Blog Hobi dan Informasi

Sabtu, 30 November 2024

Pengcab Nganjuk Gelar Latber Nganjuk Bangkit, Upaya Eksiskan Kembali Hobi, Judi Online dan Seribu Naga Terdepan



Setelah sempat lama tidak pernah lagi terdengar ada kegiatan, akhirnya Pengcab PPPPSI Nganjuk gelar lomba puter pelung. Gantangan Desa Kecubung Jl Sriwedari Utara Pasar Cubung Nganjuk dipakai untuk kegiatan pun tampak ramai oleh kehadiran para penggila lomba pada Minggu, 24 Nopember 2024.

Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan gelaran Latber Nganjuk Bangkit. “Hari ini Gantangan Desa Kecubung saya pakai untuk kegiatan latber, karena banyak permintaan dari teman-teman yang masih semangat untuk gantang burung,” terang Didik Sugeng Ariyadi Ketua Panitia.

“Kegiatan ini adalah bentuk keinginan dari rekan-rekan untuk kembali menyibukkan diri dengan hobi puter pelung. Alhamdulilah, gelaran lomba burung puter pelung bertajuk Nganjuk Bangkit akhirnya bisa terlaksana setelah beberapa waktu sempat tertunda pelaksanaannya,” tambah Didik.

Mendung tebal sempat menghantui pelaksanaan Latber Nganjuk Bangkit

Beberapa kali Didik berusaha hadirkan kembali lomba puter pelung di Nganjuk, tetapi terkendala dengan padatnya aktivitas lainnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wujud untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan penggemar puter pelung agar bisa terus semangat dan tetap eksis untuk menekuni hobinya.

“Selama ini teman-teman Nganjuk lebih banyak hadiri kegiatan di luar daerah, sementara penghobi lainnya bahkan tidak terdengar lagi kabarnya. Makanya hari ini kami upayakan ada gelaran lomba kembali untuk mengajak para penghobi hadir kembali ke gantangan.”

Acara berjalan lancar tanpa hambatan apapun

Ditambahkan bahwa kegiatan kali ini membuka dua kelas Pemula dan kelas Utama. “Kami mengawali kegiatan ini dengan kelas Pemula dulu baru kemudian kelas Utama. Beberapa penghobi puter pelung dari luar daerah turut hadir, seperti dari Kota Blitar, Tulungaggung, dan Kediri,” ujar Didik.

Diharapkan nantinya ke depan, kegiatan serupa dapat diagendakan rutin. “Saya berharap setelah ini Pengcab Ngajuk bisa rutin mengadakan kegiatan sehingga semangat rekan-rekan makin meningkat, semoga bisa terlaksana,” harap Didik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa lewat event seperti ini diharapkan jalinan silaturahmi bisa tetap terjaga dengan baik antara sesama puter pelung mania. “Saya kira hanya dengan kegiatan hobi, maka kita bisa terus bersilaturahmi, karena satu sama lain memiliki kesibukan,” tutur Mbah Demang, peserta dari Kediri yang bersemangat hadir.

“Jadi adanya kegiatan seperti ini sebagai sarana agar kami bisa tetap bertemu, bersenda gurau, dan mempererat jalinan persaudaraan,” sambung Mbah Demang. “Sekalian agar burung-burung yang ada juga bisa tetap terkondisi untuk lomba dan tidak hanya di kandang saja.”

Di kelas Pemula terjadi diskualifikasi karena melebihi batas penilaian

Pagi itu, cuaca seakan tidak merestui pelaksanaan kegiatan di Nganjuk, karena mendung tebal menggelayut di sekitar lokasi. Kondisi ini semakin menambah kekuatiran panitia dan para mania yang hadir akan turunnya hujan.

Namun seiring waktu, matahari pun muncul memancarkan sinar terangnya. Segera saja sesi pertama disiapkan. Kelas Pemula dimainkan terlebih dahulu. Panitia juga menginformasikan bahwa di kelas Pemula ada pembatasan bendera hanya sampai empat warna saja.

Mbah Demang bersama Didik

“Untuk kejurian, Panitia menegaskan bahwa penilaian berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan oleh PPPPSI. Biar yang juara di kelas Pemula ini memang burung-burung yang sesuai kelasnya. Sehingga tidak sampai burung di luar kelas Pemula ikut turun,” tegas Didik.

Terlihat sekali kekompakan yang terjalin antar peserta. “Saya senang teman-teman bisa kompak dan guyub, semoga bisa terus berlanjut,” ungkap Didik. Lebih lanjut disampaikan bahwa penjurian dilakukan secara ketat dan fair play.

Di kelas Pemula, keriuhan sempat terjadi ketika gaco yang dinaikkan Mbah Demang melaju cepat, bahkan bendera empat warnanya juga mendapatkan bendera usulan dari juri penilai. Hingga akhirnya bendera lima warna pun turun.

Resmi pula gaco Mbah Demang terkena diskualifikasi pembatasan nilai untuk kelas Pemula. “Saya katakan pada para juri agar menilai burung sesuai kualitas, jangan memandang burung milik siapa, jika jelek jangan sampai dikasih nilai lebih, begitu sebaliknya,” kata Didik. “Kami memang tegas dalam pelaksanaan penjurian. Pelomba juga menyadarinya dan tetap legowo burungnya terpaksa diturunkan.”

Para juara menyempatkan diri berfoto bersama

Empat babak penjurian yang diberikan berjalan tanpa hambatan dan penentuan peraih juaranya. Untuk kelas Pemula, juara pertama berhasil diraih oleh Seribu Naga debutan KJM Sanan Kulo, poduk ternak MJM 193 yang digantang pada nomor 21.

Disusul kemudian oleh Asoka orbitan Mbah Demang Kediri bergelang Mikail 888 yang menempati nomor gantangan 6. Tempat ketiga berhasil ditempati burung bernama Mbah Demang rawatan Su’udi Nganjuk, puter pelung ring Ori 649 yang ada di gantangan 18.




Sementara untuk podium pertama di kelas Utama berhasil direbut Judi Online. Amunisi Mbah Demang, puter pelung dengan ring MJ 549 yang digantang pada nomor 18 tampil ciamik sehingga tanpa segan juri menghadiahkan nilai terbaik.

Menyusul pada urutan kedua Booming andalan Su’udi, puter pelung bergelang Fla 823 yang digantang pada nomor 7. Posisi ketiga menjadi milik Bintang ring LMS 164 besutan Kecil Kediri yang ada di gantangan nomor 28. Di akhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran peserta yang telah meramaikan acara. Dan permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/2D)


Jumat, 29 November 2024

Decu, Burung Kacer Mini Dengan Kicauan Khas Nyaring Melengking



Decu (Saxicola caprata) merupakan salah satu jenis burung petarung (fighter) seperti halnya murai batu, kacer, dan sulingan atau tledekan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Pied Bush Chat. Burung ini merupakan salah satu burung kicau yang cukup populer dipelihara di Indonesia.

Sepintas burung decu memang mirip dengan burung kacer, tetapi memiliki tubuh yang lebih kecil atau bisa dibilang tubuh mini. Memiliki tubuh yang agak gemuk dengan bulu hitam pekat dan elegan membuatnya disukai oleh para kicau mania.

Postur tubuh burung decu yang mungil, dengan rupa mirip kacer, membuat banyak kicau mania menjulukinya sebagai burung kacer mini. Ciri khas burung decu ini adalah sering memainkan ekornya naik-turun, sama seperti burung ciung batu.

Burung kacer poci mirip dengan burung decu

Burung decu memiliki suara kicauan ngeroll. Bahkan dengan gampang dan langsung bisa mengenalinya hanya dengan mendengar kicauannya yang khas. Selain itu, kicauan burung decu sangat nyaring dan meleking. Bahkan di alam bebas, kicauannya bisa terdengar dari jarak lebih dari 50 meter ketika burung ini berada di atas pohon.

Baca juga : Kacer, Jenis Burung Berkicau yang Disukai Para Kicau Mania

Dari sisi suara, burung ini mampu membawakan berbagai jenis lagu tergantung isian yang diberikan, tetapi dengan ciri utama lengkingan-lengkingan kristal. Saat ketemu lawannya, burung decu akan berkicau sambil bergoyang buka sayap dan ekor seperti halnya burung kacer atau poci/sekoci.

Burung decu betina

Burung ini termasuk pemakan serangga dan mudah dipelihara bahkan ditangkarkan. Namun karena memang sudah sedikit populasinya, burung ini tidak sepopuler burung tledekan atau sulingan. Meski banyak dijumpai di Indonesia, decu tidak termasuk sebagai burung endemik di negeri ini.

Sebab wilayah persebaran burung ini cukup luas, mulai dari Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Asia Tenggara Indonesia. Jika dipetakan, habitatnya tersebar dari Transcaspia, Afghanistan, Persia, India, Myanmar, Filipina, dan Indonesia (terutama Jawa).

Burung decu tengah mencari makanan

Burung decu, atau terkadang disebut decu belang, memiliki kicauan merdu, lagu bervariasi, dan volume suara yang lumayan kencang (melengking nyaring) untuk burung seukurannya. Tubuh sebesar burung gereja, ukuran tubuhnya sekitar 13 cm.

Baca juga : Murai Batu Rajanya Burung Ocehan, Favorit Kicau Mania

Membedakan jenis kelamin burung decu relatif mudah, karena bisa diamati dari warna bulunya. Burung jantan memiliki warna bulu hitam, kecuali bagian bawah ekornya yang berwarna putih serta semburat warna putih di bagian sayapnya.

Sarang burung decu

Burung decu jantan memiliki warna tubuh dominan dengan warna hitam dan ada warna putih di pantat dan bagian sayap. Sementara burung decu betina hampir sama dengan jantan tetapi memiliki bulu yang lebih pudar warnanya.

Sama seperti halnya burung decu dewasa, sexing pada burung decu yang berumur muda (trotolan ) juga bisa diamati relatif mudah dari warna bulunya. Karena warna bulu burung decu yang masih muda berbulu coklat dengan motif berbintik-bintik.

Anakan burung decu

Habitat burung decu umumnya berada di padang rumput dan semak-semak di lembah-lembah hutan pamah dan dataran tinggi. Hutan pamah adalah hutan yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut dan memiliki banyak jenis pohon.

Baca juga : Samyong, Burung Endemik Sunda Kecil yang Memiliki Suara Merdu dan Kencang

Burung decu tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan terkadang masih bisa menemui decu liar berada di pinggir – pinggir pesawahan. Selain itu, burung juga sering ditemui di puncak pohon berduri pendek atau semak – semak dan padang rumput terbuka. Tidak jarang burung decu terlihat di area perkampungan, seperti bertengger di kabel dan tiang listrik.

Burung decu remaja dengan induknya

Sarang burung decu biasanya terletak di permukaan tanah yang miring. Terbuat dari rajutan rumput kering yang membentuk seperti cawan. Musim kawin burung decu yang ada di Jawa terjadi sekitar bulan April hingga Desember.

Burung decu termasuk dalam golongan satwa yang tidak dilindungi oleh undang-undang. Dan tidak termasuk dalam Appendix CITES (konvensi internasional yang betujuan untuk membantu pelestarian populasi di habitat alamnya melalui pengendalian perdagangan intenasional spesimen tumbuhan dan satwa liar).

Sedangkan dari sisi status konservasi, IUCN Red List (daftar yang membahas status konservasi berbagai jenis makhluk hidup seperti tumbuhan dan satwa yang dikeluarkan oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources), satwa ini termasuk dalam kondisi risiko rendah/least consern. Namun demikian decu masih tetap harus dijaga kelestariannya, salah satunya dengan upaya penangkaran. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Decu, Burung Kecil Mirip Kacer dengan Kicauan yang Nyaring


Rabu, 27 November 2024

Kenanga, Pohon Berbunga Wangi Penghasil Minyak Asiri yang Legendaris



Kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman penghasil bunga yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat kosmetik, bunga tabur, upacara adat, dan minyak kenanga. Bunga cantik ini memiliki bau yang harum nan eksotis sehingga diburu oleh perusahaan-perusahaan kosmetik maupun orang-orang yang akan melakukan upacara adat.

Ternyata tanaman kenangan ada dua macam. Pertama, kenangan berupa pohon tinggi yang identik dengan berbatang kayu besar dan bercabang, tingginya bisa mencapai 12 meter lebih. Kedua, kenangan berupa tanaman perdu yang ketinggian tanamannya hanya di bawah 6 meter, pertumbuhannya terkulai dan tidak tegak, serta memiliki daun yang lebih kecil.

Tumbuhan kenanga termasuk tanaman yang tumbuh dengan cepat. Jika dibiarkan, tinggi tanaman ini dapat mencapai 5 meter per tahun. Tinggi maksimal pohon kenanga bahkan bisa mencapai 12 meter. Pohon kenanga sangat cocok tumbuh pada daerah dengan suhu siang hari sekitar 20 hingga 30 ⁰C.

Pohon kenanga dapat tumbuh tinggi hingga 12 meter

Akan tetapi tumbuhan kenanga juga masih dapat bertahan dan beradaptasi pada suhu 16 hingga 34⁰ C. Pohon ini bisa tumbuh subur di daerah tropis, dengan ketinggian di bawah 1.200 mdpl. Jumlah rata-rata curah hujan yang baik untuk menanam pohon tersebut per tahunnya sekitar 1.500 hingga 2.000 mm.

Baca juga : Flamboyan, Tanaman Penyerap Polutan Kendaraan Bermotor dengan Bunga Berwarna Cerah

Bentuk batang tanaman ini lurus dengan struktur kayu yang mudah patah saat usianya masih muda. Namun seiring bertambahnya usia, batangnya akan menjadi keras dan kuat. Ukuran batang pohon kenanga termasuk besar dengan diameter antara 0,1 hingga 0,7 meter saat usia pohon mencapai puluhan tahun.

Bunga kenanga yang mempunyai banyak kegunaan

Kayu pohon kenanga sangat cocok digunakan sebagai peredam suara, khususnya dalam bidang akustik. Pohon kenanga memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan.

Secara umum, daun pohon kenanga dapat dikenali bentuknya yang seperti bulat telur dengan ujung meruncing dan tekstur agak bergelombang. Tulang daun menyirip, berwarna hijau mengkilap, dan memiliki panjang 10 – 23 cm.

Ciri-ciri bunga kenanga dari segi bentuk ditunjukkan dengan gambarannya menyerupai bintang yang menggantung. Bunga tersebut akan muncul pada tangkai dengan jumlah tunggal atau berkelompok 3 – 4 kuntum. Kenanga memiliki dasar bunga berbentuk bundar pipih dan benang sari berjumlah banyak.

Bunga tersebut berwarna hijau sewaktu masih muda dan berwarna kuning setelah tua, namun ada beberapa yang cenderung hijau muda.. Bunga kenanga saat mekar mengeluarkan aroma harum meski mudah berguguran. Wangi dari bunga tersebut, yang kemudian banyak digunakan dalam industri kecantikan sebagai minyak wangi dan kosmetika.

Buah kenanga

Pohon kenanga juga menghasilkan buah. Ketika belum tumbuh sepenuhnya dan berupa bakal buah, bentuknya oblong dengan bakal biji berjumlah banyak. Saat buah sudah tumbuh sepenuhnya, buah kenanga berbentuk oval dan dagingnya tebal.

Baca juga : Asoka, Bunga Hias Cantik yang Dianggap Sebagai Bunga Suci

Saat masih muda, buah pohon kenanga berwarna hijau kemudian seiring bertambah usia warnanya berubah menjadi hitam. Pada 1 tangkai utama umumnya akan ditumbuhi 6 sampai 10 buah. Jumlah biji dalam 1 buah sebanyak 8 hingga 12 biji.

Petani sedang memetik bunga kenanga

Bunga kenanga adalah bahan utama dalam pembuatan minyak kenanga yang sangat populer. yang banyak digunakan dalam aromaterapi. Minyak ini diketahui memiliki sifat relaksasi dan sering digunakan untuk meredakan stres dan meningkatkan mood.

Aroma bunga Kenanga yang eksotis sering dimanfaatkan dalam pembuatan parfum dan produk perawatan kulit. Produk-produk ini memiliki daya tarik tersendiri karena aroma yang unik. Jenis kenanga yang digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri adalah jenis kenanga biasa yang termasuk ke dalam spesies Cananga odorata forma macrophylla.

Bunga dari pohon kenanga yang dapat dijadikan sebagai bahan baku minyak atsiri dengan hasil yang bagus adalah tanaman yang telah berumur 10 tahun. Setiap pohon kenanga mampu menghasilkan sekitar 120 kg bunga per tahunnya.

Bunga sejumlah itu akan menghasilkan 350 gram minyak asiri. Minyak atsiri yang dihasilkan bunga kenanga memiliki sifat antiseptik, anti jamur, relaksasi atau menenangkan, serta mampu menurunkan tekanan darah.

Bunga kenanga yang dihasilkan warga

Ekstrak bunga kenanga juga sangat baik untuk bahan pembuatan sabun. Bunga kenanga mampu menyeimbangkan kadar minyak di kulit. Sehingga kulit tubuh pun tidak akan kering dan terkelupas. Sabun dari bunga ini sangat baik bagi kita yang memiliki kulit kering agar tetap lembab.

Baca juga : Kamboja, Bunganya Mekar Sepanjang Musim Sarat Mitos dan Manfaat

Pengelolaan bunga kenanga secara langsung untuk kecantikan juga sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Di daerah Ujung Pandang dan Jawa, bunga kenanga diolah menjadi minyak rambut dengan cara memanaskan bunga tersebut dengan minyak kelapa sehingga minyak tersebut beraroma kenanga. Lain halnya di Bali di mana bunga kenanga segar digunakan para wanita untuk mengharumkan rambut, pakaian, dan tempat tidurnya.

Minyak bunga kenanga

Selain bermanfaat di bidang kecantikan, kandungan kimia dari ekstrak bunga kenanga juga bisa mengobati penyakit. Senyawa kimia dari minyak atsiri dikenal berkhasiat mengobati penyakit kulit, asma, anti nyamuk, antibakteri, dan antioksidan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenanga, Pohon yang Bunganya Beraroma Wangi dengan Banyak Kegunaan


Selasa, 26 November 2024

Kacer, Jenis Burung Berkicau yang Disukai Para Kicau Mania



Kacer atau kucica kampung merupakan salah satu spesies burung berkicau dengan ciri khas warna bulu hitam dan putih yang terkenal dengan suara kicaunya yang keras dan nyaring. Burung kacer banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sebelumnya, burung kacer dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (murai), tetapi kini dianggap sebagai anggota Muscicapidae.

Burung kacer atau Magpie Robin yang populer di Indonesia saat ini ada dua jenis, yakni kacer hitam yang sering disebut kacer Jawa dan kacer poci atau kacer sekoci yang sering disebut kacer Sumatera. Burung ini memang masih berkerabat yakni sama-sama dalam genus Copsychus.

Burung kacer Jawa nama ilmiahnya adalah Copsychus sechellarum sedangkan kacer poci adalah Copsychus saularis. Perbedaan antara burung kacer Jawa dengan kacer Poci yang menyolok hanyalah pada warna bulunya.

Kacer Jawa (Copsychus sechellarum)

Kacer Jawa berbulu hitam semua di bagian dada sampai dekat kloaka. Sementara kacer poci warna hitam hanya sampai dada dan ke bawah hingga kloaka berwarna putih. Adalagi jenis burung kacer yang sangat mirip dengan kacer poci yakni kacer Madagaskar (Copsychus albospecularis).

Baca juga : Jagal Papua, Predator Yang Pandai Menirukan Suara Burung Lain

Khusus untuk Copsychus saularis (Oriental Magpie Robin) ini terdiri dari 9 subspecies. Yaitu saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia), andamanensis, (Kep. Andaman), musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand), prosthopellus, (Hainan-China), erimelas (India ke Indochina), pluto (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia), ceylonensis (India, Srilanka), adamsi (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia), dan mindanensis (Mindanao-Philippines).

Kacer Poci (Copsychus saularis)

Kacer poci dengan ciri warna bulu hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor. Sedangkan warna putih berada pada dada, perut dan ekor bagian dalam. Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Kacer poci memiliki suara yang keras, nyaring, dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan saat berkicau sangat atraktif sambil membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu. Burung ini sangat menyukai udara panas.

Kacer Jawa, penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa, dan Kalimantan. Kacer jenis ini seluruh tubuhnya berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas.

Sedangkan kacer madagaskar atau Madagascar Magpie Robin sendiri terdiri dari dari 3 subspecies, yakni pica, albospecularis dan inexpectatus. Seluruh subspecies Copsychus albospecularis ini tersebar di wilayah Madagascar Afrika. Bagian leher sebelah atas, punggung dan ekor berwarna hitam kebiru-biruan. Kemampuan berkicaunya tidak kalah dari kedua sepupunya C. saularis dan C. sechellarum.

Kacer Madagaskar (Copsychus albospecularis)

Selain dari ketiga species di atas, ada satu jenis kacer lagi yang beredar di kalangan pedagang dan pemilik burung kacer, yaitu Kacer Blorok. Jenis ini menurut anggapan kebanyakan orang maupun peneliti adalah merupakan hasil perkawinan silang yang terjadi di alam, antara Kacer Hitam Putih (C. saularis) dengan Kacer Hitam (C. sechellarum).

Baca juga : Robin, Burung dengan Bulu Warna Warni Bersuara Merdu yang Kian Sulit Ditemui

Secara umum ukuran tubuh burung kacer memiliki panjang sampai 19 cm, jika diukur dari ujung paruh sampai ekor. Untuk membedakan burung kacer jantan dan kacer betina cukup mudah, dimana tampilan fisik keduanya terlihat berbeda.

Kacer betina

Secara fisik, burung kacer jantan dan betina mudah dibedakan dari warna bulunya. Terutama burung kacer yang sudah dewasa. Pada jantan, bulu hitam pada kepala dan dada mengkilat, sedangkan kacer betina sepanjang tubuhnya berwarna abu-abu kusam. Sementara untuk burung kacer yang masih berusia trotolan, maka semburat bulu warna hitam pada jantan sudah terlihat meski hanya pada satu dua bulu. Untuk burung kacer trotolan betina hanya berwarna gelap atau hitam pudar cenderung abu-abu.

Habitat asli burung kacer ini ada di kawasan hutan terbuka yang terletak di daerah pinggiran dan kurang suka berada di hutan yang lebat dengan banyak pepohonan liar. Burung kacer banyak mendiami dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Makanan utama burung kacer di alam bebas adalah semua jenis serangga kecil, cacing tanah, belalang, dan terkadang makan buah-bahan kecil. Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger.

Burung kacer di alam bebas memiliki sirklus berkembang biak 2 – 3 kali dalam 1 tahun, antara bulan Januari sampai Juni. Burung kacer membuat sarang berbentuk cawan menggunakan akar-akaran pendek, rumput, lumut kering yang dibuat pada lubang batang pohon yang sudah mati atau dahan kelapa sawit, kelapa, dll.

Induk burung kacer sedang meloloh anak-anaknya

Tinggi sarang burung kacer mulai 1,5 meter sampai10 meter, tergantung jenis pohonnya. Sekali bertelur, burung kacer betina mampu menghasilkan 3 hingga 5 butir telur. Telur burung kacer berwarna hijau dengan bercak hitam, berukuran sebesar kelerang.

Baca juga : Wambi, Burung Berkicau yang Menawan dan Sangat Gacor Saat Berkicau 

Proses pengeraman telur kacer dilakukan oleh betina dan jantan, siang sampai sore jantan sedangkan sore – malam – pagi betina. Telur burung kacer membutuhkan waktu menetas kisaran 14 – 17 hari atau bisa lebih lama tergantung kondisi lingkungan dan cuaca.

Burung kacer sangat disukai para kicau mania

Para kicau mania menjadikan burung kacer ini sebagai salah satu jenis burung peliharaan lantaran kemampuannya dalam menirukan suara burung lain. Khusus untuk perlombaan, beberapa jenis kacer dilatih untuk menirukan suara burung yang sulit untuk ditiru sehingga lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang lainnya.

Status konservasi burung kacer secara umum adalah “resiko rendah (LC)”. Namun di Indonesia, burung kacer ini mulai langka karena penangkapan yang berlebihan untuk dipelihara. Sudah seharusnya untuk bertindak arif dan bijaksana agar populasi burung kacer tidak semakin berkurang di alam. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kacer, Burung Bersuara Merdu yang Mampu Menirukan Suara Burung Lain


Senin, 25 November 2024

Kedondong, Buah Tropis yang Rasanya Manis dan Asam Mempunyai berbagai Khasiat Menyehatkan



Kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman buah yang masuk ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae) yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Buah kedondong, adalah salah satu buah tropis yang dikenal karena rasa asam segarnya yang khas, serta tekstur daging buahnya yang renyah.

Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis. Tanaman kedondong banyak ditanam di Asia Tenggara, negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu Spondias Purpurea L. Di Indonesia sendiri, daerah yang termasuk penghasil kedondong adalah Karimunjawa, Jepara – Jawa Tengah.

Kedondong Karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran raksasa/super, jauh lebih besar dari buah kedondong yang ada. Produksi buah kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. Bentuk buah kedondong Karimunjawa ini lonjong dengan berat mencapai 0.7 – 1 kg/buah.

Pohon kedondong di Karimunjawa yang tumbuh sangat besar dan tinggi

Kedondong tumbuh dengan baik di daerah tropis hingga ketinggian 700 m dpl, pH 5,5 – 6,5 dengan suhu 22 – 27 °C, dan curah hujan 900 – 1.800 mm/th. Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari penuh. Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek, cangkok, dan okulasi sambungan).

Baca juga : Buah Naga, Buah Tanaman Kaktus dari Benua Amerika yang Kaya Manfaat

Akar tanaman kedondong ini termasuk akar tunggang yang kokoh dan tegak lurus. Bentuk akarnya silindris dengan tudungnya berbentuk bulat tumpul serta memiliki warna coklat tua. Tanaman kedondong memiliki batang berkayu yang tumbuh tegak lurus keatas.

Bunga kedondong

Pohon kedondong umumnya tumbuh tinggi berkisar antara 9 – 15 meter. Jika menanam kedondong di dalam pot, maka pohon ini dapat tumbuh setinggi 2 m. Batang tanaman kedondong mempunyai sifat yang kuat dan keras. Ini dikarenakan memiliki dinding sel yang tersusun rapat.

Batang tanaman kedondong ini memiliki permukaan yang halus dengan warna putih kehijauan. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan yang mengkilap dengan panjang 5 – 8 cm dan lebarnya 3 – 6 cm. Daun pada tanaman kedondong termasuk berdaun majemuk dan memiliki bentuk oval dengan pertulangan daun yang menyirip.

Struktur tepi daunnya rata dengan pangkal daunnya runcing dan ujung daun meruncing. Setiap daun memilki anak daun yang berjunlah gasal dan berpasangan dengan tata letak tersebar di seluruh ranting. Pupus daun dan kedondong muda mempunyai rasa asam sehingga sering dijadikan sayuran atau penyedap masakan bagi orang Jawa.

Tanaman Kedondong memiliki bunga majemuk dengan mahkota bunga sejumlah 4 – 5 yang memiliki warna bunga putih kekuningan. Bunganya memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina dengan benang sari berjumlah 8 helai yang berwarna kuning.

Ayam Lempah Kuning dengan pucuk daun kedondong

Dan putiknya berjumlah 1. Bunga kedondong memiliki tangkai bercabang secara monopodial dengan panjang sekitar 24 – 40 cm. Sedangkan panjang bunganya sendiri kira-kira 2 cm dengan panjang kelopak bunganya mencapai 5 cm.

Baca juga : Kalangkala, Buah khas Kalimantan Selatan Berasa Alpukat

Buahnya berbentuk oval dengan panjang sekitar 6 – 9 cm. Buah-buah ini terdapat dalam tandan yang terdiri dari 12 buah atau lebih, dihubungkan oleh tangkai yang cukup panjang. Selama beberapa minggu, buah tersebut jatuh ke tanah dalam keadaan hijau dan keras, kemudian berubah warna menjadi kuning keemasan saat matang.

Buah kedondong tumbuh di tandan buah bertangkai panjang


Lapisan luar buah ini memiliki tekstur kaku dan tipis. Sementara tekstur lapisan dalamnya tebal, renyah dan berair. Biji buah kedondong memiliki bentuk yang bulat dan dikelilingi oleh serat-serat kasar. Biji kedondong memiliki struktur seperti gabus dan berongga ketika dibelah. Warna biji kedondong adalah putih kekuningan.

Daging buah kedondong berasa manis, sedikit asam, tekstur renyah, dan mengandung cukup cairan. Secara sepintas, aroma buah kedondong mirip buah nanas, yaitu kombinasi antara asam dan manis. Dan jika sudah masak dan lunak, aromanya menjadi berkurang dan kulitnya sulit dikupas.

Akibat dari rasanya yang asam, buah ini memang perlu pendamping untuk menikmatinya. Biasanya saat memakan kedondong terdapat cocolan yang membantu mengurangi rasa asamnya, seperti garam ataupun sambal gula jawa.

Dalam kurun waktu 4 tahun, tanaman yang ditanam dari biji dapat mulai berbuah. Ciri buah Kedondong yang siap panen adalah buah berukuran bulat melonjong, padat, serta kulitnya berwarna hijau kekuningan. Buah umumnya matang setelah 6-8 bulan sejak bunga mekar.

Buah kedondong yang telah tua

Kedondong dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur, serta untuk dibuat acar (sambal kedondong).

Baca juga : Lahung, Durian Langka Khas Dayak Kalimantan

Kedondong terkenal akan rasanya yang asam, namun jangan salah dibalik rasa yang asam tersebut, buah ini menyimpan banyak sekali kandungan gizi dan senyawa yang berguna bagi tubuh. Vitamin A, C, B1, serat, air, protein, sukrosa, fosfor, kalsium, pectin dan zat besi lengkap ada dalam buah ini.

Asinan buah kedondong yang menyegarkan

Kandungan nutrisi tersebut membuat buah ini layak menjadi buah konsumsi sehat sehari-hari. Beberapa manfaat kedondong yaitu memelihara saluran pencernaan, disentri, mengobati luka bakar, batuk, menurunkan demam, meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan kulit, menjaga kesehatan tulang, mengobati sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, dan infeksi mulut. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kedondong, Buah dengan Rasa Asam yang Mampu Meningkatkan Kekebalan Tubuh


Minggu, 24 November 2024

PPDSI Blitar Gelar Mbah Demang Cup LDI 2024 Putaran 7, Kamajaya Firaun dan Bintang Shorea Tampil Sebagai Juara



Minggu, 17 Nopember 2024, Liga Derkuku Indonesia Putaran 7 bertajuk Mbah Demang Cup, akhirnya sukses tergelar. Liga putaran penutup ini dihelat menggunakan Lapangan Kelurahan Bendo – Kota Blitar. Perjuangan panitia dan pengurus PPDSI, untuk menuntaskan agenda akhir Liga Derkuku Indonesia 2024, begitu luar biasa berat dan penuh tantangan.

Event LDI 2024 Putaran 7 sesuai jadwal yang disepakati sebelumnya akan dilaksanakan oleh PPDSI Pengda DKI, namun akhirnya gagal terlaksana. “LDI putaran 7 di BIitar dilaksanakan karena mundurnya Pengda DKI, dikarenakan sulitnya perijinan di masa kampenye Pilkada,” jelas Hari Imawan selaku Ketua III Bidang Lomba PPDSI Pusat.

Suasana regristrasi peserta

“Terima kasih banyak kepada segenap panitia lomba LDI putaran 7 yang telah berkenan mengambil alih lomba ini,” tambah Cak Hari, begitu pria paruh baya ini biasa disapa. “Karena event ini seharusnya diadakan di Jakarta (Jakarta Cup 2024) akhirnya bisa diadakan di Blitar.”

“Tentu ini hal yang luar biasa dengan waktu yang sangat mepet untuk bisa diselenggarakan. Untuk itu kami atas nama pengurus PPDSI Pusat, sekaligus pengurus PPDSI Pengda DKI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”

Tim TGR yang terus menyala

Pengda DKI benar-benar mengapresiasi keberanian Pengcab Blitar yang berani mengambil slot Jakarta yang kesulitan menggelar LDI seri terakhir. “Alasan utama kenapa kami berani mengambil alih acara yaitu karena Blitar memiliki bekal team yang solid dan berdedikasi tinggi,” jawab Dhimas Nugroho, Sekretaris PPDSI Blitar.

“Selain itu dengan adanya dukungan dari anggota dan dari Pemerintahan juga tidak kalah kuatnya juga,” imbuh Dhimas. ‘Dukungan dari Bapak Walikota Blitar semakin menambah kepercayaan diri panitia untuk mengambil alih pelaksanaan LDI ke 7 ini.”

Mbah Demang

“Blitar menjadi salah satu solusi agar putaran LDI 2024 tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, yakni sepanjang 7 putaran.” Hal senada juga disampaikan oleh Widi Hadi selaku Ketua Panita Mbah Demang Cup. “Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Agus (Mbah Demang) dekoe mania Kediri yang telah mensuport kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan baik.”

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sukses Liga Derkuku Indonesia Putaran 7, Mbah Demang Cup ini,” ucap Widi Hadi. “Saya berharap agar kegiatan yang sama bisa terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya.”

Sigit B2W dengan cermat ngawal gacoannya di kelas Senior

Event Mbah Demang Cup melombakan tiga partai, yakni kelas Senior, Yunior, dan Pemula. Dari rincian yang didapat dari panitia, kelas Senior diikuti oleh peserta sebanyak 1 blok, kelas Yunior 1 blok, dan kelas Pemula diramaikan peserta sebanyak 2 blok.

Dekoe mania yang ikut hadir meramaikan gelaran datang dari Bogor, Solo, Sleman, Jogjakarta, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Bojonegoro, Malang, Surabaya, Situbondo dan Blitar sebagai tuan rumah. Tidak seramai biasanya, namun sudah tergolong meriah karena persiapan yang relatif singkat.

Gaya dekoe mania dalam memberikan dukungan pada gacoannya masing-masing

“Alhamdulillah hari ini Mbah Demang Cup Liga Derkuku Indonesia Putaran 7, sukses kami selenggarakan. Terima kasih semua yang sudah mendukung terselenggaranya event ini dan mohon maaf atas semua kekurangan yang ada,” tutur Widi Hadi.

Setelah menyelesaikan proses regristrasi, panitia mempersilahkan seluruh peserta yang sudah memiliki tiket di kelasnya masing-masing untuk langsung menempati nomor yang sudah dalam genggaman. Selanjutnya juri memasuki lapangan untuk melakukan penilaian.

Joko SJ mencoba berkampanye

Acara berlangsung dengan cuaca yang sangat mendukung. Proses penjurian ternyata berbarengan dengan kampanye politik dengan sound yang menggelegar. Suara yang terdengar cukup keras, hal ini tentunya mengganggu kinerja juri saat memantau burung- burung yang mulai berbunyi.

Beberapa burung terlihat lunjak-lunjak bahkan ada yang terdiam saat musik koplo lantang terdengar. Tetapi namanya burung sekelas LDI tentunya mempunyai mentalnya yang bagus, sehingga kondisi tersebut tidak sampai mempengaruhi performanya di atas gantangan.

M. Makrus tertawa sumringah burungnya cuman lunjak-lunjak dengar musik koplo

Puluhan ekor derkuku yang dikerek dalam 4 blok, berpacu untuk menjadi yang terbaik. Semua berusaha memperdengarkan suara emas miliknya agar dipilih oleh juri sebagai pemenang. Sementara itu, proses penjurian empat babak berlangsung lancar dan tertib.

Ada sedikit ada protes dari peserta saat berakhirnya penjurian yang merasa lomba diberhentikan secara tiba – tiba saat terdengar kumandang adzan Dhuhur. Padahal burung-dalam kondisi gacor (rajin berbunyi). “Tapi ya sudah ini hanya bahan evaluasi saja dan gak usah diperpanjang kemana-mana,” ucap Syaiful peserta dari Situbondo.

Kamajaya koncer pertama di kelas Senior

Podium pertama di kelas Senior diberikan kepada Kamajaya andalan B2W BF Sleman. Keberhasilan derkuku ternakan B2W 3688 yang dikerek pada nomor 28 menembus urutan pertama berkat raihan bendera enam warna empat kali.

Disusul kemudian Gaun Sutra besutan Ebin Sunarya Tulungagung, yang dikerek pada nomor 24 berkat raihan bendera yang sama dengan sang juara hanya kalah di nilai aduan. Keberhasilan Gaun Sutra tersebut juga terasa mengejutkan karena mampu mengimbangi performa moncer sang juara. Di tempat ketiga ada Bimo Kurdo bergelang GTA 380 orbitan Shorea BF.

Barisan peraih juara kelas Senior

Di kelas Yunior, podium pertama berhasil dimenangkan oleh Fir’aun amunisi Mbah Demang Kediri. Burung ternakan LMS 469 yang dikerek pada nomor 45 berhasil mengkoleksi nilai lima warna tiga kali dan enam warna pada babak keempat. Urutan kedua dimiliki Idola Shorea ring B2W 3665 gaco Shorea BF. Tempat ketiga ada Bagusan ring B2W 3553 milik Imam Haridai Bojonegoro.

Di kelas Pemula, juara pertama direbut oleh Bintang Shorea ring SUBALI 389 orbitan Shorea BF Sleman. Posisi kedua diisi Soleh bergelang Rajawali 391 amunisi Hartejo dari Blitar. Melengkapi tiga besar ada Gandrung ring PN 764 debutan Mbah Gondo Tulungagung.

Koncer kelas Junior buat Mbah Demang dengan Burung ring LMS gacoan barunya

Di akhir acara, Cak Hari selaku Ketua Bidang Lomba, memberikan tanggapan atas protes yang terjadi. “Bilamana ada kekurangpuasan peserta, semua ini tentu menjadi catatan kami, jelas akan kami evaluasi agar kedepannya kejadian ini tidak terulang kembali.”

Ketua panitia memegang kendali jalannya lomba dengan waktu yang sudah ditentukan per babaknya. Apabila terjadi Force Majeure (kejadian yang tidak diinginkan, secara mendadak, misalnya, hujan lebat, angin puyuh, gempa dll yang membahayakan peserta serta burung yang dilombakan, merupakan hak prerogatif pihak panitia untuk menghentikan lomba.

Mbah Demang serahkan bendera koncer juara kelas Pemula

Dan jika ada kejadian diluar Force Majeure semisal, adanya adzan Dhuhur, panitia juga berhak menghentikan lomba sesaat, sampai selesai adzan. Namun tidak mengurangi waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Apapun alasannya kepuasan peserta lomba adalah keberhasilan penyelenggaraan. Terima kasih atas koreksinya.”

“Kami mewakili segenap panitia Mbah Demang Cup mohon dimaafkan atas miskomunikasi yang terjadi. Ini akan menjadi bahan evaluasi kedepannya buat PPDSI Pusat. Khususnya juga panitia lomba dimanapun lomba nanti diadakan.” ujar Cak Hari.

Barisan juara kelas Pemula

Beberapa dekoe mania juga mempertanyakan dan perlunya evaluasi bersama mengapa gelaran sekelas Liga Derkuku Indonesia animo penghobi untuk hadir meramaikan semakin menurun. “Sebelumnya pendaftaran belum dibuka sudah pada daftar terutama lomba akbar. Bahkan sampai tidak kebagian tiket (over load) dan masuk daftar cadangan alias animo pendaftar lomba membludak , tetapi akhir-akhir ini semakin menurun drastis, kenapa?” (Ramlee/Jat)








Celosia, Tanaman Hias Berbunga Mirip Jengger Ayam yang Cantik dan Mudah Dirawat

Celosia merupakan tumbuhan berbunga yang menarik perhatian banyak orang dengan bentuk uniknya. Di Indonesia, gelosia dikenal dengan nama bu...