleman.

Dimana ajang tersebut bakal jadi “kunci”, untuk menambah pundi-pundi poin. Khususnya bagi jawara-jawara derkuku nasional yang masuk mandatory fight (wajib hadir) di tiga kelas utama. Yaitu kelas Senior, kelas Yunior, dan kelas Pemula agar bisa menjadi yang terbaik di akhir liga nanti.


Sigit B2W antar Kamajaya juara di Blitar sekaligus pimpin Klasemen LDI 2026 di kelas Senior


Tentu untuk bisa menambah pundi-pundi poin yang sudah didapat tidaklah mudah, karena masing-masing pemilik bakal mempersiapkan jago-jagonya semaksimal mungkin. Dan jago-jago milik siapa saja yang bakal fight di Jogja nanti ? Menarik untuk disimak sepak terjang para jawara derkuku Nusantara yang sebentar lagi akan kembali bertarung.

Di kelas senior, masih akan menjadi pertarungan yang menarik. Belum ada yang benar-benar akan tampil menjadi yang terbaik di LDI 2026 ini. Kamajaya yang jadi andalan B2W BF dari Godean, Jogja, sepertinya punya peluang paling besar untuk bisa mengunci kemenangan, jika mampu tampil maksimal. Meskipun perjuangannya tidak akan mudah, karena masih ada Bimo Kurdo milik Shorea BF Sleman dan Ducati milik Bangsis Sidoarjo yang sewaktu-waktu bisa tampil mengejutkan.


Shorea BF harus kawal ketat Bimo Kurdo agar bisa juara di putaran akhir nanti


Dengan keunggulan hanya 80 poin dari Bimo Kurdo yang terpaksa tergusur singgasananya pasca putaran keempat di Blitar, masih jauh dari kata aman dari kejaran pesaing terdekatnya. Memang Bimo Kurdo tampil kurang meyakinkan pada Piala Bupati Blitar kemarin, namun dengan dua kali menjadi juara di putaran pertama dan ketiga, kansnya untuk menjadi yang terbaik masih terbuka lebar.

Bimo Kurdo harus bisa juara dan Kamajaya terlempar dari posisi empat besar di putaran kelima nanti. Tetapi dengan bertarung di kandang sendiri tampaknya sulit, jika berharap Kamajaya tidak on fire di kandang sendiri. Apalagi melihat catatan performanya selama mengikuti LDI 2026 ini, hanya di putaran pertama saja Kamajaya tidak mendapatkan poin.


Rudy sukses antar Malioboro rebut gelar juara Liga Derkuku Indonesia 2026


Sementara untuk Ducati, kesempatan untuk menjadi yang terbaik di LDI 2026, praktis terkubur karena poinnya saat ini masih 360 tidak akan bisa mengejar perolehan poin yang sudah didapat oleh Kamajaya. Tetapi menjadi runner up masih sangat terbuka, jika mampu menjadi pemenang di putaran akhir dan berharap Bimo Kurdo hanya menempati posisi ke-7.

Sedangkan di kelas Yunior, persaingan untuk berburu poin liga juga bakal tidak kalah seru. Meskipun gelar terbaik di kelas ini sudah dikunci oleh Malioboro andalan Rudy dari Jogja dengan perolehan 525 poin. Dengan tambahan poin tersisa maksimal 150 poin tidak akan mampu menggusur Malioboro dari pucuk pimpinan Klasemen LDI saat ini. Tetapi Maliobro harus bisa membuktikan kualitasnya di akhir putaran, apalagi main di kandang sendiri.


Saiful Bahri bersama Bintang Semeru pimpin Klasemen LDI 2026 kelas Pemula


Tidak demikian dengan posisi kedua dan ketiga yang saat ini mempunyai poin sama yakni 360. Idola Shorea milik Shorea BF Sleman dan Wiro Sableng milik Cak Hari dari Bogor akan berlari mengejar posisi runner up LDI 2026. Pembuktiannya di Piala Raja Hamengkubuwono Cup tentunya. Meskipun bukan menjadi yang terbaik tetapi posisi kedua di akhir Liga Derkuku Indonesia jelas bukan pencapaian yang mudah. Konsistensi keikutsertaan dan prestasi di setiap putaran yang diikuti menjadi faktor penentu.

Persaingan perebutan gelar LDI 2026 di kelas Pemula masih sangat seru dan ketat. Saat ini secara tidak terduga Bintang Semeru andalan Saiful Bahri Situbondo menduduki tangga teratas dengan 240 poin. Posisinya belum aman, karena persis di bawahnya ada Soleh milik Mbah Demang Kediri dengan raihan 230 poin dan Raja Panji milik Sakur Jayadi Situbondo dengan 210 poin.



Bintang Semeru hanya memiliki keunggulan 10 dan 30 poin saja, masih sangat riskan untuk dilewati oleh peringkat di bawahnya. Tentunya di putaran terakhir penghuni tiga besar Klasemen Sementara LDI 2026 di kelas Pemula ini wajib hadir dan mendapatkan poin maksimal. Kejutan bisa saja terjadi.

Raja Panji, satu-satunya yang sudah pernah merasakan juara di kelas Pemula ini harus bisa jadi juara di Piala Raja Hamengkubuwono Cup nanti untuk membuka peluangnya menjadi yang terbaik di LDI 2026 dan tentunya jika para pesaingnya terlempar dari empat besar di gelaran terakhir.



Semakin jelas bahwa perebutan podium juara akan semakin menarik untuk disimak, terlebih lagi para pendatang baru yang sudah teruji, akan terus memberikan tekanan pada para seniornya. Kita nantikan saja, pembuktian para jawara di Liga Derkukut Indonesia 2026. Apakah para senior akan mampu mempertahankan gelar atau akan tergusur dengan pendatang baru.



Liga Derkuku Indonesia 2026 masih ada opsi berakhir hingga putaran keenam. Pengurus PPDSI Pusat berharap di bulan Oktober atau November masih ada daerah yang berkenan menggelar seri terakhir LDI 2026. Jika itu yang terjadi akan semakin seru nantinya melihat siapa saja yang berhak mendapatkan gelar Juara Liga Derkuku Indonesia 2026. (Ramlee)


Sabtu, 05 September 2026

AG Bird Farm Bangkalan Gelar Latber Rutin, Gendrayana Raih Juara



Untuk yang kesekian kalinya Gantangan AG BF Bangkalan yang berada di Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan kembali diramaikan oleh kehadiran puter pelung mania, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Mereka datang bukan sekedar bersilaturrahmi ke gantangan milik H. Alif M. Nur, namun ada acara Latihan Bersama (Latber).

“Hari ini AG Bird Farm kembali menggelar acara Latihan Bersama dengan tujuan untuk tetap memberikan wadah dan semangat bagi teman-teman agar bisa menyalurkan hobi puter pelungnya,” terang H. Alif selaku panitia. Dengan adanya acara ini diharapkan bisa tetap menumbuhkan keinginan puter pelung mania di Madura, utamanya di Bangkalan agar bisa terus eksis menekuni hobi.


Para penghobi begitu bersemangat ikuti Latber Rutin AG BF Bangkalan


Agenda ini menjadi rutinitas setiap bulan. Kegiatan untuk mengisi waktu kosong seperti ini diharapkan menjadi pilihan puter pelung mania untuk melatih dan memastikan kesiapan sang orbitan sebelum turun ke lapangan. Hanya satu kelas yang dibuka, yakni kelas Bebas yang diikuti 40 burung dari Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan sendiri selaku tuan rumah.

Meski demikian, kegiatan tersebut tidak membuat semangat puter pelung mania menurun. Bahkan antusias nampak jelas. Mulai pagi, sebelum dimulai acara pada pkl. 09.00 an para penggila lomba sudah berdatangan, sehingga tidak terjadi saling tunggu saat lomba dimulai.


H. Alif di meja pendaftaran peserta


Walau kegiatan hanya berupa Latihan Bersama rutin, namun penjurian tetap mengacu pada aturan yang ada. Dan semua yang hadir begitu bersemangat mengikuti Latber Rutin AG BF. “Kegiatan ini dimaksudkan agar teman-teman disini bisa tahu bagaimana perkembangan burung miliknya,” sambung pemilik AG BF yang sukses mengorbitkan amunisi handal.

Sehingga dengan demikian ada catatan khusus apakah bisa dan layak untuk diikutkan lomba yang lebih besar atau tidak. Disana para puter pelung mania Bangkalan bisa memantau dan mengetahui kualitas burung orbitannya. Karena ada juri yang diturunkan untuk menilai burung-burung tersebut.


Para peserta sedang menaikkan gacoannya masing-masing ke gantangan yang telah disiapkan


Artinya bahwa hasil yang diketahui dari performa burung, benar-benar obyektif dan riil karena ada ahlinya yang melakukan penilaian secara langsung. Penilaian tersebut bukan berasal dari para pemilik burung, atau rekan sesama peserta atau bahkan dari puter pelung mania senior.

“Disini kita sama-sama belajar dan saling tukar pikiran dan pengalaman seputar hobi puter pelung, apalagi ada juri yang kami datangkan sehingga kita bisa bertanya langsung tentang kualitas burung kita,” ungkap H. Alif. Pagi itu, Yoga selaku Juri dari Pengda PPPPSI Jawa Timur ikut mengawal penilaian.


Pengecekan terakhir sebelum lomba dimulai


Meski bandrol tiket yang dipasang masih berada di angka Rp 25 ribu, namun tidak sampai mengurangi greget kegiatan. Bahkan dari mereka mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena murah meriah tapi tidak murahan. Bagi para peraih juara di tiga besar, mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan sembako.

Kegiatan seperti ini memang memberikan banyak manfaat, selain untuk melatih puter pelung orbitannya, juga semakin merekatkan jalinan silaturrahmi antas sesama puter pelung mania. Mereka akan semakin akrab dan solid dalam menekuni hobinya.


Juri sedang memperhatikan dengan seksama kualitas anggung peserta latber


Pelaksanaan acara berlangsung seru dan sengit. Kondisi tersebut semakin lengkap dengan cuaca cerah sepanjang acara yang dilaksanakan selama tiga babak berdurasi 20 menit. Dari awal babak 1 sampai 3 beberapa burung mampu menampilkan suara anggung terbaiknya, sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan.

Untuk juara pertama berhasil menjadi milik Gendrayana amunisi Waris Pamekasan ring Joko Tingkir 70 yang digantang pada nomor 31. Tempat kedua diduduki Pesse Pole andalan H. Mulyadi Sampang, puter pelung ternakan Barata 745 yang menempati nomor gantangan 16. Dan tempat ketiga dimenangkan Mawar besutan Anas Bangkalan, puter pelung bergelang Anas 19 yang menempati nomor gantangan 19.


Juara tiga besar Latber Rutin AG BF Bangkalan


Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasama peserta, sehingga cara bisa berjalan sesuai harapan dan rencana. “Terima kasih atas kedatangan Mas Yoga dari Juri Pemda PPPPSI Jatim yang ikut membantu pelaksanaan penilaian,” tutur H. Alif. Permintaan maaf juga disampaikan jika selama acara berlangsung dari awal hingga akhir, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/AG)




Jumat, 04 September 2026

Latber PEDES PPDSI Sukoharjo, Diwarnai Aksi Guling-guling, Golden Star dan Cakrawala Juara



PPDSI Sukoharjo punya Latber PEDES . Menempati lokasi di Lapangan Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo, pada Minggu, 30 Agustus November 2026. Semakin lama hobi derkuku di Sukoharjo, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan PPDSI Sukoharjo yang mendapatkan animo dekoe mania.

Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan. “Hari ini kami kembali menggelar Latber PEDES sebagai bentuk kepedulian kami agar hobi derkuku bisa tetap eksis,” terang H. Nur Ali Sasangko selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan tersebut diharapkan akan terus digelar secara berkelanjutan.


Dua orang Juri Jogjakarta ikut mengawal pelaksanaan Latber PEDES


Even ini sebenarnya dipersiapkan dalam jangka waktu singkat. “Kami mempersiapkan even ini secara singkat karena beberapa dekoe mania dari Solo Raya baru selesai mengikuti Liga Derkuku Indonesia di Blitar. Di Sukoharjo antusias dekoe mania sudah semakin menggembirakan, seperti setiap saat diagendakan lomba pasti semua siap,” sambung H. Nur Ali Sasangko.

“Persiapan lomba Latber PEDES memang singkat, kurang lebih seminggu,” jelas H. Nur Ali Sasangko. Selama ini PPDSI Sukoharjo memang gencar menggelar kegiatan sehingga harus mencari waktu kosong untuk menggelar kegiatan, agar tidak berbarengan dengan event di tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh serta jadwal LDI 2026 yang sudah berjalan empat putaran.


Suasana di pinggir arena, tetap guyub dan kondusif


Meski persiapan singkat, namun tidak sampai mengganggu kinerja panitia. Gerak cepat panitia langsung terlihat dengan persiapan yang matang. Begitu juga dengan kesanggupan panitia dalam menyebarkan informasi agar bisa diketahui dekoe mania di Sukoharjo serta di Solo Raya.

Rasanya semakin lama hobi derkuku di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan yang mulai mendapatkan animo dekoe mania. Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan.


Bandi, dekoe mania senior tampak selalu hadir di pinggir lapangan


Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPDSI Sukoharjo tersebut sebagai bentuk aksi nyata dalam menyemarakkan hobi derkuku di wilayahnya. Panitia kali ini hanya membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula, meskipun kapasitas ganatangan masih cukup jika membuka satu kelas lagi. Semua kelas disesaki oleh peserta.

Dekoe mania senior dan yang baru bergabung membaur menjadi satu, menyenangkan sekali. Salah satunya kehadiran Bandi meski usianya sudah tidak muda lagi tapi tetap semangat ngikuti setiap agenda yang ada di Lapangan Sukoharjo ini. “Nenang kalah bukan masalah yang penting guyub rukun ketemu sedulur,” ucapnya.


Eko LMS juara di kelas Bebas


Cuaca cerah dan cenderung panas, mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut dari babak pertama hingga babak keempat. Angin yang datang sesekali mampu mengurangi hawa panas yang terasa. Proses penjurian pun berlangsung sukses dan lancar. Dua orang Juri Nasional dari Jogjakarta ikut membantu penjurian.

Persaingan untuk meraih nilai tertinggi disetiap babak, berlangsung cukup ketat dan seru. Karena masing-masing jago, terlihat sama-sama on fire untuk menunjukkan performa terbaiknya dihadapan tim juri yang bertugas. Saling kejar perolehan nilai berlangsung hingga akhir.


Juara kelas Senior foto bersama


Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah, sampai akhirnya menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas. Untuk kelas Bebas, ada dua burung yang mendapatkan satu bendera empat warna dan tiga bendera lima warna. Dengan demikian perebutan juara harus ditentukan di meja perumus.

Dan Golden Star amunisi Eko LMS Solo, derkuku bergelang LMS 639 yang dikerek pada nomor 37 dinyatakan menjadi juara pertama dengan keunggulan di suara tengahnya. Juara kedua diraih Oscar besutan NSK BF Solo, derkuku produk TKL 2557 yang dikerek pada nomor 59.


Dorrick terima koncer dari Priyatno juri Jogjakarta


Perseteruan di kelas Bebas kali ini terasa begitu ketat. Tidak kurang ada 9 burung yang berhasil mendapatkan penilaian bendera lima warna. Bahkan posisi ketiga diperebutkan oleh tiga burung setelah mendapatkan nilai yang sama, yakni dua bendera empat warna dan dua bendera lima warna.

Berdasarkan nilai aduan yang ada di meja juri perumus, untuk juara ketiga akhirnya direbut Arwana ring JNG 230 milik NSK BF di tiang 51. Sedangkan Posisi empat diisi oleh Bagong milik Bambang HW dan peringkat kelima diisi Mbah Cemani milik Bambang HW lainnya.


Peserta yang berhasil raih juara di kelas Pemula


Ada pemandangan unik usai penjurian selesai dilaksanakan. Kapolsek Jumantono Polres Karanganyar AKP Eko Budi Hartono, sampai harus guling-guling saling girangnya burung jagoannya mampu mendapatkan penilaian bendera lima warna. Kapolsek yang juga dikenal sebagai seorang pendakwa ini adalah seorang dekoe mania yang cukup aktif mengikuti setiap kegiatan yang digelar PPDSI Sukoharjo.


Saking gembiranya dapat bendera lima warna Pak Kapolsek guling-guling di tanah


Di kelas Pemula, Cakrawala milik Dorrick BF Solo Baru, ring PN 873 yang dikerek pada nomor 22 ditetapkan sebagai peraih podium pertama. Kemudian Victory besutan Eko LMS Solo ring LMS 618 yang ada di kerekan 16 sebagai juara runner-up dan tempat ketiga diraih Ndoro Putri orbitan Sarno Sukoharjo ternakan Sadewa 010 yang dikerek pada nomor 26. (Ramlee/JAT)




Tepus Gelagah, Burung Berkicau Endemik yang Kicau Uniknya Kerap Dijadikan Masteran

Tepus Gelagah (Timalia pileata) adalah jenis burung pengicau kecil dari famili Timaliidae. Di Indonesia, burung yang sering disebut Kaso-ka...