Rabu, 23 April 2025

Lisianthus, Bunga Serupa Mawar namun Tak Berduri



Lisianthus (Eustoma grandiflorum) merupakan bunga mirip mawar yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Di Indonesia tanaman hias Lisianthus belum banyak dikenal karena tanaman ini masih tergolong tanaman baru jika dibandingkan dengan jenis tanaman hias seperti Mawar, Anyelir, dan Krisan.

Sekilas, lisianthus mungkin tampak mirip dengan mawar, bunga yang telah lama menjadi lambang cinta dan kasih sayang. Namun, Lisianthus memiliki pesona tersendiri yang sulit ditandingi. Lisianthus memiliki kelopak bunga lebar dengan ragam warna cantik seperti mawar.

Variasi warna bunga lisianthus yang pada umumnya berwarna putih, merah muda, dan biru membuat tanaman ini cocok dijadikan buket bunga selain mawar. Lisianthus memang tidak sepopuler bunga mawar, namun memiliki pesona yang begitu indah. Hal itu sesuai dengan penamaannya dalam bahasa Yunani kuno, yang disebut Eustoma yang artinya pesona cinta.

Lisianthus mirip mawar namun tak berduri


Bunga lisianthus berasal dari Selatan Amerika Serikat, Meksiko, Kepulauan Karibia dan bagian Utara Amerika Selatan. Hal itulah yang membuat tanaman ini cocok tumbuh di Indonesia. Bunga lisianthus banyak dibudidayakan di Pasir Sarongge, Cipanas-Cianjur dan Cihideung-Bandung, Jawa Barat, Batu-Malang, Jawa Timur, dan Baturiti-Tabanan, Bali.

Baca juga : Bunga Mawar Salah Satu Flora Tertua di Dunia

Lisianthus memiliki banyak nama, yaitu prairie gentian, texas gentian, tulip gentian, dan blue bells. Di Indonesia bahkan sering disebut dengan mawar Jepang. Mawar Jepang ini sangat menyukai iklim yang sejuk dan mempunyai cukup sinar matahari dan umumnya ia dapat tumbuh subur di dataran tinggi.

Lisianthus di habitat alaminya


Bunga lisianthus dapat tumbuh pada semua jenis tanah pada tanah yang memiliki pH 6,5-7 dan suhu tanah 15 ÂșC. Tanah yang lembap, dan didrainase dengan baik di bawah sinar matahari penuh. Di habitatnya, lisianthus dapat tumbuh hingga tinggi 15 cm sampai 60 cm. Ukuran tingginya bergantung pada iklim yang ditempati tumbuh.

Lisianthus berakar serabut yang tersusun dari akar-akar serabut kecil yang berbentuk benang. Batang tanamannya berbentuk bulat dengan ukuran yang sama dari pangkal sampai ujung dengan permukaan yang licin dan berwarna hijau. Arah tumbuh batang tegak lurus dan membentuk percabangan yang menggarpu.

Daun lisianthus memiliki duduk (sessilis) yang terdiri dari helaian daun tipis dan lunak yang langsung melekat atau duduk pada batang tanpa tangkai. Berdasarkan susunan tulang daun, daun lisianthus termasuk dalam daun-daun yang bertulang melengkung.

Susunan daun lisianthus yaitu pada buku tanaman terdapat dua daun yang berhadap-hadapan dan pada buku berikutnya kedua daunnya membentuk silang dengan daun- daun sebelumnya atau setelahnya. Bunga lisianthus memiliki berbagai mcam warna yaitu, ungu, merah muda, biru, dan putih.

Budidaya bunga Lisianthus


Bunga lisianthus memiliki penampilan yang hampir sama dengan bunga mawar. Bunga lisianthus merupakan bunga yang lengkap dan sempurna. Tangkai bunga memiliki penampang bulat dan berwarna hijau seperti batang utama. Dasar bunga lisianthus berbentuk rata, yaitu bagian bunga duduk sama tinggi diatas dasar bunga.

Baca juga : Kaca Piring, Bunga Mirip Mawar Beraroma Wangi dengan Segudang Manfaat

Mahkota bunga lisianthus memiliki sifat simetris beraturan dengan susunan daun-daun mahkota yang membentuk mangkuk. Benang sari sebagai alat kelamin jantan terdiri dari tangkai sari yang berwarna hijau dan kepala sari yang berwarna kuning hingga coklat dan di seluruh permukaannya dipenuhi dengan serbuk sari berwarna kuning.

Bunga Lisianthus mempunyai gradasi warna yang menawan


Putik berwarna hijau dan hanya berjumlah satu di setiap tangkainya. Bakal buah duduk diatas dasar bunga sehingga bagian samping bakal buah tidak berlekatan dengan dasar bunga. Tangkai putik lebih besar dan lebih panjang daripada tangkai sari, sehingga kedudukan kepala putik sedikit lebih tinggi daripada tangkai sari.

Lisianthus dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Secara vegetatif, tanaman ini diperbanyak dengan cara penyetekan. Namun, cara ini umumnya memerlukan banyak tenaga dan waktu dengan hasil yang terbatas, sedangkan secara generatif tanaman diperbanyak menggunakan biji. Cara tersebut juga jarang digunakan karena produksi biji dan daya kecambah biji yang rendah.

Sebelum dikenal di Indonesia, bunga ini lebih dulu dikenal di Jepang sebagai bunga potong atau bunga hias. Sementara, di Tanah Air sendiri bunga ini terbilang masih pendatang baru. Itu sebabnya banyak yang terkecoh dan menganggap bunga lisianthus sebagai bunga mawar. Pada umumnya bunga ini juga disebut sebagai Texas Bluebell, Seaside Gentian, dan Lira de San Pedro.

Lisianthus juga mulai memiliki banyak penggemar bunga. Karena warnanya yang cantik, dan batangnya yang tidak berduri membuat lisianthus menjadi bunga potong yang populer. Lisianthus biasanya juga kerap ditemui untuk dekorasi acara, hotel, aksesoris pernikahan dan di dalam rumah.

Lisianthus ungu


Bunga yang juga disebut eustoma ini pun dapat bertahan selama kurang lebih tiga minggu jika dipotong dan direndam dalam vas berisi air. Lisianthus juga salah satu tanaman yang disukai oleh kupu-kupu dan lebah, sehingga tidak jarang akan sering terlihat serangga saat menanam lisianthus di taman.

Baca juga :  Krokot, Tanaman Gulma Tinggi Nutrisi dengan Segudang Manfaat

Di Indonesia, bunga ini semakin populer sebagai simbol kemewahan yang elegan. Kelopak-kelopaknya yang lembut dan anggun, ditambah dengan variasi warna yang menawan, menjadikannya pilihan favorit untuk menghiasi berbagai acara penting, dari pernikahan hingga pertemuan resmi.

Buket bunga Lisianthus tampak mewah


Bunga lisianthus sering kali dianggap sebagai ‘bunga kelas atas’ yang hanya tersedia di toko-toko bunga tertentu. Lisianthus sering digunakan dalam rangkaian bunga yang menghiasi pernikahan mewah, acara perusahaan, dan dekorasi rumah-rumah elegan. Kecantikan bunga ini tidak hanya memikat mata, tetapi juga memberikan nuansa eksklusif pada setiap acara yang dihiasinya.

Dengan tampilannya yang elegan, Lisianthus sering kali menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin memberikan kesan mendalam pada tamu undangan. Lisianthus juga menjadi simbol status bagi mereka yang ingin menampilkan keanggunan dalam kehidupan sehari-hari. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Lisianthus, Sekilas Mirip Wawar dan Kerap Dianggap Bunga Kelas Atas


Pipit, si Mungil yang Berparuh Pendek dengan Variasi Warna Menawan yang Kerap Dianggap Hama



Pipit (Estrildidae) merupakan burung pengicau berukuran kecil hingga sedang pemakan biji-bijian yang termasuk dalam keluarga Fringillidae. Banyak orang kemudian menyebut burung ini dengan istilah Finch. Sedangkan di Indonesia, burung ini kemudian disebut sebagai emprit atau bondol.

Untuk dapat menjumpai burung ini, cara terbaik adalah mengunjungi pedesaan yang masih memiliki banyak hamparan persawahan atau perkebunan. Burung pipit menjadi ciri khas pedesaan dengan kicauan ramainya dari dahan-dahan pohon dan atap rumah.

Burung pipit adalah nama umum bagi sekelompok burung kecil pemakan biji-bijian yang menyebar di wilayah tropis dan Australasia. Burung pipit kini dimasukkan kedalam suku Estrildidae, meski ada juga yang menganggap kelompok ini adalah anak suku Estrildinae, bagian dari suku Passeridae yang lebih luas.

Sekelompok burung pipit sedang minum


Rata-rata burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat di wilayah tropis seperti Indonesia. Walaupun begitu, ada sebagian kecil jenis burung pipit yang dapat beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia Selatan.

Baca juga : Pipit Matari, si Merah Papua yang Pemarah

Burung pipit senang hidup berkelompok dan sering terlihat bergerak untuk mencari makanan dalam gerombolan yang cukup besar. Burung pipit memiliki ciri perawakan dan kebiasaan yang serupa, tetapi beberapa jenis burung ini juga mempunyai warna-warna yang bervariasi, yang membuat burung pipit menarik untuk dipelihara karena keindahan bulunya.

Anakan burung pipit bersama induknya


Burung pipit bertubuh kecil, dengan panjang tubuh antara 10-12 cm (dari ujung ekor hingga paruh) dan berat 10-14 gram. Kuku burung pipit tumbuh sangat cepat. Burung pipit jantan memiliki kepala yang sedikit lebih lebar dibanding burung pipit betina.

Burung pipit tinggal di area terbuka di dekat sumber makanan dimana terdapat banyak tanaman rumput berbiji seperti sawah atau padang rumput. Burung pipit biasanya mencari makan di sekitar tanaman biji-bijian, yang menjadi makanan utamanya.

Bentuk paruh burung pipit yang pendek tetapi runcing sangat cocok untuk menghancurkan biji-bijian yang menjadi makanannya. Selain persawahan, burung pipit juga sering ditemukan di perkebunan yang banyak ditanami tanaman biji-bijian. Burung ini dapat mengonsumsi biji sebanyak 10% dari berat tubuhnya dan memakan bulir padi mulai padi yang sudah memasuki masa masak susu atau padi dengan masa tanam 70 hari.

Ketika bulir-bulir padi telah berisi, burung satu ini akan bergerombol dalam jumlah besar mencari makan di sawah. Itulah mengapa para petani menganggap burung ini sebagai hama. Mereka akan memasang jaring-jaring atau memasang orang-orangan sawah dan menimbulkan suara keras mengagetkan untuk menghindari padi mereka dari serbuan burung pipit yang kelaparan.

Pipit Jawa


Beberapa jenis burung pipit mungkin memiliki variasi yang berbeda dalam makanan (perbedaan jenis makanan). Kebanyakan, makanan utamanya adalah biji-bijian, tetapi ada juga spesies yang bersifat omnivora atau pemakan segala jenis makanan.

Baca juga : Zebra Finch, Burung Aussie yang Cantik dan Mudah Perawatannya

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of Evolutionary Biology, perbedaan jenis pakan ada kaitanya dengan morfologi atau bentuk paruh burung pipit. Meski begitu, ada juga beberapa spesies pemakan biji-bijian yang juga memakan serangga dan invertebrata dalam porsi yang lebih banyak selama musim kawin.

Pipit Peking


Burung pipit biasanya membuat sarang di pohon guna melindungi dirinya dari predator, seperti kadal, ular, atau jenis reptil lainnya. Ketinggian pohon yang dijadikan sarang antara 4 hingga 6 meter. Jenis pohon yang banyak dijadikan sarang burung ini adalah cemara, pohon jambu, dan pohon kelapa.

Sarang burung pipit umumnya terbuat dari rumput kering ataupun yang masih hijau atau daun-daun padi. Sarang ini berbentuk bulat seperti bola dengan lubang ada di samping. Masa reproduksi burung emprit setiap tahun. Burung emprit dapat bertelur 4 hingga 6 butir, dengan telur berwarna putih berukuran sekitar 14 x 10 mm.

Masa inkubasinya berlangsung selama 12 hingga 15 hari. Baik burung jantan maupun betina akan menjaga telur tersebut hingga menetas. Setelah menetas, anak burung pipit akan mulai belajar terbang saat berumur 21-25 hari dan siap meninggalkan sarangnya.

Pada umur 4 bulan, burung ini akan berganti bulu dan pada umur 8 bulan akan memasuki masa reproduksi selepas ganti bulu yang kedua. Sayangnya, burung emprit memiliki masa hidup yang bisa dikatakan cukup singkat. Burung kecil ini hanya mampu bertahan hidup sampai usia empat atau lima tahun di alam bebas.

Peking Haji


Bencana besar pernah terjadi di Tiongkok, ketika pertengahan tahun 1958, Mao Zedong, Pemimpin RRT (Republik Rakyat Tiongkok) waktu itu, mengeluarkan dekrit, semua burung pipit di negara tersebut harus dibunuh. Mao meyakini, burung ini terlalu banyak memakan biji-bijian, terutama bulir padi, yang menurutnya sangat masuk akal untuk dimusnahkan.

Baca juga : Red Siskin, Burung Pipit dengan Warna Menawan Bersuara Khas

Tahun berikutnya, masalah serius mulai muncul yaitu meningkatnya persebaran serangga yang menyerang tanaman pangan. Setelah burung pipit hilang, belalang yang menjadi salah satu jenis makanan burung pipit berkembang pesat, karena tidak adanya lagi predator. Saat itulah disadari, membunuh burung pipit ternyata menjadi hal kontra produktif. Karena, burung pipit tidak hanya memakan bulir padi, tetapi juga hama tanaman, terutama belalang.

Pelepasan burung pipit lambang syukur hasil sawah yang berlimpah dalam budaya Sumedang Larang


Produksi padi di berbagai kawasan turun drastis. Cerita pilu mengenai kelaparan massal dimulai. Berjuta orang kehabisan bahan makanan. Jumlah korban meninggal, menurut sumber resmi Pemerintah Tiongkok, sekitar 15 juta orang, yang diyakini para ahli jumlahnya jauh lebih banyak, antara 45 – 78 juta jiwa meninggal dunia.

Meski berukuran kecil dan sering dianggap hama oleh petani, burung pipit memiliki banyak keunikan dan manfaat bagi ekosistem. Kehadiran burung pipit juga menjadi indikator alami kualitas lingkungan, semakin banyak jenis burung yang datang menunjukkan lingkungan yang semakin sehat. Burung dapat berfungsi sebagai “early warning” atau pengingat dini terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan. Kualitas lingkungan yang membaik diindikasikan dengan meningkatnya keanekaragaman jenis burung. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Pipit, Burung Kecil dengan Beragam Corak dan Warna Menarik


Selasa, 22 April 2025

Derkuku Club Semarang Gelar Latber Halal Bihalal, Podomoro dan Balado Jadi Pilihan Juri



Minggu, 13 April 2025, di Lapangan Perkutut Falmboyan Hill Jl. Sendangmulyo, Semarang jelang sore kemarin tampak ramai. Nampak beberapa dekoe mania hadir dengan membawa burung derkuku miliknya. Mereka datang untuk memenuhi undangan Panitia Latihan Bersama (Latber) Seni Suara Alam Burung Derkuku.

Setelah libur bulan puasa dan berlanjut hari Raya Idul fitri 1446 H, Derkuku Club Semarang (DCS), kembali mengemas acara Latber bertajuk Halal Bihalal. “Hampir dua bulan lamanya kita tidak ada acara kerek bareng, jadi kita undang dekoe mania Semarang untuk berkumpul kembali,” jelas Alex Whin, salah satu panitia.

Suasana mendung mewarnai penjurian Latber Halal Bihalal


“Jadi ini adalah kumpul-kumpul sesama penghobi derkuku sekalian Halal Bihalal,” tambah Alex. “Kita udah lama gak ketemu karena bulan puasa dan Hari Raya.” Acara yang biasanya dilaksanakan pada pagi itu bergeser sore dan berlangsung gayeng.

Acara yang digagas DCS itu sukses membangun tali silaturahim antar sesama dekoe mania dengan saling ma’af mema’afkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan acara ini diharapkan dekoe mania Semarang, masih memiliki semangat untuk tetap menekuni hobinya.

Chandra pemilik YIZ BF


“Kegiatan yang kami laksanakan hari ini adalah untuk memastikan bahwa hobi derkuku masih tetep eksis dan kami tetap akan selalu berusaha menggelar acara serupa,” imbuh Alex. Kesempatan tersebut ternyata dimanfaatkan betul oleh dekoe mania Semarang untuk mencoba burung-burung baru.

Juga burung hasil ternakan dekoe mania Semarang sendiri ikut tampil. Kegiatan ini hanya membuka 2 kelas dengan kapasitas 1 blok saja, yakni kelas Bebas dan Pemula. “Kami tidak mempersoalkan jumlah kelas dan banyaknya blok, yang penting kami bisa kumpul dan ngerek burung lagi,” tegas Alex.

Dari jumlah yang terlihat, memang tidak banyak dekoe mania yang hadir, karena acara ini memang hanya sekedar kumpul merekatkan tali silaturahmi serta memberikan wadah bagi dekoe mania Semarang agar tetap eksis menekuni hobi. Selain itu diharapkan dapat menarik minat pecinta derkuku pemula yang berani turun ke lapangan.

“Alhamdulillah, memang gak full gantangan sih, ya 70 persen lah tiang kerekan yang terisi. Tetapi jumlah ini sudah terbilang bagus,” tutur Alex. Kondisi inilah yang diharapkan panitia untuk bisa memberikan jalan bagi mereka agar hobi derkuku yang sudah ditekuni, bisa tetap tersalurkan.

Supomo SPM BF sedang serius memantau burungnya berlaga


Setidaknya dengan kegiatan ini, dekoe mania Semarang dapat melatih mental burung-burung yang nantinya diharapkan dapat berbicara banyak di event-event besar di beberapa daerah. Sehingga keikutsertaan mereka tidak hanya sekedar meramaikan, tetapi dapat meraih prestasi terbaik.

“Kami tetap akan berusaha menggelar event-event seperti ini secara teratur,” ungkap Agus Murdiyanto, Ketua Pengda PPDSI Jawa Tengah sekaligus Ketua DCS. Kegiatan ini pula kadang dijadikan ajang untuk melatih burung baru milik dekoe mania atau melatih burung yang baru saja selesai dari libur panjang lomba karena kendala ngurak atau faktor lainnya.

Agus Murdiyanto, Alex Whin, dan Dani Irwan



Masih menurut Agus Murdiyanto bahwa dengan adanya kegiatan ini, para pecinta derkuku yang memiliki burung dengan kualitas empat warna atau empat warna usulan, masih bisa tetap memiliki ruang dan kesempatan untuk melombakan burungnya bersama peserta lain dengan kualitas yang tidak beda jauh.

“Kita berikan wadah bagi dekoe mania yang masih mempunyai burung dengan kualitas yang dianggapnya masih kurang jika harus mengikuti event-event besar yang diselenggarakan oleh PPDSI Pusat. Atau sekedar memantau sejauh mana kualitas gacoannya sebelum terjun di event besar,” tutur Agus.

“Kita happy-happy lah dan mereka yang belum pernah mengikuti event di luar daerah masih bisa melombakan pada even yang cocok untuk kualitas burung miliknya,” sambung Agus lagi. Walaupun gelaran dimulai pada pkl 14.00 dalam suasana agak mendung tetapi suasana tetap meriah.

Begitu peluit tanda babak pertama dibunyikan. suasana Lapangan Flamboyan Hill berubah menjadi ramai, oleh suara anggung merdu yang dilepas jago-jago muda yang ada di atas tiang kerekan. Persaingan sengit untuk bisa mendapat nilai tertinggi dari kru juri yang bertugas, terjadi hampir di setiap babak penilaian.

Para juara foto bersama


Empat babak penjurian berhasil dilalui dengan menghasilkan podium kejuaraan di masing-masing kelas. Untuk podium pertama di kelas Bebas berhasil diraih oleh Podomoro amunisi Chandra ring YIZ yang dikerek pada nomor 22. Disusul Pringgading milik Chandra ring YIZ yang dikerek pada nomor 27 dan Gajah Mada orbitan HST, ternakan Ganesha yang menempati nomor kerekan 25 di posisi ketiga.

Untuk kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Balado debutan Supomo, ring SPM yang dikerek pada nomor 9. Kemudian Sidomuncul besutan Chandra ternakan YIZ yang dikerek pada nomor 2. Tempat ketiga berhasil direbut Dialova orbitan Alex Whin produk ternak SR yang menempati tiang nomor 14.




“Saya atas nama pengurus dan panitia serta mewakili tim juri yang bertugas, mohon ma’af, jika di sepanjang pelaksanaan Latber Halal Bihalal tadi masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan kedepan Kami bisa memberikan yang lebih baik lagi,” tutup Alex Whin. (Ramlee/Whin)


Senin, 21 April 2025

Musang Air, Hewan Nokturnal Semi Akuatik yang Lihai Berburu Ikan dan Memanjat Pohon





Musang air (Cynogale bennettii) merupakan hewan semi akuatik yang termasuk hewan dilindungi di Indonesia. Musang air dapat ditemukan di dataran rendah di dekat sungai atau rawa-rawa. Ukuran tubuhnya mirip seperti berang-berang dan merupakan hewan nokturnal yang aktif di malam hari.

Musang air hanya bisa ditemukan di Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand bagian Selatan. Musang air dikenal dengan nama ‘regol’ di beberapa daerah di Sumatera. Dalam bahasa Inggris, spesies musang ini disebut sebagai Otter-civet, Otter Civet, Water Civet atau Sunda Otter Civet.

Habitat alami Musang Air



Musang air bukan hanya sekadar hewan semi akuatik, satwa ini adalah contoh sempurna dari kekuatan alam beradaptasi, sesuai dengan habitatnya. Adaptasi itu antara lain mulut yang lebar dan kaki berselaput dengan alas kaki telanjang dan cakar yang panjang, membantunya berburu ikan di dalam air.


Moncong musang air berbentuk panjang dan memiliki banyak kumis yang panjang pula. Kumis panjang yang dimilikinya berfungsi sebagai indera peraba, membantu musang air merasakan lingkungan sekitarnya dengan lebih baik. Dengan demikian, hewan ini dapat mendeteksi perubahan kecil di air dan darat.

Musang Air tertangkap kamera pengintai sedang mencari makan pada malam hari



Sementara kemampuan memanjatnya memungkinkan musang air menjelajahi daratan dengan mudah. Adaptasi-adaptasi ini menjadikan musang air sebagai predator yang sukses di habitatnya. Musang air sejatinya adalah binatang nokturnal yang beraktifitas pada malam hari, namun terkadang binatang ini juga beraktifitas di siang hari.

Habitat musang air terdapat daerah hutan rawa gambut dan terkadang dijumpai juga di hutan kering dataran rendah. Binatang yang dilindungi ini mendiami daerah di sekitar sungai dan lahan basah. Diduga, binatang semi akuatik ini juga mendiami daerah di Vietnam.

Musang Air juga ahli memanjat pohon


Musang air memiliki pola makan yang sangat variatif, mencerminkan adaptasinya yang luar biasa terhadap lingkungan. Di dalam air, satwa ini berburu ikan, katak, dan moluska, memanfaatkan kemampuannya berenang dengan lincah. Sementara itu, saat berada di darat, musang air memangsa burung, dan mamalia kecil.


Keahliannya dalam memanjat juga memberi keuntungan tersendiri, memungkinkan musang air untuk menjangkau sumber makanan yang lebih tinggi, seperti buah-buahan yang tumbuh di atas pohon. Dengan diversitas ini, musang air dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan dan sumber daya yang tersedia.

Musang Air juga kerap mencari mangsanya di daratan



Musang air memiliki tubuh yang hampir menyerupai berang-berang, sehingga terlihat lincah dan penuh energi. Musang air dewasa mempunyai berat antara 3-5 kg. Sebagai hewan nokturnal, musang air aktif mencari makanan di malam hari, memanfaatkan kegelapan untuk berburu mangsanya.

Sayangnya, populasi musang air semakin menurun dan dianggap langka. Kerusakan habitat akibat deforestasi dan pencemaran air sungai mengancam keberlangsungan spesies ini. Dengan berbagai upaya konservasi yang sedang dilakukan, diharapkan musang air dapat terus bertahan dan menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas Indonesia.





Induk Musang Air bersama anaknya


Meskipun jumlah populasinya tidak diketahui dengan pasti, namun musang air termasuk binatang langka dan dilindungi di Indonesia berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Oleh IUCN Redlist musang air dikategorikan dalam status konservasi “endangered” atau “terancam punah” sejak tahun 1996. Dan oleh CITES didaftar dalam Apendiks II.


Mengingat kelangkaan dan kebiasaannya yang senang bersembunyi, hewan ini termasuk kategori spesies-spesies yang minim informasi. Kelangkaan musang air diakibatkan oleh rusaknya habitat akibat deforestasi hutan, alih fungsi hutan, pencemaran air, dan rusaknya Daerah Aliran Sungai. Akibatnya dalam 15 tahun terakhir, populasi musang air diperkirakan oleh IUCN Redlist mengalami penurunan hingga 50%.

Informasi tentang Musang Air sangatlah minim



Selain sebagai hewan yang langka dan patut dilindungi, di beberapa daerah di Sumatera, musang air dianggap sebagai hama oleh manusia yang sering memakan ikan pada kolam-kolam penduduk. Kenyataan ini jelas sangat membutuhkan perhatian semua pihak akan keberlangsungan hidup musang air di habitatnya.

Musang air, termasuk satwa yang masuk dalam kategori genting untuk dilindungi. Dengan penampilan yang menarik dan perilaku yang unik, musang air berperan penting dalam ekosistem. Musang air adalah contoh luar biasa dari keanekaragaman hayati Indonesia, menggabungkan keindahan dan keunikan dalam satu paket.

Keberadaan Musang Air terancam kepunahan



Dengan kemampuan adaptasi yang mengesankan, dari fisik hingga perilaku, musang air tidak hanya berperan sebagai predator yang efisien, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem. Namun, ancaman terhadap habitat dan keberadaannya mengingatkan kita akan tanggung jawab besar untuk melindungi spesies ini. Melestarikan musang air berarti menjaga keseimbangan alam dan kekayaan biodiversitas yang menjadi kebanggaan Indonesia. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Minggu, 20 April 2025

Pisang, Buah Terpopuler di Dunia



Pisang (Musa spp) merupakan tumbuhan terna (tumbuhan dengan batang lunak yang tidak berkayu atau hanya sedikit berkayu) penghasil buah yang paling banyak dikonsumsi manusia dari mulai balita hingga lansia. Tanaman pisang telah menjalani perjalanan evolusi yang menarik sepanjang ribuan tahun. Dari asal usulnya di alam liar hingga menjadi salah satu buah paling populer di seluruh dunia.

Pisang dikenal karena buahnya yang lezat dan bergizi, serta pohonnya yang eksotis, pisang telah menjadi salah satu sumber makanan utama bagi banyak masyarakat. Tanaman pisang ini juga merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan baik pada iklim tropis maupun sub tropis.

Pisang juga dikatakan sebagai tanaman abadi karena perkembangan pisang yang terus menerus yang tidak ada habisnya. Berawal dari munculnya tunas dari umbi kepermukaan dan berkembang terus-menerus melanggengkan kehidupan pisang. Tanaman pisang dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.000-3.000 mm pertahun.

Budidaya pisang


Tanaman pisang lebih senang tumbuh di daerah yang subur dengan pH tanah 4,5-7,5. Tanaman pisang dapat tumbuh baik di tanah yang kaya humus, tetapi dapat juga hidup di tanah kapur dengan iklim lembab banyak sinar matahari. Sebagai tanaman monokotil, pohon pisang mempunyai sistem perakaran serabut atau juga disebut akar rimpang dan tidak memiliki akar tunggang.

Baca juga : Pepaya, Buah Tropis dengan Nilai Gizi Tinggi Kaya Manfaat

Akar tersebut berpusat di bagian bonggol dari pohon pisang dan pertumbuhannya tidak terlalu dalam menembus tanah. Karena pertumbuhan yang dangkal tersebut maka pisang mudah roboh jika tumbuh di tanah basah. Kedalaman tanah yang bisa ditembus oleh akar dari pohon pisang berkisar antara 75 sampai dengan 150 cm.

Batang pisang


Jumlah akar yang masuk ke dalam tanah ini cukup banyak jika dibanding akar yang tumbuh di luar, tetapi akar ini tidak cukup kuat. Akar dari pohon pisang yang berada di permukaan tanah tumbuh secara mendatar dan bisa mencapai panjang 4 sampai 5 meter. Akar pohon pisang berwarna cokelat. Akar ini tumbuh secara bertumpuk-tumpuk, mirip seperti sistem perakaran pada pohon kelapa.

Sistem perakaran tanaman pisang berupa akar adventif yang lunak. Akar primer memiliki ketebalan 5-8 mm serta berwarna putih saat masih muda dan sehat. Rhizome yang masih sehat akan menghasilkan akar primer sebanyak 200 sampai 500 akar. Bonggol dari pohon pisang yang menjadi pusat pertumbuhan akar nantinya akan menjadi lokasi tumbuhnya tunas baru. Akar pisang tidak tahan kekeringan atau air yang berlebihan. Anakan pisang sebenarnya adalah cabang samping yang tumbuh dari rimpang dan muncul dari permukaan tanah pada jarak yang dekat dengan induk.

Seperti keluarga tumbuhan herba lainnya, pohon pisang hanya mampu tumbuh hingga ketinggian standar, yaitu sekitar dua sampai tiga meter. Batang dari pohon pisang memiliki bentuk yang bulat silindris dan berlapis-lapis, serta mengandung banyak air. Kandungan air tersebut dapat dilihat saat batang pisang terluka kemudian akan mengeluarkan air atau getah.

Batang pohon pisang terbagi menjadi dua bagian, yaitu batang asli dan batang palsu yang umum disebut sebagai batang semu. Batang asli pohon pisang terletak di bagian dalam tanah dan menyerupai umbi batang, sedangkan batang semu pohon pisang adalah yang tumbuh di permukaan tanah dan tampak seolah-olah seperti batang sejati. Batang asli dari pohon pisang adalah bagian titik tumbuh yang berfungsi untuk menghasilkan daun dan menumbuhkan jantung pisang.

Jantung pisang


Sementara batang semu dari pohon pisang adalah pelepah daun pisang berukuran panjang yang berlapis-lapis menutupi satu sama lain sehingga membuat tanaman ini berdiri tegak. Batang pohon pisang berwarna hijau muda hingga agak kecokelatan. Batang pohon pisang tidak menghasilkan kambium, sehingga tekstur dari batangnya lunak. Selama pertumbuhan, batang semu akan terus membentuk lapisan baru untuk menutupi lapisan lama yang sudah mengering.

Baca juga : Aprikot, Buah Lezat Beraroma Lembut Kaya Nutrisi

Daun pohon pisang ini cukup khas dan unik karena memiliki ukuran yang besar dan lebar. Bentuknya yang tumbuh memanjang dan memiliki tulang di tengahnya. Pertulangan daun tersebut merupakan pelepah pisang dengan ujung tumpul dan bagian tepi bertekstur rata. Ketika masih muda daun pisang berwarna hijau muda dan seiring bertambahnya umur akan berubah menjadi hijau tua.

Buah pisang yang telah siap dipanen


Ukuran dari daun pisang mampu mencapai panjang hingga 2 meter dengan lebar antara 40 cm hingga 50 cm. Tulang yang terdapat pada daun pisang berfungsi untuk membagi dua daun menjadi dua ukuran yang sama. Tekstur dari daun pisang ini sangat mudah robek dan jika diperhatikan secara lebih teliti terdapat garis melintang ke samping dengan titik awal dari bagian tulang daun. Selain itu, bagian daun khususnya tulang atau pelepah pisang juga mengandung air yang cukup banyak sama seperti yang terdapat pada batang pohon pisang.

Pohon pisang juga menghasilkan bunga atau yang lebih dikenal dengan sebutan jantung pisang. Penyebutan istilah ini karena bentuk dari bunga pisang mirip seperti jantung manusia. Bunganya memiliki warna kuning, tetapi pada bagian luar terdapat lapisan kelopak berwarna merah yang cukup banyak sehingga menutupi bagian dalamnya.

Pada bagian yang berwarna kuning di dalam bunga pisang merupakan daun penumpu bunga yang tumbuh secara spiral dan sangat rapat. Sementara bagian luar atau kelopak adalah daun pelindung yang tumbuh dan mudah rontok. Kelopak dari jantung pisang ini memiliki ukuran panjang sekitar 10 sampai 25 cm.

Sebagai tanaman yang berumah satu, alat reproduksi pohon pisang juga bisa dilihat dari bunganya. Bunga yang tumbuh pada bagian pangkal pohon merupakan ciri dari bunga kelamin betina, sedangkan bunga yang tumbuh di tengah adalah menunjukkan bunga kelamin jantan. Pertumbuhan dari kedua bunga yang menunjukkan kelamin tersebut terjadi secara bersusun dan membentuk dua baris melintang. Terdapat lima daun yang memiliki warna ungu atau merah melekat dan tumbuh secara bersusun dengan panjang kurang lebih 6 sampai 7 cm.

Pisang Raja


Selain itu, perbedaan antara bunga betina dan bunga jantan dari pohon pisang terdapat pada benang yang berjumlah lima buah dan tidak tumbuh secara sempurna pada bunga betina. Kemudian bakal buah yang dihasilkan oleh bunga betina memiliki bentuk persegi, sedangkan pada bunga jantan sama sekali tidak memiliki bakal buah.

Baca juga : Buah Naga, Buah Tanaman Kaktus dari Benua Amerika yang Kaya Manfaat

Bunga tersebut tersusun dalam dua baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Bentuk jantungnya seperti gasing, meruncing, sedang, ovaid, sampai membulat. Pada umumnya bunga pisang mekar yang ditandai dengan membukanya (kelopak bunga) pada tiap 1-2 hari sekali selama 7-10 hari. Pada umumnya bunga mulai mekar setelah 20 hari keluar jantung.

Pisang Tanduk


Buah pisang tumbuh setelah bagian bunganya keluar. Bagian yang pertama kali tumbuh adalah bakal buah yang dikenal dengan sebutan sisir. Pertumbuhan dari sisir ini terjadi secara perlahan dan berturut-turut di mana setelah sisir pertama keluar, akan disusul sisir kedua, sisir ketiga, dan seterusnya. Ketika pertumbuhan dari sisir pisang sudah hampir mencapai bagian bunga, maka pada saat itu jantung dari pohon pisang akan dipotong karena sudah tidak mampu untuk menghasilkan sisir lagi.

Dalam satu sisir biasanya jumlah buah pisang yang dihasilkan berjumlah antara 10 hingga 20 buah. Media tumbuh dari sisir pisang secara bersusun tersebut dikenal sebagai tandan. Umumnya dalam satu tandan terdapat enam sampai 20 sisir sesuai jenis pisang. Buah pisang yang masih muda memiliki warna hijau dan akan berubah menjadi kuning ketika sudah matang dengan ukuran yang terus membesar.




Pisang Batu



Tanaman pisang tidak hanya memberikan buah yang lezat, tetapi juga berbagai bagian lain yang memiliki manfaat yang beragam. Dari buah, batang, daun, hingga jantung pisang, masing-masing bagian memiliki potensi pemanfaatan yang dapat membawa nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.

Pisang merupakan buah yang kaya akan gizi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Sebut saja, membuat tekanan darah stabil, menjaga kesehatan ginjal, menjadikan perut terasa kenyang lebih lama, menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan membantu detoksifikasi. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Pisang, Buah yang Paling Banyak Dikonsumsi Manusia


PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara

Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang di...