Senin, 29 Desember 2025

Bondol Haji, Pipit Unik Berpeci Putih yang Sering Dianggap Hama



Bondol Haji (Lonchura maja) merupakan salah satu jenis burung pipit yang cukup unik dan mudah dikenali. Burung ini sering dipanggil emprit kaji atau pipit haji. Diberi nama bondol haji karena kepalanya berwarna putih, seperti orang pakai peci putih haji. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama White-headed Munia.

Ukuran tubuh bondol haji hanya sekitar 11 cm (seukuran telunjuk orang dewasa). Burung bondol haji ini memiliki warna bulu dasar cokelat putih seperti burung bondol oto-hitam (L. ferruginosa) tetapi dengan warna yang lebih terang. Seluruh kepala dan tenggorokannya sendiri berwarna putih.


Bondol oto-Hitam (Lonchura ferruginosa)


Burung bondol haji muda memiliki bulu berwarna cokelat di bagian atas, sementara bagian bawah dan wajahnya berwarna kuning tua. Sementara bulu wajah berwarna kekuningan. Burung bondol haji muda juga dapat dilihat dari warna keputihan pada bagian belakang dan bawah telinga.

Baca juga : Pipit, si Mungilyang Berparuh Pendek dengan Variasi Warna Menawan yang Kerap Dianggap Hama

Iris burung bondol haji bercorak cokelat, paruhnya berwarna abu-abu kebiruan, sedangkan kakinya kebiruan pucat. Bentuk mata bondol haji bulat telur atau agak bundar dengan corak hitam pekat. Berkat keunikan warnanya, banyak orang tertarik memelihara burung pipit haji.


Bondol Haji menyukai daerah terbuka


Habitatnya tidak jauh berbeda dengan jenis bondol lain, bondol haji menyukai habitat terbuka, sering ditemui di lingkungan pedesaan dan kota, terutama di dekat persawahan atau tegalan. Burung ini juga menyukai lahan budidaya bersemak terbuka, kolam ikan, rawa-rawa, tepi jalan, tepian hutan terbuka dengan pohon yang telah ditebang, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun.

Sering bertengger untuk bermalam dan bersarang di pohon-pohon, tegakan palem, pinang atau semak yang tinggi. Di Sumatera, Jawa dan Bali, burung ini terdistribusi sampai pada kawasan berketinggian 1.500 meter di atas laut.

Dibandingkan jenis bondol lainnya, bondol haji memiliki sebaran lebih terbatas di Asia Tenggara. Habitat burung bondol haji berada di wilayah tropis. Populasinya menyebar mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi di Indonesia, serta Thailand, dan Vietnam Selatan. Bahkan, spesies ini telah diperkenalkan sampai ke Okinawa dan Osaka di Jepang.

Bondol haji akan membentuk kawanan dalam jumlah besar saat musim panen padi. Namun berpasangan dan terpencar-pencar saat musim kawin. Sering teramati bergerombol memakan bulir biji-bijian di semak rerumputan atau bahkan turun ke atas tanah. Kelompok ini umumnya lincah dan bergerak bersama-sama, sambil terus berbunyi-bunyi saling memanggil.


Bondol Haji menyukai bulir-bulir padi


Karena itu bagi sebagian orang spesies bondol haji dianggap sebagai hama. Padahal burung ini dapat menjadi perameter kualitas lingkungan, mengingat bondol haji cuma tinggal di area yang masih asri saja. Bondol haji berkembangbiak sepanjang tahun. Burung ini memiliki sarang berupa anyaman.

Baca juga : Finch, Burung KecilEksotis yang Populer di Seluruh Dunia

Sarang yang dibangun terbuat dari rerumputan yang ditumpuk serta tergulung seperti bola atau botol, diletakkan tersembunyi di antara daun-daun dan ranting. Bondol haji biasanya membuat sarang di batang pohon padi, tetapi tidak jarang juga ada yang membuat sarang di sela-sela tandan buah pisang.


Seekor Bondol Haji sedang membangun sarangnya


Masa kawin burung bondol haji di Asia Tenggara berlangsung umumnya antara Januari hingga September, dengan musim kawin spesifik di Jawa tercatat pernah terjadi pada bulan Februari, saat burung ini membentuk pasangan dan membangun sarang.

Telurnya berwarna putih sebanyak 4-6 butir dan akan menetas setelah dierami selama sekitar 14 hari. Baik induk jantan maupun betina akan mengerami telur-telur tersebut secara bergantian. Setelah menetas, anakan bondol haji akan tetap berada di dalam sarang dan dirawat serta diberi makan oleh induknya selama kurang lebih 15 hari.

Bondol Haji termasuk burung pemakan biji-bijian (granivore) atau seed eater terutama padi-padian dan biji dari berbagai jenis rumput lainnya. Walaupun bondol dewasa merupakan pemakan biji, namun anak-anak bondol lebih sering diberi makan serangga-serangga kecil seperti ulat dan belalang.

Kebiasaan memberi makan serangga mungkin sebagai mekanisme untuk mempercepat pertumbuhan anak, karena serangga memiliki kadar protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan biji-bijian. Setelah sekitar 15 hari, anakan burung bondol haji biasanya sudah cukup kuat untuk terbang dan mulai belajar mencari makan sendiri di lingkungan sekitar sarang.


Anakan Bondol Haji setelah berumur 15 hari siap meninggalkan sarangnya


Walau begitu, terkadang anakan bondol haji masih akan didampingi oleh induknya. Anak bondol haji yang masih belajar mencari makan memiliki warna tubuh yang berbeda dengan bondol haji dewasa. Warnanya hanya coklat polos diseluruh tubuh, anakan bondol haji belum memiliki kepala dan leher putih seperti kedua induknya.

Baca juga : Bondol Hijau, BurungPipit Eksotik yang Dianggap Hama Pertanian

Setelah beberapa lama, secara berangsur-angsur akan tumbuh bulu putih di kepala dan leher menggantikan bulu coklatnya yang rontok. Bondol haji dianggap dewasa (mature) ketika warna tubuhnya telah lengkap, yaitu memiliki kepala dan leher putih seperti pak haji. Populasi burung ini cukup melimpah sehingga oleh IUCN dikategorikan beresiko rendah dari kepunahan (Least Concern). Tidak termasuk dalam daftar Appendix CITES.


Bondol Haji remaja masih minta diloloh induknya


Genus Lonchura pertamakali diperkenalkan oleh Naturalis berkebangsaan Inggris William Henry Sykes pada tahun 1832 untuk menamai Bondol Peking Lonchura punctulata. Lonchura berasal dari bahasa Yunani “lonkhe” yang berarti kepala tombak dan “oura” yang bermakna ekor.

Burung bondol haji terdiri dari 2 subspesies, yaitu Lonchura maja maja, tersebar mulai dari Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Jawa, Bali hingga Sulawesi. Diintroduksi ke Okinawa dan Osaka di Jepang. Populasi di Kalimantan kemungkinan berasal dari burung peliharaan yang lepas. Dan Lonchura maja vietnamensis, tersebar di Thailand dan Vietnam selatan. (Ramlee)

 

Sumber : remen.id

Bondol Haji, Spesies Pipit Berpenampilan Unik

Sabtu, 27 Desember 2025

Latber Rutin AG Bird Farm Bangkalan, Agenda Rutin Tiap Bulan, Putin Raih Podium Pertama



Giat rutin Latihan Bersama AG Bird Farm Bangkalan kembali digelar. Kali ini kegiatan dihelat pada Minggu, 21 Desember 2025. Menempati lokasi di Gantangan AG BF Bangkalan Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan, acara berlangsung lancar tanpa hambatan. Satu partai yang dilombakan yakni kelas Bebas, dihadiri puluhan penghobi puter pelung.

“Hari ini Latber AG Bird Farm kembali kami gelar, lokasi yang dipakai masih tetap di Gantangan AG BF Bangkalan. Alhamdulillah peserta banyak memberikan dukungan dengan hadir di tempat acara,” terang H. Alif M. Nur selaku tuan rumah.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi bagi penghobi puter pelung di Bangkalan dan sekitarnya. Meski kegiatan ini dinilai sama dengan agenda sebelumnya, namun yang membedakannya ini adalah jumlah peserta yang semakin membludak.


Penjemuran kontestan sengaja dilakukan agar mampu tampil maksimal di gantangan


“Jumlah peserta kali ini lebih ramai dari sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa apa yang sudah kami upayakan mendapatkan dukungan dan respon bagus dari rekan-rekan,” ungkap H. Alif. Setidaknya dengan jumlah peserta yang semakin bertambah, maka panitia juga akan berusaha melakukan peningkatan pelayanan.

Sehingga peserta merasa puas dan nyaman berlomba di tempat tersebut. Terlebih lagi dari data yang masuk, peserta yang hadir tidak hanya dari Bangkalan saja. Tetapi ternyata sudah merambah ke daerah lain seperti Sampang, Pamekasan, dan Surabaya.


Latber AG BF dihadiri juga peserta dari luar Bangkalan


“Hari ini ternyata datang juga teman-teman dan pengobi puter pelung dari Sampang, Pamekasan, dan Surabaya,” ujar H. Alif yang juga sebagai pemilik AG Bird Farm. Lebih lanjut disampaikan bahwa kelas yang dibuka memang masih hanya kelas Bebas saja.

Namun diharapkan juga bahwa nantinya, kegiatan ini akan menambah jumlah kelas, sehingga bisa memenuhi kebutuhan peserta untuk memilih kelas mana yang akan diikuti. Keinginan itu sudah terbersit dalam pikiran panitia, namun menunggu moment yang pas dan perkembangan kegiatan yang rutin tergelar.

“Memang sengaja tidak banyak kelas yang dilombakan,” sambung H. Alif. Namun yang terpenting dalam kegiatan ini adalah jalinan silaturrahmi sekaligus dapat memberikan wadah bagi puter pelung mania khususnya pemula untuk berkegiatan.

“Seperti kegiatan-kegiatan Latber AG BF sebelumnya, acara hari ini kami tetap berharap para pemula hadir meramaikan. Dengan demikian mereka bisa mendapatkan tempat untuk terus menyalurkan hobi puter pelungnya,” tambah H. Alif.


H. Alif terus berupaya meramaikan hobi puter pelung di Bangkalan khususnya


Misi kegiatan AG Bird Farm ini memang dikhususkan untuk meramaikan kembali hobi anggungan puter pelung yang terasa tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan panitia mendatangkan peserta lebih banyak, diikuti pula kesuksesan panitia mengemas acara.

Seperti pada kegiatan hari itu. Dengan tiket sebesar Rp 25 ribu, penggila juga penghobi puter pelung bisa menikmati jalannya acara dan bisa berlomba menurunkan puter pelung orbitannya. Panitia telah menyediakan piala, piagam, dan sembako bagi juaranya.


Para penghobi tertib menikmati jalannya acara dari pinggir lapangan


“Acara Latber hari ini adalah melatih burung agar bisa diketahui seberapa bagus kualitasnya, sehingga bisa mengukur kemampuan untuk tarung ke even selanjutnya baik di Madura maupun di daerah lain bahkan jika bisa event yang lebih besar,” jelas H. Alif.

Disampaikan juga, bahwa kegiatan ini harus dimanfaatkan betul untuk memberikan ruang kepada puter pelung mania untuk lebih eksis. Diharapkan pula agar peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik tanpa ada gangguan.

“Saya himbau agar peserta tidak sampai mengeluarkan teriakan yang bisa menggangu peserta lain dan juri yang bertugas agar penilaian bisa berjalan lancar sesuai dengan kualitas anggung para kontestan.” Himbauan itu dijalankan dengan baik, semua yang hadir benar-benar menikmati jalannya acara.

Seperti halnya pengakuan Waris peserta asal Pamekasan. “Acara hari ini di Gantangan AG BF sangat menyenangkan. “Lomba non teriak, pokoknya sangat memuaskan. Semoga menjadi rutinitas tiap bulan dan semoga puter pelung tambah ramai khususnya di Madura Jawa Timur,” harap Waris.


Juara tiga besar Latber AG Bird Farm


Dari dalam arena, persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung seru. Ada tiga babak penjurian yang dilaksanakan. “Penilaian dimulai jam 09.00, dengan sistem 3 babak dengan durasi masing-masing babak selama 20 menit. Kita berlakukan seperti itu karena mengingat sikon yang sedang musim hujan,” tutur H. Alif.

Proses penjurian berlangsung dalam kondisi aman. Cuaca cerah nampaknya juga memberikan dukungan penuh. Dari awal babak pertama sampai ketiga gantangan no 09, 15, dan 18 mampu menampilkan suara terbaiknya disusul gantangan 04 dan 25. Sedangkan gantangan 09 dan 15 sempurna mendapatkan bendera 4 warna 3 kali dan disusul gantangan 18 mendapatkan bendera 4 warna 2 kali.


H. Alif (tengah) bersama para peserta


Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Juara pertama berhasil menjadi milik Putin amunisi Waris Pamekasan, puter pelung bergelang Joko Tingkir 48 yang berada di nomor gantangan 9. Kemudian Bos Muda dengan ring Yusli 202 andalan H. Yusuf Bangkalan, yang berada di nomor gantangan 15. Dan tempat ketiga dimenangkan Barbara orbitan Waris lainnya, dengan ring Eton 614 yang berada di nomor gantangan 18.

Sebagian dari peserta yang hadir hari itu berencana akan ke event Puter Pelung Spesial Tahun Baru pada 18 Januari 2026 di Probolinggo. “Insya’ Allah sebagian teman dari Madura akan meluncur ke Probolinggo,” tegas H. Alif di akhir acara. (Ramlee/AG)





Rabu, 24 Desember 2025

Jeruk Purut, Berkulit Kasar Beraroma Tajam yang Kaya Manfaat



Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) merupakan salah satu jenis jeruk yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini memiliki ciri khas kulit yang kasar dan berbenjol serta aroma yang sangat tajam dan menyegarkan. Tidak hanya buahnya, daun jeruk purut juga sangat populer digunakan dalam berbagai masakan tradisional karena mampu memberikan aroma khas yang menggugah selera.

Nama “hystrix” mempunyai arti “landak” yang mengacu pada duri-duri pada batangnya. Dalam bahasa Inggris jeruk ini dikenal sebagai kaffir lime. Jeruk purut di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan beberapa nama berbeda. Penyebutan itu antara lain, unte mukur atau uunte pangir (Batak), lemau purut, lemau sarakan (Lampung), lemao puruik (Minangkabau), dan dema kafalo (Nias).

Tumbuhan ini secara alami tersebar di Indocina dan Malesenia. Daerah sebarannya meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Nepal, dan Bangladesh. Sehingga bisa dikatakan jeruk purut merupakan salah satu tumbuhan buah asli Indonesia.


Bibit pohon jeruk purut


Tumbuhan dan buah jeruk purut mudah dikenali. Jeruk purut banyak ditanam oleh masyarakat di pekarangan rumah muapun kebun. Jeruk purut termasuk kedalam subgenus Papeda karena bentuknya yang berbeda dengan jenis jeruk yang ada di pasaran. Tumbuhan ini berbentuk perdu atau pohon kecil.

Baca juga : Jeruk Bali, tapi Bukan dari Bali Jeruk Sumber Vitamin C dan Kalsium

Tumbuh rendah dengan tinggi sekitar 3-6 meter. Namun apabila dibiarkan tumbuh secara alami bisa mencapai tinggi 12 meter. Berbatang bengkok dan bercabang rendah tidak beraturan. Batang yang sudah berumur tua berwarna hijau, bulat polos dan berbintik kecil-kecil. Rantingnya berduri kecil dan bersudut tajam.


Bentuk daun jeruk purut seperti angka 8


Daunnya berwarna hijau tua, mengkilap, dan permukaan bawah hijau muda atau kekuningan, buram, jika diremas baunya harum. Biasanya daunnya tumbuh berpasangan dan seperti angka delapan. Tangkai daun sebagian melebar menyerupai anak daun.

Helaian anak daun berbentuk bulat sampai lonjong, pangkal membundar atau tumpul, ujung tumpul sampai meruncing. Panjangnya 8-15cm dan lebarnya 2-6 cm dan kedua permukaan licin dengan bintik-bintik kecil berwarna jernih. Terdapat lembaran daun (petiolus) kecil yang terletak dekat dengan tangkai daun.

Tetapi, ada juga yang tidak memiliki petiolus. Permukaan daun sekilas terlihat mengkilat. Ini terjadi karena permukaan daun dilapisi oleh kutikula yang mengandung sedikit pectin, sehingga tetesan air hujan cepat meluncur. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bias bertahan selama sekitar satu minggu.

Bunganya berbentuk bintang, berwarna putih kemerah-merahan atau putih kekuning-kuningan. Bentuk buahnya bulat, kulitnya hijau dengan permukaan kulit yang bergelombang dan kasar. Rasanya asam agak pahit. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.


Bunga jeruk purut


Beberapa bahan kimia yang terdapat pada jeruk purut, di antaranya daun minyak asiri 1—1,5%; steroid triterpenoid; dan tanin 1,8%. Kulit buah mengandung saponin, tanin 1%, steroid triterpenoid, dan minyak asiri dengan kandungan sitrat 2—2,5% Sementara itu, efek farmakologis jeruk purut, di antaranya antispasmodik dan antiseptik.

Baca juga : Kapulaga, Ratu Rempah Mempunyai Manfaat yang Luar Biasa

Kandungan sintronelal yang sangat tinggi menjadi salah satu kelebihan minyak jeruk purut di bidang industri, khususnya industri farfum dan kosmetik. Minyak dengan kandungan sintronelal yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk isolasi sintronelal.


Kulit buah jeruk purut bertekstur kasar


Sintronelal hasil isolasi kemudian diubah menjadi bentuk esternya seperti hidroksi sitronelal atau mentol sintesis. Ester yang dihasilkan dengan cara ini umumnya bersifat statis dan sangat baik digunakan sebagai zat pewangi sabun dan parfum yang bernilai tinggi. Mentol sintesis dapat digunakan sebagai obat gosok, pasta gigi dan obat pencuci mulut. Bentuk ester dari sintronelal dapat digunakan sebagai insektisida.

Minyak atsiri jeruk purut dapat digunakan sebagai flavour alami pada bahan pangan. Penggunaan minyak jeruk purut sebagai flavor dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kelompok flavor larut air dan flavor yang larut lemak. Flavor jeruk purut yang larut dalam air dapat digunakan sebagai flavoring pada soft drink dan minuman teh beraroma jeruk.

Sedangkan flavor jeruk purut yang larut lemak dapat digunakan pada jenis masakan seperti tom yam soup, kue, produk-produk bakeri dan produk-produk coklat. Manfaat komponen aktif minyak atsiri ini dalam industri makanan sebagai penyedap dan penambah cita rasa, dalam farmasi sebagai anti nyeri dan anti bakteri, dalam industri bahan pengawet sebagai insektisida, dalam industry kosmetik dan personal care products yaitu sebagai bahan aktif sabun, pasta gigi, lotion, skin care, serta produk kecantikan.

Jeruk purut termasuk suku Rutaceae yang berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Daun jeruk purut mengandung sabinena dan limonene yang berguna untuk kosmetik, aromaterapi pencuci rambut, antelmintik, obat sakit kepala, nyeri lambung, dan biopestisida. Daunnya juga sering digunakan sebagai rempah yang berfungsi untuk memberi aroma yang khas pada masakan.


Nasi gurih daun jeruk purut


Minyak atsiri daun jeruk purut disebut kaffir lime oil yang banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, flavor, parfum, pewarna. Misalnya dalam industri pangan banyak digunakan sebagai pemberi cita rasa dalam produk olahan.

Baca juga : Kemuning, Tanaman yang Bunganya Berbau Sangat Harum dan Berkhasiat yang Kian Langka

Daun jeruk purut mengandung alkaloid polifenol, α-tokoferol, minyak atsiri, tannin, steroid triterpenoid, sitronellal, flavanoid sianidin, myricetin, peonidin, quercetin, luteolin, hesperetin, apigenin, dan isorhamnetin. Senyawa kimia yang dominan ada pada bagian-bagian tanaman jeruk adalah flavanoid dan minyak atsiri.


Minyak atsiri jeruk purut


Dibalik manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan, ternyata juga ada yang merasakan sebaliknya. Sebagian kecil ada yang mengalami alergi kulit akibat penggunaan daun jeruk purut. Serta bagi yang tidak cocok dengan jeruk purut akan menunjukan tanda-tanda seperti gatal-gatal, muntah, mulas, masalah pencernaan, kesulitan menelan dan lain sebagainya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Jeruk Purut, Berkulit Keriting Beraroma Tajam yang Sarat Khasiat



Sabtu, 20 Desember 2025

Latbernil GM 2 Semarang, Fasilitasi Kwok Mania untuk Bangkit Ramaikan Hobi, Lorenzo Tampil Dominan dan Korowelang Juara Pemula



Latihan Bersama Dinilai Seni Suara Burung puter Pelung GM 2 yang dihelat pada Minggu, 14 Desember 2025 di Gantangan GM 2 samping RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang berlangsung meriah. Sebanyak 56 peserta yang terbagi atas kelas Bebas dan kelas Pemula ikut ambil bagian dalam perebutan posisi kejuaraan.

“Terus terang kami tidak pernah menargetkan peserta harus mencapai angka berapa, yang penting acara sukses tanpa kendala. Kami tidak muluk-muluk karena ini adalah lomba perdana bagi kami di tahun 2025,” jelas Surya Panindra, selaku panitia. Namun yang datang diluar ekspektasi panitia.

Awalnya kegiatan ini diniatkan hanya sekedar ajang silaturahmi para penghobi puter pelung di Semarang yang telah lama tidak pernah lagi berkumpul. Ajakan ini disampaikan oleh Awaludin Syah, Ketua Panitia setelah bertemu dengan dr. Hartono, sesepuh anggungan Kota Semarang.


Latbernil GM 2 hadir setelah Semarang lama vakum dari kegiatan


Akhirnya ajakan sekedar gantang dan kumpul bareng berubah jadi latihan bersama dinilai (Latbernil), dengan menghadirkan juri atas desakan para penghobi yang merasa sudah terlalu lama tidak pernah lagi melombakan burung gacoan mereka. “Dan hari ini kami menggelar acara Latihan Bersama Dinilai dengan tujuan untuk tetap memberikan wadah dan semangat bagi teman-teman agar bisa menyalurkan hobi puter pelungnya,” terang Surya.

Disampaikan juga bahwa dengan adanya acara ini diharapkan bisa tetap menumbuhkan keinginan rekan-rekan agar bisa terus eksis menekuni hobinya. “Kegiatan ini juga dimaksudkan agar teman-teman disini bisa tahu bagaimana perkembangan burung miliknya, sehingga ada catatan khusus apakah bisa dan layak untuk diikutkan lomba yang lebih besar atau tidak,” sambung Surya.


Penghobi dari luar Semarang ikut maramaikan Latbernil GM 2


Ditambahkan pula bahwa agenda ini untuk melanjutkan rutinitas yang sempat terhenti. Sebelumnya ada wacana untuk menggelar acara besar di tahun 2025. Nyatanya hingga menjelang berakhirnya tahun 2025 malah belum pernah menggelar kegiatan sama sekali. Atas permintaan dari penghobi, dirancanglah Latbernil GM 2.

Gantangan GM 2 pun menjadi lokasi yang dipilih untuk setiap kegiatan, karena kapasitas gantangan yang memadai. Kembalinya GM 2 sebagai titik pilihan puter pelung mania Semarang dan sekitarnya menjadi pertanda baik bahwa Semarang kini siap mengembalikan aktifitasnya seperti semula.

Sejak pembukaan acara, antusiasme peserta sudah terasa kuat. Tepuk tangan meriah dan ekspresi kegembiraan peserta mengiringi sambutan panitia saat membuka acara, menandai dimulainya rangkaian lomba. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Semarang, tetapi juga dari luar daerah seperti Purworejo dan Kendal.

Kehadiran peserta lintas daerah tersebut semakin menambah semaraknya Latbernil GM 2 Semarang. Dan menunjukkan tingginya minat serta kecintaan komunitas terhadap lomba burung puter pelung, meskipun hanya berskala latbernil saja.


Suasana lomba selama empat babak


Surya mengaku sempat kuatir akan kelancaran acara yang sudah direncanakan dengan baik tersebut. Hujan deras mengguyur daerah sekitar gantangan sejak siang hari. Untungnya menjelang senja hujan pun berhenti, bahkan berubah cerah ketika memasuki malam hari.

Dan meski digelar pada hari Minggu malam, dimana esoknya semua harus beraktifitas kembali, namun antusias peserta untuk mengikuti gelaran ini luar biasa. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para penghobi untuk tetap berangkat menuju gantangan. Sepertinya mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menyalurkan hobi puter pelungnya.


Persaingan ketat menuju juara terjadi di setiap babak


“Alhamdulillah semua kelas yang kami buka, penuh hanya menyisakan empat gantangan saja. Kami melaksanakan kedua kelas dalam satu sesi lomba saja karena waktu yang tidak memungkinkan,” ungkap Surya. Lomba dimulai ketika hari beranjak malam. Dalam suasana hening di malam hari minim deru kendaraan, suara puter pelung begitu jelas terdengar.

Para peserta yang hadir begitu antusias bercengkerama sambil memantau gacoannya berbunyi. Saling berbagi pengalaman baik merawat burung lomba hingga beternak. Karena latbernil ini bukan sekedar mencari juara tetapi yang utama adalah latihan dan membangun silaturahmi.

Sepanjang jalannya lomba, suasana berlangsung tertib sesuai aturan. Peserta diwajibkan untuk tetap tenang dan tidak berteriak saat burung berlaga. Sorak-sorai dan tepuk tangan baru terdengar setiap kali juri mengumumkan berakhirnya masing-masing babak, mulai dari babak pertama hingga babak keempat. Momen-momen inilah yang menjadi pelepas ketegangan sekaligus penanda sengitnya persaingan di setiap kelas.

Di kelas Bebas, persaingan berlangsung sangat ketat. Saling kejar perolehan bendera 5 warna hampir di setiap babak. Hal ini disebabkan karena dalam acara kemarin, hanya digunakan penilaian hingga bendera 5 warna saja, sementara bendera 6 warna tidak digunakan mengingat status acara hanya latbernil. Kondisi ini membuat selisih nilai antar burung menjadi sangat tipis dan menuntut konsistensi maksimal dari setiap peserta.


Juara di kelas Bebas


Nama Lorenzo (Arahiwang 008) milik Arahiwang Bird Farm Purworejo tampil dominan dan konsisten sejak babak awal hingga akhir. Lorenzo terlibat duel ketat dengan Gatoloco (Bondorukem 666) dari Bondorukem Semarang, yang silih berganti mengamankan nilai tertinggi di beberapa babak.

Kejar-kejaran nilai 5 warna ini membuat kelas Bebas menjadi salah satu kelas paling menarik untuk disaksikan. Hingga akhirnya, Lorenzo dinyatakan sebagai juara 1 di kelas Bebas. Posisi ke-2 diraih oleh Gatoloco, sementara tempat ke-3 direbut Shakira (JSP 43) milik Arahiwang Bird Farm.


Krida Tya Yudha bersama Om Hengky dan dr Hartono


Di kelas Pemula, persaingan tak kalah sengit. Kejar-kejaran bendera 4 warna terjadi di setiap babak. Setelah pengumuman resmi, Korowelang (DMT 313) keluar sebagai juara 1, disusul Blandring (Arahiwang 034) di posisi ke-2, dan Bintang Timur (7BF 1931) dari Purworejo sebagai posisi ke-3. Korowelang menjadi kejutan di kelas Pemula, Arifin sang pemilik pun tidak menyangka gacoannya tampil apik, maklum selama mengikuti lomba tidak pernah ada di daftar juara.

Dalam kesempatan tersebut dr. Hartono turut memberikan komentar terkait hasil lomba. Ia menegaskan bahwa meskipun ini hanyalah latbernil, burung yang keluar sebagai juara di kelas Bebas menunjukkan kualitas juara sejati. “Ini memang latbernil, tetapi puter pelung yang juara benar-benar sang juara sejati. Kualitasnya sangat bagus,” ujarnya memuji.



Pemilik Lorenzo, Krida Tya Yudha dari Arahiwang Bird Farm Purworejo, mengungkapkan bahwa motivasinya datang ke Semarang adalah untuk ikut meramaikan acara Latbernil GM 2 sekaligus menumbuhkan semangat komunitas puter pelung di daerah tersebut. Ia menegaskan tidak pernah membedakan besar kecilnya sebuah event. Selama jarak terjangkau dan ada waktu, ia akan hadir.

Latbernil GM2 Semarang pun ditutup dengan pembagian piala dan sesi foto bersama. Gelaran ini diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan serta meramaikan dunia lomba puter pelung, baik di tingkat lokal maupun nasional. dr Hartono juga berkeinginan agar di tahun 2026 acara semacam ini dibuat berkelanjutan. (Ramlee/KTY)


Jumat, 19 Desember 2025

Paok, Burung Berbulu Indah yang Malas Terbang



Burung Paok merupakan kelompok burung dalam famili Pittidae yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australasia. Burung Paok terkenal dengan warna bulunya yang cerah dan kebiasaannya mencari makan di lantai hutan. Kebanyakan tinggal di hutan primer atau sekunder, dan beberapa spesies dapat ditemukan di hutan bakau atau perkebunan.

Burung Paok memiliki jenis yang sangat banyak. Tidak kurang ada 44 spesies Paok, semuanya memiliki penampilan dan kebiasaan umum yang serupa. Kebanyakan spesies Paok berada di daerah tropika, beberapa spesies dapat ditemukan di daerah beriklim sedang.

Burung Paok sangat suka hidup di atas tanah dan kebanyakan terlihat sendiri. Biasanya mencari makan di lantai hutan basah di daerah dengan tutupan tanah yang baik. Burung Paok memakan cacing tanah, siput, serangga, serta vertebrata kecil yang dicari di sisa-sisa dedaunan atau di dalam tanah.


Burung Paok termasuk burung yang malas untuk terbang


Burung Paok termasuk burung berkicau berukuran kecil hingga sedang, dengan ukuran panjang berkisar 15 cm sampai 29 cm. Beratnya berkisar antara 42 hingga 210 g. Burung Paok memiliki perawakan kekar dengan tarsi (tulang tungkai bawah) yang panjang dan kuat serta kaki yang panjang.

Baca juga : Kasuari, Spesies Burung Paling Berbahaya di Dunia dari Hutan Papua

Warna tungkai dan kaki dapat sangat bervariasi bahkan dalam satu spesies. Burung Paok mempunyai sayap utama yang umumnya bulat dan pendek. Tidak seperti burung lainnya yang lebih suka bertengger di dahan-dahan pohon, burung Paok malas untuk terbang. Tetapi burung paok mampu dan bahkan merupakan penerbang yang kuat.


Paok, burung pemburu cacing


Tidak seperti kebanyakan spesies burung dasar hutan lainnya, bulu Paok sering kali berwarna cerah dan berwarna-warni. Hanya satu spesies, yakni Paok bertelinga, yang memiliki warna samar pada burung dewasa baik yang jantan maupun yang betina.

Dalam genus yang sama, Hydrornis, terdapat tiga spesies lain dengan bulu yang lebih kusam yaitu Paok bertengkuk biru, Paok berpantat biru, dan Pitta bertengkuk karat. Seperti Hydrornis pitta lainnya, bulu Paok dimorfik secara seksual, betina cenderung lebih kusam dan lebih samar dibandingkan jantan.

Secara umum penampilan jantan maupun betina cenderung sangat mirip atau bahkan identik. Sebagian besar burung Paok mempunyai warna-warna cerah, dengan bercak atau area berwarna cerah di pantat, sayap, dan bulu ekor atas yang dapat disembunyikan.

Burung Paok mampu menyembunyikan warna-warna cerahnya dari atas. Hal ini sangatlah penting karena sebagian besar predator burung Paok seringkali mendekat dari arah atas. Burung Paok bersifat diurnal, membutuhkan cahaya untuk menemukan mangsanya yang sering kali tidak terlihat.


Induk Paok sedang meloloh anaknya


Namun burung Paok sering ditemukan di daerah yang lebih gelap dan sangat tertutup. Burung Paok umumnya ditemukan sebagai burung tanpa pasangan. Bahkan burung Paok muda tidak berkumpul dengan induknya kecuali saat diberi makan. Satu-satunya pengecualian untuk gaya hidup menyendirinya adalah saat migrasi yang membentuk kelompok kecil.

Baca juga : Gosong Saobi, Satwa Langka Mirip Maleo dari Pulau Saobi Madura

Paok sangat teritorial, dengan luas wilayah yang bervariasi mulai dari 3.000 m2 sampai 10.000 m2. Burung ini juga ditemukan sangat agresif di penangkaran, menyerang spesies lain dan bahkan spesiesnya sendiri. Perilaku seperti itu belum terlihat di alam liar. Paok akan melakukan menunjukkkan sikap garang untuk mempertahankan wilayahnya.


Paok bidadari (Pitta nympha)


Salah satu tampilan teritorial tersebut diberikan oleh Paok pelangi, yang menjaga kakinya tetap lurus dan membungkuk ke arah lawannya di wilayahnya, sambil mengeluarkan suara mendengkur. Tampilan seperti ini dipasangkan dengan panggilan yang dilakukan tanpa terlihat oleh calon pesaing. Kicauan teritorial ini sering terjadi dan dapat mencapai hingga 12% dari aktivitas siang hari seekor burung. Spesies yang bermigrasi akan mempertahankan wilayah mencari makan selain wilayah berkembangbiaknya.

Vokalisasi paok paling tepat digambarkan sebagai panggilan, karena umumnya pendek, tunggal atau bersuku kata dua, dan sering kali beralur atau berputar. Salah satu spesies, yakni Paok hitam-merah, juga digambarkan mengeluarkan suara mekanis (sonasi). Sonasi tersebut semacam suara tepuk tangan, yang dihasilkan saat terbang dan diperkirakan dihasilkan oleh kepakan sayap.

Paok bersifat monogami hanya satu pasangan seumur hidupnya. Paok betina bertelur hingga enam telur di sarang berbentuk kubah besar di pohon atau perdu, atau terkadang di tanah. Kedua induknya yang akan merawat anak-anaknya. Sebagian besar spesies Paok berkembangbiak secara musiman. Paok akan akan mengatur waktu perkembangbiakannya pada permulaan musim hujan.

Pengecualian untuk hal ini adalah Paok Agung, yang berkembang biak hampir sepanjang tahun, karena pulau Manus tempat berkembangbiaknya tetap basah sepanjang tahun. Perilaku mencari pasangan burung ini kurang diketahui. Namun ada semacam tarian rumit pada Paok Afrika termasuk melompat ke udara dengan dada membusung dan terjun payung kembali ke tempat bertengger.


Paok hijau (Pitta sordida)


Paok membangun sarang sederhana berupa kubah dengan pintu masuk samping. Sarangnya sebesar bola, dan biasanya tersamarkan dengan baik di antara tanaman merambat atau tumbuh-tumbuhan. Penampakan sarangnya juga sulit dibedakan dengan tumpukan daun yang berserakan. Beberapa spesies membuat “keset” dari tongkat (terkadang dihias dengan kotoran di dekat pintu masuk.

Baca juga : Delimukan Zamrud, Burung Penyebar Biji dan Pengendali Serangga Hutan

Sarangnya bisa diletakkan di tanah atau di pohon. Beberapa spesies selalu bersarang di pepohonan, seperti kedua spesies di Afrika, spesies lainnya hanya bersarang di tanah, dan spesies lainnya menunjukkan variasi yang cukup besar. Paok jantan dan betina saling membantu dalam membangun sarang.


Paok kepala biru (Hydrornis baudii)


Dibutuhkan sekitar dua hingga delapan hari untuk membangun sarang baru. Diperkirakan spesies Paok dengan tingkat pemangsaan yang lebih tinggi cenderung memiliki sarang yang lebih kecil, dan sarang yang lebih kecil lebih mudah diganti jika hilang.

Beberapa spesies burung Paok, termasuk Paok pancawarna, dilindungi oleh peraturan pemerintah di Indonesia, sehingga perdagangan dan pemeliharaannya dilarang. Ancaman utama bagi Paok adalah hilangnya habitat dalam bentuk penggundulan hutan yang cepat, juga menjadi sasaran perdagangan satwa liar. Burung Paok populer di kalangan pecinta burung karena kecantikan bulunya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Paok, Burung Cantik yang Pemalu



Selasa, 16 Desember 2025

Srigunting, Si Hitam Peniru Suara Ulung di Alam Liar



Srigunting (Dicrurus spp.) merupakan salah satu burung yang dikenal karena kecerdasannya dalam menirukan suara dan penampilannya yang anggun. Srigunting termasuk burung kicau berpenampilan eksotis yang mudah dikenali dari ekor panjang bercabang yang mirip gunting.

Srigunting, atau drongo dalam bahasa Inggris, merupakan salah satu jenis burung pengicau yang hidup di wilayah tropis. Setidaknya ada 26 spesies Srigunting yang hidup di wilayah tropis Asia, Afrika, dan Eropa. Burung Srigunting masih berada dalam spesies Dicruridae.

Terdapat dua genus dari spesies tersebut, yakni Chaetorhynchus serta Dicrurus. Persebarannya kerapkali ditemukan pada wilayah Afrika, Australia, dan juga Asia. Di Indonesia, persebarannya banyak berlokasi di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah Wallacea dan Nusa Tenggara.


Srigunting sedang berburu serangga


Pesona burung Srigunting sebagai hewan dengan kicauan merdu memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Srigunting juga dikenal sebagai burung yang pintar menirukan suara burung lain. Bahkan, burung ini sering disebut sebagai burung peniru ulung di dunia kicau.

Baca juga : Burung Beo, Fauna yang Bisa Menirukan Suara yang Didengarnya

Burung Srigunting dapat ditemukan di berbagai jenis habitat, tergantung pada spesiesnya. Burung ini biasanya tinggal di hutan hujan tropis, hutan pegunungan, semak belukar, hingga area terbuka seperti padang rumput dan perkebunan. Umumnya burung ini senang tinggal di perkebunan, rawa-rawa, hingga daerah hutan misalnya bakau dan mangrove.


Induk Srigunting sedang meloloh anak-anaknya


Srigunting memiliki kemampuan beradaptasi dengan ketinggian yang berbeda-beda. Sebagian besar spesies ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Namun, beberapa spesies seperti Srigunting Jambul-rambut (Dicrurus hottentottus) dapat hidup di hutan pegunungan hingga ketinggian 1.770 meter dpl.

Adaptasi ini memungkinkan burung jenis ini untuk menjangkau berbagai wilayah geografis. Penyebaran geografis yang luas ini menunjukkan kemampuan Srigunting untuk beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan. Burung Srigunting cenderung memilih habitat dengan vegetasi yang cukup rimbun untuk bertengger dan berburu mangsa.

Bahkan sering terlihat bertengger di cabang pohon tinggi atau semak-semak untuk mengintai serangga yang menjadi makanan utama Srigunting. Vegetasi ini juga memberikan perlindungan dari predator serta tempat untuk bersarang selama musim kawin.

Sebagian besar spesies Srigunting didominasi warna hitam pekat yang mengilap. Kilau metalik ini bisa berwarna kebiruan atau kehijauan saat terkena cahaya, memberikan kesan yang gagah dan elegan. Meskipun beberapa spesies memiliki variasi warna lain, hitam legam adalah ciri paling umum.


Srigunting hitam (Dicrurus macrocercus)


Ciri paling ikonik dari Srigunting adalah ekornya yang panjang dan bercabang dalam, menyerupai gunting. Bentuk ekor ini sangat khas dan menjadi asal muasal namanya. Ekor ini berfungsi sebagai kemudi untuk bermanuver lincah di udara saat berburu serangga.

Baca juga : Cendet, Burung Predator yang Pandai Berkicau Favorit Para Penghobi

Srigunting memiliki postur tubuh yang atletis, ramping, namun tegap saat bertengger. Burung ini seringkali memilih dahan terbuka sebagai tempat favoritnya, memamerkan siluet tubuhnya yang khas. Posisi ini juga menjadi titik strategis untuk mengawasi mangsa dan wilayah kekuasaannya.


Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus)


Paruh Srigunting relatif tebal, kuat, dan ujungnya sedikit melengkung ke bawah. Desain paruh ini sangat efektif untuk menangkap dan menahan serangga yang merupakan pakan utamanya. Beberapa spesies yang lebih besar bahkan mampu memangsa hewan vertebrata kecil.

Srigunting dikenal memiliki repertoar suara yang sangat luas. Kicauannya bervariasi mulai dari siulan merdu, suara panggilan yang keras dan tajam, hingga suara berderit atau sengau yang unik. Variasi ini menunjukkan kompleksitas vokalnya yang tinggi.

Salah satu kemampuan paling mengagumkan dari srigunting adalah meniru suara burung lain atau mimikri. Srigunting sering meniru panggilan alarm spesies lain untuk menakut-nakuti mereka dan mencuri makanannya. Kemampuan mimikri yang cerdas ini menunjukkan tingkat inteligensi yang tinggi.

Selama musim kawin, habitat burung Srigunting menjadi lebih spesifik karena mereka membutuhkan tempat untuk membangun sarang. Sarang mereka biasanya dibuat dari ranting kecil dan daun-daunan kering yang ditempatkan di cabang pohon rendah atau semak-semak rimbun.


Srigunting jambul rambut (Dicrurus hottentottus)


Musim kawin Srigunting biasanya terjadi pada musim semi atau awal musim hujan tergantung pada lokasi geografisnya. Selama musim kawin, jantan akan menunjukkan atraksi berupa kicauan khas dan gerakan ekor untuk menarik perhatian betina.

Baca juga : Kakatua, Burung Cerdas yang Nasibnya Merana

Sarang mereka berbentuk cawan kecil yang dibuat dari ranting-ranting halus dan daun kering di cabang pohon rendah. Betina biasanya bertelur 2–4 butir telur yang dierami selama sekitar 14–21 hari sebelum menetas. Tempat bersarang ini harus aman dari gangguan predator untuk melindungi telur dan anak-anaknya.


Srigunting sharpe (Dicrurus sharpei)


Kerusakan habitat adalah salah satu ancaman terbesar bagi populasi burung srigunting. Deforestasi untuk pembukaan lahan pertanian atau perkebunan telah mengurangi luas hutan yang menjadi rumah bagi burung ini. Selain itu, urbanisasi dan aktivitas manusia lainnya juga berkontribusi pada hilangnya habitat alami Srigunting.

Melindungi habitat burung Srigunting memerlukan upaya konservasi yang melibatkan berbagai pihak. Reboisasi dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan sangat penting untuk memastikan keberlangsungan habitat burung ini. Selain itu, penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal seperti perburuan liar juga perlu ditingkatkan untuk melindungi populasi burung ini. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Srigunting, Burung Berpenampilan Eksotis yang Cerdas


Senin, 15 Desember 2025

Bunga Camelia, Bunga Cinta yang Sering Digunakan dalam Perawatan Kulit



Bunga Camelia (Kamelia) merupakan tanaman hias berbunga yang berasal dari Asia. Tanaman ini dikenal dengan bunganya yang mempunyai kelopak pendek, lebar, dan mahkota bunga terlihat unik dengan bentuknya yang membulat. Bunga ini memiliki makna simbolis cinta abadi karena kelopaknya cenderung jatuh bersamaan saat layu, berbeda dengan bunga lain yang gugur satu per satu.

Bunga Camelia telah lama menjadi favorit di kalangan pecinta tanaman karena keindahan dan keanggunannya. Dengan lebih dari 30.000 kultivar atau spesies, Camelia memberikan pilihan yang hampir tak terbatas bagi para penggemar tanaman hias. Bunga Camelia ini sangatlah populer dan dihormati di wilayah China bagian Barat Daya.

Bunga ini merupakan bunga nasional Dai Li. Bahkan di Jepang mendapatkan julukan “Japanese Rose”. Pada zaman dahulu, para wanita Jepang sering menggunakan minyak dari bunga ini untuk menyehatkan rambut mereka, maka tidak heran jika rambut perempuan Jepang sangatlah lembut seperti sutra.


Bunga Camelia sepintas mirip bunga mawar


Camelia , disebut juga kayucu atau kamelia adalah sebuah genus tanaman berbunga dalam famili Theaceae (Suku teh-tehan). Genus tanaman ini dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis di Asia Timur dan Asia Selatan, serta dari timur Himalaya menuju Jepang dan Indonesia. Ada lebih dari 220 spesies tanaman dalam genus ini yang telah dideskripsikan.

Baca juga : Bunga Mawar Salah Satu Flora Tertua di Dunia

Bunga Camelia dapat ditemukan di ketinggian hampir 5.000 kaki. Tanaman ini umumnya ditemukan pada area hutan atau perkebunan yang teduh (tertutup vegetasi lebat), semi teduh (vegetasi sedang), atau tanpa naungan. Tanaman ini tumbuh di daerah yang sejuk, di tanah yang lembab dan berdrainase baik.


Tanaman Camelia bisa tumbuh hingga 4 meter


Persebaran asli tanaman Camelia ialah di China, Korea, Jepang, hingga Taiwan. Namun, telah terdistribusi secara luas di berbagai negara sebagai tanaman hias, terutama di daerah subtropis. Bunga Camelia dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk pembuatan teh dan untuk keperluan dekoratif atau tanaman hias.

Bunga ini dibawa oleh pelaut Portugal ke Eropa dan menyebar di benua itu. Penamaan genusnya diberikan oleh botanis Linnaeus pada tahun 1735. Nama Camelia diambil dari nama Georg Josef Kamel (1706), seorang misionaris Yesuit dan naturalis yang memperkenalkan flora Filipina ke Eropa.

Tanaman berbunga Camelia mengalami pertumbuhan yang cukup lambat, tetapi merupakan tanaman yang berumur panjang. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 10 meter dan biasanya berbentuk piramida dan lebat. Daunnya tumbuh berseling dengan bentuk bulat telur hingga elips, panjangnya 2,5 hingga 10 cm.

Ujung daunnya meruncing dan tepinya bergerigi, berwarna hijau tua yang berkilau di bagian atasnya. Bunga Camelia termasuk bunga sempurna, yakni memiliki tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Lebar bunganya berkisar antara 6 hingga 13 cm dan tidak mengeluarkan bau wangi. Tetapi mudah menarik lebah berkat kelopak berwarna cerah.


Bentuk daun bunga Camelia


Menariknya, bunga itu muncul bukan di pucuk tanaman, melainkan di lekuk antara daun dan batang. Dengan bentuk kelopak bertumpuk-tumpuk mirip mawar, namun bentuknya membulat. Biasanya bunga berwarna putih, merah muda, dan merah.

Baca juga : Lisianthus, Bunga Serupa Mawar namun Tak Berduri

Dan dengan berbagai bentuk, misalnya, tunggal atau single dengan kelopak yang tersusun tak bertumpuk seperti bunga aster. Semi double, dengan kelopak lebar di bagian luar dan bagian tengahnya terdiri dari tumpukan kelopak lebih kecil dengan putik yang terlihat.


Bunga Camelia termasuk bunga sempurna


Ganda formal, yang memiliki kelopak bertumpuk-tumpuk seperti bunga mawar atau anemon, dan umumnya putiknya tak terlihat, kemudian peony, dan lainnya. Bunga Camelia mengembangkan bunga besar dan mencolok yang terdiri dari 5 hingga 9 kelopak.

Bagian tengah bunga Camelia dipenuhi banyak benang sari kuning (organ reproduksi jantan). Tanaman Camelia untuk siap mekar bunga membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni 3-4 bulan. Setelahnya perlu menunggu 3-4 hari untuk bunga mekar sempurna.

Tanaman Camelia tidak tahan dingin, berdaun sepanjang tahun, dan berbunga pada bulan April hingga bulan Juni. Sedangkan bijinya akan matang di bulan Oktober. Tanaman Camelia berkembang biak atau dibudidayakan melalui stek dan biji. Camelia dapat bertahan hidup dari 100 hingga 200 tahun di alam liar.

Tanaman berbunga Camelia dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias di kebun rumah dan sebagai pagar tanaman. Biji tanaman ini menghasilkan minyak yang disebut “minyak tsubaki” yang dapat merawat rambut dan bisa masyarakat konsumsi.


Camellia sasanqua ditanam sebagai tanaman hias


Selain itu, bunganya dapat dimasak sebagai sayuran ataupun dicampur dengan bahan makanan lain. Di Jepang bunga Camelia digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan mochi. Sedangkan bagian daunnya dapat sebagai pengganti daun teh.

Baca juga : Kaca Piring, Bunga Mirip Mawar Beraroma Wangi dengan Segudang Manfaat

Sementara itu, bunga camellia bersifat astringen, antihaemoragik, dan hemostatik. Penggunaannya dapat kita campur dengan minyak wijen sebagai obat luka bakar. Selain itu, tanaman ini juga mengandung senyawa anti kanker.


Camelia sinensis yang daunnya biasa dikeringkan untuk dijadikan teh


Menariknya, ada spesies tanaman Camelia yang diproses untuk pembuatan minuman, dan tidak dikenal dengan bunganya, yakni C. Sinensis yang daunnya biasa dikeringkan untuk dijadikan teh. Sedangkan, jenis bunga Camellia lainnya yang terkenal menjadi tanaman hias ialah Camelia japonica, Camelia oleifera, dan Camelia sasanqua. Hasil perkawinan silangnya pun menghasilkan jumlah besar kultivar. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Bunga Camelia, Si Cantik yang Miliki Berbagai Manfaat


Gelaran Mbah Demang Cup #2 Terganggu Hujan, Adizero dan Yakuza Rebut Juara

Pengcab PPDSI Blitar kembali menggelar kegiatan Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku. Kali ini agenda yang mereka usung bertajuk Mbah Demang...