Selasa, 09 April 2024

Timun Suri, Buah Segar Kaya Gizi yang Kerap Jadi Buah Primadona di Bulan Puasa



Timun Suri (Cucumis Mel L Var Reticulatus Naudin) adalah sejenis buah yang tumbuh merambat dan termasuk dalam keluarga labu-labuan. Buah ini memiliki rasa manis dan seringkali dikonsumsi sebagai minuman atau makanan ringan. Inilah salah satu buah paling eksis saat bulan Ramadhan tiba di Indonesia.

Buah timun suri yang setengah masak biasa dijual pada bulan Ramadhan karena daging buahnya menjadi bahan minuman yang menyegarkan saat berbuka puasa. Meskipun mempunyai nama timun, tetapi berdasarkan klasifikasi ilmiah, timun suri bukanlah termasuk mentimun.

Morfologi, kariotipe kromosom, dan struktur buah timun suri ini lebih dekat dengan keluarga melon. Timun suri disebut juga timun betik atau barteh. Tumbuhan ini merupakan anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae).

Tanaman timus suri ramai ditanam jelang bulan puasa tiba
 

Jika dilihat secara seksama, timun suri terlihat mirip dengan blewah. Meski begitu, timun suri memiliki bentuk yang lebih lonjong dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan blewah. Buah Timun Suri tersedia sepanjang tahun di Indonesia.

Baca juga : Blewah, Buah Populer Saat Ramadhan yang Menyegarkan dan Kaya Betakaroten

Timun suri dapat mulai dipanen setelah berumur sekitar 60 sampai 70 hari setelah tanam. Buah timun suri yang siap panen yaitu buah yang sudah cukup tua dengan ditandai oleh tangkai buah yang mengering atau buah yang lepas dari tangkainya.

Timun suri berkerabat dekat dengan melon


Dalam satu kali musim tanam, dapat dilakukan sebanyak 10-15 kali pemanenan yang dilakukan secara bertahap tergantung pada kondisi dan perawatan tanaman. Timun suri memiliki daging berwarna putih atau sedikit kehijauan.

Dagung buahnya mempunyai tekstur yang lebih empuk dan sedikit berpasir dibandingkan dengan blewah. Timun suri juga memiliki aroma yang lebih harum dibandingkan dengan blewah. Kandungan air pada timun suri lebih tinggi dibandingkan dengan blewah.

Karena daging timun suri teksturnya sedikit lebih lembek dan memiliki serat yang melimpah. Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga kesegaran dan kesehatan gigi.

Selain itu, Timun suri yang sudah matang dapat dikenali melalui aroma yang terasa sedikit harum. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari memilih timun suri yang belum mengeluarkan aroma atau memiliki aroma yang menyengat.

Timun suri hampir mirip dengan blewah yang juga ramai di saat bulan puasa
 

Ukuran buah timun suri bervariasi, dari kecil hingga besar dan berbentuk lonjong hingga elips. Kulitnya halus, tegas, dan matang dari hijau ke kuning cerah, kadang-kadang menampilkan bintik-bintik putih atau garis-garis.

Baca juga : Semangka, Buah dari Daerah Setengah Gurun di Afrika Selatan yang Kaya Nutrisi

Warna kulit timun suri yang sudah matang cenderung putih kekuningan. Penting untuk memilih timun suri dengan warna kulit yang merata, yakni putih kekuningan pada seluruh permukaannya. Tekstur timun suri yang sudah matang dapat diidentifikasi dengan meraba bagian kulitnya.

Petani sedang memanen timun suri
 

Di bawah kulitnya, daging putihnya lembut, padat, dan berair. Di bagian tengah buah juga terdapat rongga yang berisi banyak biji lonjong berwarna krem. Timun suri yang matang memiliki tekstur yang cukup lunak saat ditekan.

Tanda lain yang dapat diperhatikan adalah aroma manis wangi khas yang dihasilkan oleh timun suri yang sudah matang. Buahnya beraroma wangi dengan daging buah yang lembut, berair, dan sedikit rasa manis. Rasanya yang menyerupai melon juga menjadi indikasi bahwa timun suri tersebut telah mencapai kematangan optimal.

Timun suri sering dikonsumsi mentah karena rasanya yang segar. Dagingnya bisa dikonsumsi sendiri, atau bisa juga dicampurkan ke dalam salad buah dan sayuran. Penggunaan paling populer dari buah ini adalah dalam minuman es buah. Kandungan gula pada buah ini didominasi oleh jenis fruktosa yang aman untuk kesehatan.

Kenyataan inilah yang membuat mengkonsumsi timun suri bagi penderita diabetes dirasa aman dengan takaran normal. Selain fruktosa, timun suri ini kaya akan kandungan air, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin C, dan serat makanan. Buah ini mengandung serat dan air yang sangat melimpah sehingga baik untuk sistem pencernaan.

Ibu-ibu sedang memilih timun suri untuk hidangan ketika berbuka puasa
 

Buah ini juga dipercaya dapat menghidrasi tubuh karena di dalamnya terdapat kandungan kalium, yakni mineral penting yang dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh. Bagi orang yang menderita susah BAB, gangguan tukak lambung atau penyakit maag disarankan mengonsumsi buah ini untuk memperbaiki sistem pencernaannya.

Baca juga : Plum, Buah dengan Kandungan Nutrisi yang Melimpah

Timun suri mempunyai kandungan vitamin A dan vitamin C yang cukup tinggi. Oleh karena itu, timun suri dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Kedua vitamin tersebut dapat mendorong produksi sel darah putih yang mempunyai peran untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Timun suri jadi sajian yang menyegarkan
 

Selain itu, vitamin C yang bersifat antioksidan juga dapat melindungi sel-sel imun dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Buah ini juga mengandung fosfor yang bermanfaat untuk membantu mengurangi nyeri otot setelah melakukan olahraga dan memelihara serta memperbaiki jaringan sel tubuh.

Kandungan flavonoid, steroid, alkoloid, saponin, dan triterpenoid yang terdapat pada buah ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Beberapa penelitian juga menunjukkan jika kandungan flavonoid dalam buah ini mampu melawan bakteri penyebab penyakit. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Timun Suri, Salah Satu Buah Favorit Saat BerBuka Puasa

Senin, 08 April 2024

Konsisten Ramaikan Hobi, Kopi Hitam Gelar Latber Bersama Pengcab Situbondo, Rahayu Borong Juara



Setelah vakum beberapa bulan akibat kesibukan para personil Kopi Hitam, aktifitas hobi puter pelung mania Situbondo kembali hadir. Agenda pertama yang mereka lakukan adalah menggelar Latber Kopi Hitam bekerjasama dengan Pengcab PPPPSI Situbondo.

Kegiatan dipusatkan di Gantangan Kopi Hitam Kp.Rambutan Kesambirampak, Kec. Kapongan – Situbondo, pada Minggu 31 Maret 2024. Sontak markas Kopi Hitam pun ramai dengan kedatangan puter pelung mania sambil membawa serta sangkar berisi burung puter pelung.

Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Latber dan Buka Puasa Bersama Kopi Hitam dan Pengcab Situbondo. Sekitar jam 14.20, acara dimulai, setelah memegang tiket, para penggila lomba menuju pada titik dimana puter pelung miliknya harus ditempatkan pada gantangan yang sudah ditentukan.

Para anggota Kopi Hitam selalu menantikan adanya kegiatan lomba
 

Agenda latber yang sengaja dilaksanakan jelang berbuka puasa itu berlangsung sukses dan lancar. Ada dua kelas yang dibuka, yakni kelas Bebas dan kelas Pemula seakan menjadi wadah bagi mereka untuk menyalurkan hobi puter pelungnya.

“Hari ini Kopi Hitam dengan dukungan penuh Pengcab PPPPSI Situbondo menggelar kegiatan Latber dan Buka Puasa Bersama. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan agar bisa terus eksis menekuni hobi puter pelung,” terang Ach Yani Ketua Kopi Hitam.

Puluhan puter pelung adu kualitas anggung di Latber Kopi Hitam
 

Ach Yani, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka dua kelas, seperti yang mereka laksanakan selama ini. “Kenapa kami hanya membuka dua kelas, yaitu kelas Bebas dan kelas Pemula karena memang selama ini kita biasa membuka di kelas tersebut.”

“Selain itu waktu yang bertepatan dengan bulan Ramadhan sangat terbatas,” terang Yayan, begitu pria ini biasa disapa. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk kelas Pemula yang semula kurang diminati oleh puter pelung mania Situbondo.

List pendaftaran yang diedarkan hanya terdaftar beberapa peserta saja. Namun pada saat pelaksanaan ternyata cukup banyak yang hadir. Padahal justru di kelas Pemula ini biasanya begitu pendaftaran dibuka langsung penuh peserta.

Kopi Hitam, salah satu komunitas penggemar puter pelung di Situbondo tersebut terus melakukan aksi nyata dan positif. Kopi Hitam menjadikan hobi puter pelung sebagai wadah menyalurkan hobi dan menyambung rasa memiliki antar komunitas yang ada di wilayah Situbondo bersama dengan organisasi yang ada yakni Pengcab Situbondo.

Para mania yang hadir begitu menikmati jalannya acara
 

“Latber saat ini terkesan berbeda dari sebelum-sebelumnya,” ungkap Yayan. Selain anggota kopi hitam sendri serta para penggantang senior Situbondo dan Bondowoso Gerbong Maut, kita juga kedatangan, Team Gelung (Reng Dheje).

Bahkan yang lebih mengesankan dan istimewa lagi yakni hadirnya penggantang dari Banyuwangi. “Mas Hendro C dan Mas Kamila Tur juga hadir bergabung ikut memeriahkn event ini,” tambah Mahendra, salah satu panitia.

Ach. Yani (kanan) serahkan trophy kejuaraan untuk Slamet berkat penampilan apik Rahayu


Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan adanya agenda yang rutin dilakukan, diharapkan Situbondo bisa terus menyemarakkan hobi. Sementara cuaca yang terasa sangat panas siang itu tidak mengurangi semangat para pemain yang hadir. Mereka begitu menikmati jalannya penjurian.

Sementara meskipun udara di sekitar lokasi terasa panas tidak mengurangi kinerja para andalan yang berada di atas gantangan. Kenyataan itulah berdampak pada persaingan perebutan posisi kejuaraan. Semua tampak bersemangat memperlihatkan yang terbaik di hadapan para juri.

Empat babak penjurian berlangsung lancar dan sukses. Sampai akhirnya penetapan kejuaraan dilakukan. Untuk peraih podium pertama kelas Bebas diraih oleh Rahayu, amunisi Slamet, puter pelung ternakan Arjuna 18 yang digantang pada nomor 17.

Menyusul pada urutan kedua, F. Morbidelli, andalan Ach Yani, produk tenak ALS 13 yang menempati nomor gantangan 11. Dan tempat ketiga diraih Damar Wulan orbitan Sudianto, ternakan Ranger 003 yang menempati nomor gantangan 3.

Berbuka puasa bersama merekatkan kebersamaan

 
Saiful Bahri Ketua Pengcab Situbondo bersama jajarannya menikmati sajian berbuka puasa
 

Di kelas Pemula, juara pertama juga menjadi milik Rahayu milik Slamet. Disusul kemudian Bocah Ingusan debutan Ach Yani, produk ternak Y2N 111 yang digantang pada nomor 29 dan tempat ketiga jadi milik Artur orbitan Den Varel ternakan Boss 2342 yang menempati nomor gantangan 15.

Tepatnya saat berakhirnya sesi kedua tanda saatnya berbuka puasa pun terdengar. Acara berlanjut dengan berbuka puasa bersama dalam rangka membangun silaturahmi dan merekatkan sesama penghobi, dan pengurus organisasi yang ada. ‘Ya ala kadarnya yang penting penuh dengan kebersamaan,’ jelas Yayan pemilik Y2N BF.

Puluhan doorprize menarik juga dibagikan oleh panitia
 

Dengan agenda seperti ini diharapkan ada kedekatan antara Kopi Hitam dengan semua penghobi yang hadir sera Pengcab Situbondo, sehingga ada manfaat yang bisa didapat. “Biar tidak akan pernah ada gesekan, seluruh komunitas, mulai dari pemain, peternak, dan pelomba serta pengurus terlihat kompak. Semua itu karena sering adanya acara silaturrahmi, kumpul bareng,” tambah Yayan.

“Ini moment yang pas untuk berbagi dengan rekan-rekan sesama puter pelung mania, Semoga kedepannya acara-acara Kopi Hitam lebih baik dan tambah meriah lagi. Dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada semuanya.” (Ramlee/YN)

 


 



Minggu, 07 April 2024

Daun Suji, Punya Aroma dan Rasa Khas Kaya Klorofil dan Khasiat




Daun suji (Pleomele angustifolia) merupakan daun yang biasanya digunakan sebagai pewarna alami pada makanan, terutama di Indonesia. Daun ini memberikan warna hijau yang pekat dan seringkali dikombinasikan dengan daun pandan untuk memberi warna pada jajanan tradisional seperti serabi dan dadar gulung.

Sering kali orang keliru bahwa daun suji dan daun pandan adalah hal yang sama. Daun suji dan daun pandan memiliki beberapa perbedaan. Pertama, dari segi bentuk, daun suji memiliki bentuk lebih bulat tanpa tulang daun yang menonjol, sementara daun pandan lebih panjang, kaku, dan memiliki tulang daun yang terlihat jelas.

Selain itu, dari segi warna, daun suji menghasilkan warna hijau yang lebih pekat, sementara daun pandan menghasilkan warna hijau yang lebih muda. Selanjutnya, dari segi aroma, daun suji dan daun pandan juga memiliki perbedaan.

Bibit tanaman daun suji
 

Daun pandan memberikan aroma manis, sementara daun suji memberikan aroma khas dan rasa unik pada kue. Sehingga, meskipun sering disamakan, keduanya memiliki perbedaan yang dapat dikenali melalui bentuk, warna, dan aroma.

Baca juga : Sembukan, Tanaman Liar Daunnya Berbau tetapi Punya Segudang Manfaat

Tanaman suji di golongkan sebagai tanaman perdu. Tanaman daun suji memiliki akar tunggang yang berwarna putih. Tanaman daun suji di bagian akarnya ini di percaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit leukimia.

Tanaman daun suji yang tengah berbunga


Tanaman daun suji ini dapat tumbuh dengan tegak. Tumbuhan ini mampu tumbuh tinggi hingga kisarannya 6 sampai 8 meter. Jenis batang tanaman daun suji berkayu dengan alurnya yang sedikit melintang. Warna lintangannya sedikit putih dengan bercak kusam dan kotor.

Tanaman daun suji memiliki daun yang bentuknya menyerupai pita, dimana ujung dari daun ini sedikit meruncing. Sistem daun suji merupakan daun tunggal. Selain itu letak daunya sedikit selang-seling dengan terdapat bagian yang merata di tepi daun tersebut.

Posisi pangkal daun ini akan memeluk batang. Panjang daun suji sekitar 20 cm dan lebarnya hingga 4 cm. Daun suji memiliki tulang yang sejajar dengan warnanya yang sedikit hijau. Di dalam daun suji terdapat kandungan sapoin.

Kandungan sapoin ini bisa di gunakan untuk menyembuhkan penyakit disentri. Jika ingin membuat ramuan daun suji sebagai pengobatan disentri maka tinggal merebus 3 lembar daun suji. Setelah itu, minum rebusan tersebut sehari dua kali. Kandungan saponin di dalamnya ampuh untuk membunuh racun disenteri.

Buah pada tanaman daun suji
 

Bunga tanaman daun suji memiliki bentuk tandan. Panjang bunga tanaman ini hingga mencapai 75 cm. warna bunga tanaman suji sekit putih kekuningan hingga putih keunguan. Tanaman suji memiliki bunga majemuk berbentuk malai dengan banyak bunga yang panjangnya 8-30 cm.

Baca juga : Kucai, Menambah Cita Rasa Makanan Juga Berguna untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Pada tiap kelopak terdapat 1-4 bunga, tangkai bunga pendek 2,5-2,7 cm. Mahkota bunga berwarna putih kekuningan, dan jika malam hari berbau harum. Letak bunga tanaman suji pada tiap ujung cabang-cabangnya.

Daun suji mempunyai banyak manfaat
 

Tanaman daun suji memiiliki bentuk buah yang bulat dengan 3 cupingnya. Buah tanaman ini memiliki diameter hingga mencapai 1-3 cm. Buah yang matang berwarna jingga. Tanaman suji memiliki bentuk biji yang bulat dengan warnanya transparan. Di dalam satu buah suji memiliki satu hingga tiga biji.

Daun suji lebih sering dimanfaatkan sebagai pewarna hijau alami pada makanan karena mengandung pigmen klorofil. Daun suji kaya akan klorofil yang memiliki sifat antioksidan. Antioksidan sendiri diketahui dapat mencegah kerusakan sel tubuh yang menyebabkan penuaan dini.

Klorofil juga banyak digunakan untuk mengatasi atau mencegah beberapa penyakit, seperti arthritis, sembelit, kelelahan kronis, atau obesitas. Selain itu, daun suji juga mengandung senyawa bioaktif, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, polifenol, dan glikosida. Senyawa bioaktif tersebut berperan sebagai antiradang, antinyeri, antibakteri, dan antijamur.

Kandungan senyawa saponin dalam daun suji diketahui dapat meredakan peradangan sehingga dipercaya mampu mengurangi nyeri saat haid. Ekstrak daun suji juga telah lama dikonsumsi sebagai obat herbal di beberapa daerah di Indonesia untuk mengatasi gangguan pernapasan, seperti sesak napas pada penderita asma dan batuk.

Daun suji lebih banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan
 

Daun suji kaya akan flavonoid yang dipercaya dapat meredakan gejala syok anafilaktik. Namun, hasil penelitian ini baru dilakukan pada hewan percobaan, sehingga uji klinis lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya.

Baca juga : Mangkokan, Tanaman Hias Daun yang Mempunyai Manfaat Kesehatan

Sebuah penelitian menemukan bahwa ekstrak daun suji bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol darah hingga 50 %. Dengan begitu tubuh akan terlindungi dari berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Kue Lumpang jajanan tradisional khas suku Palembang menggunakan pewarna dari daun suji
 

Banyaknya kandungan senyawa flavonoid dalam daun suji memiliki peran penting dalam mendukung kerja sel-sel imun untuk melawan infeksi dan menghasilkan antibodi yang kuat. Imunitas yang baik juga dapat melindungi tubuh dari penyakit-penyakit kronis, seperti kanker. Selain itu, daun suji juga mengandung banyak senyawa triterpenat yang telah terbukti dapat membunuh sel kanker.

Daun suji dapat memiliki efek samping jika seseorang alergi terhadapnya, yang dapat menyebabkan sesak, mual, muntah, diare, dan kram perut. Namun, jika dikonsumsi oleh seseorang yang tidak alergi, daun suji biasanya tidak menimbulkan gejala negatif. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi daun suji. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Daun Suji, Pewarna Alami Makanan yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Sabtu, 06 April 2024

Ikan Oscar, Predator dengan Tampilan yang Menawan



Ikan oscar (Astronotus ocellatus) adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak dipelihara di akuarium. Nama ocellatus diambil dari bahasa latin yang artinya “memiliki mata kecil”. Penamaan tersebut sesuai dengan spot hitam yang terlihat seperti mata di bagian pangkal ekor atau bagian belakang tubuhnya (caudal) yang menjadi ciri khasnya.

Namun tidak semua jenis ikan oscar memiliki spot ini. Ikan oscar seringkali berwarna hitam, kelabu, kecokelatan, hingga hijau zaitun, namun ada juga yang berwarna krim atau kekuningan. Kecantikan ikan ini bertambah dengan adanya corak abstrak (seperti batik) yang berwarna cerah pada permukaan tubuhnya.

Corak tersebut terkadang membentuk sebuah huruf atau tulisan dan dijadikan sebagai tanda keberuntungan bagi pemiliknya sehingga menjadikan nilai jualnya meningkat. Corak abstrak ikan oscar biasanya berwarna kuning, oranye, hingga merah.

Ikan oscar di habitat aslinya
 

Meski menjadi pilihan favorit ikan hias lainnya, namun bila dibandingkan ikan mas koki ataupun ikan cupang kepopuleran ikan oscar masih dibawahnya. Hal tersebut berkaitan dengan harga dan cara perawatan oscar yang tidak semudah ikan hias lokal.

Baca juga : Molly, Ikan hias Air Tawar Sudah Sejak Lama Digandrungi Hobis

Meski populer di Indonesia, ternyata ikan ini berasal dari kawasan sungai Amazon, Brazil, Amerika Selatan, sama seperti arapaima maupun piranha. Selain itu, ikan ini juga ditemukan di sekitar kawasan Rio Paraguay, Parana, dan Rio Negro.

Ikan oscar di dalam akuarium tampak mempesona
 

Namun, hampir semua jenis ikan oscar yang dijual di pasaran saat ini adalah ikan hasil budidaya dan bisa dipastikan sulit menemukan spesies tangkapan asli dari habitatnya. Pada awal tahun 1969, berbagai jenis oscar dikenalkan ke berbagai negara seperti Polandia, Filipina, Italy, Guam, Jerman, Australia, Brasil, Kanada, Pantai Gading dan Cina.

Tahun 1970, oscar dikirim ke negara Singapura dalam jumlah besar melalui William Petra asal Indonesia, sebagai masa awal pengenalan oscar. Ikan yang masih termasuk dalam keluarga Cichlid ini merupakan ikan yang cukup agresif sehingga tidak cocok tinggal bersama ikan-ikan jenis lainnya, khususnya ikan yang berukuran lebih kecil di dalam akuarium yang sama.

Albino Oscar


Namun sekelompok kecil ikan oscar tidak masalah hidup dalam satu tempat, misalnya akuarium berukuran medium yang berisi 4 – 5 ekor oscar. Ikan oscar juga tidak memiliki masalah dengan tinggal bersama ikan Cichlid jenis lainnya.

Meski ikan ini digolongkan sebagai salah satu predator, namun ikan ini tidak seagresif maupun seganas piranha, sehingga orang pun tidak perlu takut dalam memelihara oscar. Karakteristik ikan oscar yang kuat sebagai ikan predator dan tampilannya yang eksotis, membuat orang tertarik memelihara ikan oscar di rumah.

Ikan oscar mampu tumbuh mencapai lebih dari 45 cm dengan berat lebih dari 1,5 kg di habitat aslinya. Namun di akuarium biasanya hanya mencapai 20 – 30 cm saja. Jika diberi makan dan dirawat dengan cara yang benar, masa hidup ikan oscar mencapai 14 tahun sehingga cocok menjadi ikan hias peliharaan jangka panjang.

Ikan oscar biasa hidup di sungai dengan air bersifat masam, meski begitu ikan ini sangat toleran terhadap segala jenis kondisi air. Di habitat asli maupun akuarium, ikan ini membutuhkan air dengan suhu antara 23 oC sampai 27 oC agar dapat hidup optimal.

Black Oscar
 

Di habitat aslinya, ikan oscar ini merupakan salah satu pemakan serangga ulung seperti jangkrik dan jenis serangga lainnya. Ikan oscar juga akan memangsa ikan-ikan lain dengan ukuran lebih keci. Selain itu ikan jenis ini menyukai krustasea (udang-udangan) seperti udang dan kepiting.

Baca juga : Ikan Komet, Ikan Hias Unik dan Cantik Kerabat Dekat Ikan Koki

Ikan oskar termasuk ikan omnivora, yaitu pemakan daging maupun tumbuhan. Makanan ikan oscar dapat berupa ikan-ikan kecil, serangga, krustacea (jenis udang-udangan), dan zooplankton. Pada habitat aslinya ikan ini dapat memakan tumbuhan air yang tumbuh liar atau pun buah-buahan yang jatuh ke dalam perairan tempat ia hidup.

Copper Oscar
 

Untuk untuk memelihara ikan oscar ini, maka sebaiknya atur akuarium dengan dasar pasir yang dalam disertai beberapa batu besar. Namun di alam liar, habitat paling sesuai bagi ikan oscar adalah perairan danau tergenang atau perairan dengan bagian dasar tidak berbatu.

Sebagian orang berpendapat memelihara dan merawat ikan oscar di dalam akuarium tidak semudah yang dibayangkan. Akan tetapi juga tidak terlalu sulit juga untuk dilakukan jika kita benar-benar cermat. Faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan pemeliharaan ikan oscar adalah kualitas air di dalam akuarium.

Lemon Oscar
 

Idealnya akuarium untuk memelihara ikan oscar adalah akuarium berukuran besar, yaitu yang dapat menampung kurang lebih 40 sampai 45 liter air. Kebutuhan air yang banyak tersebut sesuai dengan pertumbuhan ikan yang dapat mencapai 40 cm dan gerakannya sangat aktif sekaligus agresif. Jika akuarium yang disediakan berukuran terlalu kecil, maka ikan akan mudah stres dan menghambat pergerakannya.

Air menjadi media utama dalam perawatan ikan oscar. Jika air yang digunakan berkualitas baik, maka ikan dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna. Kualitas dan suhu air harus benar-benar diperhatikan karena ikan oscar sensitif terhadap perubahan suhu atau peningkatan kadar amonia.

Akuarium untuk ikan oscar dapat diletakkan di tempat yang terjangkau oleh sinar matahari, karena cahaya dibutuhkan oleh ikan oscar untuk tumbuh dan berkembang. Namun, jangan tempatkan akuarium di bawah cahaya matahari secara langsung agar tidak terjadi peningkatan suhu air.

Di akuarium, ikan oscar lebih dikenal sebagai ikan karnivora yang cepat dalam melahap mangsanya. Oleh karena itu, ikan ini sering diberikan makanan yang berasal dari sumber hewani. Selain pemberian makanan tersebut, Anda juga dapat memberikan pelet yang dibuat khusus untuk ikan jenis Cichlids agar kebutuhan gizinya lebih terpenuhi.

Golden Oscar
 

Setiap ikan yang berwarna pasti memiliki pigmen warna sehingga sisiknya terlihat indah. Pigmen pada ikan tersimpan pada lapisan luar tubuh seperti sisik dan kulit. Pigmen ini dapat bertambah ataupun berkurang tergantung pada asupan nutrisi yang dikonsumsinya.

Baca juga : Botia, Ikan Hias Air Tawar Eksotik dari Perairan Sumatera dan Kalimantan yang Terancam Punah

Perubahan warna pada ikan oscar juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Perubahan warna ikan oscar terjadi seiring dengan pertambahan usianya. Semakin tua, dengan asupan nutrisi yang mencukupi, sisik ikan oscar akan terlihat semakin cerah.

Green Oscar
 

Struktur tubuh ikan oscar dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu caput, truncus, dan caudal. Seluruh tubuhnya dilindungi oleh sisik bertipe ctenoid dengan warna bervariasi. Ikan ini memiliki linea lateralis berbentuk lurus ke belakang dengan alat gerak berupa sirip.

Sirip atau pinna ikan oscar terletak di beberapa bagian, meliputi bagian dorsal, pectoral, ventral, annal, hingga caudal. Membahas mengenai caudal, ikan oscar masuk dalam tipe protocercal karena memiliki bentuk caudal tumpul.

Tiger Oscar
 

Ikan ini bernapas menggunakan insang seperti sebagian besar jenis ikan lain. Insang tersebut dilindungi oleh operculum. Tipe mulutnya terminal atau terletak di antara dorsal dan ventral pada bagian anterior. Ikan oscar memiliki anus sebagai alat pengeluaran zat-zat sisa dan yang tidak diperlukan tubuh.

Ikan oscar mempunyai bentuk dan warna tubuh yang sangat menarik. Sebagian besar jenisnya berwarna kehitaman dengan motif berwarna kuning kemerahan. Umumnya, ikan ini berwarna gelap dengan bintik kuning berbentuk cincin atau ocelli pada bagian batang ekor dan sirip dorsal.

Long Finned Oscar
 

Ikan oscar mempunyai kemampuan untuk mengubah warnanya dengan cepat. Hal ini menjadi salah satu karakter yang mendukung perilaku teritorial antar individu sejenis. Pada dasarnya, oscar remaja memiliki warna tubuh yang berbeda dengan oscar dewasa. Pada tubuh oscar remaja terdapat garis dengan pita bergelombang putih dan oranye di seluruh tubuh hingga kepala.

Ada beberapa jenis ikan oscar yang populer di kalangan hobies. Diantaranya Albino Oscar, Black Oscar, Blue Oscar, Copper Oscar, Fire Red Oscar, Florida Oscar, Golden Oscar, Green Oscar, Lemon Oscar, Oscar Batik, Super Red Chilli Oscar, Tiger Oscar, Veil Tail Oscar, Wild Oscar, dan White Oscar. (Ramlee)



Sumber : remen.id

Ikan Oscar, Ikan Hias Air Tawar Ganas yang Rupawan

Jumat, 05 April 2024

Mandar Gendang, Burung Misterius Penghuni Pulau Halmahera



Mandar gendang (Habroptila wallacii) atau orang Halmahera menyebutnya hetaka merupakan burung endemik Maluku Utara. Burung mandar gendang berukuran besar yang tidak bisa terbang. Tubuhnya berwarna keseluruhan gelap dengan paruh dan kaki kokoh berwarna merah.

Suara burung mandar gendang ini terdengar begitu menggelegar. Nyanyian mandar gendang berupa suara mirip tabuhan drum yang dalam yang ditabuh kencang. Bunyinya terdengar dung…dung…dung….Serta nada-nada nyaring “wak-wak-wak” diulang dalam seri yang terdengar gelisah.

Selain itu, juga menghasilkan nada-nada berdecak yang lebih senyap. Pantas saja jika kemudian burung ini dinamakan mandar gendang sekaligus disebut sebagai “drummer rail“. Sebelumnya, jenis burung yang menempati lantai hutan ini teridentifikasi hanya ada di Pulau Halmahera.

Mandar gendang yang berhasil diabadikan gambarnya oleh Akhmad David di Resort Ake Jawi Agustus 2019
 

Lewat riset peneliti Amerika, John Mittermeier dan Eden Cotte-Jones bersama tim pada 2012 di Pulau Obi, Halmahera Selatan, mereka melaporkan adanya temuan burung mandar gendang ini juga ada di sana. Akhirnya, mandar gendang yang awalnya disebut endemik Halmahera berubah menjadi endemik Maluku Utara.

Baca juga : Wambi, Burung Berkicau yang Menawan dan Sangat Gacor Saat Berkicau

Burung yang hadir di kawasan berawa di dalam hutan, khususnya rawa pohon sagu dan di daerah payau ini sempat jadi model perangko PT Pos Indonesia pada 2012. Burung yang diklaim pertama kali ditemukan dan diamati zoologis Inggris, George Robert Gray pada 1860 ini tidak bisa terbang. Pada 1950, G.A.L. de Haan, peneliti asal Belanda pernah mempublikasikan secara ilmiah perjumpaannya dengan burung mandar gendang.

Mandar gendang penghuni lantai hutan
 

Di Halmahera, burung ini ada di enam lokasi yang pernah tercatat kehadirannya. Yakni di Sondo-sondo, Pasir Putih (Halmahera Timur), Tewe (Halmahera Barat), Fanaha (Tidore Kepulauan), Weda (Halmahera Tengah) dan Gane (Halmahera Selatan). Burung berjuluk invisible rail atau tak terlihat ini karena sulit sekali melihat dan mengabadikannya.

Burung mandar gendang sangat pemalu. Bas van Ballen, pakar burung Indonesia asal Belanda, dalam penelitiannya menyebutkan, jenis mandar secara umum sangat sensitif terhadap kehadiran manusia. Mandar gendang lebih memilih bersembunyi di balik hutan ketimbang menunjukkan diri.

Mandar gendang di habitat alaminya
 

Burung mandar gendang menjelajahi lantai hutan sendirian atau berpasangan.Ukuran tubuh mandar gendar antara 33-40 cm. cm. Burung ini adalah jenis flighless atau burung yang tidak bisa terbang. Mandar gendang jantan dan betina memiliki ciri yang nyaris sama.

Baca juga : Robin, Burung dengan Bulu Warna Warni Bersuara Merdu yang Kian Sulit Ditemui

Burung jantan dan betina mempunyai bulu yang serupa yakni abu-abu gelap dengan sayap dan ekor berwarna coklat gelap. Bagian kulit yang tidak berbulu berwarna merah. Sedangkan kulit pada kaki berwarna oranye kemerahan.

Mandar gendang
 

Makanan burung utama burung mandar gendang ini adalah serangga, pucuk tanaman dan sagu dari batang sagu yang terbuka. Mandar gendang memiliki habitat asli di daerah semak sekitar rawa, daerah gambut, dan lahan basah dengan ketinggian mencapai 700 mdpl.

Mandar gendang pada beberapa literatur sering disebut sebagai salah satu burung yang paling tidak diketahui ihwalnya di Indonesia. Karenanya informasi tentang mandar gendang juga relatif sangat sedikit. sangat sedikit pengamat atau peneliti burung yang dapat mendokumentasikan spesies burung mandar gendang ini. Sebagai burung endemik, penyebaran mandar gendang sangat terbatas.

Mandar gendang sangat sensitif sehingga sangat susah didokumentasikan
 

Populasi mandar gendang tidak diketahui secara pasti. Namun diperkirakan pada tahun 2000 ada sekitar 2.000-9.999 ekor burung mandar gendang dewasa dengan tren populasi yang terus mengalami penurunan. Saat ini populasi burung mandar gendang termasuk dalam kategori VU (Vulnarable)/rentan berdasarkan IUCN Red List sejak tahun 1994.

Baca juga : Burung-madu, Mempunyai Suara Panggilan Unik Itu Termasuk Burung Dilindungi

Penurunan populasi burung mandar gendang dari tahun ke tahun tidak lepas dari pengaruh konversi lahan yang menyebabkan berkurangnya habitat bagi mandar gendang.Burung mandar gendang ini menuju kepunahan karena sering diburu dan tempat tinggalnya makin berkurang.

Populasi mandar gendang terus menurun dan masuk kategori rentan oleh IUCN Red List
 

Entah rusak atau beralihfungsi hingga habitatnya berkurang. Tempat berkembang biak maupun sumber makanannya pun terus menyusut. Tingkat ketergantungan mandar gendang dengan rawa dan lahan basah di hutan sangat tinggi. Mandar gendang juga memiliki sensitivitas sangat tinggi.

Segala jenis pembukaan hutan apapun bisa mengusir burung ini dari habitatnya. Namun disayangkan meski sudah masuk dalam daftar kategori rentan dalam IUCN Red List, burung mandar gendang belum dimasukkan ke dalam daftar jenis burung yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Mandar Gendang, Burung Endemik Maluku Utara itu Kian Terancam Punah

Tepus Gelagah, Burung Berkicau Endemik yang Kicau Uniknya Kerap Dijadikan Masteran

Tepus Gelagah (Timalia pileata) adalah jenis burung pengicau kecil dari famili Timaliidae. Di Indonesia, burung yang sering disebut Kaso-ka...