Selasa, 04 Juli 2023

Support Dekoe Mania Malaysia untuk Liga Derkuku Mania Solo Putaran 3, Podium Pertama Milik Ilusi Wiro Sableng dan Arya Jagad



Liga Derkuku Mania Solo telah memasuki putaran 3, pada Minggu, 25 Juni 2023. Menempati lokasi di Lapangan Gawanan – Colomadu Karanganyar, acara berlangsung lancar dan sukses. Ada tiga kelas yang dipertandingkan, yakni kelas Pemula, Junior, dan kelas Senior.

Jatmiko salah satu anggota panitia, mengakui bahwa kegiatan ini murni sebagai wujud kecintaan mereka akan hobi derkuku. “Kami kan hobi derkuku, makanya agar hobi ini bisa terus eksis, maka kegiatan harus tetap ada, Liga DMS menjadi agenda yang bisa kami selenggarakan dengan tujuan sebagai ajang silaturrahmi, juga untuk menjaga kekompakan,” terang Jatmiko.

Meskipun agenda kegiatan hobi derkuku saat ini terasa mulai begitu padat, tidak mengurangi semangat para dekoe mania di Solo untuk tetap merapatkan barisan. Menyemarakkan hobi derkuku yang menjadi ajang dan wadah bagi mereka untuk menekuninya.

Trophy Liga DMS Putaran 3
 

Bagi mereka hobi tanpa ada kegiatan untuk menyalurkannya seakan tidak ada arti. Meski diselenggarakan hampir setiap bulan, namun tidak sampai menggurangi greget dari pelaksanaan agenda yang sudah tersusun rapi sejak beberapa waktu lalu.

Persiapan yang sudah dilakukan sejak awal, nampaknya menjadi salah satu faktor sukses penyelenggaraan Liga Derkuku Mania Solo kali ini. Tidak nampak adanya masalah yang terjadi selama acara berlangsung.

Jumlah peserta terus mengalami peningkatan
 

Gelaran Liga DMS mendapatkan apresiasi yang bagus dari para dekoe mania Solo serta dari luar Solo. Melihat animo yang baik dari peserta dari Solo maupun dari luar kota, Agung Cahyanto Ketua PPDSI Solo merasa senang. “Liga Derkuku Mania Solo Putaran 3 mendapatka animo yang bagus dari penghobi,” kata Agung.

Tetap antusiasnya para peserta membuat segenap panitia merasa bangga. Dari awal gelaran liga ini mendapatkan sambutan yang bagus dari para penghobi. Setiap putaran yang terselenggara mempunyai tren kenaikan jumlah peserta.

Mendapatkan support dari farm Negeri Jiran Malaysia
 

Itu semua berkat dukungan yang luar biasa dari dekoe mania. Baik yang merespon bagus kegiatan tersebut ataupun yang membantu menyebarkan informasi akan kegiatan liga, maka lambat laun jumlah peserta mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Sektor penjurian aman dan terkendali. Seperti biasanya sebelum pelaksanaan lomba juri berkumpul untuk menyamakan persepsi. Dua orang juri nasional dari Yogyakarta ikut mengawal penjurian yang berlangsung selama empat babak, yakni Lek Sodiq dan Ali Syahbana.

Siswo juri nasional dari Solo saat memberikan arahan di awal pertemuan kecil tersebut, tidak henti-hentinya untuk mengingatkan juri agar tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai kesepakatan. Menurut Siswo saat ini setiap kegiatan Solo dinilai sudah sangat baik.

“Saya merasa bangga karena penjurian di Solo dinilai baik. Dan disetiap gelaran para jurinya tidak mengenal kongkalikong antara juri dan peserta. Semua dilakukan sesuai dengan kualitas anggung burung pada saat penilaian,” ujar Siswo.

(kika) Arya, Hafid, dan Wagiman
 

Pada saat yang sama ketika Ali Syahbana diberikan waktu bicara, meminta juri-juri yang bertugas agar bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan teliti. Juri-juri penilai yang bekerja baik, rencananya akan ditugaskan juga di Paku Alam Cup di bulan Juli maupun Piala Raja di bulan September nanti.

“Juri-juri yang berkinerja baik, rencananya akan ditugaskan pula di lomba besar Paku Alam Cup pada bulan Juli maupun nanti di Piala Raja,” kata Ali yang bertindak sebagai koordinator juri nasional. Event-even besar lomba derkuku memang akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi juri-juri yang ada, terutama juri daerah.

(kika) Aries, Tris, dan Agung
 

Dari dalam arena diinformasikan bahwa perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru dan menegangkan. Cuaca cerah dan cenderung panas mengawal acara dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian juga berlangsung ketat. Ketatnya penjurian yang diterapkan oleh juri, berdampak pada nilai yang diraih.

Tidak banyak peserta yang berhasil meraih nilai terbaik, apalagi sampai lebih. Namun, demikian bukan berarti tidak ada yang berhasil mendapatkan nilai terbaik. Di kelas Pemula, juara pertama berhasil diboyong Arya Jagad, amunisi Ars 2772 dari Solo.

Takat dengan bangga menunjukkan burung untuk dilakukan pengecekan ring
 

Kemenangan derkuku produk ternak PM 17 yang dikerek pada nomor 75 berkat raihan bendera empat warna empat kali rata. Menyusul kemudian Troya andalan Mbah Mursam Solo. Burung ternakan LMS 733 yang berada pada kerekan 33, memulai raihan bendera empat warna pada babak pertama.

Sayang pada babak kedua mengendur dengan hanya mendapatkan tiga warna, sebelum akhirnya kembali berlari kencang di sisa waktu penjurian dengan raih empat warna kembali. Dan urutan ketiga ada Krisna bergelang B2W 2680 di tiang 83, burung orbitan Laju BF Kendal.

Di kelas Junior, juara pertama berhasil menjadi milik Wiro Sableng amunisi Cak Hari dari Bogor. Derkuku ternakan DA 212 yang digantang pada nomor 109 itu menjadi juara berkat raihan bendera lima warna empat kali. Bahkan sejak usai babak ketiga sudah memastikan menjadi juara dengan raihan lima warnanya. Sedang lawan-lawannya tidak ada yang bisa menandingi performa apik Wiro Sableng.

Menyusul kemudian Songgoriti andalan Sadut BF Semarang. Burung bergelang Warna 88 yang digantang pada nomor 114 jadi juara kedua berkat raihan bendera empat warna pada babak pertama dan empat serta bendera lima warna pada babak kedua dan ketiga.

Para juara di kelas Senior
 

Dan ditempat ketiga ada Setyaki milik KP Solo, hasil ternakan Tresno 489 yang digantang pada nomor 106. Sedangkan di kelas Senior, juara pertama berhasil direbut oleh Ilusi gaco Eko LMS Solo yang dikerek di tiang nomor 25.

Kemenangan derkuku produk kandang sendiri yakni LMS 368 berkat tampilan menawan sepanjang empat babak penilaian. Raihan bendera lima warna rata empat babak menjadi bukti performa cemerlang yang ditampilkan Ilusi pagi itu.

Juara kelas Yunior
 

Sedang juara kedua dimiliki Bima besutan Sunaryanto Solo. Bima bergelang JNG 201 yang berada pada kerekan 23, memulai raihan bendera empat warna pada babak pertama, pada babak berikutnya mampu tampil stabil dan mendapatkan lima warna. Dan urutan ketiga ada Sri Rama ring New Ags 380 orbitan Pak Tani Colomadu di kerekan 24.

Sri Rama seolah terlambat panas setelah hanya mendapatkan bendera dua warna bahkan pada babak kedua tidak mendapatkan nilai. Baru melaju kencang di dua babak terakhir dengan raihan bendera lima warnanya. Ini karena Sri Rama ternyata sedang jatuh bulu.

Juara-juara kelas Pemula
 

Kinerja juri mendapatkan apresiasi dari Takato Jombang. “Saya melihat juri-juri disini dalam menentukan kelayakan burung untuk penentuan lima warna sangat teliti sekali. Meskipun diteriaki peserta berkali-kali tetapi kalau memang tidak layak ya sudah,” ungkap Takato.

Yang cukup membanggakan gelaran Liga Derkuku Mania Solo kali ini mendapatkan dukungan langsung dari dekoe mania Negeri Jiran Malaysia. Wan Chekok BF dan Bukit Marak BF, merupakan dua farm yang cukup ternama dari Kelantan – Malaysia.

 

 

“Liga DMS 3 mendapatkan suport langsung dari Malaysia, yakni dari Wan Chekok BF dan Bukit Marak BF,” ujar Jatmiko. Terimakasih buat Wan Chekok dan Bang Azrin Yen dari Team TGR Kelantam atas supportnya untuk lomba hari ini,” tutup pemilik JAT BF Solo. (Ramlee/Jat)

Senin, 03 Juli 2023

Sirsak, Buah Lezat Mengandung Segudang Nutrisi yang Bermanfaat bagi Kesehatan



Sirsak (Annona muricata L.) biasa juga disebut nangka Belanda atau durian Belanda . Tanaman ini adalah tumbuhan berbunga yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sirsak tergolong ke dalam tanaman tahunan, ditanam secara komersial atau sambilan untuk diambil buahnya.

Sirsak dikenal dengan berbagai sebutan seperti nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkèlan, nangka ènglan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau),durian belanda (Malaysia), serta jambu landa (Lampung), nangko belando (Palembang).

Penyebutan kata “Belanda” dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19. Meskipun bukan berasal dari Eropa, kata sirsak sendiri memang berasal dari bahasa Belanda, yaitu zuurzak yang berarti “kantung asam”. Beberapa daerah ataupun negara mengenal buah sirsak dengan nama yang berbeda-beda, seperti soursop, graviola, guanabana, dan carossel.

Kebun buah sirsak
 

Tanaman sirsak dapat tumbuh di sembarang tempat di daerah tropis. Namun, untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan besar, sirsak musti ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1.000 mdpl.

Baca juga : Buah Alkesa, Bermanfaat untuk Jaga Stamina Tubuh hingga Menurunkan Resiko Diabetes

Pohon sirsak memiliki model troll dengan ketinggian 8-10 meter. Daun sirsak memiliki warna hijau tua dan hijau muda, dengan panjang 6-18 cm dengan lebar 3-7 cm. Selain itu, daun sirsak memiliki tekstur daun yang kasar dan berbentuk bulat telur dengan bagian ujungnya lancip serta mengkilap pada bagian atasnya.

Bunga sirsak
 

Daunnya memiliki bau yang sangat menyengat dengan tangkai daun yang berukuran pendek, hanya 3-10 mm. Permukaannya terasa lembut dan mengkilat ketika masih muda. Daun dan batang sirsak diketahui mengandung senyawa tanin, fitosterol, Ca-oksalat, dan alkaloid murisine.

Buah sirsak bukan buah sejati dengan ukuran 20–30 cm dan beratnya mencapai 2,5 kg. Buah ini sebenarnya adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam.

Buah sirsak terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu 68% daging buah yang dapat dimakan, sisanya berupa kulit sebanyak 20%, biji 8,5%, dan empulur 4% (bagian tengah pada buah sirsak sebagai tempat melekatnya daging buah). Kandungan air pada buah sirsak cukup tinggi yakni sekitar 82%.

Buah sirsak mengandung vitamin, serat, dan mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, steroid/terpenoid, flavonoid, kumarin, alkaloid, dan tanin.

Buah sirsak yang masih muda
 

Senyawa flavonoid yang ada di dalam buah sirsak berfungsi sebagai antidiabetes, antioksidan, anti mikroba, dan anti virus. Memang secara empiris sirsak–terutama daun–banyak dipakai untuk mengobati rematik, pegal, dan sakit pinggang.

Baca juga : Buah Kecapi, Buah Langka yang Punya Khasiat Alami

Caranya rebus dua puluh lembar daun sirsak dengan 5 gelas air. Kemudian sisakan 3 gelas untuk diminum. Berdasarkan penelitian Dr. Jerry McLaughlin dari Purdue University dan Prof. Dr. Soelkasono Sastrodihardjo dari Departemen Biologi ITB, daun sirsak sangat ampuh digunakan untuk mengobati penyakit kanker.

Daun sirsak juga dapat dimanfaatkan selain buahnya
 

Begitu pun buahnya, berkhasiat sebagai obat ambeien, sakit kandung kemih, diare, bahkan anyang-anyangan. Namun, tidak ada satu pun yang mengungkapkan khasiatnya sebagai obat asam urat.

Meski tidak mengungkap manfaatnya sebagai obat asam urat, zat gizi yang dikandungnya berkhasiat memperlancar proses metabolisme hormonal di dalam tubuh. Selain itu, sirsak juga memiliki efek diuretik. Bila rutin mengonsumsi, sekresi urine akan lebih lancar.

Dengan efek diuretik (peluruh kencing), sekresi asam urat melalui urine dapat berjalan lancar untuk mengurangi kadar asam urat darah. Selain itu, zat asam pada sirsak diduga bereaksi dengan asam urat darah membentuk senyawa lain yang tidak berbahaya.

Penyakit asam urat atau gout memang terjadi karena gangguan metabolisme purin di dalam darah. Kadar asam urat darah meningkat melewati kadar normal 2—5 mg%. Terganggunya sistem pencernaan dan peredaran darah, termasuk kelenjar-kelenjarnya merupakan salah satu penyebabnya.

Buah sirsak di kios buah
 

Adapun meningkatnya kadar asam urat darah juga disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih yang mengakibatkan tidak lancarnya sekresi asam urat melalui urine. Untuk mengobatinya perlu dilakukan perbaikan sistem metabolisme enzim dan zat makanan di dalam tubuh agar tidak terjadi penumpukan asam urat.

Baca juga : Mamey Sapote, si Sawo Berukuran Jumbo

Selain itu asam urat darah pun harus disekresikan ke luar tubuh, baik melalui urine maupun kotoran. Tidak heran jika konsumsi sirsak secara teratur dapat mengatasi masalah asam urat. Namun konsumsi sirsak tidak disarankan untuk penderita dengan gejala lambung atau gastritis. Sirsak yang kandungan asamnya tinggi dapat memicu sakit lambung alias mag.

Jus sirsak yang menyegarkan
 

Buah sirsak bukan hanya bisa dinikmati dalam keadaan segar, namun telah dimanfaatkan juga sebagai bahan industri makanan dan minuman seperti sirup, manisan, selai, juice, permen jelly, dan campuran kue. Kini sirsak banyak ditanam di halaman rumah sebagai pohon buah pekarangan. (Ramlee)




Sumber : remen.id


Sirsak, Langkah Alternatif Mengatasi Berbagai Jenis Penyakit

Minggu, 02 Juli 2023

Janur Kuning dan Raja Kepo Terdepan di Latber Delta Force Bangkit, Upaya Pengcab PPPPSI Semarakkan Hobi

 



Pengcab PPPPSI Sidoarjo terus berupaya untuk membangkitkan semangat puter pelung mania untuk terus eksis menekuni hobinya. Seperti yang dilakukannya pada hari Minggu, 25 Juni 2023 kemarin. Di Gantangan PPKL JS di Jln Raden Patah 48-50 Pucang Anom – Sidoarjo.

Bersama Delta Force yang digawangi oleh Haryono dan Moehlis Hidayat, dua motor penggerak semangat hobi puter pelung di Sidoarjo. Dibantu oleh Bekti Setyo Utomo dan Dhe Nardi sosok satu ini dikenal begitu bersemangat menggelorakan lomba-lomba puter pelung di Sidoarjo.

Keempat orang inilah yang bersemangat untuk tetap menyemarakkan hobi puter pelung dalam kondisi yang kurang menggembirakan, dan patut mendapatkan apresiasi. Ketika agenda lomba sudah semakin jarang diadakan, mereka berusaha untuk tetap menggelar lomba.

Peserta dari Tulangan dan Pasuruan
 

Kegiatan hobi puter pelung harus tetap ada. Salah satu jalan yang dilakukan adalah dengan kerap menggelar lomba. “Saya yakin semangat mania puter pelung akan tetap muncul jika kegiatan terus kita adakan,” jelas Moehlis Hidayat yang juga Sekretaris Daerah Pengda Jatim.

Apalagi, bagi mereka yang belum lama menekuni hobi puter pelung, dan merasa burung yang dipunyai juga mempunyai kualitas yang pantas untuk ikut dilombakan. Dengan kehadiran pendatang baru yang mau datang ke arena lomba dapat memancing penghobi lainnya untuk mengikutinya.

Rombongan dari Surabaya, (kika) Yasir, Cong Wandi, dan Soni 12 BF
 

“Saat ini masih banyak penghobi baru dan akan terus bermunculan penghobi baru jika ada kegiatan untuk menyalurkan hobinya itu. Banyak dari mereka yang belum puas ikut berlomba, namun harus menerima kenyataan dengan semakin jarangnya gelaran lomba,” ungkap Moehlis.

“Saya khawatir jika kondisi ini dibiarkan maka semangat untuk menjadi mania puter pelung akan hilang,” katanya lagi. “Makanya, Pengcab Sidoarjo berusaha secara rutin menyelenggarakan lomba. Karena mereka juga kerap menanyakan kapan ada lomba lagi,” tambah Dhe Nardi yang semangatnya seperti tidak ada matinya itu.

Gelaran latber yang diselenggarakan oleh Pengcab Sidoarjo dengan Delta Forcenya itu dihadiri peserta dari Tuban, Surabaya, Bangkalan, Porong, Malang, dan Sidoarjo Kota. “Peserta dari Tuban, kebetulan ada keperluan di Surabaya jadi momennya pas,” ujar Hariyono yang sedang sibuk di meja pendaftaran. Dibantu oleh penghobi baru Hariyono juga menyiapkan segala keperluan acara pagi itu.

“Kegiatan rutin ini bertujuan selain untuk menjaga eksistensi hobi puter pelung di Sidoarjo juga menggalang para penggemar puter pelung mania baru atau pemula agar burungnya yang belum banyak terlatih bisa mendapatkan tempat untuk melatih puter pelung miliknya,” jelas Hariyono di sela-sela kesibukannya menyiapkan acara.

Rio Riyanto single fighter dari Tuban ikut meramaikan Latber Delta Force Sidoarjo
 

“Giat rutin kegiatan ini diupayakan dilakukan setiap dua minggu sekali,” sambung Shofwan Ketua Pengcab Sidoarjo, yang kali ini tampak ada di lokasi lomba. Dengan begitu diharapkan puter pelung mania bisa terus melakukan jalinan silaturahmi atar sesama penghobi.

“Kami sadar bahwa tidak sedikit dari puter pelung mania yang memiliki kesibukan padat, makanya hanya dengan cara ini, kami bisa bersilaturrahmi agar jalinan persaudaraan tidak sampai terputus,” kata Shofwan.

Peserta lainnya juga sudah mulai menaikkan gacoannya pertanda lomba akan segera dimulai
 

Kegiatan kali ini membuka dua kelas yakni kelas Madya dan Pemula. Tidak seperti gelaran latber-latber yang sudah diselenggarakan oleh Pengcab Sidoarjo yang hanya melombakan kelas Madya saja. Panitia berharap para pemula yang belum sempat atau berani menurunkan burung berlomba bisa ikut serta.

Pelaksanaan lomba berjalan tertib dan lancar meski harus sedikit mundur dari waktu yang sudah dijadwalkan, karena musti menunggu beberapa peserta yang mengkonfirmasi keterlambatannya. Cuaca cerah yang menyapa sedikit membuat gerah para peserta, apalagi angin sedikit malas berhembus.

Sementara itu persaingan perebutan posisi kejuaraan di kelas Pemula, berjalan seru dan ketat. Satu sama lain berebut perhatian juri dengan mendendangkan suara merdu yang dimilikinya. Hampir tidak ada burung yang tidak mendapatkan nilai. Juri hanya akan memberikan nilai 43 ½ atau maksimal sampai bendera empat saja, lebih dari terkena diskualifikasi.

Ada empat babak penjurian yang dilakukan dengan durasi 15 menit. Untuk Pemula, Raja Kepo orbitan Soni 12 BF Surabaya, ternakan 12 BF 1275 yang digantang pada nomor 37 ditetapkan sebagai peraih juara pertama. Raja Kepo berhasil meraih bendera empat warna rata empat babak.

Perebutan gelar juara berlangsung ketat
 

Menyusul diurutan kedua diraih Rengganis besutan AG BF Bangkalan, ternakan AG 77 yang menempati nomor gantangan 10. Dan tempat ketiga ada Batu Purron milik Yasir Surabaya, ternakan bergelang YSR 303 di gantangan nomor 30.

Di kelas Madya, Janur Kuning orbitan AG BF Bangkalan, produk ternak AG 66 yang digantang pada nomor 17 sebagai peraih podium pertama. Janur Kuning menunjukkan kualitasnya sebagai peraih juara pertama.

Para suporter menikmati jalannya lomba di bawah rindangnya pohon kersen
 

Di dua babak awal mampu mendapatkan bendera lima warna dengan mudah. Jauh meninggalkan para pesaingnya. Bahkan pada babak kedua bendera usulan masih diberikan oleh juri penilai saat telah mendapatkan bendera lima warna untuk naik jadi enam warna.

Jika itu yang terjadi maka Janur Kuning akan terkena diskualifikasi. Karena di kelas Madya, maksimal hanya sampai bendera lima warna saja. Tetapi koordinator juri tidak meluluskan usulan itu. Selepas jeda babak kedua, sudah tidak ada lagi yang mendapatkan bendera lima warna, hanya sekedar usulan saja.

Para juri fokus memantau kualitas anggung para peserta yang ada di gantangan
 

Posisi selanjutnya diisi oleh Arbes andalan Ruslan dari Porong yang menggunakan ring Samudra 01pada gantangan 46 sebagai juara kedua. Dan urutan ketiga ada Jack Pot amunisi Agus PJ dari Malang yang bergelang MJ 772 digantangan nomor 19.

Di akhir acara, Dhe Nardi mewakili segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan meminta ma’af jika dalam penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan.

Pada kesempatan itu Dhe Nardi juga mengajak puter pelung mania yang ada untuk ikut mensukseskan gelaran Liga Puter Jawa Timur 2023 Putaran Ke-2 di Bondowoso yang akan berlangsung pada Minggu, 9 Juli 2023. (Ramlee)



Sabtu, 01 Juli 2023

PPDSI Blitar Meriahkan Bulan Bung Karno dengan Gelar Latber Blitar Kawentar #5, Pinayungan dan Temon Kicir-Kicir jadi Pilihan Juri




Lomba seni suara alam burung derkuku bertajuk Latber Blitar Kawentar #5 yang diselenggarakan oleh PPDSI Blitar Raya berjalan sukses. Gelaran dikemas apik oleh Rudi Hartono selaku ketua panitia, pada Minggu 25 Juni 2023 di Lapangan Kelurahan Bendo Kota Blitar.

Latber Blitar Kawentar #5 ini sekaligus dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno. Blitar berhubungan erat dengan sejarah Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia. Dan bulan Juni juga telah ditetapkan sebagai Bulan Bung Karno.

Gelaran itu ramai dihadiri oleh dekoe mania dari berbagai kota dengan mengusung jago-jago derkuku terbaiknya. Terbukti, dari total 2 blok tiang gantangan untuk kelas Pemula sebanyak 84 tiang dan 1 blok gantangan untuk kelas Bebas yang disediakan oleh panitia, hanya menyisahkan beberapa tiang saja yang kosong.

Trophy simbol prestasi berjejer rapi di meja panitia

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan partisipasi teman-teman dekoe mania semua. Gelaran latber ini bisa terlaksana dengan baik, ramai, lancar, dan kondusif. Saya atas nama panitia, hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Dan mohon ma’af bila masih banyak kekurangan,” tutur Rudi Hartono yang juga pemilik RDH BF itu.

Rupanya ajang Latber Blitar Kawentar #5 ini juga jadi persiapan bagi jago-jago derkuku handal yang ada di wilayah blok Barat, Jawa Timur. Datang peserta dari Bondowoso, Situbondo, Gresik, Nganjuk, Tulungagung, dan Blitar sendiri selaku tuan rumah.

Cuaca cerah mengiringi perhelatan PPDSI Blitar Raya

Wajah-wajah baru penghobi burung derkuku tampak pula hadir di Lapangan Kelurahan Bendo Kota Blitar. Mereka mencoba ikut merasakan panasnya persaingan adu kualitas burung. Mereka datang dari Kediri dan Blitar. “Iya, terlihat beberapa wajah baru karena belum pernah ketemu sebelumnya di lomba derkuku,” jelas Sapto Prasetyo, salah satu panitia yang juga pemilik SMS BF tersebut.

Seperti gelarang-gelaran PPDSI Blitar sebelumnya, persiapan panitia sangat baik dalam menyambut dekoe mania dari luar kota. Para dekoe mania merasa puas dengan sambutan yang diberikan oleh pihak tuan rumah, meskipun hanya sekelas event latber saja.

Berbagai macam doorprize tidak lupa disiapkan oleh panitia untuk menambah semarak jalannya acara. Cuaca cerah cenderung panas dengan diselingi hembusan angin semilir, membuat kinerja para peserta di ujung tertinggi tiang gantangan dirasa sangat maksimal. Bersih terdengar saling bersahutan.

Puluhan sangkar aneka warna penuhi langit Kelurahan Bendo – Blitar

Adu mental dan kualitas anggung merdu, benar-benar terlihat sejak dari babak awal lomba dimulai sampai babak akhir. Dimana ada empat babak penilaian yang harus dilewati sebelum dinyatakan sebagai kampiunnya. Dan persaingan ketat itu terjadi di kelas Pemula maupun di kelas Bebas.

Namun berkat kawalan dua orang Jurnas (Juri Nasional) Senior, yaitu Totok Arisandi dari Tulungagung dan Arif Wigiantoro dari Kertosno. Pemberian bendera koncer dari babak ke babak, berlangsung ketat sesuai dengan pakem penilaian PPDSI.

Latber Blitar Kawentar #5 berlangsung dibawah teriknya sengatan sinar mentari

Beberapa jago-jago derkuku hebat di kelas Bebas mampu menunjukkan kualitas suara anggung emasnya dihadapan tim juri yang bertugas. Tak ayal, persaingan untuk menjadi yang terbaik di kelas ini begitu ketat. Saling susul perolehan nilai pun berjalan seru.

Amunisi yang diusung oleh Dwi dari Gresik, Karim Kediri, dan Joko SJ Tulungagung, yaitu Sutradara, Buser, dan Pinayungan menghibur siapa pun yang hadir di lapangan pagi itu. Ketiga burung ini betul-betul mampu mendominasi penilaian terbaik pada dua babak awal.

Namun pada babak ketiga hanya menyisakan Sutradara dan Pinayungan saja yang mampu mendapatkan bendera lima warna dari para juri. Sedang Buser melambat dengan raihan empat warna saja. Di babak keempat tidak ada satupun burung yang mampu memperoleh bendera lima warna.

Mega menggelayut manja selepas penjurian mendinginkan aura panas persaingan


Penentuan juara di kelas Bebas ditentukan di meja juri perekap karena kedua burung teratas mempunyai nilai yang sama dengan raihan tiga kali bendera lima warna dan satu bendera empat warna. Dimana akhirnya Pinayungan yang bergelang SJ 99, berhasil merebut podium terbaik pertama.

Burung andalan Joko SJ dari Tulungagung yang dikerek di nomor gantangan 125 ini ungul nilai aduan di dasar suara. Sedangkan Sutradara bergelang JBKRM milik Dwi dari Gresik di kerekan nomor 87, sukses mengunci posisi runner up. Sementara di posisi tiga ada Buser besutan Karim Kediri di tiang nomor 112, dengan ring JBKRM.

Para dekoe mania menungguh hasil rekapitulasi kejuaraan

Selanjutnya untuk kelas Pemula juga tidak kalah seru persaingannya. Beberapa burung dari total 84 burung yang ikut di kelas ini sejak babak awal sudah on fire. Cuaca cerah hari itu membuat burung dapat secara maksimal menampilkan kemampuan yang sesungguhnya.

Gaco-gaco tuan rumah benar-benar mendapat lawan yang cukup berimbang. Di kelas Pemula ini kekuatan bisa dikatakan hampir merata. Hanya yang mampu tampil stabil dan terus gacor sepanjang empat babak para juri memberikan penilaiannya yang akan mencatatkan namanya di daftar kejuaraan.



Setelah melalui persaingan ketat selama empat babak penuh. Temon Kicir-Kicir di kerekan nomor 58, jago muda milik Cahyo Raja BF Blitar hasil dari kandang JBKRM itu rupanya berhasil lolos dari kepungan lawan-lawannya. Temon Kicir-Kicir pun sukses moncer di podium utama kelas Pemula.

Sedangkan Gending Lamunan gantangan 5 andalan Kla BF Blitar, burung hasil dari farmnya sendiri dengan nomor ring Kla 208, harus puas merebut tempat kedua. Dan disusul kemudian oleh Angker Khan ring HRJ 088 milik Beken dari Blitar di kerekan 62 mengunci posisi tiga besar. (Ramlee)


Bunga Sepatu, Tidak Sekadar Cantik tetapi Bisa Juga untuk Mengatasi Masalah Kesehatan




Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.), hanyalah sebuah nama karena bentuknya sama sekali tidak menyerupai sepatu. Satu-satunya alasan mengapa bunga ini disebut kembang sepatu adalah karena dulunya bunga ini digunakan sebagai bahan semir sepatu di India.

Kembang sepatu termasuk salah satu tanaman hias favorit di Indonesia. Bukan hanya menghiasi pekarangan rumah, kembang sepatu juga dipilih menjadi tanaman hias dan tanaman pembatas di kompleks perumahan hingga menjadi tanaman penghias ruas jalan tol.

Walau tidak berbau, bunganya yang cantik dan besar menarik perhatian pencinta bunga untuk mengoleksinya. Kembang sepatu bukan hanya beraneka warna bergantung pada kultivar dan hibridanya, mulai dari putih, kuning, oranye, merah muda, merah tua, hingga ungu, namun kecantikannya juga ditampilkan lewat bentuk bunganya yang tunggal (daun mahkota selapis) ataupun yang berbunga ganda (daun mahkota berlapis).

Kembang sepatu jadi tanaman pembatas
 

Kembang sepatu adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Kembang sepatu memiliki masa berbunga yang pendek, 24 jam hingga 48 jam, namun kecantikannya mengantarnya mendapatkan julukan hebat, seperti Ratu Bunga Tropis dan Queen of Dreams.

Baca juga : Bunga Telang si Biru Kaya Manfaat

Bunga ini memiliki 4-5 kelopak bunga yang saling berhubungan hingga membentuk mahkota, yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida.

Warnanya yang cantik menarik minat penghobi untuk menanamnya
 

Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter.

Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun meruncing. Di daerah tropis seperti Indonesia, bunga kembang sepatu dapat terus berbunga sepanjang tahun. Begitu pula jika ditanam di rumah kaca. Namun di daerah sub tropis, kembang sepatu hanya akan berbunga di musim panas hingga musim gugur.

Kembang sepatu hibrida memiliki warna yang memukau
 

Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara setek, pencangkokan, dan penempelan.

Baca juga : Bunga Sedap Malam, si Putih Cantik dengan Segudang Mitos

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Di India, kembang ini digunakan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, kembang yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Okinawa – Jepang, digunakan sebagai tanaman pagar.

Bunga sepatu yang telah kering
 

Situs web Plants of a Future menyebutkan daun-daun muda tumbuhan kembang sepatu acap dimanfaatkan sebagai sayuran, seperti halnya sayuran bayam. Selain sebagai tanaman hias, bunga tanaman kembang sepatu juga dapat dikonsumsi langsung atau diolah terlebih dulu, di antaranya menjadi acar. Kembang sepatu juga sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan, di antaranya mi.

Penelitian telah menemukan berbagai manfaat kesehatan yang terkait dengan kembang sepatu. Jadi kembang sepatu, termasuk kategori tanaman obat herbal yang memiliki sifat sebagai pendingin, menenangkan, dan melemaskan jaringan yang kejang. Bunganya bersifat afrodisiak, penawar rasa sakit, memperlancar haid, melembabkan, dan bersifat mendinginkan.

Teh kembang sepatu
 

Secara tradisional, kembang sepatu dimanfaatkan untuk mengobati nyeri haid, mengobati radang, penyakit kelamin, demam, radang selaput lendir bronkial, batuk, dan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Infus bunga diberikan dalam bentuk minuman pendingin bagi orang sakit.

Baca juga : Bunga Mawar Salah Satu Flora Tertua di Dunia

Daunnya dimanfaatkan sebagai obat cuci perut, pelembab, dan pencahar. Rebusan daunnya digunakan sebagai obat demam. Daun dan bunga yang dihaluskan dimanfaatkan sebagai obat gondok. Demikian pula bunga-bunganya digunakan dalam pengobatan bisul, gondok, demam, dan luka. Akarnya disebutkan dapat dimanfaatkan dalam pengobatan batuk dan pilek, dan pasta dari akar juga digunakan dalam pengobatan penyakit kelamin.

Tanaman bonsai kembang sepatu
 

Bunga sepatu terdiri dari banyak variasi warna dan bentuk. Oleh sebab itu, perlu dipastikan bunga seperti apa yang ingin ditanam. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan jenis bunga sepatu yang akan ditanam itu cocok dan mampu tumbuh di lingkungan barunya.

Merawat bunga sepatu kurang lebih sama dengan merawat jenis tanaman hias lainnya. Harus memenuhi kebutuhan air dengan melakukan penyiraman rutin, pengendalian hama dan penyakit, serta pemangkasan agar tanaman bunga sepatu tumbuh sesuai harapan. (Ramlee)




Sumber : remen.id


Kembang Sepatu, si Ratu Bunga Tropis yang Bermanfaat Bagi Manusia

Klasemen Sementara LDI 2026, Para Jawara Wajib Hadir di Piala Raja Hamengkubuwono Cup untuk Tentukan Mahkota Juara

Tidak terasa, perburuan poin Liga Derkuku Indonesia (LDI) 2026 sudah berjalan empat seri dari lima seri yang direncanakan. Dekoe mania Indon...