Jumat, 09 Januari 2026

PPDSI Jember Gelar Liga Tapal Kuda 2026, Kualitas Burung Peserta Semakin Meningkat



Menyambut Tahun Baru 2026, Pengurus Cabang PPDSI Jember gelar Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku bertajuk “Liga Tapal Kuda Jawa Timur”. Dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Januari 2025 di Lapangan Kampus 2 UNIPAR, Jalan Kaliurang – Jember. Acara berjalan cukup meriah dan berbuah sukses.

Rupanya, semakin lama hobi derkuku di wilayah Tapal Kuda ini menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Agenda lomba coba dihadirkan secara rutin, semisal Liga Tapal Kuda Jawa Timur serta kegiatan lain. Dan kegiatan demi kegiatan tersebut mulai mendapatkan animo dari dekoe mania.

Dari jumlah peserta yang terlihat, memang tidak banyak dekoe mania yang hadir, karena acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahi antar penggemar, pelestari burung anggunggan derkuku, dan juga untuk meramaikan hobi burung derkuku se Tapal Kuda. Lomba terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Bebas dan kelas Pemula.


Dr. Waris sedang memberikan sambutan sebelum lomba dimulai


Kelas Bebas diikuti oleh 21 peserta dan kelas Pemula diikuti oleh 31 peserta. Peserta datang dari Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Dr. Waris, Ketua Pengcab PPDSI Jember menuturkan bahwa jumlah tersebut tergolong sudah masuk dalam target panitia. Setidaknya dukungan yang diberikan peserta tergolong dalam kategori besar.

“Terus terang kami dari panitia tidak menargetkan banyak peserta, karena ini adalah kegiatan di awal tahun, jumlah tiang kerekan juga tidak banyak,” terang Waris. Apalagi daerah-daerah di Tapal Kuda tidak bisa leluasa mengadakan kegiatan karena terbatasnya lapangan yang bisa dipakai. Praktis hanya Jember yang telah siap meskipun dengan jumlah tiang yang terbatas.


Dekoe Mania Tapal Kuda tampak bersemangat mengikuti gelaran PPDSI Jember


“Kita coba membumikan hobi derkuku di daerah Tapal Kuda,” jelas Drs Heru Pujinato yang juga Ketua Pengda PPDSI Jawa Timur yang juga hadir. Heru dan Waris pula yang menggagas keberadaan Lapangan di Kampus 2 UNIPAR Jember. Dengan begitu mereka bisa mengadakan lomba derkuku kapanpun.

“Kami terus berkoordinasi dengan sesama dekoe mania dan juga dengan rekan-rekan di Tapal Kuda agar perkembangan hobi bisa semakin ramai lagi,” sambung Heru. Semangat mereka untuk terus menjadikan Tapal Kuda lebih baik dan berkualitas, menjadi mimpi yang tidak bisa ditawar dan ditunda lagi.

Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kegiatan seperti Liga Tapal Kuda Jawa Timur. “Liga ini tidak kita patok akan berjalan berapa putaran seperti daerah lain yang sudah mengadakan. Kita menunggu kesiapan daerah lain untuk mengadakannya. Untuk saat ini baru Jember yang telah siap,” ujar pemilik New RRJ BF ini.

“Untuk putaran berikutnya rencanabya Situbondo yang akan mengadakan. Juga ada Bondowoso, tetapi mereka masih kesulitan dengan lapangan yang akan digunakan. Lapangan di Kampus 2 UNIPAR Jember sebenarnya juga bisa digunakan. Kita berharap setiap bulan atau setiap dua bulan sekali ada gelaran liga,” lanjut Heru.


Sajian khas di Liga Tapal Kuda Jawa Timur


Minggu pagi itu, cuaca kota Jember tidak seperti hari sebelumnya. Matahari yang biasanya bersembunyi dibalik mendung, namun kali ini kembali membagi sinarnya. Seakan ikut mendukung acara lomba di awal tahun 2026. Acara ini pun dijadikan ajang latihan bagi burung-burung calon juara untuk mengikuti event yang lebih besar lagi.

Dilokasi ini dekoe mania yang hadir saling menjalin silaturrahmi, mensolidkan diri, memantau burung ,dan belajar banyak seputar hobi derkuku. Lokasi yang menjadi sentra kegiatan telah memberikan banyak manfaat. Mereka semakin paham dan mengerti dunia derkuku, baik kualitas burung untuk lomba ataupun memaksimalkan kinerja saat berada di lapangan.


Cuaca cerah sepanjang penjurian


Dekoe mania mengikuti lomba dengan semangat dan berharap burungnya akan menjadi juara. Selama lomba berjalan dengan baik, aman, dan tertib. Burung-buurng gacoan beradu kemampuan bersuara walau masih ada beberapa yang belum mau berbunyi.

Anggung suara burung derkuku dinilai oleh juri dan koordinator juri. Anggung terbaik menurut penilaian juri akan mendapatkan penghargaan berupa tropi, piagam dan sembako. Baik pada kelas Bebas maupun kelas Pemula dipilih juaranya masing-masing 10 juara.

Juara 1 sampai dengan juara 3 akan mendapatkan tropi, piagam, dan sembako. Sedangkan bagi juara 4 sampai dengan juara 10 mendapatkan tropi dan piagam. Persaingan untuk meraih nilai tertinggi di setiap babak, berlangsung cukup ketat dan seru.

Karena masing-masing jago, terlihat sama-sama on fire untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan tim juri yang bertugas. Sementara untuk memberi nilai, juri terus fokus mendengar burung yang benar-benar punya suara anggung mewah. Serta didukung kestabilan bunyi ke bunyi, tanpa ada penurunan kualitas sesuai dengan aturan PPDSI.


(Kika) H. Ichwanto, Dr Waris, Drs. Heru, dan Totok juri rekap


Dan setelah melalui persaingan panjang selama empat babak penuh penilaian. Akhirnya juri bersama perumus, menetapkan 10 burung yang dinilai layak masuk nominasi kejuaraan di tiap-tiap kelasnya. Dimana urutannya sesuai dengan total nilai yang didapat oleh masing-masing burung.

Di kelas Bebas, untuk juara pertama berhasil direbut oleh Biduan yang tampil jos di tiang kerekan nomor 26 milik Junaedi dari Situbondo. Jago bergelang B2W 3635 ini sukses menjadi yang terbaik pertama setelah mendapatkan nilai terbaik dibanding dari para rivalnya.


Juara di kelas Bebas


Sedangkan Casanova ring Fla 622 yang diusung oleh Jhony Susilo dari Situbondo, harus puas mengekor di belakangnya. Dan disusul kemudian oleh BB produk ternak Nada BF milik Karyono dari Pujer Bondowoso. Selanjutnya untuk kelas Pemula, persaingannya juga tidak kalah seru.

Nama Kabayan yang jadi andalan Saeful dari Situbondo, burung hasil kebun sendiri yaitu Semeru BF ini juga tampil apik di empat babak penilaian, sehingga dinobatkan menjadi yang terbaik pertama. Diikuti kemudian Peltas andalan H.Tirto dari Candi Jati Jember, yang dikerek pada nomor 71 sebagai juara kedua dan tempat ketiga dimenangkan Megatron orbitan Junaedi dari Situbondo.


Juara-juara di kelas Pemula


Dekoe mania Tapal Kuda merasa senang dan puas karena telah mengetahui kemampuan dan kualitas burung-burung gacoannya. Ada juga yang ingin meningkatkan atau mengupgrade ke burung yang memiliki kemampuan tempur yang lebih baik. “Panitia berharap dengan adanya liga ini akan bermunculan burung-burung juara di tingkat nasional, amin,” harap Waris menutup acara. (Ramlee/TM)





Minggu, 04 Januari 2026

Piala Kapolsek Grogol Sukoharjo, Ajang Silaturahmi Dekoe Mania, Kanjeng Mami dan Satelit Jr Rebut Juara



Gelaran Piala Kapolsek Grogol Sukoharjo yang digelar pada Minggu, 28 Desember 2025 berlangsung meriah. Menempati lokasi di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo, evan ini menjadi perhatian sekaligus tontonan menarik masyarakat sekitar.

Mereka yang tergabung dalam komunitas pelomba, peternak, dan pemerhati derkuku bersatu dalam lapangan tersebut untuk mengikuti sebuah gelaran yang selama ini menjadi jujukan mereka. Bukan saja berasal dari Sukoharjo, datang juga penghobi dari luar Sukoharjo.


Guntur Juri Jogja (kaos abu-abu) bersama juri-juri Solo


Tercatat di meja regristrasi peserta yang ikut memeriahkan agenda kali ini tercatat ada yang datang dari Solo, Karanganyar, Boyolali, Kartosuro, dan Sragen ikut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Dampak kehadiran mereka menjadikan kegiatan ini mampu mendulang peserta dengan jumlah 2 blok penuh.

Dua kelas yang dibuka yakni kelas Bebas dan kelas Pemula penuh sesak oleh dekoe mania. Lembaran tiket yang tercetak, ludes tanpa sisa. Panitia sepertinya mampu mengemas acara begitu menarik. Terbukti dari antusias peserta untuk menjadikan Piala Kapolsek Grogol sebagai wadah bagi mereka untuk tetap menyalurkan hobi.


Lomba derkuku bertajuk Piala Kapolsek Grogol berlangsung meriah



Kapolsek Grogol Sukoharjo AKP Kurniawan Triatmaja, S.H. memenuhi janjinya untuk ikut meramaikan hobi derkuku di wilayah tugasnya tersebut. Kapolsek Grogol pun puas dan bangga ketika melihat kegiatan ini benar-benar menjadi pilihan masyarakat pecinta burung derkuku.

Kegiatan yang dikemas oleh Penggemar Derkuku Sukoharjo (Pedes), benar-benar menjadi daya tarik dekoe mania. Melihat hasil yang luar biasa inilah, sepertinya kerjasama dengan Kapolsek Grogol akan terus berlangsung, dan nantinya dengan kemasan yang jauh lebih bagus lagi.


Endri, Topik, dan Andi


“Syukurlah hari ini kami dari Pedes dan Pengcab PPDSI Sukoharjo telah berhasil menyelenggarakan Piala Kapolsek Grogol dan berjalan sukses. Dua kelas yang kami buka penuh oleh peserta,” terang Andang Pramardhika Ketua Panitia.

Karena terbatasnya jumlah tiket, maka hanya dalam hitungan hari, tiket langsung ludes diserbu peserta. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya batal untuk hadir di lapangan. “Saya mohon ma’af atas terbatasnya jumlah kerekan, karena kami memang punya kerekan terbatas, hanya berjumlah 55 tiang saja,” papar Andang.


Hafid, Andang, dan Wiwied


Sebanyak 30 tiket untuk kelas Pemula dan 25 tiket di kelas Bebas tidak bersisa selembar pun. “Kami sedang memikirkan bagaimana agar jumlah kerekan bisa tambah dan tidak terlalu banyak peserta yang tertolak,” harap Andang.

Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, juri yang bertugas melakukan rutinitas duduk bareng untuk mendengarkan apa yang menjadi keinginan. Siswo, Juri Nasional asal Solo memberikan arahan agar juri bisa tetap dalam koridor yang sudah ada.


Supriyanto, Budi Petir, Wirasmo, dan Agus


“Saya menyampaikan pesan dan keinginan dari semua penggiat hobi derkuku, agar juri bisa tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan AD/ART,” kata Siswo. Kegiatan seperti ini harus tetap terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dan fair play.

Penjurian yang adil membuat semangat dekoe mania untuk selalu menghadiri kegiatan lomba, sampai saat ini masih tetap luar biasa. Ada kesan nyaman dan pas ketika para dekoe mania ini harus mengerek dan menggantang derkuku miliknya di Lapangan milik Pengcab Sukoharjo ini.


Kanjeng Mami rebut bendera koncer di kelas Bebas


Kegiatan ini juga sangat dinantikan oleh para dekoe mania. “Tidak ada target khusus dalam kegiatan kali ini, bagi kami yang penting kumpul dan bisa melihat perkembangan burung dengan penilaian yang dilakukan oleh juri sebagai pihak yang memiliki otoritas menilai,” ungkap salah seorang peserta. Dengan demikian, mereka bisa mengukur sampai seberapa jauh dan tinggi kualitas derkuku orbitannya.

Mereka pun merasa sayang jika melewatkan setiap kegiatan yang digelar oleh Pengcab Sukoharjo. Terlebih lagi, berbagai macam doorprize menarik menjadi salah satu yang ditunggu oleh mereka. Hadiah bagi yang beruntung ini memang disediakan oleh panitia untuk yang hadir dalam sebuah gelaran lomba derkuku.


Barisan juara di kelas Bebas


Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal acara dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian berlangsung tanpa hambatan dan proses perekapan dilakukan untuk menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas. Perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru dan penuh aksi dramatis.

Di akhir acara ditentukan posisi kejuaraan untuk masing-masing kelas. Di kelas Bebas, podium pertama berhasil diraih Kanjeng Mami orbitan Daud Toni Solo, derkuku dengan ring Sword 65 yang ada di kerekan nomor 45. Kanjeng Mami tampil apik dengan raihan bendera lima warna sepanjang masa penjurian.


Boedi Santosa terima bendera koncer di kelas Pemula



Barisan juara kelas Pemula


Pada urutan kedua, ada Glory di tiang 38 besutan Eko LMS Solo, produk ternak LMS 584 setelah mendapatkan bendera empat warna pada babak pertama dan lima warna selama 3 babak berikutnya. Dan posisi ketiga diraih Batre milik Sunaryanto Solo ring Arya 55 di tiang nomor 30.

Di kelas Pemula, juara pertama berhasil diraih Satelit Jr besutan Boedi Santoso, bergelang BS62 179 yang berada di kerekan 14. Diikuti oleh Saleb milik Sunaryanto Solo ring Arya 88 pada urutan kedua. Sementara tempat ketiga dimenangkan Mahesa orbitan Hafid Toretto Boyolali, derkuku ring TKL 2508 di tiang 16.


Door prize aneka macam buat peserta yang beruntung



Diakhir acara, panitia mengucapkan terima kasih kepala seluruh peserta yang telah memberikan dukungan dan kehadiran. Juga disampaikan permintaan maaf jika selama jalannya acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/Jat)





Senin, 29 Desember 2025

Bondol Haji, Pipit Unik Berpeci Putih yang Sering Dianggap Hama



Bondol Haji (Lonchura maja) merupakan salah satu jenis burung pipit yang cukup unik dan mudah dikenali. Burung ini sering dipanggil emprit kaji atau pipit haji. Diberi nama bondol haji karena kepalanya berwarna putih, seperti orang pakai peci putih haji. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama White-headed Munia.

Ukuran tubuh bondol haji hanya sekitar 11 cm (seukuran telunjuk orang dewasa). Burung bondol haji ini memiliki warna bulu dasar cokelat putih seperti burung bondol oto-hitam (L. ferruginosa) tetapi dengan warna yang lebih terang. Seluruh kepala dan tenggorokannya sendiri berwarna putih.


Bondol oto-Hitam (Lonchura ferruginosa)


Burung bondol haji muda memiliki bulu berwarna cokelat di bagian atas, sementara bagian bawah dan wajahnya berwarna kuning tua. Sementara bulu wajah berwarna kekuningan. Burung bondol haji muda juga dapat dilihat dari warna keputihan pada bagian belakang dan bawah telinga.

Baca juga : Pipit, si Mungilyang Berparuh Pendek dengan Variasi Warna Menawan yang Kerap Dianggap Hama

Iris burung bondol haji bercorak cokelat, paruhnya berwarna abu-abu kebiruan, sedangkan kakinya kebiruan pucat. Bentuk mata bondol haji bulat telur atau agak bundar dengan corak hitam pekat. Berkat keunikan warnanya, banyak orang tertarik memelihara burung pipit haji.


Bondol Haji menyukai daerah terbuka


Habitatnya tidak jauh berbeda dengan jenis bondol lain, bondol haji menyukai habitat terbuka, sering ditemui di lingkungan pedesaan dan kota, terutama di dekat persawahan atau tegalan. Burung ini juga menyukai lahan budidaya bersemak terbuka, kolam ikan, rawa-rawa, tepi jalan, tepian hutan terbuka dengan pohon yang telah ditebang, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun.

Sering bertengger untuk bermalam dan bersarang di pohon-pohon, tegakan palem, pinang atau semak yang tinggi. Di Sumatera, Jawa dan Bali, burung ini terdistribusi sampai pada kawasan berketinggian 1.500 meter di atas laut.

Dibandingkan jenis bondol lainnya, bondol haji memiliki sebaran lebih terbatas di Asia Tenggara. Habitat burung bondol haji berada di wilayah tropis. Populasinya menyebar mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi di Indonesia, serta Thailand, dan Vietnam Selatan. Bahkan, spesies ini telah diperkenalkan sampai ke Okinawa dan Osaka di Jepang.

Bondol haji akan membentuk kawanan dalam jumlah besar saat musim panen padi. Namun berpasangan dan terpencar-pencar saat musim kawin. Sering teramati bergerombol memakan bulir biji-bijian di semak rerumputan atau bahkan turun ke atas tanah. Kelompok ini umumnya lincah dan bergerak bersama-sama, sambil terus berbunyi-bunyi saling memanggil.


Bondol Haji menyukai bulir-bulir padi


Karena itu bagi sebagian orang spesies bondol haji dianggap sebagai hama. Padahal burung ini dapat menjadi perameter kualitas lingkungan, mengingat bondol haji cuma tinggal di area yang masih asri saja. Bondol haji berkembangbiak sepanjang tahun. Burung ini memiliki sarang berupa anyaman.

Baca juga : Finch, Burung KecilEksotis yang Populer di Seluruh Dunia

Sarang yang dibangun terbuat dari rerumputan yang ditumpuk serta tergulung seperti bola atau botol, diletakkan tersembunyi di antara daun-daun dan ranting. Bondol haji biasanya membuat sarang di batang pohon padi, tetapi tidak jarang juga ada yang membuat sarang di sela-sela tandan buah pisang.


Seekor Bondol Haji sedang membangun sarangnya


Masa kawin burung bondol haji di Asia Tenggara berlangsung umumnya antara Januari hingga September, dengan musim kawin spesifik di Jawa tercatat pernah terjadi pada bulan Februari, saat burung ini membentuk pasangan dan membangun sarang.

Telurnya berwarna putih sebanyak 4-6 butir dan akan menetas setelah dierami selama sekitar 14 hari. Baik induk jantan maupun betina akan mengerami telur-telur tersebut secara bergantian. Setelah menetas, anakan bondol haji akan tetap berada di dalam sarang dan dirawat serta diberi makan oleh induknya selama kurang lebih 15 hari.

Bondol Haji termasuk burung pemakan biji-bijian (granivore) atau seed eater terutama padi-padian dan biji dari berbagai jenis rumput lainnya. Walaupun bondol dewasa merupakan pemakan biji, namun anak-anak bondol lebih sering diberi makan serangga-serangga kecil seperti ulat dan belalang.

Kebiasaan memberi makan serangga mungkin sebagai mekanisme untuk mempercepat pertumbuhan anak, karena serangga memiliki kadar protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan biji-bijian. Setelah sekitar 15 hari, anakan burung bondol haji biasanya sudah cukup kuat untuk terbang dan mulai belajar mencari makan sendiri di lingkungan sekitar sarang.


Anakan Bondol Haji setelah berumur 15 hari siap meninggalkan sarangnya


Walau begitu, terkadang anakan bondol haji masih akan didampingi oleh induknya. Anak bondol haji yang masih belajar mencari makan memiliki warna tubuh yang berbeda dengan bondol haji dewasa. Warnanya hanya coklat polos diseluruh tubuh, anakan bondol haji belum memiliki kepala dan leher putih seperti kedua induknya.

Baca juga : Bondol Hijau, BurungPipit Eksotik yang Dianggap Hama Pertanian

Setelah beberapa lama, secara berangsur-angsur akan tumbuh bulu putih di kepala dan leher menggantikan bulu coklatnya yang rontok. Bondol haji dianggap dewasa (mature) ketika warna tubuhnya telah lengkap, yaitu memiliki kepala dan leher putih seperti pak haji. Populasi burung ini cukup melimpah sehingga oleh IUCN dikategorikan beresiko rendah dari kepunahan (Least Concern). Tidak termasuk dalam daftar Appendix CITES.


Bondol Haji remaja masih minta diloloh induknya


Genus Lonchura pertamakali diperkenalkan oleh Naturalis berkebangsaan Inggris William Henry Sykes pada tahun 1832 untuk menamai Bondol Peking Lonchura punctulata. Lonchura berasal dari bahasa Yunani “lonkhe” yang berarti kepala tombak dan “oura” yang bermakna ekor.

Burung bondol haji terdiri dari 2 subspesies, yaitu Lonchura maja maja, tersebar mulai dari Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Jawa, Bali hingga Sulawesi. Diintroduksi ke Okinawa dan Osaka di Jepang. Populasi di Kalimantan kemungkinan berasal dari burung peliharaan yang lepas. Dan Lonchura maja vietnamensis, tersebar di Thailand dan Vietnam selatan. (Ramlee)

 

Sumber : remen.id

Bondol Haji, Spesies Pipit Berpenampilan Unik

Sabtu, 27 Desember 2025

Latber Rutin AG Bird Farm Bangkalan, Agenda Rutin Tiap Bulan, Putin Raih Podium Pertama



Giat rutin Latihan Bersama AG Bird Farm Bangkalan kembali digelar. Kali ini kegiatan dihelat pada Minggu, 21 Desember 2025. Menempati lokasi di Gantangan AG BF Bangkalan Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan, acara berlangsung lancar tanpa hambatan. Satu partai yang dilombakan yakni kelas Bebas, dihadiri puluhan penghobi puter pelung.

“Hari ini Latber AG Bird Farm kembali kami gelar, lokasi yang dipakai masih tetap di Gantangan AG BF Bangkalan. Alhamdulillah peserta banyak memberikan dukungan dengan hadir di tempat acara,” terang H. Alif M. Nur selaku tuan rumah.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi bagi penghobi puter pelung di Bangkalan dan sekitarnya. Meski kegiatan ini dinilai sama dengan agenda sebelumnya, namun yang membedakannya ini adalah jumlah peserta yang semakin membludak.


Penjemuran kontestan sengaja dilakukan agar mampu tampil maksimal di gantangan


“Jumlah peserta kali ini lebih ramai dari sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa apa yang sudah kami upayakan mendapatkan dukungan dan respon bagus dari rekan-rekan,” ungkap H. Alif. Setidaknya dengan jumlah peserta yang semakin bertambah, maka panitia juga akan berusaha melakukan peningkatan pelayanan.

Sehingga peserta merasa puas dan nyaman berlomba di tempat tersebut. Terlebih lagi dari data yang masuk, peserta yang hadir tidak hanya dari Bangkalan saja. Tetapi ternyata sudah merambah ke daerah lain seperti Sampang, Pamekasan, dan Surabaya.


Latber AG BF dihadiri juga peserta dari luar Bangkalan


“Hari ini ternyata datang juga teman-teman dan pengobi puter pelung dari Sampang, Pamekasan, dan Surabaya,” ujar H. Alif yang juga sebagai pemilik AG Bird Farm. Lebih lanjut disampaikan bahwa kelas yang dibuka memang masih hanya kelas Bebas saja.

Namun diharapkan juga bahwa nantinya, kegiatan ini akan menambah jumlah kelas, sehingga bisa memenuhi kebutuhan peserta untuk memilih kelas mana yang akan diikuti. Keinginan itu sudah terbersit dalam pikiran panitia, namun menunggu moment yang pas dan perkembangan kegiatan yang rutin tergelar.

“Memang sengaja tidak banyak kelas yang dilombakan,” sambung H. Alif. Namun yang terpenting dalam kegiatan ini adalah jalinan silaturrahmi sekaligus dapat memberikan wadah bagi puter pelung mania khususnya pemula untuk berkegiatan.

“Seperti kegiatan-kegiatan Latber AG BF sebelumnya, acara hari ini kami tetap berharap para pemula hadir meramaikan. Dengan demikian mereka bisa mendapatkan tempat untuk terus menyalurkan hobi puter pelungnya,” tambah H. Alif.


H. Alif terus berupaya meramaikan hobi puter pelung di Bangkalan khususnya


Misi kegiatan AG Bird Farm ini memang dikhususkan untuk meramaikan kembali hobi anggungan puter pelung yang terasa tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan panitia mendatangkan peserta lebih banyak, diikuti pula kesuksesan panitia mengemas acara.

Seperti pada kegiatan hari itu. Dengan tiket sebesar Rp 25 ribu, penggila juga penghobi puter pelung bisa menikmati jalannya acara dan bisa berlomba menurunkan puter pelung orbitannya. Panitia telah menyediakan piala, piagam, dan sembako bagi juaranya.


Para penghobi tertib menikmati jalannya acara dari pinggir lapangan


“Acara Latber hari ini adalah melatih burung agar bisa diketahui seberapa bagus kualitasnya, sehingga bisa mengukur kemampuan untuk tarung ke even selanjutnya baik di Madura maupun di daerah lain bahkan jika bisa event yang lebih besar,” jelas H. Alif.

Disampaikan juga, bahwa kegiatan ini harus dimanfaatkan betul untuk memberikan ruang kepada puter pelung mania untuk lebih eksis. Diharapkan pula agar peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik tanpa ada gangguan.

“Saya himbau agar peserta tidak sampai mengeluarkan teriakan yang bisa menggangu peserta lain dan juri yang bertugas agar penilaian bisa berjalan lancar sesuai dengan kualitas anggung para kontestan.” Himbauan itu dijalankan dengan baik, semua yang hadir benar-benar menikmati jalannya acara.

Seperti halnya pengakuan Waris peserta asal Pamekasan. “Acara hari ini di Gantangan AG BF sangat menyenangkan. “Lomba non teriak, pokoknya sangat memuaskan. Semoga menjadi rutinitas tiap bulan dan semoga puter pelung tambah ramai khususnya di Madura Jawa Timur,” harap Waris.


Juara tiga besar Latber AG Bird Farm


Dari dalam arena, persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru. Ada tiga babak penjurian yang dilaksanakan. “Penilaian dimulai jam 09.00, dengan sistem 3 babak dengan durasi masing-masing babak selama 20 menit. Kita berlakukan seperti itu karena mengingat sikon yang sedang musim hujan,” tutur H. Alif.

Proses penjurian berlangsung dalam kondisi aman. Cuaca cerah nampaknya juga memberikan dukungan penuh. Dari awal babak pertama sampai ketiga gantangan no 09, 15, dan 18 mampu menampilkan suara terbaiknya disusul gantangan 04 dan 25. Sedangkan gantangan 09 dan 15 sempurna mendapatkan bendera 4 warna 3 kali dan disusul gantangan 18 mendapatkan bendera 4 warna 2 kali.


H. Alif (tengah) bersama para peserta


Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Juara pertama berhasil menjadi milik Putin amunisi Waris Pamekasan, puter pelung bergelang Joko Tingkir 48 yang berada di nomor gantangan 9. Kemudian Bos Muda dengan ring Yusli 202 andalan H. Yusuf Bangkalan, yang berada di nomor gantangan 15. Dan tempat ketiga dimenangkan Barbara orbitan Waris lainnya, dengan ring Eton 614 yang berada di nomor gantangan 18.

Sebagian dari peserta yang hadir hari itu berencana akan ke event Puter Pelung Spesial Tahun Baru pada 18 Januari 2026 di Probolinggo. “Insya’ Allah sebagian teman dari Madura akan meluncur ke Probolinggo,” tegas H. Alif di akhir acara. (Ramlee/AG)





Rabu, 24 Desember 2025

Jeruk Purut, Berkulit Kasar Beraroma Tajam yang Kaya Manfaat



Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) merupakan salah satu jenis jeruk yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini memiliki ciri khas kulit yang kasar dan berbenjol serta aroma yang sangat tajam dan menyegarkan. Tidak hanya buahnya, daun jeruk purut juga sangat populer digunakan dalam berbagai masakan tradisional karena mampu memberikan aroma khas yang menggugah selera.

Nama “hystrix” mempunyai arti “landak” yang mengacu pada duri-duri pada batangnya. Dalam bahasa Inggris jeruk ini dikenal sebagai kaffir lime. Jeruk purut di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan beberapa nama berbeda. Penyebutan itu antara lain, unte mukur atau uunte pangir (Batak), lemau purut, lemau sarakan (Lampung), lemao puruik (Minangkabau), dan dema kafalo (Nias).

Tumbuhan ini secara alami tersebar di Indocina dan Malesenia. Daerah sebarannya meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Nepal, dan Bangladesh. Sehingga bisa dikatakan jeruk purut merupakan salah satu tumbuhan buah asli Indonesia.


Bibit pohon jeruk purut


Tumbuhan dan buah jeruk purut mudah dikenali. Jeruk purut banyak ditanam oleh masyarakat di pekarangan rumah muapun kebun. Jeruk purut termasuk kedalam subgenus Papeda karena bentuknya yang berbeda dengan jenis jeruk yang ada di pasaran. Tumbuhan ini berbentuk perdu atau pohon kecil.

Baca juga : Jeruk Bali, tapi Bukan dari Bali Jeruk Sumber Vitamin C dan Kalsium

Tumbuh rendah dengan tinggi sekitar 3-6 meter. Namun apabila dibiarkan tumbuh secara alami bisa mencapai tinggi 12 meter. Berbatang bengkok dan bercabang rendah tidak beraturan. Batang yang sudah berumur tua berwarna hijau, bulat polos dan berbintik kecil-kecil. Rantingnya berduri kecil dan bersudut tajam.


Bentuk daun jeruk purut seperti angka 8


Daunnya berwarna hijau tua, mengkilap, dan permukaan bawah hijau muda atau kekuningan, buram, jika diremas baunya harum. Biasanya daunnya tumbuh berpasangan dan seperti angka delapan. Tangkai daun sebagian melebar menyerupai anak daun.

Helaian anak daun berbentuk bulat sampai lonjong, pangkal membundar atau tumpul, ujung tumpul sampai meruncing. Panjangnya 8-15cm dan lebarnya 2-6 cm dan kedua permukaan licin dengan bintik-bintik kecil berwarna jernih. Terdapat lembaran daun (petiolus) kecil yang terletak dekat dengan tangkai daun.

Tetapi, ada juga yang tidak memiliki petiolus. Permukaan daun sekilas terlihat mengkilat. Ini terjadi karena permukaan daun dilapisi oleh kutikula yang mengandung sedikit pectin, sehingga tetesan air hujan cepat meluncur. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bias bertahan selama sekitar satu minggu.

Bunganya berbentuk bintang, berwarna putih kemerah-merahan atau putih kekuning-kuningan. Bentuk buahnya bulat, kulitnya hijau dengan permukaan kulit yang bergelombang dan kasar. Rasanya asam agak pahit. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.


Bunga jeruk purut


Beberapa bahan kimia yang terdapat pada jeruk purut, di antaranya daun minyak asiri 1—1,5%; steroid triterpenoid; dan tanin 1,8%. Kulit buah mengandung saponin, tanin 1%, steroid triterpenoid, dan minyak asiri dengan kandungan sitrat 2—2,5% Sementara itu, efek farmakologis jeruk purut, di antaranya antispasmodik dan antiseptik.

Baca juga : Kapulaga, Ratu Rempah Mempunyai Manfaat yang Luar Biasa

Kandungan sintronelal yang sangat tinggi menjadi salah satu kelebihan minyak jeruk purut di bidang industri, khususnya industri farfum dan kosmetik. Minyak dengan kandungan sintronelal yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk isolasi sintronelal.


Kulit buah jeruk purut bertekstur kasar


Sintronelal hasil isolasi kemudian diubah menjadi bentuk esternya seperti hidroksi sitronelal atau mentol sintesis. Ester yang dihasilkan dengan cara ini umumnya bersifat statis dan sangat baik digunakan sebagai zat pewangi sabun dan parfum yang bernilai tinggi. Mentol sintesis dapat digunakan sebagai obat gosok, pasta gigi dan obat pencuci mulut. Bentuk ester dari sintronelal dapat digunakan sebagai insektisida.

Minyak atsiri jeruk purut dapat digunakan sebagai flavour alami pada bahan pangan. Penggunaan minyak jeruk purut sebagai flavor dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kelompok flavor larut air dan flavor yang larut lemak. Flavor jeruk purut yang larut dalam air dapat digunakan sebagai flavoring pada soft drink dan minuman teh beraroma jeruk.

Sedangkan flavor jeruk purut yang larut lemak dapat digunakan pada jenis masakan seperti tom yam soup, kue, produk-produk bakeri dan produk-produk coklat. Manfaat komponen aktif minyak atsiri ini dalam industri makanan sebagai penyedap dan penambah cita rasa, dalam farmasi sebagai anti nyeri dan anti bakteri, dalam industri bahan pengawet sebagai insektisida, dalam industry kosmetik dan personal care products yaitu sebagai bahan aktif sabun, pasta gigi, lotion, skin care, serta produk kecantikan.

Jeruk purut termasuk suku Rutaceae yang berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Daun jeruk purut mengandung sabinena dan limonene yang berguna untuk kosmetik, aromaterapi pencuci rambut, antelmintik, obat sakit kepala, nyeri lambung, dan biopestisida. Daunnya juga sering digunakan sebagai rempah yang berfungsi untuk memberi aroma yang khas pada masakan.


Nasi gurih daun jeruk purut


Minyak atsiri daun jeruk purut disebut kaffir lime oil yang banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, flavor, parfum, pewarna. Misalnya dalam industri pangan banyak digunakan sebagai pemberi cita rasa dalam produk olahan.

Baca juga : Kemuning, Tanaman yang Bunganya Berbau Sangat Harum dan Berkhasiat yang Kian Langka

Daun jeruk purut mengandung alkaloid polifenol, α-tokoferol, minyak atsiri, tannin, steroid triterpenoid, sitronellal, flavanoid sianidin, myricetin, peonidin, quercetin, luteolin, hesperetin, apigenin, dan isorhamnetin. Senyawa kimia yang dominan ada pada bagian-bagian tanaman jeruk adalah flavanoid dan minyak atsiri.


Minyak atsiri jeruk purut


Dibalik manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan, ternyata juga ada yang merasakan sebaliknya. Sebagian kecil ada yang mengalami alergi kulit akibat penggunaan daun jeruk purut. Serta bagi yang tidak cocok dengan jeruk purut akan menunjukan tanda-tanda seperti gatal-gatal, muntah, mulas, masalah pencernaan, kesulitan menelan dan lain sebagainya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Jeruk Purut, Berkulit Keriting Beraroma Tajam yang Sarat Khasiat



Kuau-kerdil Kalimantan, Merak Mini Endemik yang Terancam Punah

Kuau-kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri) merupakan burung endemik Pulau Kalimantan yang sangat langka dan berkerabat dengan bu...