Kamis, 25 April 2024

Jahe, Rimpangnya Digunakan Sebagai Rempah Sejak Zaman Kuno di India dan China



Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman herba berbunga yang rimpangnya banyak digunakan sebagai bumbu dan obat tradisional. Penggunaan jahe sebagai rempah ini sudah sejak zaman kuno di India dan China. Kemudian, pada abad ke-1 Masehi, tanaman ini diperkenalkan ke wilayah Mediterania. Tanaman ini berasal dari famili Zingiberaceae yang beranggotakan lebih dari 1300 spesies dari 53 genus.

Jahe termasuk dalam famili Zingiberaceae, yang juga termasuk kunyit (Curcuma longa), kapulaga (Elettaria cardamomum), dan lengkuas. Jahe berasal dari kawasan AsiaTenggara dan kemungkinan besar didomestikasi pertama kali oleh masyarakat Austronesia.

Pemberian nama ilmiah untuk jahe pertama kali diberikan oleh William Roxburgh dalam bukunya Flora Indica yang diterbitkan pada tahun 1832. Kata Zingiber berasal dari Bahasa Yunani “Zingiberi” yang diserap dari kata “Singabera” dari Bahasa Sanskerta yang memiliki makna “tanduk” karena bentuk jahe yang mirip dengan tanduk rusa.

Tanaman jahe
 

Officinale merupakan serapan bahasa latin (officina) yang memiliki makna bahwa tumbuhan digunakan dalam kebutuhan farmasi dan ilmu kesehatan. Asal usul kata “ginger” dalam bahasa Inggris berasal dari pertengahan abad ke-14, dari bahasa Inggris Kuno gingifer, yang berasal dari bahasa Latin Abad Pertengahan gingiber, gingiber dari bahasa Yunani.

Baca juga : Lengkuas, Tanaman Obat Populer di Asia Tenggara dan India

Jahe merupakan tanaman herba abadi yang menumbuhkan pseudostem tahunan (batang palsu yang terbuat dari pangkal daun yang digulung). Batang tanaman ini dapat tumbuh tinggi sekitar 1 meter dengan dihiasi daun yang panjangnya 15 hingga 30 cm.

Tunas baru tumbuh dari rimpang


Batang semu jahe berbentuk bulat kecil, berwarna hijau kemerahan dan agak keras karena diselubungi oleh pelepah daun. Daun-daun tersebut muncul dari selubung yang membungkus batang, muncul secara berseling dalam dua baris vertikal. Bentuk daun bulat panjang dan tidak lebar, berdaun tunggal.

Sementara, bagian bunganya berbentuk seperti paku kerucut yang berukuran panjang 5-8 cm degan ketebalan hingga 2,5 cm. Perbungaannya yang terbungkus daun pelindung, biasanya berwarna kuning-hijau dengan tepi keunguan.

Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman jahe. Pada bagian ini tumbuh tunas-tunas baru yang kelak akan menjadi tanaman. Akar tunggal (rimpang) tertanam kuat di dalam tanah dan makin membesar dengan pertambahan usia serta membentuk rhizoma-rhizoma baru.

Rimpang tersebut akan bertunas dan tumbuh menjadi tanaman baru setelah terkena hujan . Rimpang jahe berbuku-buku, gemuk, agak pipih, membentuk akar serabut. Rimpang tersebut tertanam dalam tanah dan semakin membesar sesuai dengan bertambahnya usia dengan membentuk rimpang-rimpang baru.

Bunga tanaman jahe


Rimpang tanaman jahe ini memiliki lapisan terluar berwarna cokelat, dengan bagian tengahnya berwarna kuning hingga kemrahan dan memiliki aroma pedas. Penyebab rasa pedas yang muncul dari jahe adalah senyawa zingerone dan shogaol. Ketika daun mengering dan mati, pangkal tangkainya (rimpang) tetap hidup dalam tanah.

Baca juga : Temulawak, Tanaman Rimpang yang Berkhasiat Bagi Manusia

Di dalam sel-sel rimpang tersimpan minyak atsiri yang aromatis dan oleoresin khas jahe. Rhizoma jahe secara umum mengandung minyak volatil, protein, serat, pati, dan elemen mineral. Dari keseluruhan kandungan tersebut, pati terdapat dalam jumlah yang cukup banyak sekitar 45-55% dari berat kering rizoma jahe.

Jahe merah
 

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Jahe telah menyebar ke seluruh daerah yang memiliki suhu rata-rata kurang dari 25 °C dan curah hujan tahunan lebih besar dari 1500 mm. Rempah ini menyukai habitat yang lembap dan teduh, seperti hutan tropis atau subtropis di Asia Tenggara. Rimpang yang berasal dari wilayah Indo-Malaya ini dapat juga kita temukan di Afrika, Amerika, dan Australia.

Tanaman jahe mempunyai daya adaptasi yang luas di daerah tropis, sehingga dapat tumbuh di daratan rendah sampai pegunungan. Namun, untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal, tanaman jahe membutuhkan kondisi lingkungan tumbuh yang sesuai. Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut.

Untuk jenis jahe gajah dapat tumbuh baik di ketinggian 500 hingga 950 meter. Agar bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80%. Tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Jahe emprit
 

Jahe menyebar ke seluruh Indo-Pasifik selama ekspansi Austronesia, mencapai hingga Hawaii. Jahe adalah salah satu rempah-rempah pertama yang diekspor dari Asia, tiba di Eropa dengan perdagangan rempah-rempah, dan digunakan oleh orang Yunani dan Romawi kuno. Dikotil yang berkerabat jauh dalam genus Asarum biasa disebut jahe liar karena rasanya yang mirip.

Baca juga : Serai, Tanaman Obat dan Bumbu dari Negeri Tropis

Jahe digunakan dalam pengobatan tradisional dan sebagai suplemen makanan. Catatan tertulis pertama tentang jahe berasal dari Analects of Confucius, yang ditulis di Tiongkok selama periode Negara-Negara Berperang (475–221 SM). Di dalamnya, Konfusius dikatakan makan jahe setiap kali makan.

Jahe gajah
 

Pada tahun 406 M, biksu Faxian menulis bahwa jahe ditanam dalam pot dan dibawa dengan kapal Tiongkok untuk mencegah penyakit kudis. Selama Dinasti Song (960–1279), jahe diimpor ke Tiongkok dari negara-negara selatan. Jahe diperkenalkan ke Mediterania oleh orang Arab, dan dijelaskan oleh penulis seperti Dioscorides (40–90 M) dan Pliny the Elder (24–79 M).

Jahe adalah tanaman yang kaya akan kandungan nutrisi dan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan serta berbagai kegunaan dalam kuliner. Dengan memasukkan jahe dalam diet sehari-hari atau sebagai bahan dalam produk-produk perawatan, dapat mengambil manfaat dari potensi kesehatan dan kelezatan rempah-rempah ini.

Wedang jahe yang menyehatkan
 

Selain itu, dalam teks Ayurveda (pengobatan kuno India), jahe bermanfaat sebagai obat peluruh dahak, menghangatkan tubuh, mengobati asma, mual, batuk, jantung berdebar, hingga wasir. Dilansir Britannica, rempah ini sebagai rimpang yang luar biasa karena bersifat juga sebagai antijamur, anti-inflamasi, antibakteri, hingga antipasmodik. Di samping penggunaanya sebagai obat herbal, jahe juga bermanfaat sebagai bumbu masakan dan bahan pembuatan minuman. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Jahe, Tumbuhan yang Rimpangnya Digunakan sebagai Bumbu dan Bahan Baku Pengobatan Tradisional

Rabu, 24 April 2024

Okra, Sayuran Berserat Kaya Nutrisi dengan Segudang Manfaat



Okra (Abelmoschus esculentus) adalah sayuran yang berasal dari benua Asia dan banyak ditanam di Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, tanaman okra memiliki nama seperti cabai belanda (Kalimantan), bendi atau kacang bendi (Sumatera), rabamea (Bima), kopi jawa (Jawa), dan hoinu (Sulawesi Tenggara).

Meskipun tidak diketahui secara pasti dimana asal dari tanaman okra, manusia telah menggunakan okra sejak zaman kuno. Pada era Yunani dan Romawi yang melewati Mesir, okra ditanam dan gambar ukirannya ditemukan di kuil-kuil Firaun.

Sayur okra sendiri, diperkirakan berasal dari Afrika tropis dan dibudidayakan di Timur Tengah dan India sejak lama. Pada abad 19 Masehi, tanaman okra liar terlihat di Sudan timur. Okra diperkenalkan untuk pertama kalinya ke Eropa melalui penaklukan Umayyah atas Hispania.

Tanaman okra
 

Salah satu catatan Eropa paling awal adalah oleh Abu al-Abbas al-Nabati yang mengunjungi Mesir pada tahun 1216 dan mendeskripsikan tanaman yang dibudidayakan oleh penduduk setempat yang memakannya. polong muda yang empuk dengan makanan.

Baca juga : Kecipir, One Species Supermarket yang Hampir Terlupakan

Dari Arab, tanaman ini menyebar di sekitar pantai Laut Mediterania dan ke arah timur.Pabrik ini diperkenalkan ke Amerika oleh kapal-kapal yang melayani perdagangan budak Atlantik pada tahun 1658, ketika kehadirannya tercatat di Brasil.

Tanaman okra sedang berbunga
 

Okra didokumentasikan lebih lanjut di Suriname pada tahun 1686. Okra mungkin telah diperkenalkan ke Amerika Utara bagian tenggara dari Afrika pada awal abad ke-18. Pada tahun 1748, tanaman ini ditanam hingga ke utara hingga Philadelphia.

Thomas Jefferson mencatat bahwa tanaman ini sudah mapan di Virginia pada tahun 1781. Ini merupakan hal yang lumrah di seluruh Amerika Serikat Bagian Selatan pada tahun 1800, dan penyebutan pertama dari berbagai kultivar terjadi pada tahun 1806.

Buah okra muncul di sela-sela batang daun
 

Tanaman Okra dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi pada hampir semua jenis tanah dengan pH tanah minimal 4.5. Okra dapat tumbuh dengan baik pada tanah berpasir dengan pengairan yang baik, dan pH antara 6.5-7.5.

Baca juga : Pakis Sayur, Tumbuhan Paku-Pakuan Hutan yang Sangat Nikmat Dibuat Masakan

Daun okra memiliki warna hijau dengan panjang dan lebar kira-kira 10-20 cm setiap helainya, dan tumbuh secara berselang-seling pada batang tanaman. Tangkai daun okra panjangnya mencapai sekitar 10-25 cm. Batang tanaman okra memiliki warna hijau kemerahan dan mungkin memiliki cabang.

Petani di Kudus jawa Tengah sedang memanen okra
 

Bunga okra termasuk bunga sempurna yang memungkinkannya untuk melakukan penyerbukan sendiri. Tanaman okra ini mengalami penyerbukan silang yang dibantu oleh serangga, angin, atau melalui intervensi manusia.

Ukuran buahnya sebesar cabai hijau besar, kelilingnya berlekuk, berbulu halus dan berwarna hijau. Jika dipotong akan terlihat biji-biji kecil dikelilingnya. Jika dimasak akan keluar lendir dari dalamnya. Rasanya renyah dengan tektur mirip terung.

Okra merah
 

Dalam 100 g buah muda terkandung 90 g air, 2 g protein, 7 g karbohidrat, 1 g serat, 70-90 mg kalsium dengan total energi sebesar 145 kJ. Okra rendah kalori dan tinggi karbohidrat serta mengandung protein dan serat.

Baca juga : Kelor si Tanaman Superfood dengan Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

Karena itu sayur okra dapat membantu menurunkan berat badan, mengatur gula darah, dan menambah massa otot. Selain itu mengkonsumsi sayur okra dapat mengatasi sembelit, menetralkan asam lambung, dan meningkatkan daya ingat otak.

Opor ayam dengan sayur okra
 

Okra juga mengandung vitamin C dan Vitamin K1 yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Dan bagian yang dapat dimasak adalah buah mudanya, biasanya orang orang mengolah okra dengan dijadikan sup,digoreng atau dimakan sebagai lalab.

Di beberapa negara seperti Jepang, okra disebut okura dan disantap bersama nasi hangat. Sayuran ini biasa diolah menjadi menu oseng-oseng, kari, balado, tumis, bahkan dimakan mentah. Selain rasanya lezat, okra memiliki kandungan serat, antioksidan, dan vitamin C yang baik bagi tubuh. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Okra, Sayuran Kekinian yang Kaya Serat dan Nutrisi

Oranda, Jenis Ikan Mas Koki yang Unik



Ikan oranda atau ikan penser adalah jenis ikan mas koki yang memiliki keunikan tersendiri. Orang Jepang menyebut ikan ini dengan nama shishigasira. Oranda adalah salah satu variasi dari ikan mas koki (Carassius auratus) yang berasal dari Cina.

Keistimewaan utama ikan mas koki oranda adalah pesona visualnya. Jambulnya yang indah dan berwarna-warni menjadi daya tarik utama bagi para penggemar ikan hias. Ikan ini punya banyak variasi warna yang membuatnya menjadi begitu menawan.

Popularitasnya telah menyebar ke seluruh dunia, membuat oranda menjadi salah satu ikan hias yang paling dicari dan diminati. Jika dibandingkan ikan mas koki lainnya, oranda adalah jenis yang paling terkenal di seluruh dunia. Peminatnya sangat banyak sehingga harganya relatif mahal.

Veiltail goldfish
 

Habitat asli ikan mas koki oranda ada di negara China dan Jepang. Namun, ikan mas koki jenis oranda sudah bisa ditemukan di Indonesia. Ini karena sudah banyak yang mulai membudidayakan ikan mas koki jenis ini.

Baca juga : Ikan Komet, Ikan Hias Unik dan Cantik Kerabat Dekat Ikan Koki

Ikan mas koki oranda lahir dari hasil persilangan antara jenis ikan mas koki yang ada yakni, Tosa (Veiltail goldfish) dengan ikan mas koki Lion Head. Dari perpaduan kedua jenis tersebut maka terciptalah ikan mas koki oranda ini.

Lion head goldfish
 

Ciri khas utama pada ikan mas koki oranda adalah adanya jambul atau benjolan pada kepalanya yang mempesona. Menggembungnya bagian kepala seperti gumpalan buah rasberry. Gumpalan atau jambul itu terkadang menutupi mata dan mukanya.
 
Jambul ini sebenarnya muncul karena pertumbuhan daging di kepala ikan yang terlihat seperti tudung atau mahkota. Jambul tersebut akan tumbuh seiring bertambahnya usia ikan dengan variasi bentuk yang sangat beragam mulai dari yang berukuran kecil hingga yang sangat besar menutupi sebagian besar kepala ikan tersebut.

Jambul di atas kepala ikan mas koki oranda membuatnya mempesona
 

Jambul tersebut di dalamnya berisi daging serta cairan yang dinamakan “wen”. “Wen” akan muncul pada ikan mas koki oranda di usia 3-4 bulan dan akan terlihat sempurna pada usia 2-2,5 tahun. Jika jambul sudah mulai sempurna maka akan lebih terlihat menarik dan indah dilihat.

Baca juga : Glofish, Ikan Hasil Rekayasa Genetika yang Kian Populer

Jambul ini menjadikan ikan mas koki oranda punya karakteristik tersendiri dan menjadikannya unik. Namun, daging yang ada pada jambul tersebut rentan terkena jamur dan bakteri sehingga harus hati-hati dalam merawatnya.

Black oranda
 

Ciri lain ikan ini adalah sisiknya yang berkilauan. Sirip ekornya sangat panjang, bisa mencapai 4 kali lebih panjang dari tubuhnya sendiri. Saat oranda berenang, ekornya terlihat indah melambai-lambai. Ikan mas koki oranda bisa tumbuh hingga mencapai 30 cm.

Bentuk tubuhnya bulat dan besar. Sirip dan ekornya diciptakan berpasangan, kecuali sirip punggung hanya ada satu. Keindahan lain dari ikan oranda ialah ekor dan siripnya akan mengembang layaknya bunga mekar saat mereka berhenti berenang. Oleh karena itu, orang China menyebutnya mao tze yang berarti “bunga air”.

Blue oranda
 

Ikan mas koki oranda memiliki warna yang bervariasi. Beberapa warna yang umum ditemukan pada ikan mas koki oranda antara lain, ada merah kombinasi putih, hitam, cokelat, dan belacu. Bahkan saat ini ada yang membudidayakan dengan warna biru, tetapi masih sangat jarang ditemui.

Baca juga : Molly, Ikan hias Air Tawar Sudah Sejak Lama Digandrungi Hobis

Perpaduan warna pada ikan mas koki oranda cukup menakjubkan. Kombinasi warna beragam membuatnya punya tampilan yang unik. Ikan mas koki oranda yang berwarna hitam inilah yang bisa dibilang sangat mirip dengan ikan mas koki jenis lion head.

Tri color oranda
 

Ikan mas koki oranda meskipun mempunyai penampilan yang memukau, namun memerlukan perawatan khusus dan telaten untuk memastikan kesehatan dan keindahannya agar tetap terjaga. Jambul yang indah membuatnya memerlukan perhatian ekstra, karena mudah terluka atau rusak jika tidak diperhatikan secara khusus.

Untuk merawatnya dengan tepat, diperlukan akuarium yang sesuai dengan ukuran yang memadai serta memiliki sistem filtrasi yang baik untuk menjaga kualitas air secara optimal. Tidak hanya soal akuarium saja, tetapi pemberian dan jenis makanan juga harus diperhatikan.

Oranda membutuhkan kualitas air yang optimal
 

Karena berperan penting dalam menjaga kesehatan oranda. Diet seimbang yang dilakukan mencakup jenis pakan berkualitas tinggi, seperti pelet khusus ikan mas koki dan makanan tambahan seperti sayuran tentu akan membantu ikan tetap sehat dan warnanya tetap cerah. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Oranda, Ikan Mas Koki Berjambul yang Menawan

Senin, 22 April 2024

Homalomena, Tanaman Hias Indoor Tropis dengan Daun Cantik




Homalomena merupakan salah satu jenis tanaman hias yang keberadaannya banyak ditemukan pada wilayah iklim tropis hingga subtropis. Homalomena menjadi salah satu tanaman hias favorit dalam ruangan karena memiliki beberapa keunggulan dan manfaat. Di Indonesia, tanaman ini lebih dikenal dengan nama tanaman nampu.

Homalomena adalah tanaman dalam ruangan yang relatif mudah untuk tumbuh dengan bentuk dan warna daun yang indah. Tanaman digemari pencinta tanaman karena mudah perawatannya, ketahanannya terhadap penyakit, dan toleransinya terhadap kondisi pencahayaan rendah.

Selain sebagai tanaman hias, tanaman keluarga keladi ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman herba. Homalomena adalah tanaman asli wilayah tropis hingga subtropis yang ditemukan di iklim lembap seperti di Kolombia, Kosta Rika, Kalimantan, Jawa, Sumatera, Malaysia, dan Filipina.


Homalomena Pictum Tricolor

Hampir 135 spesies tanaman Homalomena dapat ditemukan di hutan hujan Asia tenggara hingga Melanesia. Jenis tanaman ini biasanya dapat tumbuh dalam kelembaban yang cukup tinggi. Biasanya tanaman ini memiliki usia berkisar antara lebih dari 10 tahun.

Baca juga : Bunga Wijaya Kusuma, Queen of The Night yang Anggun dan Eksotis

Nampu berdaun tunggal dengan tangkai sepanjang 50—60 cm berbentuk bulat dan berdaging, permukaan daunnya licin, dan memiliki pertulangan menyirip. Panjang daun nampu 70—90 cm dengan lebar daun 20—35 cm dan berwarna hijau tua.


Homalomena Emerald Gem

Batang dan daun homalomena ini dapat juga hadir dalam warna beragam, dari hijau tua ke merah, merah anggur, dan nuansa warna tembaga. Berbentuk hati atau setengah hati, dan permukaan daunnya mengkilat seperti dilapisi lilin.

Biasanya diantara sela-sela daunnya terdapat juga bunga bersifat majemuk, bunga tersebut memiliki mahkota dengan jumlah 8 mahkota. Bunga dari tanaman homalomena ini memiliki warna ungu dengan pinggirnya berwarna putih.


Homalomena Purple Sword

Tanaman hias homalomena memiliki bunga yang menarik, tetapi sangat sedikit. Bunganya berbentuk bongkol berwarna ungu, bunga ini tumbuh pada ketiak daundengan bentuk seperti jari. Ada banyak spesies liar tanaman homalomena, tetapi hanya sedikit yang tersedia secara komersial dan diperuntukkan sebagai tanaman hias.

Baca juga : Bunga Desember, Tanaman Hias Unik yang Mekar pada Akhir Tahun

Spesies hibrida lebih banyak dikembangkan karena tampilannya yang luar biasa. Beberapa varietas homalomena popular di masyarakat pecinta tanaman hias. Diantarnya emerald gem memiliki daun berwarna hijau tua, mengkilap, dan berbentuk hati.


Homalomena Lemon Glow

Purple sword memiliki dedaunan berbintik hijau dan perak dengan bagian bawah burgundy. Selby memiliki daun berbintik hijau muda bermata hijau gelap. Pewter dream memiliki kemilau abu-abu di dedaunan hijaunya. Lemon glow memiliki daun oval berwarna kuning kehijauan yang cerah.

Homalomena membutuhkan suhu optimal antara 16 sampai 33 derajat celcius. Tanaman ini tumbuh dengan baik dalam eksposur cahaya sedang hingga rendah, tetapi benar-benar berkembang dalam kondisi cahaya sedang. Sinar matahari yang berlebihan dapat membakar daunnya, menyebabkan bintik-bintik terbakar pada daun.


Homalomena Selby

Tanaman ini menghendaki penyiraman yang teratur, tidak suka tanah kering, tetapi juga tidak suka tergenang air. Jadi, buatlah drainase yang baik. Beri pupuk secara teratur dengan pupuk nabati cair sesuai dosis yang disarankan.

Baca juga : Gerbera, Komoditas Bunga Potong yang Semakin Banyak Peminatnya

Tanah untuk media tanam homalomena harus semi berpori, berbasis gambut, tetapi tidak terlalu padat, serta mengandung sedikit pasir dan banyak bahan organik humus. Beberapa kandung yang dimiliki tanaman ini diantaranya adalah saponin, flavonoid, polifenol dan tanin yang berada pada rimpang dan daunnya.


Homalomena Schismatoglottis

Tanaman ini berkhasiat untuk menghilangkan kelembapan angin, memperkuat urat dan tulang untuk obstruksi seperti nyeri, kejang, dan mati rasa. Tanaman ini juga berkhasiat untuk nyeri bengkak karena cedera traumatis. Selain itu, tanaman ini digunakan untuk mengatasi rematik, pegal linu, dan meningkatkan nafsu seks dari pria. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Homalomena, Tanaman Hias Indoor Favorit Kerabat Philodendron


Minggu, 21 April 2024

Bebek Mandarin, Unggas Cantik yang Setia



Bebek mandarin (Aix galericulata) merupakan salah satu spesies bebek yang berpenampilan unik. Berasal dari famili Anatidae dan berkerabat dengan bebek kayu (Aix sponsa). Menurut International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), bebek Mandarin berasal dari wilayah China, Jepang, Korea, timur Rusia dan selatan Inggris.

Nama Aix berasal dari kata Yunani Kuno yang Aristoteles gunakan untuk menyebut burung penyelam yang tidak dikenal. Sementara kata galericulata berasal dari kata galerum yang mempunyai arti topi atau kap mesin.

Jika dilihat sekilas, bebek ini terlihat cukup identik dengan kerabatnya bebek kayu, dan juga terlihat mirip dengan bebek mallard. Tapi dapat dibedakan dari bebek mallard berdasarkan garis mata bebek mandarin yang berhenti di bagian mata. Sedangkan garis mata bebek mallard panjang hingga ke paruhnya.

Bebek mandarin hidup berkoloni


Bebek ini juga dipercaya sebagai simbol cinta dan kesetiaan bagi pasangan di China, Jepang, dan Korea. Mereka juga muncul dalam mitologi Jepang dan Konghucu. Biasanya sepasang patung bebek mandarin dihadiahkan pada pengantin baru dan digunakan juga dalam obat feng shui untuk membantu menjaga hubungan yang sehat.

Baca juga : Entog, Unggas Air yang Mempunyai Keistimewaan Tersendiri Bagi Masyarakat Pedesaan

Bebek mandarin banyak ditemukan di kawasan Asia Timur. Habitat asli hidup bebek mandarin berada di daerah sungai, di danau dangkal yang dikelilingi hutan , rawa-rawa, dan di daerah kolam berhutan yang berada di Cina. Rongga pohon di sekitar danau dipilih oleh bebek sebagai tempat bersarang, bertelur dan melaksanakan perkawinan.

Bebek mandarin suka bertengger di ranting-ranting pohon dekat sumber air


Namun, ada juga bebek mandarin yang hidup di negara empat musim, seperti Amerika dan Inggris Selatan. Bebek mandarin yang tinggal di negara 4 musim cenderung mempunyai pola hidup yang sedikit berbeda. Mereka lebih mudah ditemui di padang rumput berair, tepi danau, rawa bahkan sungai.

Sehari-harinya, bebek mandarin ini terlihat mengapung di atas permukaan air. Meski begitu tampilan bulunya tidak lepek karena adanya lapisan minyak yang membuat warnanya tetap mencolok dengan indah. Di habitatnya mereka yang hidup secara berkelompok.

Bebek mandarin lebih senang hidup berada di antara ranting-ranting atau rongga pohon yang berdekatan dengan air yang berguna sebagai tempat yang efektif untuk mencari makanan. Selain itu juga sebagai salah satu tempat berteduh dan juga bertengger bagi bebek mandarin.

Bebek mandarin mempunyai ukuran tubuh sedang, rata-rata hampir sama dengan jenis bebek lokal pada umumnya. Dengan berat badan per ekornya ± 0,5-0,7 kg dengan panjang ± 41 – 49 cm. Bebek mandarin juga memiliki sayap yang cukup besar untuk ukuran tubuhnya. Bentang sayap bebek mandarin hingga ± 65-75 cm.

Sepasang bebek mandarin
 

Bentang sayap yang cukup besar untuk ukuran tubuh bebek mandarin. Oleh sebab itu, apabila sedang ada bahaya maka untuk satwa jenis burung ini akan keluar dari air dan terbang dengan cepat melalui pohon-pohon. Bebek mandarin dapat menempuh jarak terbang hingga 800 km dalam waktu 24 jam.

Baca juga : Ayam Ketawa, Ayam Asli Sulawesi yang Memiliki Suara Kokok Khas

Bulu pada bebek mandarin jantan sangat berornamen dengan “sirip layar” besar berwarna jingga di punggungnya. Pipinya bergaris-garis jingga dengan bagian paruh berwarna merah dan ujungnya putih. Bebek mandarin jantan juga memiliki bulu seperti kumis berwarna kemerahan di wajahnya.

Bebek mandarin bersarang di rongga-rongga pohon
 

Dada jantan berwarna ungu dengan dua batang putih vertikal. Sementara si betina memiliki cincin mata putih dan garis yang membentang dari mata. Namun warnanya lebih pucat di bagian bawah, serta memiliki garis kecil putih di sisi sayap, dan ujung pucat pada paruhnya. Baik jantan atau betina memiliki jambul, tetapi jambul ungu betina lebih terlihat menonjol pada jantan.

Produktivitas telur bebek mandarin kurang lebih sekitar 12 butir dan waktu penetasannya sekitar 28 hari. Bebek jenis ini juga bisa bertahan hidup selama 20 tahun lebih. Makanan utamanya berupa tanaman air, beras, dan biji-bijian. Bebek ini umumnya ditemukan berpasangan atau sendirian, bertengger di pepohonan di atas air.

Bebek mandarin akan berkumpul dalam kawanan yang lebih besar selama musim dingin. Bebek mandarin ini semula berasal dari Asia Tengah, tetapi kini telah tersebar di seluruh Eropa Barat. Tidak seperti bebek lain, bebek ini mempunyai cenderung memiliki sifat monogami.

Itu artinya, bebek ini hanya kawin dengan satu pasangan selama seumur hidupnya. Bebek mandarin juga akan mempertahankan wilayahnya dari segala ancaman predator. Selain itu, bebek ini juga bekerja sama dengan pasangan saat mengerami telur-telurnya.

Induk bebek mandarin bersama anak-anaknya
 

Berkat sifat-sifat tersebut, bebek mandarin ini sering dijadikan sebagai seserahan pernikahan di negara Jepang dan Cina. Mereka dipandang sebagai simbol hubungan yang beruntung dan setia. Di Tiongkok sendiri , bebek mandarin ini dipercaya sebagai lambang cinta.

Baca juga : Ayam Hutan Hijau, Ayam Endemik Indonesia yang Diambang Kepunahan

Hingga saat ini populasi bebek mandarin di Asia mungkin kurang dari 20.000 ekor. Salah satu faktor yang membantu populasi mereka bertahan yakni karena bebek mandarin tidak diburu untuk dikonsumsi. Bebek mandarin memang bukan merupakan jenis bebek konsumsi.

Bebek mandarin mampu terbang puluhan kilometer
 

Bebek mandarin bisa disebut sebagai jenis bebek tercantik di dunia. Bebek ini sangat disukai oleh para kolektor, bahkan beberapa kebun binatang mempunyai bebek ini sebagai salah satu koleksinya. Sejak tahun 1745 bebek mandarin telah diekspor ke Inggris untuk dikembangbiakan di penangkaran unggas.

Kerusakan habitat berdampak pada populasi bebek ini. Melansir dari IUCN, status konservasinya ialah kurang diperhatikan (least concern). Salah satu faktor yang membantu populasi mereka bertahan yakni karena bebek mandarin tidak diburu untuk dikonsumsi. (Ramlee)




Sumber : remen.id

Bebek Mandarin, Bebek Tercantik di Dunia Jadi Simbol Kesetiaan

PPDSI Blitar Selenggarakan Bupati Blitar Cup #4 LDI 2026 Putaran 4, Kamajaya Malioboro dan Perdana di Podium Juara

Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang di...