Minggu, 15 Januari 2023

Pesona dan Ken Arok Raih Juara di Latber Perdana Pengcab Madiun Tahun 2023

 


Pengcab PPPPSI Madiun kembali gelar lomba seni suara alam burung puter pelung di Gantangan Benggol Joyo Jl. Ardodali No.39, Josenan, Kec. Taman, Kota Madiun. Agenda lomba sukses dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Januari 2023.

Gelaran ini sebenarnya kegiatan rutin dari pengcab Madiun. Sudah sekitar lima tahun Pengcab Madiun mempunyai jatah menggelar agenda lomba di Gantangan Benggol Joyo. Bahkan jauh sebelum Pengcab-Pengcab di Jawa Timur membuat kegiatan yang sama.

“Seperti biasa setiap hari Sabtu di Gantangan Benggol Joyo ada jatah untuk lomba burung puter dari Pengcab PPPPSI Madiun,” ungkap Ir Heri Suprapto, Ketua Pengcab Madiun. “Oleh sebab itu Pengcab Madiun pun segera bergegas memulai untuk mengawali kegiatan lomba di tahun 2023 ini.”

Setiap hari Sabtu Gantangan Benggol Joyo jadi arena lomba puter pelung
Agenda lomba seperti itu harus terus dilaksanakan untuk memberikan ruang bagi para puter pelung mania. Acara seperti itu harus selalu intens dilaksanakan, agar hobi puter pelung terus eksis.
 
Dan undangan panitia pun direspon oleh para penghobi. Mereka dengan antusias menghadiri latber perdana Pengcab Madiun di tahun 2023. Padahal acara tersebut dipersiapkan secara singkat. Hanya ada waktu 3 hari saja sebelum akhirnya memutuskan latber di Gantangan Benggol Joyo berjalan.

Dua kelas dibuka oleh panitia yakni kelas Pemula dan kelas Utama. Agenda lomba ini nyaris hanya tiga hari saja persiapannya. Mulai dari mengumumkan adanya lomba hingga menjaring peserta. Memang gantangan tidak sampai penuh tetapi mengingat singkatnya persiapan, hal itu bisa dimaklumi.  

Beberapa penghobi dari luar kota ikut meramaikan. Seperti yang tercatat di daftar peserta yang ada di meja panitia, peserta datang dari Bangkalan, Tuban, Ngawi, Magetan, dan Madiun sendiri. Mereka ingin kembali merasakan atmosfer lomba seperti sebelumnya. 

“Peserta memang tidak begitu banyak karena kita sebenarnya tidak ada persiapan sama sekali. Dan untuk menyiapkan segala sesuatunya hanya ada waktu 3 hari mempersiapkan sebelum hari H acara lombanya. Tetapi Alhamdulillah panitia tidak tekor,” ucap Heri lebih lanjut.

 
Para peserta latber perdana Pengcab Madiun di tahun 2023

Pengcab Madiun akan terus mengupayakan adanya kegiatan lomba. Hanya dengan lomba atau kompetisi, suatu hobi bisa terus berjalan dengan baik. “Seperti diketahui bahwa lomba adalah nafas dari organisasi. Jika tidak ada lomba berarti kita tidak lagi bisa bernafas dan matilah Pengcab Madiun,” tegas Heri.

Beberapa penghobi mengaku bersyukur bisa ikut nimbrung di gelaran tersebut. Karena hampir saja tidak mengetahui akan adanya lomba. Meski dengan begitu mereka harus menyiapkan gacoannya secara singkat untuk mengikutinya. Bagi mereka, lomba adalah sebuah jalan dan wadah untuk silaturrahmi sekaligus menyalurkan hobi.
 
Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan pertarungan berjalan seru. Empat babak penjurian berlangsung ketat dan menegangkan. Semua burung yang turun berlaga berusaha tampil semaksimal mungkin. Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. 
 
Untuk Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Ken Arok orbitan P. Kamal Bangkalan. Posisi kedua ada Bintang besutan Idola BF dari Tuban. Disusul kemudian oleh Kinos, burung puter debutan Pogo BF Madiun.

Di kelas Utama, Idola BF dari Tuban tampil di podium juara melalui penampilan Pesona yang ada di gantangan nomor 38. Tempat kedua didapat Ken Arok yang di sesi kelas Pemula tampil sebagai juaranya. Dan posisi ketiga ditempati Israel milik Osaka BF Madiun yang ada di gantangan 36.


“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mendukung dan ikut mensukseskan acara Latber Pengcab Madiun ini. Saya atas nama panitia juga meminta ma’af jika selama penyelenggaraan, ada hal-hal kurang berkenan. Semoga untuk kegiatan selanjutnya kami bisa lebih baik dan lebih banyak mendapatkan dukungan,” harap Heri Suprapto. (Ramlee)
 
 

Selasa, 10 Januari 2023

Pengda PPPPSI Jawa Timur Sukses Gelar Rakerda Tahun 2023 di Pasuruan


 

Minggu, 8 Januari 2023, Pengda PPPPSI Jawa Timur, menggelar Rakerda (Rapat Kerja Daerah) bertemakan Bersinergi Satu Tujuan. Agenda yang dibahas adalah rencana kerja di tahun 2023. Dan tentunya evaluasi apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2022 lalu.

Sebuah karangan bunga terpampang di depan gedung pertemuan yang dikirim oleh Penasehat Pengda Jawa Timur, Arief Purwanto, SH. MH. CTA. CLA. Pada Rakerda kali ini Arief Purwanto terpaksa tidak bisa ikut hadir karena berbarengan dengan acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Jajaran pengurus PPPPSI Pasuruan siapkan Rakerda

 

Agenda Rakerda Pengda PPPPSI Jawa Timur yang tempatnya dan segala keperluannya telah disiapkan secara matang oleh Pengcab PPPPSI Pasuruan, bukan untuk keharusan dari terbentuk organsiasi. Rakerda dimanfaatkan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilaksanakan berikutnya.

Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua Pengda PPPPSI Jawa Timur, Ir. Heri Suprapto berlangsung lancar. Bertempat di Hall pertemuan Rumah Makan Kurnia Pasuruan Jl. Jendral A. Yani No 49-51, Gadingrejo, Kec Gadingrejo, Kota Pasuruan, berbagai hal dibicarakan.

“Nafas organisasi itu adalah adanya lomba. Saat berkumpul di arena lomba semua kendala yang terjadi bisa dibicarakan bersama,” tutur Heri. “Paling tidak jalan keluar untuk kembali meningkatkan animo adalah lomba di level yang paling kecil, biar ramai kembali.”

Suasana jalannya Rakerda Pengda PPPPSI Jawa Timur 2023

 

Agar lomba-lomba di daerah dapat berjalan lancar tentu perlu kehadiran juri-juri yang akan memberikan penilaian. Untuk itu Pengcab harus mempunyai juri, minimal empat orang. Pengda siap mensupport daerah yang akan mengadakan kaderisasi juri.

Ketua I Bid. Organisasi, Achmad Su’udi mengakui jika kini banyak Pengcab-Pengcab yang tidak aktif. Dengan semangat bersinergi satu tujuan semua bisa dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya.

“Kita harus tetap optimis, harus terus eksis. Jika ada masalah di Pengcab itu merupakan hal yang biasa. Yang rumit itu adalah jika persoalan pribadi dibawah ke ranah organisasi. Mari bersinergi satu tujuan, karena ini adalah organisasi hobi maka mari bersenang-senang dan jangan cari keuntungan di organsasi ini agar bisa langgeng,” ucap Achmad Su’udi.

H. Gufron, tokoh puter pelung Sumenep

 

Liga Puter Jawa Timur (LPJT) juga akan diputar kembali. Rencananya akan ada lima putaran yang akan dibuka di Sumenep pada bulan Maret. Gelaran liga akan diselenggarakan oleh daerah yang bersedia menyelenggarakan LPJT 2023.

Sempat ada usulan untuk menempatkan gelaran liga ini di satu titik agar bisa memudahkan siapa saja para penghobi puter pelung untuk hadir. Namun dengan semangat silaturahmi yang digagas sejak awal keberadaan event liga ini, maka diputuskan LPJT akan digelar di lima Pengcab yang ada di lingkungan Pengda Jawa Timur.

Aturan main yang diberlakukan masih tidak jauh dari aturan yang sebelumnya sudah berjalan. Hanya saja nantinya akan ditentukan sebanyak 20 pemenang di setiap putarannya. Pemberlakukuan poinnya pun akan sedikit berbeda.


Rakerda Pengda jawa Timur berjalan lancar dan sukses

“Nantinya sistem poin akan dibuat agar bisa sekompetitif mungkin jalannya persaingan di LPJT,” jelas Muhlis Hidayat, Sekda Jawa Timur. “Liga kita buat semenarik mungkin, sehingga beberapa hal yang kita adakan perubahan.”

Sementara Bekti Setyo Utomo sebagai Ketua III Bid. Kejurian, siap menghadirkan juri-juri terbaik Jawa Timur untuk mengawal pelaksanaan LPJT. “Kita juga sudah siap untuk meningkatkan kinerja juri-juri yang ada.”

Beberapa usulan disampaikan dengan semangat agar Pengda PPPPSI Jawa Timur lebih baik lagi. Semua usulan dan laporan direspon dengan baik oleh para pengurus daerah. Dhimas Nugroho sebagai Ketua IV Bidang Litbang & Pengembangbiakan, menuturkan hal yang menarik.

Dhimas berencana membuat pilot project peternakan di Blitar untuk menghasilkan burung-burung yang berkualitas. Ini didasari oleh kenyataan bahwa jika beternak hanya mengandalkan trah maupun kualitas suara saja belum benar-benar bisa menjamin hasilnya akan bagus. (Ramlee)



Sumber remen.id Rakerda Pengda PPPPSI Jawa Timur 2023 Bersinergi Satu Tujuan Berjalan Lancar


Rabu, 04 Januari 2023

Menggiurkannya Potensi Hobi Memelihara Ayam Laga

 




Sejak kemunculannya, pandemi virus corona (Covid-19), telah membuat resah siapa saja, bahkan tidak sedikit yang harus berpisah dengan orang-orang tercinta untuk selamanya. Namun adanya pandemi, justru membuat banyak orang kembali menekuni hobinya. Baik hobi baru maupun lama.

Salah satunya adalah memelihara ayam laga atau yang biasa dikenal dengan ayam aduan. Ayam laga (fighting cock, gamecock atau game fowl) merupakan ayam jantan atau ayam jago yang memiliki fisik dan karakter petarung atau khusus untuk dipertandingkan.

Ayam laga yang bagus, ideal, unggul atau berkualitas adalah ciri-ciri ayam laga yang memenuhi syarat untuk menjadi ayam aduan jawara. Memiliki ayam laga yang kuat dan tangguh adalah impian setiap penghobi ayam laga, untuk dapat memenangkan kontes-kontes yang ada.

Penimbangan ayam sebelum berlaga

 

 Dahulu menarungkan ayam jenis ini identik dengan praktek perjudian. Ini memang sering terjadi di daerah-daerah utamanya di pulau Jawa. Seringkali tersiar kabar, pihak yang berwajib membubarkan dan menangkap para penyabung ayam ini.

Namun kini sudah banyak berdiri komunitas-komunitas pecinta ayam aduan. Salah satunya adalah PPAI (Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia) yang rutin adakan ajang kontes tinju ayam. Tujuan diadakan kontes ini yaitu untuk menampung hobi para penggemar ayam nusantara, dan salah satu bentuk upaya untuk mengurangi kegiatan judi ayam secara ilegal.

Menurut Nanang Agustono, salah seorang anggota dari PPAI dari Sidoarjo-Jawa Timur, bahwa ada beberapa syarat dalam kontes tersebut. Dalam kontes ini ada aturan yang ketat, mulai dari bobot ayam, dan taji ayam yang harus dibungkus dengan kain sarung tinju. Untuk durasi waktu yang dimainkan antara 15-20 menit, dengan tiga kategori yaitu perorangan atau pemula, galatama, dan tim.

Ayam Bangkok (Thailand) paling sering dijadikan ayam aduan

 

Untuk kriteria ayam aduan itu sendiri yakni ayam yang memiliki kekuatan fisik untuk bertarung dalam jangka waktu lama, daya tahan terhadap pukulan, mental, dan kekuatan serta akurasi pukulan yang baik. Ayam aduan juga harus memiliki karakter pantang mundur (fighter).

Ada beberapa jenis ayam yang biasa diikutkan dalam kontes tarung seperti ini. Selama ini yang dikenal di kalangan pecinta ayam aduan adalah ayam Bangkok (Thailand), Burma, Philipine, Brazilian, Siam, Saigon, dan ayam Shamo. Karena kelebihan postur dan gaya tarungnya sehingga ayam-ayam tersebut jadi andalan para penghobi.

Diantara beberapa jenis ayam yang telah disebut, saat ini tidak semua jenis ayam yang sering dipertandingkan. “Yang lebih sering hadir di kontes-kontes PPAI saat ini kebanyakan adalah ayam Bangkok, Burma, Saigon, dan Shamo,” jelas Nanang Agustono.

Ayam Shamo yang kekar dan tinggi besar memang menarik perhatian

 

Bahkan untuk jenis ayam Shamo yang memiliki postur tinggi besar itu kini tidak saja dijadikan ayam petarung. Beberapa tahun terakhir ayam Shamo mulai ramai dikonteskan keindahan bentuk badannya. Galur-galur murni dari beberapa negara intens didatangkan. Permintaan ayam jenis ini memang meningkat pesat, utamanya sejak pandemi melanda.

Yang jelas dengan maraknya kontes jenis ayam aduan ini, secara tidak langsung akan meningkatkan harga jualnya. Ini sebuah peluang bisnis yang menarik di tengah lesunya perekonomian akibat hantaman pandemi Covid-19. Untuk memenuhi permintaan dari semua lapisan masyarakat, maka peternakan-peternakan ayam laga ini kini banyak bermunculan.

Pandemi secara tidak langsung ternyata membawa berkah tersendiri. Hanya mereka yang bisa memfaatkan peluang akan bisa merubah hobi jadi sebuah ladang bisnis yang menjanjikan. (Ramlee) 



Sumber : remen.id Potensi Menggiurkan Hobi Memelihara Ayam Laga

Selasa, 03 Januari 2023

Budidaya Jahe Merah


Jahe merah atau (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan salah satu jenis jahe yang cukup digemari. Jahe merah sering digunakan masyarakat. Banyak masyarakat yang menggunakannya untuk obat herbal, selain fungsinya sebagai penghangat tubuh ketika musim hujan datang. 

Jahe merah ternyata juga memiliki banyak manfaat. Diantaranya meredakan sakit tenggorokan dan gejala batuk, mampu mengurangi kadar kolesterol, meringankan sakit kepala, mengatasi rematik, menghindari resiko penyakit jantung, menjaga kesehatan lambung dan pencernaan, mengurangi resiko radang usus, membantu meningkatkan imun tubuh, dan dapat membantu mengobati asma dan sesak napas.

Karena kaya manfaat, jahe merah kemudian menjadi tanaman yang banyak dibudidayakan. Bicara soal budidaya, ternyata metode pembudidayaan jahe merah menggunakan polybag lebih menguntungkan. Bahkan hasil panen yang didapat cenderung akan meningkat dan proses panen bisa lebih cepat. 

Budidaya jahe merah

Selain itu dengan metode vertikultur menggunakan polybag, lahan, dan air yang digunakan lebih hemat dibandingkan dengan metode konvensional. Jadi bisa memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas di area rumah.

Langkah pertama dan yang perlu dipersiapkan dalam menanam jahe merah yaitu polybag dengan media tanamnya minimal berukuran 40×50 cm. Dapat juga menggunakan media seperti karung beras atau pakan ternak sebagai polybag. 

 

Rimpang jahe merah

Semakin panjang ukuran karungnya, semakin banyak penggunaan media pengisi dan produktivitas jahe merah akan semakin tinggi. kombinasi pengisi polybag antara lain tanah, pasir dan pupuk organik perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Tanah
 Jenis tanah ideal untuk budidaya jahe merah adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi dan tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air. Ukuran pH tanah yang disarankan adalah 6,8-7.0. itu berarti tanah yang diperlukan dalam proses budidaya adalah jenis tanah gembur dan subur.

2. Pasir
Pasir yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi yaitu pasir ladu atau pasir yang bercampur lumpur. Selain murah, pasir ini mengandung bahan mineral endapan.

Penyemaian bibit jahe merah

3. Pupuk organik
Pupuk organik biasanya memakai pupuk kompos, pupuk kandang atau bokashi. Apabila menggunakan pupuk kandang maka harus melalui proses penghancuran dan difermentasi agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Seluruh media diatas kemudian dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam karung atau polybag (sampai 1/4 bagian) yang telah disiapkan sebelumnya.

4. Pemilihan benih
Benih untuk bibit jahe merah yang digunakan dari rimpangnya, jika baru menanam jahe, beli benih jahe dari petani lain. Rimpang jahe yang baik yaitu rimpang yang segar, sehat, ukurannya besar atau normal, tidak cacat atau terluka dan berasal dari induk yang cukup tua dan sehat. Maka dari itu sebaiknya menggunakan benih yang langsung dari petani bukan dari pasar yang untuk dikonsumsi.

Bibit jahe merah di polybag yang siap tanam di lahan

5. Pengecambahan
Benih jahe bisa direndam terlebih dahulu agar terhindar dari serangan jamur menggunakan larutan fungisida selama 15 menit. Atau bisa juga dengan direndam atau dibasahi air lalu diletakkan pada tampah kemudian ditempatkan pada tempat lembab agar berkecambah.

6. Penyemaian
Selama masih berkecambah, kita terlebih dahulu menyiapkan tempat persemaian berupa petak ukuran 1 x 2 m yang dibatasi batu bata dan diisi pasir dan pupuk organik. Tempat persemaian lebih baik tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung. 

Jahe merah sebagai tanaman obat di pekarangan rumah
 

Benih yang telah berkecambah kira-kira 4-5 cm. Benih mulai tumbuh dalam jangka waktu 2-4 minggu. Setelah tumbuh sekitar 10 cm, bibit dipotong dari rimpangnya dn ditanam pada media karung atau polybag yang disiapkan. Satu buah simpang bisa tumbuh sekitar 2-4 bibit.


Penanaman Bibit Jahe Merah

 Bibit jahe yang tumbuh daun setelah disemai dibiarkan hingga 1,5 – 2 bulan dan tidak ditempatkan di ruang terbuka. Pada polybag yang berisi campuran tanah dan pasir sebagai media isinya, dibuat lubang dengan ukuran sebesar bibit. Lalu dipadatkan kembali untuk menopang tanaman yang sudah tumbuh.

Rimpang jahe merah yang telah bersih dan siap dipasarkan

Pemeliharaan
Pemeliharaan jahe  dengan beberapa kegiatan yaitu penyiangan, penyiraman, penggemburan media, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Ini bisa dilakukan dengan rutin agar tumbuh secara baik.
Dapat dilakukan penyiraman dua kali sehari. Lalu memasuki usia 2 – 4 minggu, disiram dengan fermentasi SOT HCS atau pupuk organik. Setiap 25 hari sekali, atau ketika jahe sudah terlihat keluar dari tanah, tambahkan media tanam setebal 10 cm sampai masa panen.

Hasil olahan jahe merah

Pemanenan Jahe Merah
Setelah berusia 10 bulan, pemanenan sudah dapat dilakukan. Tanaman jahe yang siap panen memiliki ciri daun dan batang berubah warna menjadi kuning dan sudah mengering. Cara memanennya cukup mudah, kamu cukup mencetok atau merobek kantong polybag jika sudah kelihatan lapuk. Angkat rimpangnya dengan hati-hati, bersihkan dari tanah serta kotoran yang menempel kemudian dicuci. (Ramlee)

Sumber remen.id Budidaya Jahe Merah Gunakan Polybag

Minggu, 01 Januari 2023

Kelinci Belang Sumatera Spesies Endemik Sumatera

Tidak banyak yang tahu perihal ras kelinci asli Indonesia. Adalah kelinci belang Sumatera (Nesolagus netscheri) atau kelinci Sumatera atau kelinci Sumatera telinga pendek adalah salah satu jenis kelinci liar yang merupakan satwa endemik Sumatera. Binatang ini diyakini sebagai satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia. 

Kelinci belang Sumatera ini sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa kawasan di pulau Sumatera. Saking langkanya, sejak teramati secara langsung pada tahun 1972, kelinci belang Sumatera baru dua kali teramati kembali yakni pada tahun 2000 dan 2007 itupun melalui hasil rekaman camera trap. 

Sehingga praktis selama lebih dari 40 tahun terakhir, kelinci asli Indonesia ini belum sekalipun dapat ditemui secara langsung. Dalam bahasa Inggris, binatang asli Indoneia ini disebut sebagai Sumatran Striped Rabbit, Sumatran Rabbit, dan Sumatran Short-eared Rabbit. 

Satu-satunya kerabat terdekat Kelinci belang Sumatera adalah Annamite Striped Rabbit (Nesolagus timminsi) yang ditemukan di Pegunungan Annamite (perbatasan Laos dan Vietnam) pada tahun 1999. Kelinci Belang Sumatera mempunyai ukuran panjang tubuh sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg.

Kelinci belang Sumatera hewan langkah yang berhasil diselamatkan sebelum diperjualbelikan

Bulu Nesolagus netscheri berwarna coklat kekuningan dengan garis warna hitam yang membujur sepanjang tubuhnya. Sedangkan bulu di bagian perutnya berwarna putih. Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam. 

 Ciri khusus Kelinci Belang Sumatera adalah ukuran telinganya yang lebih pendek dari pada ukuran telinga kelinci lainnya. Ekor kelinci asli Indonesia ini juga berukuran lebih pendek dengan warna bulu coklat kemerahanan.

Kamera trap berhasil menangkap keberadaan kelinci belang Sumatera

Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang lebih sering beraktifitas di malam hari. Yang unik dari satwa asli Indonesia ini adalah kebiasaan bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain bukannya lubang yang digalinya sendiri. Seperti kelinci lainnya, kelinci liar satu ini merupakan hewan herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah. 

 Sejak tahun 2008, Kelinci belang Sumatera oleh IUCN Redlist, dimasukkan dalam status konservasi “Vulnerable” (Rentan) meskipun pernah didaftarkan sebagai “Critically Endangered” (Kritis) pada tahun 1996 dan “Endangered” (Terancam) (1994). 

Ancaman terbesar kepunahan ras kelinci asli Indonesia ini berasal dari rusaknya hutan sebagai habitat alami yang banyak dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi, dan kakao. Selain itu juga deforestasi hutan akibat kebakaran hutan. 

Pada Juni 2021, petugas Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera, berhasil menyelamatkan seekor kelinci belang Sumatera yang merupakan spesies paling langka di dunia. Sang petugas tidak sengaja menemukan keberadaan kelinci tersebut dari Facebook dalam kondisi hendak dijual.

Kelinci belang Sumatera di habitat aslinya diketahui sebagai hewan yang aktif di malam hari

Meski namanya kurang terkenal, populasi kelinci belang Sumatera berada di bawah ancaman sekaligus menjadi sangat berharga di mata kolektor. Bahkan, saking langkanya, saat gambar kelinci tersebut muncul di Facebook, komunitas konservasi dan petugas dari Taman Nasional Kerinci Seblat pun langsung bergerak. 

Petugas tersebut dengan cepat melacak penjual kelinci belang Sumatera itu dan kemudian menyelamatkan si kelinci. Saat itu petugas bertemu dengan si penjual kelinci yang merupakan seorang petani. Si petani secara kebetulan menangkap kelinci itu di tepi taman nasional, tepatnya di sebelah sungai yang baru saja banjir deras. Di tubuhnya, terdapat luka-luka yang kemungkinan didapat saat banjir.

Seekor kelinci belang Sumatera sedang berlindung di lubang persembunyiannya

Status konservasi kelinci belang Sumatera 

Saat mendengar spesies hewan langka atau terancam punah dari Sumatera, mungkin orang akan membayangkan orang utan, harimau, gajah, atau badak. Empat nama hewan tersebut memang lebih dikenal publik dengan berbagai upaya penyelamatannya dari kelangkaan. Sementara itu, nama kelinci belang memang kurang populer. 

 Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2009, kelinci belang Sumatera telah masuk dalam daftar IUCN Redlist dengan status konservasi vulnerable atau rentan. Sebelumnya, kelinci tersebut juga pernah terdaftar pada tahun 1996 dengan status critically endangered atau kritis dan memiliki status endangered atau terancam pada tahun 1994. 

Ras kelinci asli Indonesia ini memiliki ancaman terbesar akan kepunahannya akibat dari rusaknya hutan sebagai habitat alami. Nyatanya, banyak hutan dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi, dan kakao. Alih fungsi hutan untuk perkebunan, pemukiman, tentu mengancam habitat dan populasi satwa dalam hutan. 

 Jennifer McCarthy, mahasiswa doktoral Universitas Massachusetts-Amherst, mengatakan kalau sebagian besar orang lokal bahkan tidak tahu bahwa spesies ini ada. “Beberapa penduduk lokal pernah mendengar soal kelinci belang ini, tetapi sangat sedikit yang pernah melihatnya,” ujarnya, seperti dilansir Mongabay.co.id.

Taman Nasional Bukit Barisan, salah satu habitat utama kelinci belang Sumatera

Kelinci belang hidup di hutan yang padat dan berhasil membuat dirinya nyaris tidak terlihat. Bahkan, foto-fotonya pun nyaris tidak ada dan sebagian besar hanya berasal dari kamera jebakan. 

Minimnya penelitian dan publikasi juga bukan berarti tidak ada aksi konservasi di Sumatera yang fokus melindungi kelinci belang ini. Hal ini membuat nasib kelinci ini bergantung pada keberadaan hutan Sumatera, yang seperti sudah sama-sama kita ketahui, masa depan hutan ini tidak menjanjikan.

Kepedulian kita yang akan melestarikan kelinci belang Sumatera langka ini

Sumatera sudah kehilangan setengah dari hutannya sejak 1985, sementara hutan primer di pulau ini sudah ditebang sejak 1975. Pulau ini menjadi pusat pertempuran melawan deforestasi dengan target utama yang diincar pekerja konservasi adalah perusahaan pulp dan paper serta kelapasawit yang terus menekan ekologi di pulau ini. 

Pemerintah Indonesia melindungi kelinci sumatera sebagai satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, tercantum pada nomor 72. (Ramlee) 

 

Sumber remen.id Kelinci Belang Sumatera, Spesies Endemik Sumatera Paling Langka di Dunia

Kuau-kerdil Kalimantan, Merak Mini Endemik yang Terancam Punah

Kuau-kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri) merupakan burung endemik Pulau Kalimantan yang sangat langka dan berkerabat dengan bu...